Preman Cantik Di Nikahi CEO

Preman Cantik Di Nikahi CEO
52. Periksa Ke Dokter


__ADS_3

Luna dan Leon kini ada di ruang pemeriksaan dokter yang praktek sampai sore. Mereka akan memeriksakan perut Luna, yang katanya sedang hamil. Karena dari kebiasaan Luna makan banyak tidak menjamin dia hamil.


Tapi, Luna merasa dia sudah dua bulan tidak datang bulan. Dan memang akhir-akhir ini selera makannya banyak.


"Nyonya Luna!" teriak bagian pendaftaran.


"Ya." jawab Luna.


"Silakan nyonya, dokter sudah menunggu." kata suster penjaga.


"Terima kasih."


Luna dan Leon pun masuk ke dalam ruangan dokter kandungan. Mereka duduk dan membicarakan tentang kebiasaan dan juga selera makan bertambah, apakah memang Luna hamil.


"Tapi, siklus datang bulan lancar ngga?" tanya dokter.


"Ngga dok, dua bulan ini saya ngga datang bulan." jawab Luna.


"Memang harus di tanya masalah datang bulan ya dokter?" tanya Leon.


"Itu sangat penting tuan, karena jika biasanya lancar dan dalam dua bulan tidak keluar. Kemungkinan istri anda ini hamil." kata dokter.


"Lalu, harus bagaimana dokter istri saya?" tanya Leon.


"Ya di periksa. Sekarang nyonya berbaring di tempat pemeriksaan ya, kita lihat perutnya apakah ada isi janin atau lemak." kata dokter.


"Kok lemak sih, dok?"


"Ngga apa-apa, kalau lemak jadi harus giat olah raga. Kasih semangat istrinya untuk melakukan olah raga, bila perlu ya olah raga bersama."


"Waah, kalau olah raga bersama hampir tiap malam dokter kita lakukan." kata Leon.


Dokter hanya tersenyum saja, Luna sendiri masih fokus pada alat pemeriksaan kehamilan. Dia melihat alat itu bergerak di bagian perutnya dan terlihat ada empat titik di sana. Dokter tersenyum, ternyata perut besar Luna memang ada empat embrio yang menetap di sana.


Leon sendiri memperhatikan pada layar monitor tidak mengerti ada empat titik itu.


"Apa itu dokter?" tanya Leon.


"Itu calon bayinya pak, ada empat titik. Jadi kemungkinan ibunya akan hamil empat bayi kembar." kata dokternya.


"Apa?!" teriak Leon di wajah Luna.


"Ish! Jangan teriak di kuping gue!" umpat Luna kaget.


"Aku kaget sayang, tapi apa itu benar empat bayi nantinya?" tanya Leon kembali tidak percaya.


"Iya, empat bayi nanti ada di perut istri anda. Jadi, jaga baik-baik ya, ibunya juga masih muda kelihatannya. Bapak semangat sekali ya main kuda-kudaan sama ibunya." kata dokter.

__ADS_1


"Heheh, iya dokter. Setiap malam main kuda-kudaan." jawab Leon dengan tidak tahu malunya.


Luna justru memukul tangan Leon, dia menatap suaminya kesal. Kenapa hal seperti itu di bicarakan dengan orang lain.


"Ngomong tuh harus di jaga." kata Luna.


"Kan emang bener sayang, setiap malam aku main kuda-kudaan sama kamu." jawab Leon.


Dokter tersenyum saja, dia menulis resep pada secarik kertas. Luna dan Leon kini duduk kembali di depan dokter, Leon inging bertanya.


"Dokter, kalau main kuda-kudaan. Itu nanti kepencet ngga sih?" tanya Leon.


"Apanya yang kepencet?"


"Itu, tadi yang titik-titik empat."


"Leon!"


"Kan aku tanya aja, sayang."


"Ish!"


"Hahah, tidak pak. Tapi kalau tidak hati-hati nanti bisa pecah dan keluar darah."


"Eh, kok begitu?"


