PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
HARI KELULUSAN


__ADS_3

Zara,vanya,stela dan Selin sudah berada di sekolah mereka karena hari ini mereka akan menerima surat kelulusan.


Zara dan semua sahabat-sahabatnya beserta teman-teman 1 kelasnya sudah berada di dalam kelas menunggu wali kelas mereka datang untuk memberikan surat kelulusan kepada mereka.


"Duuuh,gue takut banget nih,gue takut gak kalau sampai lulus,nanti orang tua gue bisa ngamuk kalau gue gak lulus sekolah," ucap Selin kepada Zara,angel,vanya stela dan Selin.


"Sama,gue juga takut banget gak lulus.Apa kata Kak Kevin nanti kalau tahu gue gak lulus,pasti gue bakalan kelihatan bodoh banget." Stela malu kepada Kevin kalau sampai dirinya tidak lulus sekolah.


"Duh,stela luh tuh ya malah mikirin Kak kevin.Kenapa luh gak mikirin orang tua luh coba?" Selin bertanya kepada Stela.


"Orang tua gue kan kadang gak perduli dan gak mau tahu tentang gue.Bagi mereka gue lulus atau tidak itu tidak penting," ucap Stela kepada Selin dengan wajah sedih.


Zara,angel,vanya dan Selin yang mendengar ucapan Stela merasa kasihan kepada Stela karena kedua orang tua Stela tidak pernah memperdulikan Stela.


Kedua orang tua Stela kerap kali bertengkar,hal itu membuat Stela selalu mencari perhatian orang lain termasuk mencari perhatian dari laki-laki.


"Kasihan juga Stela.Kayanya gue harus lebih bersyukur lagi karena kedua orang tua gue selalu memberikan perhatian meskipun mereka sering berada jauh dari gue." batin Zara berbicara.


"Stela,luh jangan sedih ya.Gue yakin orang tua luh pasti bangga punya anak kaya luh," ucap Zara kepada Stela.


Zara tidak ingin melihat Stela sedih dan murung.Zara tahu mengapa Stela lebih banyak mencari perhatian dari laki-laki,semua itu karena Stela tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.


"Makasih Zara sayang,gue hanya iri saja sama luh dan anak-anak yang lain karena kalian memiliki keluarga yang sempurna," dengan wajah sedih Stela membayangkan kedua orang tuanya yang selalu sibuk dengan diri mereka masing-masing.


"Stela,luh itu hebat dan kuat.Orang tua luh pasti sayang kok sama luh,buktinya mereka selalu ngasih apapun yang luh mau," ucap Selin kepada Stela.


"Mereka memang memberikan banyak uang untuk gue,tapi gue juga butuh kasih sayang dari mereka.Gue gak hanya butuh uang mereka saja."


Stela dengan perasaan sedih merasa orang tuanya hanya bisa memberi materi saja kepada Stela tanpa memberi waktu dan kasih sayang untuk Stela.


"Stela,luh semangat terus ya.Luh itu berhak bahagia kok,jadikan semua ini pelajaran buat luh nantinya agar kelak ketika luh sudah memiliki anak,luh bisa memberikan kasih sayang yang penuh terhadap anak-anak luh," ujar Zara kepada Stela.


Zara kemudian memeluk Stela untuk memberikan Stela semangat agar Stela tidak sedih lagi.


Zara memang tidak pernah berada di posisi Stela,namun Zara sangat mengerti bagaiamana rasanya menjadi Stela yang tumbuh tanpa kasih sayang dari orang tuanya.


Tak lama Zara pun melepaskan pelukannya dari Stela setelah Stela tersenyum kembali.

__ADS_1


"Zara benar Stela,jangan sampai ketika nanti kita memiliki anak,anak kita merasakan hal yang sama dengan kita.Terkadang gue juga merasa aneh,kenapa sih orang dewasa itu selalu egois? mereka selalu mementingkan diri mereka sendiri," ucap Vanya kepada Zara,angel,stela dan Selin.


Kedua orang tua Vanya pun kerap bertengkar,hanya saja kedua orang tua Vanya masih satu rumah dengan Vanya dan masih memberikan perhatian meskipun tidak begitu penuh.


Sedangkan kedua orang tua Stela jarang sekali berada di rumah.


"Luh benar Vanya,gue jadi makin takut dewasa.Apa lagi kalau sampai buru-buru menikah.Kata mama gue menikah itu ujiannya sangat berat.Kalau kita masih sama-sama egois pasti akan mudah hancur pernikahannya," ucap Selin kepada Zara,vanya,stela dan Angel.


"Makanya itu gue ingin fokus kuliah saja dulu.Kalau gue menikah muda takutnya gue gak kuat mempertahankan pernikahan, dan yang akan menjadi korban itu anak gue.Meskipun tidak semua pernikahan itu seburuk,tapi gue tetap saja takut setiap kali melihat kedua orang tua bertengkar," ujar Vanya kepada Zara,angel,stela dan Selin.


Vanya ingin belajar dari pernikahan kedua orang tuanya yang selalu naik turun dalam mempertahankan rumah tangga mereka.


