PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
SAINGAN PRINCE


__ADS_3

PUKUL 12 SIANG


"drrrrrttttt.. drrrrrttttt.... drrrrrrrrtttt"


Panggilan dari nomor telpon yang tidak di kenal masuk ke handphone milik Zara.


"Nomor baru, tapi nomornya siapa ya?" Zara bertanya-tanya kepada dirinya sendiri saat Zara baru saja selesai mandi dengan masih menggunakan kimono handuk berwarna pink muda dan handuk kecil di kepalanya yang berwarna pink muda juga.


Zara kemudian mengangkat telpon tersebut karena Zara takut kalau ada hal yang penting untuknya.


"Hallo," sapa Zara di sambungan telpon miliknya.


"Iya,hallo juga.Apa benar ini dengan Zara?" tanya seseorang dari kejauhan kepada Zara.


"Iii..iya benar,ini siapa ya?" Zara bertanya kepada seseorang yang menelponnya tersebut.


"Suara laki-laki,tapi ini bukan suaranya Kak Pirnce," batin Zara.


Zara bisa membedakan mana suaranya Prince dan mana yang bukan suaranya Prince.


"Hay, zara.. apa kabar? Apa kamu masih mengenal suara aku?." tanya laki-laki tersebut kepada Barra dengan lembut.


"Kabar aku baik,ini siapa ya?" Zara penasaran karena laki-laki yang menghubunginya itu belum menyebutkan nama.


"Aku Barra,beberapa hari yang lalu aku meminta nomor kamu kepada mama kamu.Apa mama kamu memberitahu kamu tentang aku?" tanya laki-laki yang menghubungi Zara tersebut kepada Zara.


Rupanya laki-laki itu adalah Barra Jatmiko,seorang CEO kaya raya yang tak lain anak dari pengusaha kaya raya di perusahaan Teknologi.


"Ya ampun,dia benar-benar memghubungiku.Aku pikir mama tidak serius memberikan nomorku sama laki-laki ini.Aku pikir laki-laki ini juga tidak akan mungkin menghubungiku."


Dalam hati Zara merasa kaget setelah mengetahui siapa yang telah menghubunginya itu.


"Oh,ini Kak Barra?" tanya Zara kepada Barra.


Zara kini mulai ingat dengan Barra,dulu waktu Zara masih kelas 5 SD,barra pernah datang ke rumahnya bersama kedua orangtuanya Barra.


Tapi waktu itu Barra sudah sekolah SMA,barra pun waktu itu hanya menganggap Zara sebagai adik.Namun setelah beberapa tahun berlalu Barra melihat wajah Zara di sosial media orang tuanya Zara.Hal itulah yang membuat Barra ingin sekali mengenal Zara lebih dekat.


"Iya benar,aku Barra.Ternyata kamu masih ingat.Oh,ya kata mama kamu sebentar lagi kamu akan kuliah di korea ya,apa itu benar?" tanya Barra kepada Zara.


"Rencananya seperti itu Kak,memangnya kenapa Kak?" Zara bertanya kepada Barra.


"Tidak apa-apa.Kak Barra juga sekarang sering pulang pergi ke Korea,nanti kita bisa sering bertemu dong ya di korea," ucap Barra kepada Zara.


"Suara Zara lembut sekali,aku tidak sabar untuk bertemu dengan Zara" batin Barra berbicara.


"Memangnya sekarang Kak Barra masih di korea atau sudah di jakarta?" tanya Zara kepada Barra.


"Aku sudah di jakarta.Sebenarnya aku ingin sekali bertemu dengan kamu,sekedar makan siang saja,apa kamu tidak keberatan?"


Barra ingin sekali menemui Zara dan melihat Zara secara langsung.Karena sudah 6 tahun Barra tidak bertemu dengan Zara.


Barra dapat melihat wajah cantik Zara di sosial media orang tuanya Zara,di photo-photo itu Zara terlihat sangat cantik dan mempersona,hal itulah yang membuat Barra tidak sabar untuk segera bertemu dengan Zara.


"Aki harus bisa bertemu dengan Zara supaya aku bisa mendapatkan hatinya."


Dalam hati Barra berharap supaya Zara bisa menyukainya,tanpa Barra tahu bahwa saat ini Zara sudah memiliki kekasih yaitu Prince.


