PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
STELA DAN KEVIN


__ADS_3

Zara kemudian menemukan sepucuk surat di atas meja kamarnya tante Sisil.


Surat tersebut berisi:


"Zara, kamu tidak perlu mengkhawatirkan tante Sisil. Tante Sisil sudah memutuskan untuk menerima tawaran Bos nya tante Sisil untuk bekerja di luar kota selamanya. Tante harap kamu bisa menjaga diri kamu dengan baik ya Zara. Tante Sisil sayang sama kamu. Tapi tante Sisil tidak bisa hadir di pernikahan kamu. Tante harap kamu tidak sedih ya, karena tante Sisil akan selalu mendo'akan kamu bahagia bersama pasangan kamu."


Begitulah isi surat yang tertulis di sebuah kertas yang ada di meja kamar tante Sisil untuk Zara.


Zara yang membaca isi surat dari tante Sisil untuknya pun langsung menangis sedih.


"Tante Sisil... huuuuuuuaaaaaa..... hiks... hiks... hiks.... Kenapa tante ninggalin Zaraaaa? Zara minta ma'af kalau Zara sudah membuat tante Sisil sedih... huuuuuaaaaaa.... hiks... hiks.... hik..."


Zara menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya tante Sisil ketika Zara membaca sepucuk surat yang di tulis oleh tante Sisil untuknya.


Zara kemudian langsung menghubungi mama Clara untuk memberitahu mama Clara bahwa tante Sisil sudah memutuskan untuk bekerja di luar kota dan tinggal di luar kota selamanya.


"Hallo, mah hiks... hiks... hiks..," sapa Zara kepada mama Clara di sambungkan teleponnya sambil Zara menangis tersedu-sedu.


"Iya, hallo Sayang. Ada apa sayang? suara kamu kok kayak lagi nangis gitu sayang?" tanya mama Clara kepada Zara.


"Tante Sisil mah... Tante Sisil pergi dari apartemen dan memutuskan untuk bekerja di luar kota selamanya," ucap Zara kepada mama Clara sambil menangis.


"Apa Sayang? tante Sisil memutuskan untuk bekerja di luar kota selamanya?" tanya mama Clara kepada Zara dengan perasaan terkejut.


"Iya Mah. Barusan Zara membaca surat di atas meja kamarnya tante Sisil. Surat itu di tulis oleh tante Sisil untuk Zara. Di surat itu tante Sisil memutuskan untuk bekerja di luar kota dan meminta Zara untuk tidak mengkhawatirkan tante Sisil," ucap Zara kepada mama Clara dengan perasaan sedih.


Mama Clara yang mendengar pernyataan dari Zara merasa begitu kaget dan sedih ketika mengetahui bahwa tante Sisil memutuskan untuk bekerja di luar kota selamanya.


"Sayang, kamu jangan sedih ya. Mungkin ini keputusan yang terbaik yang di ambil oleh tante Sisil. Kita doakan saja agar tante Sisil bisa menemukan kebahagiaannya," ujar mama Clara kepada Zara.


"Iya, mah, tapi Zara merasa sangat bersalah kepada tante Sisil karena Zara sudah membuat tante Sisil sedih dan memilih untuk bekerja di luar kota," ucap Zara kepada ama Clara.


"Sayang, mama mengerti bagaimana perasaan kamu saat ini. Tapi sebaiknya kamu tidak menyalahkan diri kamu terus ya. Kita percayakan saja sama tante Sisil semuanya sayang," pinta mama Clara kepada Zara.


"Iya, mah. Ya sudah kalau begitu. Besok Zara akan ke rumah mama," ucap Zara kepada mama Clara.


"Iya sayang. Kamu hati-hati ya di apartemen," ucap mama Clara kepada Zara.


"Baik, mah ," sahut Zara kepada mama Clara.


Zara kemudian mematikan teleponnya ketika dirinya sudah selesai berbicara dengan mama Clara


"Tante Sisil, maafin Zara ya. Zara sudah membuat tante Sisil sedih dan kecewa. Zara harap tante Sisil bisa memaafkan Zara. Zara juga berharap agar tante Sisil bisa menemukan kebahagiaan." Batin Zara merasa sedih ketika mengingat tante Sisil.




**Keesokan harinya** **pukul 12 siang**



Kevin menemui Stela di kediamannya Stela. Kevin merasa dirinya sudah semakin dekat dengan Stela sehingga Kevin ingin sekali mengungkapkan perasaannya kepada Stela.


__ADS_1


Kevin dan Stela sedang duduk di meja makan di rumah Stela karena Stela sudah menyiapkan banyak makanan untuk Stela dan Kevin makan siang.



"Kamu di sini hanya tinggal bersama bi Iyem?" tanya Kevin kepada Stela.



Bi Iyem adalah asisten rumah tangga di rumahnya Stela.



"Iya Kak. Stela hanya tinggal dengan bi Iyem di rumah ini, karena kedua orang tua Stela sangat sibuk dengan pekerjaan mereka. Jadi mereka jarang sekali pulang ke rumah," ucap Stela kepada Kevin.



