Preman Cantik Di Nikahi CEO

Preman Cantik Di Nikahi CEO
19. Membujuk Luna


__ADS_3

Dalam mobil Luna diam saja, dia tidak tahu kenapa bisa ikut lagi dengan kakek Wira di sampingnya. Kakek Wira menoleh pada Luna yang diam saja sejak masuk dalam mobilnya.


"Kamu sejak tadi diam saja, Luna." kata kakek Wira, Riko pun melihat Luna dari kaca spion.


"Kakek mau apa ngajak saya lagi?" tanya Luna.


"Meminta tolong sama kamu, apa kamu tidak kasihan sama kakek?" tanya kakek Wira.


"Kalau untuk meminta menikah lagi dengan cucu kakek itu, saya tetap tidak mau kek. Cucu kakek itu sudah punya pacar, cantik lagi dan model. Dia sepadan dengan cucu kakek, bukan saya yang seorang preman pasar." kata Luna lagi.


"Kamu tahu cucuku punya pacar? Dari mana kamu tahu Leon punya pacar?" tanya kakek Wira penuh selidik.


"Waktu itu saya pernah ketemu dengan cucu kakek yang sombong dan bodoh itu sama pacarnya dari mall. Dan pacarnya itu ..." ucapan Luna terpotong.


"Kenapa dengan pacarnya?" tanya kakek Wira lagi.


"Apa kakek yakin mau dengar cerita saya tentang pacar cucu kakek itu?"


"Kalau perlu, cerita saja."


Luna menghela nafas panjang, dia ragu untuk cerita tentang Sherly yang model dan dia memergoki pacar Leon sedang berselingkuh di kafe.


"Luna? Kamu tahu kenapa kakek meminta bantuanmu untuk menikah dengan Leon cucu kakek?" tanya kakek Wira, Luna menggeleng.


"Tidak kek, buat apa saya tahu." kata Luna.


"Karena kakek ingin memisahkan Leon dengan pacarnya yang model itu. Dia itu selalu membodohi Leon, hampir setiap bulan dia meminta belanja pada Leon. Dan tidak tanggung-tanggung, belanja dengan membeli barang mahal. Jika mengajak makan pun selalu di restoran mewah. Bagi kakek tidak terlalu masalah jika hanya makan, tapi dia selingkuh dengan laki-laki lain. Kakek bahkan tahu sendiri dia masuk hotel dengan laki-laki bukan Leon. Jadi, sudah di pastikan Leon itu hanya di manfaatkan saja oleh gadis munafik itu." kata kakek Wira akhirnya bercerita panjang lebar kenapa dia meminta Luna membantunya.


Luna diam, jadi benar kalau pacarnya Leon itu selingkuh dan pernah masuk ke hotel dengan laki-laki lain? Waktu dia melihat di kafe juga sepertinya Sherly dan laki-laki selingkuhannya itu sedang berbuat mesum, menjijikkan sekali. Pikir Luna.


"Luna, apa yang kamu tahu dari gadis model itu?" tanya kakek Wira.


"Emm, saya pernah melihat wanita itu berbuat mesum di kafe dengan laki-laki bukan cucu kakek itu." kata Luna.

__ADS_1


"Jadi benar kan, gadis itu tidak boleh pacaran lagi dengan Leon. Tapi Leon tidak menyadari itu dan selalu menyangkal kalau gadis itu hanya memanfaatkan dia saja." kata kakek Wira.


Meski dia tidak tahu kalau Luna sendiri belum mengerti masalah cucunya. Tapi kasihan juga jika saja Leon sampai terus bersama dengan Sherly.


"Niat kakek juga nantinya kamu menyelidiki gadis itu juga, dan mencari bukti kalau dia telah selingkuh dan memberitahu pada Leon. Kalau kakek yang memberitahu, dia tetap tidak akan percaya." kata kakek Wira lagi.


Luna kembali diam, bingung bagaimana dengan dirinya. Menolong kakek Wira, berarti dia tidak akan lagi bekerja di pasar. Harus menikah dengan Leon dan tinggal di rumah kakek Wira. Sudah pasti, dan bagaimana dengan bapaknya?


"Pikirkan Luna, kakek juga akan memenuhi apa yang kamu inginkan. Apa yang kamu minta dari kakek, agar kamu bisa menolong kakek?" tanya kakek Wira.


