PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
ANGAN-ANGAN


__ADS_3

PUKUL 12 SIANG


"Sayang,kamu dimana?" tanya Prince kepada Zara.


Prince berada di kantornya.Sebelumnya Prince sudah tahu kalau Zara sudah di nyatakan lulus sekolah.


"Zara lagi di Cafe dekat sekolah Kak bersama sahabat-sahabat Zara," jawab Zara kepada Prince.


"Aku jemput ya,aku sangat merindukan kamu sayang," ucap Prince kepada Zara dengan perasaan rindu.


"Zara juga sangat rindu.Ngomong-ngomong Kak Prince mau mengajak Zara kemana?" tanya Zara kepada Prince.


"Kemana pun kamu mau aku pasti ikutin sayang," jawab Prince kepada Zara dengan penuh kasih sayang.


Zara tersenyum malu ketika membaca pesan dari Prince untuknya yang terlihat begitu mesra.


"Baiklah,kalau begitu aku ingin ke penghulu sayang,apa kamu mau ikutin juga?" Zara bertanya kepada Prince dengan candaannya.


"Benarkah? Tentu saja aku mau sayang,sekarang pun akan aku kabulkan."


Prince dengan perasaan cintanya kepada Zara tersenyum sumringah ketika Zara mengajaknya ke penghulu.


"Ucapan seperti ini yang membuatku gemas dan tidak sabar untuk bertemu dengan kamu sayang.Jika kamu mau aku akan menikahimu sekarang juga," batin Prince berbicara dengan perasaan cintanya terhadap Zara.


Prince tersenyum sambil membayangkan masa depan bersama Zara jika dirinya sampai menikah dengan Zara.


"Aku hanya bercanda Kak,aku kan masih harus kuliah dulu," ucap Zara kepada Prince.


"Sayang,tapi aku tidak bercanda.Aku jemput kamu sekarang ya sayang,aku benar-benar sangat rindu," prince dengan perasaan rindunya ingin segera bertemu dengan Zara.


"Baiklah,sayang.Aku tunggu ya," balas Zara kepada Prince sambil tersenyum gemas membaca pesan dari Prince.

__ADS_1


Semua sahabat-sahabat Zara yang tengah duduk di samping Zara dapat melihat wajah bahagia Zara ketika Zara menerima pesan dari Prince.


"Hmmmm hmmmm.. yang lagi jatuh cinta kayanya lagi nerima pesan mesra nih dari ayang nya,makanya senyum-senyum sendiri tuh dari tadi hehehe"


Stela meledek Zara yang terlihat senyum-senyum sendiri sambil memegang handphone miliknya.


"Pesannya sudah pasti dari pangeran pujaan hatinya dong,makanya dari tadi wajahnya Zara bersemu merah sambil senyum-senyum malu gitu deh hahaha.."


Angel ikut meledek Zara yang sedari tadi terlihat tersenyum malu saat membaca pesan dari Prince.


"Iiiikkkhh... kalian ini ya,kan gue jadi malu hehehe..." ucap Zara kepada Stela dan Angel.


"Malu-malu tapi mau kan Zara hihihi," angel tertawa melihat wajah Zara yang nampak malu-malu.


"Pastinya dong,yayangnya tampan dan tajir,siapa sih yang gak mau kalau punya yayang sempurna kaya gitu? hahahaa." Vanya tertawa senang melihat Zara yang sedang jatuh cinta.


"Vanya sayang,nanti luh pasti ngerasain deh gimana rasanya jatuh cinta itu seperti apa? Mantaaaappp pokoknya berdebar-debar terus di dada hahaha."


"Kak Prince adalah laki-laki satu-satunya yang bisa membuat denyut jantung gue bergetar dengan kencang.Setiap hari gue selalu merindukannya,bahkan kalau bisa setiap detik gue ingin selalu melihat wajahnya." batin Zara merasa begitu bahagia.


"Iya iya deh yang lagi jatuh cinta,serasa dunia milik berdua," ucap Vanya kepada Zara sambil tertawa.


"Berarti Zara dan Angel bakalan jadi saudara beneran dong ya hahaha," selin tertawa meledek Zara dan Angel.


"Iyaaa dong hahaha," sahut Zara dan Angel berbarengan sambil tertawa senang.


"Zara,kalau Kak Prince ngajakin luh nikah,apa luh mau?" tanya Selin kepada Zara.


