PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
PERGI


__ADS_3

Zara,mama Clara dan tante Sisil masih berada di kediaman kedua orang tua Zara.


"Sepertinya aku lebih baik menerima tawaran dari bosku untuk bekerja di luar kota,dari pada aku harus menyaksikan pernikahannya Zara. Rasanya aku tidak akan sanggup untuk melihatnya." batin tante Sisil berbicara.


"Zara, apa kamu mau ikut pulang dengan tante Sisil ke apartemen?" tanya tante Sisil kepada Zara.


" Zara pulangnya nanti malam saja tante, soalnya masih ada hal yang harus Zara bicarakan dengan Mama," ucap Zara kepada tante Sisil.


"Baiklah, kalau begitu tante Sisil akan pulang ke apartemen lebih dulu ya dengan mang Ujang," ucap tante Sisil kepada Zara.


"Baik,tante," sahut Zara kepada tante Sisil.


"Sisil,besok siang kita makan siang bersama ya," ajak mama Clara kepada tante Sisil.


"Baik, kak," jawab tante Sisil kepada mama Clara.


Tante Sisil pun pulang dari rumah kedua orang tua Zara bersama mang Ujang. Sementara Zara masih berbincang-bincang dengan mama Clara di kediamannya mama Clara.


"Mah, tadi tante Sisil bilang apa sama mama?" tanya Zara kepada mama Clara.


"Sayang, tadi tante Sisil bilang sama mama kalau tante Sisil tidak akan bisa menghadiri pernikahan kamu sayang. Tapi kamu jangan mengkhawatirkan itu ya, karena memang tidak mudah untuk tante Sisil menghilangkan rasa trauma di masa lalunya yang pernah gagal menikah. Jadi kita sebagai keluarganya harus bisa mengerti perasaannya tante Sisil. Biarkan tante Sisil menenangkan dirinya. Kamu jangan sedih ya." ujar mama Clara kepada Zara.


Zara yang mendengar ucapan mama Clara kepadanya merasa sangat bersalah kepada tante Sisil karena telah membuat tante Sisil sedih dan kecewa.


"Ma'afin Zara ya tante. Zara sudah membuat tante Sisil sedih dan kecewa karena harus mengingat masa lalu tante yang pernah gagal menikah. Sebenarnya Zara ingin sekali tante Sisil bisa menyaksikan pernikahan Zara, tapi Zara tidak bisa memaksa tante Sisil untuk berada di pernikahan Zara." batin Zara berbicara.


"Mah, ternyata Zara sudah membuat tante Sisil sedih.. Lalu apa yang harus Zara lakukan supaya tante Sisil tidak sedih lagi Mah?" tanya Zara kepada mama Clara.


"Sayang, kamu jangan terlalu merasa bersalah. Kamu juga kan gak mungkin membatalkan pernikahan kamu dengan Prince. Jadi sekarang kamu percayakan saja kepada tante Sisil bahwa tante Sisil pasti bisa mengatasi perasaan sedihnya," ucap mama Clara kepada Zara.


"Iya mah, semoga saja tante Sisil bisa menghilangkan rasa trauma masa lalunya. Oh ya mah,nanti malam Kak Prince akan menjemput Zara untuk pulang ke apartemen," ucap Zara kepada mama Clara.


"Oke sayang,tapi bagaimana dengan kedua orang tua Prince? apa Prince sudah memperkenalkan kamu dengan kedua orang tuanya?" tanya mama Clara kepada Zara.


"Sudah mah. Kak Prince sudah memperkenalkan Zara dengan kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya Kak Prince sudah setuju dengan Zara," ucap Zara kepada mama Clara.


"Syukurlah kalau begitu sayang,semoga saja mereka bisa menyayangi kamu dengan tulus," mama Clara berharap agar kedua orang tua Prince bisa menyayangi Zara dengan tulus serta menerima Zara seperti anak kandung mereka sendiri.


"Iya mah,semoga saja," ucap Zara kepada mama Clara.


Zara pun berharap agar kedua orang tua Prince bisa menyayangi Zara dengan tulus.




**Pukul 8 malam**



Zara dan Prince sudah berada di dalam mobilnya Prince,karena Zara yang meminta Prince untuk menjemputnya di kediaman kedua orang tuanya.



Zara dan Prince pun berbincang-bincang berdua di dalam mobilnya Prince.


__ADS_1


"Sayang kamu kenapa? wajah kamu kok kelihatannya dari tadi murung terus?" tanya Prince kepada Zara.