"Tidak pak, semua janinnya sehat. Bapak tenang saja, masih bisa kok main kuda-kudaan. Asal jangan setiap hari, untuk saat ini kurangi ya durasinya. Bisa tiga hari sekali atau seminggu sekali." kata dokter.


"Leon! Apa sih kamu." ucap Luna masih kesal dengan ucapan suaminya.


"Ya tapi masa harus seminggu sekali sih."


"Bapak harus tahan, nanti kalau ibunya capek. Anaknya keluar, bagaimana? Bapak kasihan sama ibunya atau milik bapak?" tanya dokternya.


"Ya, kasihan istri saya dok." jawab Leon lesu.


"Makanya tahan dulu ya, nanti ada ko saatnya untuk rutin kuda-kudaan setiap hari." kata dokter lagi.


"Kapan itu?"


"setelah kandungan ibu sembilan bulan. Bapak boleh kuda-kudaan setiap hari untuk memancing agar anak bapak dan ibu cepat keluar."


"Lama banget sih, harus nunggu delapan bulan lagi."


"Ya, saat ini jangan setiap hari ya. Kasihan ibunya, nanti sakit perutnya." kata dokter lagi menyerahkan resep vitamin untuk Luna.


Luna diam saja, percuma juga menyuruh Leon untuk diam bicara masalah kuda-kudaan. Biar dokter saja yang memberinya peringatan, lagi pula. Dia juga suka sih, hihih. Pikir Luna.

__ADS_1


"Yang penting selama ibu nyaman melakukannya, tidak masalah. Tapi kalau ibu merasa tidak enak dan sakit perut, stop ya pak." kata dokter lagi mengingatkan.


"Iya." jawab Leon lesu.


Dokter tersenyum, dia memahami jiwa muda memang ingin melakukan itu sesering mungkin. Kalau tidak mau mengurangi kegiatan kuda-kudaan, harusnya di tunda lebih dulu hamilnya. Menunggu siap untuk menjaga dan menahan hasrat seperti itu. Begitu dokter memberitahu kedua suami istri muda tersebut.


"Terima kasih dokter, kami akan menjalankan nasehat dokter." kata Luna.


"Iya, di coba dulu apakah setiap hari perut kamu biasa aja. Ya udah, aku mau setiap hari." kata Leon.


"Apa sih?! Ngomongnya begitu terus." kata Luna.


Mereka sedang mengambil obat vitamin. Leon cemberut saja, dia takut nanti Luna lebih galak jika minta main kuda-kudaan setiap malam karena harus menjaga bayi kembar empatnya di perutnya. Tapi tiba-tiba dia tersenyum, mengelus perut Luna yang terlihat buncit meski baru satu bulan setengah dia hamil.


"Ini udah besar banget ya. Dia sehat kan di dalam?" tanya Leon.


"Sehat, kalau aku makannya banyak." kata Luna.


"Ngga apa-apa, nanti kamu bisa makan sepuasnya. Jangan khawatir nanti aku belikan apa yang ingin kamu mau makan, tapi jangan ke pasar lagi ya sama si Boby itu." kata Leon.


"Dih, tadi di sana katanya aku boleh main ke pasar. Minta jajan sama si Boby, gimana sih?" tanya Luna.


"Aku juga bisa belikan kamu banyak makanan."


"Tapi kamu kan kerja, mana bisa beli makanan buat aku?"


"Bisa. Pokoknya jangan ke pasar lagi, nanti di Boby nyuruh kamu nagih di pasar lagi."


"Kagak!"


"Ngga boleh pokoknya!"


"Aku ngidam!"


"Ngga boleh!"


"Nanti anaknya ecesan lho, kalau ngidam ngga di turuti."


"Ngidamnya aneh-aneh, kalau ngga di turuti ngga akan ecesan." kata Leon kekeh tidak mengizinkan Luna pergi ke pasar dengan Boby.


"Leon!"


"Kagak!"


_


_

__ADS_1


\=\=\=\=>> satu bab lagi tamat ya kaka...😊😊🙏🙏



__ADS_2