Preman Cantik Di Nikahi CEO

Preman Cantik Di Nikahi CEO
09. Perdebatan


__ADS_3

Leon masih berada di kantornya, dia bekerja di kantor kakeknya sebagai direktur. Sebenarnya sama saja, direktur dengan CEO. Hanya saja kakek Wira sengaja membuat dirinya jadi CEO karena memang posisi tertinggi adalah CEO, yaitu pemegang saham terbesar.


Jadi, Leon hanya menjalankan tugasnya sebagai direkitur. Sedangkan kakeknya hanya mengawasi saja. Pekerjaan Leon juga bagus, namun dia belum bisa menyerahkan perusahaan pak Wira pada Leon. Karena alasan masih bersama Sherly, dan itu tidak mudah untuk memisahkan keduanya.


Tanpa pak Wira tahu, Leon dan Sherly mempuyai rencana yang memang menuruti kemauan kakeknya. Dan kini Leon sedang berada di ruang kantor kakeknya, karena dia di panggil untuk bicara serius. Leon tahu kalau kakeknya akan membicarakan tentang pernikahannya dengan gadis pilihan kakeknya.


"kamu sudah datang?" tanya kakeknya yang baru saja masuk.


"Iya kek, kakek mau bicara apa?" tanya Leon.


"Seperti waktu itu, kakek mau menjodohkanmu dengan gadis pilihan kakek. Bagaimana, apa kamu masih mengelak terus?" tanya kakeknya.


"Tidak. Aku akan menerima perjodohan dari kakek." ucap Leon dengan pasti.


"Bagus, kakek akan mencari gadis yang akan kamu jadikan istri nantinya. Dan ingat, kakek tidak akan langsung menyerahkan perusahaan sama kamu sebelum pernikahanmu dengan gadis yang kakek pilih nanti sudah satu tahun. Setelah satu tahun pernikahan kalian, baru kakek seŕahkan perusahaan kakek sama kamu." kata pak Wira.


Leon tampak berpikir, dia belum merundingkan masalah waktu pernikahan dengan gadis pilihan kakeknya dengan Sherly. Kakeknya menatap datar pada Leon, dia tersenyum miring. Dia tahu Leon mempunyai rencana lain pada pernikahannya itu nanti.


"Leon, bagaimana?" tanya kakeknya.


"Apa boleh aku pikirkan lagi?" tanya Leon, membuat kakeknya diam.


Leon salah tingkah, dia menarik nafas panjang. Kenapa dia bicara seperti itu, bukankah setuju lebih dulu baru memikirkan rencana selanjutnya dengan Sherly.


"Kakek tidak memaksamu untuk menikah dengan pilihan kakek. Meskipun kamu nanti tetap menolak menikah pilihan kakek, kakek tetap tidak akan memberikan perusahaan dan warisan kakek pada kamu. Nanti Riko yang mengelolanya dan warisan kakek akan kakek bagikan ke setiap yayasan fakir miskin dan yatim piatu." kata pak Wira, membuat Leon kesal.


"Kakek, kenapa bersikap seperti itu. Siapa di sini cucu kakek? Riko atau aku kek?" tanya Leon.

__ADS_1


"Kakek tidak peduli, kamu bahkan tidak pernah mengikuti apa yang kakek mau. Tapi kali ini kakek meminta sama kamu dengan imbalan perusahaan, apa kakek salah?" tanya kakeknya.


Leon mendengus kesal, rencananya gagal jika menuruti kemauan kakeknya. Nanti jika sudah satu tahun dia menikah dengan pilihan kakeknya, minta anak darinya dan istrinya nanti. Lalu, dia dan Sherly bagaimaja? Dia tidak mau Sherly semakin sakit hati, menikahi gadis pilihan kakeknya saja dan Sherly menyetujuinya itu membuatnya bingung.


Kenapa Sherly mau seperti itu, itu akan menyakiti hatinya. Tapu demi Sherly dan ingin mrmiliki perusahaan kakeknya, akhirnya dia setuju dengan rencana Sherly itu. Dan sekarang, justru kakeknya meminta syarat harus sudah satu tahun menikah dengan gadis pilihan kakeknya. Baru bisa di serahkan perusahaan itu semuanya.