"Saya tidak tahu kek, saya bukan orang yang mencari keuntungan dari sebuah keadaan." kata Luna.


"Lalu, apa kamu mau membantu kakek?"


"Boleh saya pikirkan dulu kek? Ini terlalu mendadak, bagaimana dengan bapakku? Menikah itu harus butuh wali dan juga mengundang banyak orang. Lagi pula saya masih kecil. Baru juga dua puluh tahun." kata Luna.


"Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?" kata kakek Wira.


"Ya, satu tahun kamu membantu kakek memisahkan Leon dengan kekasihnya dan biar kakek menyuruh orang untuk menyelidiki pacar Leon itu." kata kakek Wira.


"Kenapa kakek tidak menyelidiki saja langsung, buktinya bisa di simpan dan berikan pada cucu kakek. Jangan menunggu saya menikah dengan cucu kakek itu." kata Luna.


"Kakek bisa saja mencari tahu dan mengumpulkan buktinya. Tapi gadis itu selalu bisa membuat Leon luluh dan terus lengket dengannya. Makanya kakek minta bantuanmu, ya hanya satu tahun menikah dengan Leon. Jika dia berubah karena kamu selalu ada bersamanya, bisa juga kan rasa cintanya berubah pada hadis munafik itu." kata kakek Wira.


Luna menghela nafas panjang, bingung harus bagaimana dengan permintaan kakek Wira itu. Dia sendiri tidak tahu seperti apa rumah dan perusahaan kakek tua di sampingnya. Dia hanya seorang preman pasar yang tidak mengerti tentang perusahaan. Apa lagi tentang warisan banyak, yang dia tahu itu hanya bekerja mencari uang dengan menagih iuran keamanan di pasar.


"Bagaimana Luna?" tanya kakek Wira.


"Saya harus bicara dengan bapak dulu. Kakek juga tahu kan, saya perempuan harus minta restu dari bapakku." kata Luna.


"Ya, tapi satu minggu lagi kakek minta jawaban dari kamu Luna. Bulan depan bisa kamu belajar bagaimana menjadi seorang istri."


"Apa harus belajar?"

__ADS_1


"Tentu saja, meski hanya sebuah kesepakatan. Tapi kakek harap kamu bisa belajar jadi istri yang baik." kata kakek Wira.


"Hanya satu tahun?".


"Ya, hanya satu tahun. Setelah satu tahun itu, terserah apa yang mau kamu lakukan. Kakek juga akan membiayai kuliahmu jika kamu mau kuliah, atau kamu mau mempunyai lapak warung?"


Luna terkejut, tawaran yang menggiurkan. Membuka lapak warung dan bisa kuliah juga. Kembali Luna pun bingung, apa dia terima saja tawaran kakek Wira.


"Baiklah kek, saya pikirkan dulu dan juga memberitahu bapakku." kata Luna, kakek Wira tersenyum.


"Janji, satu minggu kamu harus mempunyai jawabannya ya." kata kakek Wira lagi.


"Siap kek, saya akan memberitahu kakek dengan menghubungi nomor kakek." kata Luna.


"Kakek tunggu keputusanmu."


"Apa cucu kakek juga mau? Karena kemarin itu dia juga menolak permintaan kakek." kata Luna ragu.


"Kalau Leon, kakek bisa menekannya. Dia sudah setuju dengan rencana kakek, tinggal membujuknya lagi dengan mengancamnya. Hahah!"


"Ternyata, orang kaya memang berkuasa ya. Bisa memaksa orang dengan uang dan kekuasaannya." kata Luna sedikit sinis menanggapi ucapan kakek Wira.


"Kalau memaksa cucu sendiri dengan kekuatan uang sendiri, itu tidak masalah Luna. Menggunakan apa yang kita punya untuk melancarkan semua rencana yang baik." kata kakek Wira lagi.


"Hemm, terserah kakek saja. Kakek orang kaya, bebas melakukan apa saja." ucap Luna.


Mobil kini melaju menuju sebuah toko, kakek Wira ingin membeli oleh-oleh untuk Luna di rumah. Luna tidak protes, dia mengikuti saja masuk ke dalam toko tersebut.


_


_


__ADS_1


__ADS_2