Zara yang mendengar bahwa Barra ingin mengajaknya makan siang merasa bingung


"Duuuhhh gimana ya? Kalau gue nolak nanti kesannya gue sombong,tapi kalau gue menerima tawaran untuk makan siang,takutnya Kak Prince bakalan marah.Tapi tadi pagi Kak Prince bilang kalau Kak Prince siang ini mau meeting.Ya sudahlah,ini kan hanya makan siang saja." batin Zara berbicara.


"Baiklah,hanya makan siang saja kan Kak?" Zara bertanya kepada Barra.


"Iya Zara,hanya makan siang saja,karena Kak Barra juga nanti selesai makan siang akan langsung pergi ke kantor," ujar Barra kepada Zara.


"Ya sudah Kak,tapi kita mau makan siang dimana?" tanya Zara kepada Barra.

__ADS_1


"Terserah kamu saja,kamu bebas memilih restaurant manapun yang kamu suka.Oh,ya Zara bagaimana kalau Kak Barra jemput kamu saja sekarang," barra ingin menjemput Zara di apartemennya Zara.


"Tapi kan Kak Barra belum tahu alamat apartemen Zara," ucap Zara kepada Barra.


"Kak Barra sudah tahu kok,kemarin mama kamu bilang kalau kamu tinggal di aparteman Queen apartemen,benarkan?" Barra bertanya kepada Zara untuk memastikan alamat apartemennya.


Zara yang mendengar bahwa Barra sudah mengetahui alamat apartemennya merasa kaget.


"Ya ampun mama.. Mama ngebet banget sih jodohin gue sama Kak Barra? sampe-sampe mama ngasih tahu lamat apartemen gue segala lagi sama Kak Barra..huuuuuhhhh..."


Zara hanya bisa menarik nafas panjang ketika tahu bahwa mamanya telah memberitahu Barra alamat apartemen Zara.


"Iya kak," sahut Zara kepada Barra singkat.


"Ya sudah,kak Barra akan jemput kamu sekarang ya," ucap Barra kepada Zara.


"Baik Kak," jawab Zara kepada Barra.


Zara kemudian mematikan sambungan telponnya dari Barra.Lalu Zara dengan cepat mengganti pakaiannya dengan memakai Dress simple selutut berwarna putih.



**Kantor Prince**....



"Kevin,aku ingin sekali liburan ke luar negeri,apa kamu bisa membuatkan jadwalnya?" Prince bertanya kepada Kevin.



Prince tengah duduk di kursi kerjanya,sementara Kevin berdiri di depan meja kerja Prince setelah memberikan berkas-berkas kerja kepada Prince.



"Apa Tuan? Ke luar Negeri?" Kevin bertanya dengan wajah bingungnya.




"Iya,liburan ke luar negeri" jawab Prince kepada Kevin dengan santai.



"Mungkin tidak dalam waktu dekat ini Tuan.Tuan Prince kan baru saja liburan dari Bandung," ucap Kevin kepada Prince.



"*Tuan Prince aneh sekali,apa sebenarnya yang sedang di rencanakan oleh Tuan Prince ya*?" Dalam hati Kevin merasa bingung.



"Ya sudah,tapi aku minta bulan depan persiapkan jadwal liburannku bersama Zara ke Swiss.Sekarang aku harus ke luar dulu untuk makan siang dengan Zara.".



Prince beranjak dari kursi kerjanya lalu ke luar dari ruangan kerjanya untuk menemui Zara di apartemennya.



Biasanya Prince akan makan siang bersama Kevin,tapi kali ini Prince akan lebih sering makan siang bersama Zara yang sudah menjadi kekasihnya.



Kevin yang mendengar bahwa Prince ingin liburan ke Swiss bersama Zara merasa begitu kaget.


__ADS_1


"*Ooohhh,ternyata ini alasan mengapa Tuan Prince ingin liburan ke luar negeri? Tuan Prince pasti ingin liburan berdua saja dengan Zara.Hebat juga Zara bisa membuat Prince yang sedingin es batu itu bisa mencair begitu saja*," batin Kevin berbicara.



Kevin hanya tersenyum melihat Prince bertingkah tidak seperti biasanya,namun Kevin merasa senang melihat Prince bahagia seperti ini.



Apartemen Zara


Prince sudah berada di parkiran apartemennya Zara untuk menemui Zara dan mengajak Zara makan siang.


Namun pandangan Prince tiba-tiba saja malah tertuju kepada kekasih cantiknya,yaitu Zara yang terlihat sedang berdiri menunggu seseorang.


Tak lama Prince juga melihat seorang laki-laki turun dari dalam mobil mewah tepat di hadapan Zara.