Prince melihat wajah Zara sejak tadi terlihat begitu murung.



"Tidak apa-apa kok Sayang. Hanya saja Zara sedang memikirkan tante Sisil," ucap Zara kepada Prince.



"Tante Sisil? tante Sisil sudah pulang dari luar kota sayang?" tanya Prince kepada Zara.



" Sudah Kak, tadi siang tante Sisil sudah pulang ke Jakarta. Tapi sepertinya tante Sisil sangat sedih dan kecewa ketika mengetahui kalau Zara akan menikah dengan Kak Prince." ucap Zara kepada Prince.



"Memangnya kenapa tante Sisil kecewa dan sedih sama kamu sayang?"



Prince ingin tahu alasan tante Sisil sedih dan kecewa kepada Zara ketika tante Sisil mendengar Zara akan menikah dengan Prince.



"Sayang, tante Sisil punya pengalaman yang kurang baik di masa lalu. Dulu tante Sisil pernah gagal menikah waktu tante Sisil dan mantan pacarnya akan melaksanakan pernikahan. Bisa di bilang tante Sisil punya trauma yang sangat dalam ketika dia mendengar kata pernikahan. Apalagi tante Sisil berpikir kalau Zara ini masih muda. Masih harus berpikir ulang kalau ingin menikah," ucap Zara kepada Prince.




"Lalu kita harus melakukan apa Sayang supaya tante Sisil tidak sedih dan kecewa?" tanya Prince kepada Zara.



"Zara juga tidak tahu sayang. Zara hanya berharap semoga saja tante Sisil bisa mendapatkan pasangan yang benar-benar tulus menerima tante Sisil," ucap Zara kepada Prince.



"Iya sayang, kita doakan saja ya supaya tante Sisil bisa menemukan kebahagiaannya bersama laki-laki yang sangat mencintainya," ujar Prince kepada Zara



"*Aku merasa tidak enak hati kepada tante Sisil. Ternyata niatku untuk menikahi Zara malah membuat tantenya Zara merasa sedih dan kecewa*," batin Prince berbicara.



Tak lama Prince dan Zara pun sudah sampai di parkiran apartemennya Zara.



"Kak Prince tidak usah mengantarkan Zara ke atas ya, cukup sampai di parkiran saja,oke... Cuuuppppp" Zara mencium pipi Prince.


__ADS_1


Zara tidak enak hati kalau sampai tante Sisil melihat Zara dengan Prince.



"Baiklah sayang. Kak Prince mengerti.. Cuuuppp" Prince kemudian membalas ciuman Zara dengan mencium kening Zara.



Zara dan Prince saling tersenyum satu sama lain dengan perasaan cinta ketika mereka hendak berpisah. Kemudian Zara pun turun dari dalam mobilnya Prince.



" Kak Prince pulangnya hati-hati ya sayang," ucap Zara kepada Prince.



" Iya sayangku, dari sini ke apartemen Kak Prince kan dekat,kamu tidak perlu khawatir ya sayang,"



Prince kemudian melajukan kembali mobilnya untuk pulang ke apartemennya setelah mengantarkan Zara.



Begitupun dengan Zara yang langsung naik menuju lantai atas menuju apartemennya.



Sesampainya di apartemen Zara malah tidak melihat tante Sisil sama sekali.



"Tante Sisil.... Tante Sisil di mana?"



Zara memanggil-manggil tante Sisil, namun tidak ada jawaban dari tante Sisil.



"*Tante Sisil pergi ke mana ya? Kok aku panggil-panggil gak ada suaranya sih*?" batin Zara bertanya-tanya ketika Zara tidak melihat tante Sisil di apartemennya.



Zara kemudian masuk ke dalam kamarnya tante Sisil,namun di dalam kamar tante Sisil juga tidak ada tante Sisil.



Zara tiba-tiba saja di buat kaget ketika Zara tidak melihat koper-kopernya tante Sisil di dalam kamar.



Zara kemudian melihat isi lemari tante Sisil dimana pakaian-pakaian tante Sisil hanya tersisa beberapa saja.



"Ya ampun, koper-kopernya tante Sisil dan pakaian-pakaian tante Sisil di lemari tidak ada. Jangan-jangan tante Sisil pergi dari apartemen ini lagi."

__ADS_1



Zara merasa sedih ketika dirinya tidak melihat pakaian-pakaian dan koper-koper milik tante Sisil di dalam kamarnya tante Sisil.


__ADS_2