Kevin yang mendengar ucapan Stela merasa kasihan kepada Stela, karena Stela hidupnya sangat kesepian.



"Yang masak semua makanan-makanan ini kamu atau bi Iyem?" tanya Kevin kepada Stela.



"Tentu saja ini semua masakannya Stela, tapi di bantu oleh bi Iyem,uuuppppss hehehe" jawab Stela kepada Kevin Sambil tertawa kecil.



"Kamu nih ya, memangnya kamu bisa memasak?" tanya Kevin kepada Stela.




"Memangnya siapa yang akan menjadikan kamu sebagai istrinya Kak Kevin?" tanya Kevin kepada Stela sambil meledek.



" Oh begitu ya. Baiklah, kalau begitu Stela tidak akan mau belajar memasak lagi. Stela sebenarnya beberapa hari ini sudah belajar memasak untuk mempersiapkan diri menjadi istrinya Kak Kevin, tapi kalau Kak Kevin tidak mau menjadikan Stela sebagai istri tidak apa-apa kok," ujar Stela kepada Kevin dengan wajah masam.



"Hahaha... Ya sudah,kita bicara yang seriusnya nanti saja ya. Sekarang Kak Kevin lapar banget nih pengen nyobain masakan kamu,pasti enak," ucap Kevin kepada Stela.



"Oke oke. Masakan Stela sudah pasti enak dong.. Sekarang Kak Kevin cobain udang saos tiramnya, rasanya pasti mantap. "



Stela mengambilkan nasi dan lauk ke dalam piring untuk Kevin makan.



Kevin yang mendapat perhatian dari Stela merasa begitu senang ketika Stela memperlakukannya dengan begitu baik.

__ADS_1



Kevin dan Stela pun menikmati makan siang bersama di rumahnya Stela.



Setelah Kevin dan Stela selesai makan siang. Kevin dan Stela pun duduk santai di ruangan tamu yang ada di rumah Stela.



Kevin dan Stela berbincang-bincang berdua sambil sesekali tertawa riang.



"Memangnya kamu benar-benar menyukai Kak Kevin ya?" tanya Kevin kepada Stela dengan Serius.



"Tentu saja. Stela bahkan mau menjadi istrinya Kak Kevin kalau Kak Kevin mau hehehe... Tapi apa mungkin Kak Kevin mau menerima Stela? sedangkan Stela saja memiliki banyak kekurangannya," ucap Stela kepada Kevin.



"Kak Kevin tidak pernah mempermasalahkan kekurangan seorang wanita. Jutru Kak Kevin melihat kekurangan yang ada pada diri Kak Kevin sendiri. Kak Kevin malah takut kalau sampai harus menikah dengan kamu," ucap Kevin kepada Stela.



"Memangnya kak Kevin takut kenapa?" Stela bertanya kepada Kevin dengan penasaran.



"Kak Kevin takut kalau Kak Kevin tidak bisa membahagiakan kamu. Kak Kevin tahu kehidupan kamu sejak kecil sudah terjamin, sedangkan kalau kamu menikah dengan Kak Kevin, kak Kevin takut kamu tidak akan bahagia dengan apa yang sudah Kak Kevin berikan kepada kamu nanti," ujar Kevin kepada Stela.



Stela kemudian menatap wajah Kevin dengan begitu intens ketika Kevin berbicara demikian.



"*Kak Kevin tidak tahu saja kalau Stela pasti akan sangat bahagia jika bisa menikah dengan Kak Kevin. Karena yang Stela cari bukanlah banyaknya harta melainkan banyaknya kasih sayang yang di berikan oleh Kak Kevin kepada Stela. Selama ini Stela sangat membutuhkan kasih sayang dari seorang laki-laki. Karena Stela benar-benar kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua Stela*," batin Stela berbicara.



"Stela mengerti kok kenapa Kak Kevin bicara seperti ini kepada Stela. Selama ini Kak Kevin mungkin melihat kehidupan Stela itu sangat tercukupi, tapi asal Kak Kevin tahu kalau Stela sebenarnya hanya butuh kasih sayang dari Kak Kevin. Stela tidak masalah kalau misalnya kak Kevin tidak memiliki banyak harta. Stela pasti akan menerimanya. Stela hanya ingin menjalani kehidupan yang penuh kasih sayang dengan Kak Kevin," ucap Stela kepada Kevin.



Kevin yang mendengar pernyataan dari Stela merasa terharu. Kevin tidak menyangka kalau Stela benar-benar akan menerima segala kekurangan Kevin yang tidak sekaya laki-laki lain.



"Memangnya kamu mau menerima Kak Kevin dengan segala kekurangan yang di miliki oleh kak Kevin?" tanya Kevin kepada Stela.



"Tentu saja Stela mau menerimanya,karena Stela pun tidak sempurna Kak, Stela hanya ingin memiliki pasangan yang bisa menyayangi Stela dengan tulus," ucap Stela kepada Kevin.

__ADS_1


__ADS_2