
Acara resepsi sudah selesai, kini Leon dan Luna sudah menjadi jadi suami istri sah. Entah apa yang akan mereka lakukan, setelah perdebatan masalah slame milik Sherly itu. Leon sangat kesal pada Luna. Dan hari setelah resepsi, Leon mencoba menghubungi Sherly. Tapi tidak tersambung, karena nomornya sudah berbeda.
Leon meletakkan ponselnya di meja, dia berbaring di kamar hotelnya. Karena kakek Wira langsung memberinya liburan tiga hari di hotel untuk pasangan suami istri baru. Luna bahkan belum masuk ke dalam kamar hotel, setelah mereka di antar dan di arak oleh tetangga Luna sampai ke depan hotel.
"Lelah sekali hari ini, kenapa Sherly ngga aktif ponselnya ya." gumam Leon di sela kantuknya.
Dia tertidur belum berganti pakaian, hingga malam hari pun masih seperti itu. Luna sendiri belum juga masuk, entah kemana gadis itu. Setelah di antar oleh bapaknya, kedua sahabat kecilnya juga mertuanya kakek Wira dan asistennya itu ke hotel. Dia belum masuk ke dalam kamarnya.
Justru dia berganti baju seperti biasa, lalu ikut ke parkiran mengatur mobil-mobil yang masuk. Di dalam hotel sebenarnya sudah ada bagian parkiran sendiri, apa lagi hotel mewah. Tentu ada petugas paletnya, dan Luna ikut petugas palet mengatur mobil parkir.
"Kamu siapa sih? Kok ikut-ikutan parkirin mobil." kata petugas palet yang berpenampilan rapi, tidak seperti Luna.
"Udah berisik bang, jangan tanya lagi. Gue mau ikutan parkirin mobil, bolehkan bang?" tanya Luna dengan senyum gigi pepsodente.
"Kamu tukang parkir?" tanya petugas palet itu.
"Bukan bang, gue lagi cari ongkos buat pulang. Gue ngga punya ongkos untuk pulang, boleh ya." kata Luna berbohong.
Dan memang dia tidak memegang uang, jika dia bawa uang. Pasti akan pulang ke rumahnya, lupa kalau dia itu pemgantin baru dan sedang di tunggu oleh suaminya di kamar hotel mewah.
"Nama kamu siapa?"
"Luna bang. Abang siapa?"
"Jojo. Ya udah, nanti kalau ada yang mau keluar dari parikiran sendiri kamu mintai aja uang parkirnya." kata Jojo petugas palet.
"Tapi biasanya ada yang minta di bawa ke depan ya sama abang?"
"Iya. Kamu tunggu di bagian parkir aja, jangan di depan." kata Jojo.
__ADS_1
"Baik bang." kata Luna.
Dengan senang hati Luna ikut memarkirkan mobil-mobil tamu hotel. Dia akan dapat uang banyak dari pemilik mobil. Dia duduk menunggu di tempat parkiran, tak lama ada sepasang suami istri keluar dari pintu belakang mau keluar.
Luna berdiri dan mendekat pada suami istri yang berdiri di depan mobilnya.
"Ayo om, saya parkir ya mobilnya." kata Luna.
Suami istri itu heran, kenapa ada tukang parkir di hotel. Tapi mereka diam saja, laki-laki menaiku mobil. Di susul istrinya, dan Luna memberi isyarat untuk membelokkan mobilnya menuju jalannya. Setelah selesai, Luna mendekat dan meminta bayaran jasanya.
Pengemudi itu pun memberi uang sepuluh ribu pada Luna, lalu melajuian mobilnya. Luna mengucapkan terima kasih, dia melihat uang yang di berikan oleh pelanggan hotel itu.
"Waah, besar juga ya ngasih duitnya. Kalau sepuluh orang kasih sepuluh ribu, bisa dapat seratus ribu. Ck ck ck, gue bisa kaya nih. Apa lagi mobil banyak banget di parkiran, gue bisa lebih banyak sapat duit." ucap Luna dengan senangnya.