Laki-laki yang turun dari dalam mobilnya itu berjalan menghampiri Zara yang sedang berdiri menunggunya.


"Hay, zara... " Barra menyapa Zara dengan lembut ketika Barra melihat Zara secara langsung.


"Hay juga Kak Barra," sapa Zara kepada Barra sambil tersenyum ramah.


Barra terlihat begitu terpesona ketika dirinya melihat Zara berdiri di hadapannya.


"Zara,apa ini benar-benar kamu?" Barra bertanya kepada Zara.Barra terlihat begitu takjub ketika melihat Zara yang terlihat sangat cantik berada di dekatnya.


Kedua mata Barra bahkan tak henti-hentinya memandang wajah cantik Zara,saking Barra terpesonanya dengan Zara.


"Paraaahhh .. ini sih cantiknya kelewatan,bersinar dan berkilau bagai berlian," batin Barra berbicara dengan pujiannya terhadap Zara.


Zara yang melihat kedua mata Barra memandang dirinya dengan perasaan takjub merasa begitu malu.


"Iya ini benaran Zara Kak,kak Barra jangan memandang Zara seperti ini dong, ," ucap Zara kepada Barra dengan perasaan malu,karena Barra sejak tadi memandang wajah Zara.


"Kamu benar-benar sangat cantik Zara,kak Barra tidak bohong.Ma'af ya kalau Kak Barra terlihat tidak sopan karena Kak Barra mandangin kamu terus," ujar Barra kepada Zara.


"Iya Kak,tidak apa-apa kok,tapi Zara biasa saja,di luar sana banyak yang lebih cantik dari Zara," ucap Zara kepada Barra dengan merendah.


"Tapi Kak Barra tidak bohong,kamu ini benar-benar sangat cantik Zara." Barra masih saja memuji Zara.


"Makasih kak,tapi kita kapan mau makannya kalau masih berdiri di sini terus?" Zara bertanya kepada Barra.


"Hahaha... Kamu benar.Ya sudah yuk kita berangkat sekarang,kamu boleh ke restaurant manapun yang kamu mau," ajak Barra kepada Zara.


"Baik, kak," sahut Zara kepada Barra.


Barra dengan cepat membukakan pintu mobil mewahnya untuk Zara,hal itu tentu saja di lihat langsung oleh Prince.


Prince melihat Zara masuk ke dalam sebuah mobil mewah bersama seorang laki-laki tampan dan tinggi seperti Prince.


Dari arah belakang Prince sudah bisa menebak bahwa laki-laki yang masuk ke dalam mobil bersama Zara ialah Barra Jatmiko.


"Zara... Zara masuk ke dalam mobil itu bersama Barra... Siaaallll.... Ternyata Barra bisa secepat itu untuk bisa mengenal Zara..." batin Prince merasa begitu kesal dan cemburu ketika melihat Zara masuk ke dalam mobil bersama Barra.


"Kenapa Zara tidak memberitahu aku kalau Zara akan bertemu dengan Barra? Aaaaarrrgggghhh... kenapa aku begitu cemburu melihat Zara bersama dengan laki-laki lain? tapi aku harus bisa mengontrol emosiku karena aku dan Zara baru saja berpacaran.Aku tidak mau kalau sampai Zara ilfeel melihat sikapku."


Dalam hati Prince merasa cemburu melihat Zara bersama Barra dalam 1 mobil.Akan tetapi Prince tidak mau gegabah dulu sebelum tahu kebenarannya,karena Prince tidak mau kalau sampai bertengkar dengan Zara.


Prince kemudian mengikuti mobil yang dimana Zara dan Barra berada di dalamnya.


"Mau kemana mereka akan pergi? Baru saja aku merasa bahagia,tapi sekarang hatiku sudah di buat cemburu seperti ini.. Zara,kamu benar-benar sudah membuatku hilang akal."


Prince dengan perasaan cemburunya terus saja mengikuti mobil yang ada di depannya.


Prince melihat mobil yang Zara dan Barra tumpangi berhenti di sebuah restaurant mewah.


"Sepertinya mereka berdua akan makan siang bersama di restaurant itu.Aku harus masuk ke restaurant itu juga.Kalau perlu aku akan memperkenalkan diri aku sebagai kekasihnya Zara kepada Barra,agar Barra tidak berani untuk mendekati wanitaku,"

__ADS_1


Prince kemudian ke luar dari dalam mobilnya mengikuti Zara yang sudah masuk ke dalam restaurant tersebut bersama dengan Barra.


__ADS_2