Angel yang mendengar cerita Vanya pun dapat merasakan apa yang Vanya dan Stela rasakan,karena kedua orang tua Angel juga selalu bertengkar hingga tak jarang mereka menenangkan diri mereka masing-masing ketika sedang bertengkar.


"Vanya dan Stela nasibnya hampir sama kaya gue.Hanya saja gue gak bisa memberitahu mereka tentang kedua orang tua gue," batin Angel berbicara.


"Terkadang gue iri sama Zara dan Selin.Kalian memiliki orang tua yang sangat perduli dan perhatian meskipun kalian tinggal berjauhan dengan orang tua kalian,tapi orang tua kalian selalu memberikan kasih sayang yang tulus," ucap Stela kepada Zara dan Selin.


"Stela,luh yang sabar ya.Gue juga belum tentu sekuat luh kalau gue berada di posisi luh," ucap Selin kepada Stela.


"Selin benar,setiap dari kita punya ujiannnya masing-masing.Mungkin Tuhan memberikan luh dan Vanya ujian seperti ini karena mereka yakin akan kekuatan luh berdua.Pokoknya luh berdua harus tetap semangat ya hehe," ujar Zara kepada Vanya dan Stela dengan memberikan Vanya dan Stela semangat.


Tak lama wali kelas mereka pun masuk ke dalam kelas untuk memberikan surat kelulusan Siswa dan Siswi.


"Selamat pagi anak-anak..." sapa seorang guru kepada Zara dan semua teman-teman satu kelas Zara.


"Selamat pagi bu," sahut Zara dan semua teman-teman satu kelas Zara berbarengan.


"Kalian semua pasti sudah tidak sabar ya menunggu surat kelulusan kalian?" tanya Ibu guru kepada Zara dan semua teman-teman sekelasnya .


"Iyaaa bu," jawab Zara dan semua teman-teman sekelas Zara kepada ibu guru berbarengan.


"Baiklah,ibu tidak akan berlama-lama berbicara,langsung saja ibu akan membagikan surat kelulusan kalian.Ibu harap kalian semua Lulus dengan nilai yang baik,tapi kalau ada di antara kalian yang tidak lulus jangan bersedih ya," ucap ibu guru kepada Zara dan semua teman-teman sekelasnya Zara.


"Bu,berarti di antara kami semua ada yang tidak lulus dong?" tanya Selin kepada ibu guru.Selin takut kalau dirinya tidak lulus.


"Mungkin saja Selin,semua tergantung dari hasil ujian kalian kemarin," jawab ibu guru kepada Selin.

__ADS_1


"Duh,gue takut gak lulus nih," bisik Selin kepada Zara yang duduk di sebelah Selin.


"Luh harus tenang ya,gue yakin kita semua akan lulus," ucap Zara kepada Selin.


Wali kelas yang membawa surat kelulusan pun membagikan kertas kelulusan kepada Zara dan semua teman-teman sekelasnya Zara.


"Kalian semua sudah menerima kertas kelulusan kalian masing-masing kan?" tanya ibu guru kepada Zara dan semua teman-teman Zara.


"Sudah bu," sahut Zara dan semua teman-teman sekelas Zara kepada ibu guru.


"Baiklah,ibu akan kembali ke ruangan ibu dulu.Semoga kalian semua lulus dengan nilai yang baik," ucap ibu guru kepada Zara dan semua teman-teman sekelas Zara.


"Baik, bu." Sahut Zara dan semua teman-teman sekelas Zara kepada ibu guru.


Wali kelas Zara pun meninggalkan kelas karena ingin memberikan waktu untuk murid-muridnya membuka surat kelulusan.


"Duuuhhh gue deg deg an nih buka surat kelulusannya," stela dengan wajah cemas merasa takut untuk membuka kertas kelulusannya.


"Sama,gue juga takut... " Selin pun tak kalah takutnya.


"Kalian tenang ya,ambil nafas kalian dalam-dalam sebelum membuka surat kelulusannya," ucap Zara kepada semua sahabat-sahabatnya ..


"Huuuhhh... huuuuuhhh.." Angel,vanya,stela dan Selin pun mengatur nafas mereka agar mereka lebih tenang dalam membuka surat kelulusan mereka.


"Baiklah,sekarang kita buka bareng-bareng ya kertas kelulusannya... gue hitung sampai tiga.. Satu... duaaa... tigaaa.. Bukaaaaa kertasnya..."


Zara dan semua sahabat-sahabatnya pun membuka surat kelulusan mereka bersama-sama.


"Horeeeee....... Lulusssssssss..... hahahaha...."


Zara,angel,vanya,stela dan Selin bersorak gembira setelah mereka semua di nyatakan lulus...


"Selamat ya buat kita semua.... kita semua lulussss yeyyyyy...."


Zara memberikan selamat untuk dirinya dan untuk sahabat-sahabatnya serta semua teman-teman sekelas Zara.


Dengan perasaan yang gembira mereka semua ke luar dari dalam kelas sambil berseru gembira.

__ADS_1


"Horeeee..... Kita semua Lulusssss..."


Zara dan semua teman-teman sekolahnya bersorak dengan gembira karena telah lulus sekolah.


__ADS_2