Tak lama, ada lagi yang keluar untuk masuk ke dalam mobil. Luna segera menghampiri dan seperti biasanya, mengatur jalan lalu memberikan uang pada Luna. Dia sangat senang, ternyara bukan hanya memberi sepuluh ribu. Bahkan ada yang memberinya lima puluh ribu.
_
Sampai pagi tiba, Luna tidak juga masuk ke kamar hotel di mana Leon dan dirinya menginap. Leon bangun dari tidurnya, dia ketiduran sampai pagi. Jam tujuh pas dia bangun dan tidak mendapati istrinya, tapi dia tidak peduli.
"Apa dia tidak masuk ke kamar ya?" gumam Leon.
Dia pun masuk ke dalam kamar mandi, hari ini dia akan pergi ke kantor seperti biasa. Meski kakeknya memberikan fasilitas hotel untuk menginap sebagai hadiah pernikahan. Atau bulan madu tiga hari menginap di hotel.
Tapi Leon tetap akan masuk kantor. Bergegas dia mandi lalu segera memakai baju. Dia akan saapan di restoran lantai bawah. Semuanya di lakukan dengan cepat, dia memakai baju kemeja pendek dan celana biasa.
"Petugas kebersihan kamar tuan, mau membersihkan kamar anda." kata petugas kebersihan itu.
"Oh ya, saya juga mau keluar." kata Leon, dia mengeluarkan uang tips pada petugas kebersihan itu. Lalu pergi membawa tasnya yang memang dia meminta pada Riko untuk di bawa ke hotel juga.
__ADS_1
Sampai di restoran di lantai bawah, dia duduk di kursi dua berhadapan. Karena dia ingin tenang sarapan pagi sambil mengecek sosial media Sherly. Tapi ada beberapa pengunjung restoran yang mengobrol kalau di parkiran ada tukang parkir cantik, entah dari mana tukang parkir itu.
Leon awalnya tidak menghiraukan obrolan pengunjung itu, tapi ada juga yang menertawakan objek yang mereka bicarakan. Yaitu tukang parkir dadakan di parkiran. Tapi, lama-lama Leon curiga. Apa jangan-jangan dia adalah Luna?
"Dia kan preman pasar, masa jadi tukang parkir di hotel sih. Mana ada tukang parkir di hotel, ada juga petugas palet." gumam Leon.
Dia pun makan sarapannya, tanpa harus mempedulikan obrolan dan candaan mereka. Ada laki-laki yang memang berniat ingin menggoda tukang parkir di sana.
"Gila, cantik tahu tukang parkirnya. Tapi kelihatannya barbar." kata salah satu laki-laki di belakang Leon.
"Iya, tapi dia baik kok. Meski penampilannya begitu. Kadang memang cewek itu perlu melindungi diirnya seperti itu." kata temannya berkata bijak.
"Iya juga sih, tapi gue mau kenalan sama dia. Gue pengen tahu siapa nama tukang parkir itu, cantiknya alami."
"Kamu tahu dia cantik alami dari mana?"
"Eh, aku pernah lihat dia buka topi dan wajahnya itu beuuh. Mulus, hahah!"
"Sudah yuk, jangan ngomong cewek parkiran lagi. Aku ada pertemuan dengan bos dari kantor pusat." kata teman satunya.
"Ya udah, kita berangkat bareng aja. Sekalian lihat cewek parkiran itu, heheh."
Mereka bertiga pun pergi dari restoran itu, mau tidak mau Leon mendengar pembicaraan mereka yang mengagumi tukang parkir dadakan di hotel. Setelah selesai, Leon segera memesan taksi online dan pergi dari hotel untuk bekerja di kantor kakeknya. Dia mengirim pesan pada Sherly, jika sudah sampai di Indonesia segera menghubunginya. Begitu pesan singkat Leon.
_
_
__ADS_1