Zara yang mendengar pertanyaan dari Selin merasa kaget karena Selin seolah tahu apa isi pesan candaan Zara terhadap Prince di handphonenya.


"Selin kok nanyanya kaya gitu ya? Gue baru saja bercanda tentang ke penghulu sama Kak Prince,tapi Selin seolah tahu kalau Kak Prince ingin sekali menikah dengan gue."

__ADS_1


Dalam hati Zara merasa pertanyaan Selin itu sama dengan apa yang di inginkan Kak Prince.


"Gue sebenarnya mau saja kalau menikah muda,tapi gue kan harus kuliah dulu," jawab Zara kepada Selin.


"Menikah kan bisa sambil kuliah? Kalau misalnya Kak Prince maksa pengen ngajak luh nikah gimana?" tanya Selin kepada Zara.


"Gimana ya? Sulit juga untuk menolak karena gue sayang banget sama Kak Prince.Tapi gue berpikir lagi kalau memutuskan untuk menikah itu tidak mudah,kita butuh kesiapan mental dan juga kedewasaan.Seperti yang tadi pagi kita bahas di kelas,ujian pernikahan itu sangat berat Selin." Ujar Zara kepada Selin.


Menurut Zara menikah itu perlu kedewasaan dari keduanya,karena ujian pernikahan itu sudah pasti berat.


"Kak Prince memang sayang sama gue,tapi apa setelah menikah Kak Prince akan tetap menyayangi gue? sedangkan di luar sana banyak sekali godaannya untuk Kak Prince." batin Zara berbicara.


"Jawaban yang bagus Zara sayang," ujar Selin kepada Zara sambil tersenyum.


"Zara benar,seperti yang tadi gue ucapkan kepada Stela bahwa menikah itu tidak mudah.Meskipun banyak juga kok yang menikah muda tapi tetap langgeng dan harmonis,itu tergantung orangnya saja apakah berjanji dengan komitment mereka atau tidak? Karena banyak juga yang menikah di usia tua tapi tetap berpisah," ucap Vanya kepada Zara,angel,stela dan Selin.


"Betul sekali... Gue gak memungkiri sih kalau misal ada laki-laki yang baik dan dewasa serta menyayangi gue dengan tulus,mungkin gue mau saja menikah,karena hidup gue terasa hampa dan sepi.Tapi kalau laki-laki yang mengajak gue menikah itu belum dewasa dan tidak setia gua gak akan mau," ucap Stela kepada Zara,angel,vanya dan Selin.


Stela merasa hidupnya terasa sepi dan hampa,apa lagi kedua orang tuanya jarang sekali berada di rumah.Stela pun lebih sering sendirian di rumahnya dari pada bersama kedua orang tuanya.Hal itulah yang membuat Stela ingin menikah muda agar dirinya ada yang menemani dan tidak kesepian.


"Sabar ya Stela.Kak Kevin kan sudah dewasa,mudah-mudahan jodoh luh Kak Kevin deh." Zara mendo'akan supaya Stela dan Kevin dapat berjodoh.


"Kalau Stela berjodoh dengan Kak Kevin,nanti luh jadi istrinya sekretaris pribadi Kak Prince dong?" tanya Selin kepada Stela.


"Memangnya kenapa? Setiap wanita pasti ingin mempunyai pasangan yang banyak uang tapi gue sendiri ngeliat papa gue yang banyak uang selalu saja nyakitin mama gue.Sekarang yang terpenting bagu gue itu kesetiaan,kedewasaan dan tanggung jawab," ucap Stela kepada Selin.


"Stela benar,jaman sekarang mencari yang setia itu sulit.Kalau gue lihat Kak Kevin itu orangnya baik dan dewasa.Penghasilannya juga cukup asalkan Stela tidak sering-sering berbelanja saja dan menghambur-hamburkan uang hehehe."


Vanya mengingatkan Stela untuk tidak sering-sering berbelanja sesuatu yang tidak penting,karena Stela harus bisa menggunakan uang dari penghasilan suaminya dengan baik.


"Iya deh Vanya,gue gak bakalan boros lagi,asalkan gue menikahnya dengan Kak Kevin hihihi."

__ADS_1


Stela sangat berharap agar dirinya bisa menikah dengan Kevin.


__ADS_2