Kakek Wira memperhatikan kebingunga Leon, dia tahu syaratnya membuat Leon keberatan. Dia juga tahu, Leon mau menerima menikah dengan gadis pilihannya di dukung oleh kekasihnya. Makanya, kakek Leon itu tidak bodoh.


Meski dia belum tahu, siapa nanti yang dia tunjuk untuk di jadikan gadis pilihannya menjadi istri Leon nanti.


"Bagaimana Leon?" tanya kakeknya.


"Bisa di pikirkan lagi kakek?" tanya Leon bernegosiasi.


"Itu artinya, kamu sudah menyiapkan rencana akan menceraikan istrimu setelah kamu mendapatkan perusahaan kakek dan warisan dari kakek kan?" tanya kakeknya.


"Cinta akan datang sendiri seiring berjalannya waktu. Gadis itu juga sebenarnya baik, dia pasti akan mau kok menerima kamu dan juga akan merubah dirinya lebih baik." kata kakek Wira yang membayangkan Luna sebagai gadis yang dia pilih.


"Memang seperti apa gadis itu? Apa dia penurut atau suka banyak bicara? Aku tidak suka gadis yang cerewet, dan juga terlalu jorok." kata Leon.


"Dia gadis yang baik, kamu jangan melihat penampilannya saja. Dia juga memang tidak secantik gadis model itu, tapi jika di rawat dan pergi ke salon dia pasti sangat cantik." kata pak Wira masih membayangkan Luna.


Entah kenapa kakek Wira membayangkan Luna sebagai gadis pilihannya yang akan dia jodohkan dengan Leon. Senyumnya mengembang, entah kenapa gadis itu yang jadi pilihannya. Meski nanti dia akan mencari lagi cucu dari sahabatnya.


"Terserah kakek, lakukan apa yang kakek mau." kata Leon akhirnya setuju, meski dia kesal sekali.


"Baik, nanti kakek akan temukan kalian."

__ADS_1


"Memang siapa gadis itu? Apa anaknya teman kakek?" tanya Leon penasaran.


"Emm, bisa jadi seperti itu." jawab kakeknya.


"Kok bisa jadi, apa kakek sudah menentukan siapa gadis yang akan menikah denganku?"


"Pokoknya nanti kakek kenalkan kamu sama gadis itu. Kakek yakin kamu akan terkejut dengan gadis tersebut."


"Kakek beritahu saja pada gadis itu, nanti buat janji langsung denganku. Aku juga ingin tahu siapa gadis itu dan seperti apa sifatnya, yang aku takutkan gadis itu justru gadis matre. Kakek yang akan rugi sendiri." kata Leon mengingatkan kakeknya.


"Kamu jangan bicara seperti itu, kakek tahu teman modelmu itu yang gadis matre. Berapa kali dia meminta uang sama kamu dengan alasan mau perawatan dan juga untuk kebutuhan hidupnya? Belum jadi istri saja sudah meminta banyak uang." kata kakek Wira menyudutkan Sherly, pacar Leon.


"Tapi itu wajar saja kek, aku sangat mencintainya. Makanya aku memberikan uang untuk perawatan dan juga kebutuhan hidupnya. Kakek harus tahu, dia yang selalu ada untukku ketika aku masih labil dan bimbang dengan hidupku. Sherly yang selalu menenangkanku dan selalu menyayangiku." kata Leon membela kekasihnya.


"Heh, dia melakukan itu karena dia tahu kamu adalah anak tunggap, punya warisan banyak dari papamu. Makanya dia mendekatimu dengan berbagai cara, melakukan akting manis-manis di depanmu itu adalah keahliannya. Kamu pikir kakek tidak mencari tahu siapa Sherly itu." katanya.


"Cukup kakek, jangan menyudutkan Sherly! Dia mencintaiku, buktinya dia merelakan aku untuk menikah dengan gadis pilihan kakek." kata Leon masih membela Sherly.


"Terserah kamu, yang jelas kamu akan mendapatkan perusahaan itu dan semua warisanku setelah kamu menikah satu tahun dengan gadis pilihan kakek." kata kakek Wira dengan tegas.


Leon mendengus kesal, dia tidak bisa membiatkan Sherly sedih dan sakit hati. Namun, memang hanya satu tahun saja. Tidak selamanya hidup dengan gadis itu, dia harus sabar dan mengikuti kemauan kakeknya demi membahagiakan Sherly nantinya.


_


_


__ADS_1


__ADS_2