
Angel masuk ke dalam kamar Zara dengan membawa air hangat dan juga handuk kecil yang tadi di minta oleh Prince untuk mengompres Zara.
"Ini Kak air hangat dan handuk kecilnya,"
Angel memberikan air hangat yang di taruh di dalam mangkuk besar serta handuk kecil kepada Prince.
"Makasih Angel," ucap Prince kepada Angel.
Prince kemudian mengopres Zara dengan air hangat tersebut menggunakan handuk kecil.
Angel,vanya,stela dan Selin yang melihat Prince mengompres dan memperdulikan Zara merasa senang melihatnya.
"Gaes,kayanya kita ke luar dulu saja dari kamar,karena sebentar lagi dokternya datang," ucap Angel kepada Vanya,stela dan Selin sambil Angel mengedipkan matanya kepada para sahabat-sahabatnya untuk memberikan kode.
Angel ingin agar Prince merawat Zara,karena yang membuat Zara sakit seperti ini juga adalah Prince,meskipun Prince tidak menyadarinya.
"Ya sudah kalau begitu kita ke luar dulu saja,nanti kalau Zara sudah selesai di periksa oleh Dokter kita bisa masuk lagi ke kamar Zara," ujar Vanya kepada sahabat-sahabatnya
Vanya,angel,stela dan Selin pun ke luar dari dalam kamar Zara dan membiarkan Prince merawat Zara.
Prince dengan hati-hati meletakan handuk kecil yang hangat di atas kening Zara untuk mengompres Zara agar demamnya segera turun.
Prince kemudian memandang wajah cantik Zara dengan pandangan tak biasa.
'Gadis bodoh ini selalu saja membuatku kesal.Dia bahkan tidak bisa menjaga dirinya sendiri," batin Prince berbicara.
"Mamaaaa... Papaaa... Zara takut." Zara mengigau memanggil kedua orang tuanyanya sambil menangis mengeluarkan air mata.Hal itu tentu saja membuat Prince kaget.
"Hey.... tenang ya,sebentar lagi dokternya akan segera datang."
Prince mengelus-ngelus wajah Zara untuk menenangkan Zara yang sedang mengigau memanggil kedua orang tuanya.
Prince mengusap air mata yang mengalir di kedua pipi Zara dengan lembut.
"Panasnya masih tinggi,padahal aku sudah mengompresnya.Bahkan tanganku saja tidak kuat saat menyentuk wajahnya."
Dalam hati Prince merasa khawatir ketika memegang wajah Zara yang masih sangat panas.Bahkan Prince sendiri tidak akan kuat kalau demam setinggi ini.
Tak lama kemudian Kevin masuk ke dalam kamar Zara bersama Dokter Indra dan juga Kesya.
Kesya ikut bersama Dokter Indra ke Villanya Prince karena pada saat Kevin menghubungi Dokter Indra,kesya berada di rumahnya Dokter Indra.
Kesya ingin tahu keadaan Zara juga karena yang Kesya dengar Zara mengalami demam yang cukup tinggi.
Namun ketika Kesya masuk ke dalam kamar Zara,kesya harus di kagetkan dengan pandangan yang membuat hatinya sakit.
Kesya melihat Prince mengusap air mata Zara dan menyentuh wajah Zara dengan lembut.Hal itu membuat Kesya sangat sedih dan juga cemburu.
"Prince terlihat begitu perduli sekali terhadap Zara.Bahkan Prince mau mengompres kening Zara dan mengusap air mata Zara," batin Kesya merasa sakit melihat Prince mengkhawatirkan Zara.
Sahabat-sahabat Zara yang mengintip dari pintu kamar malah merasa puas ketika melihat Prince begitu perhatian terhadap Zara di hadapan Kesya.
__ADS_1
"Coba kalian lihat,kak Kesya pasti kaget banget ngeliat pacarnya perhatian sama wanita lain," bisik Stela kepada Vanya,angel dan Selin.
"Gue rasa mereka belum pacaran deh.Kalau mereka sudah pacaran Kak Prince pasti merasa gak enak dong sama Kak Kesya? tapi Kak Prince kelihatannya biasa saja tuh," ujar Angel kepada Vanya,stela dan Selin.
"Angel benar,kayanya Kak Prince dan Kak Kesya memang belum pacaran,buktinya Kak Kesya diam saja gak marah ngeliat Kak Prince perhatian sama Zara."
Vanya setuju dengan ucapan Angel bahwa Prince dan Kesya sepertinya belum menjalin sebuah hubungan.
"Waaahhh,bakalan seru nih.Kita udah kaya lagi nonton drama percintaan tahu gak hihihi," selin tertawa kecil karena dirinya merasa sedang melihat sebuah drama.
"Luh benar,kita nikmatin saja nontonnya.Gue yakin Kak Kesya dalam hatinya cemburu berat lihat Kak Prince ngelus-ngelus wajah Zara hihihi." Angel merasa senang melihat Prince perhatian kepada Zara di hadapan Kesya.
"Ada berkahnya juga ya Zara sakit,dengan begitu Kak Prince bisa perduli deh sama Zara," ujar Stela kepada Vanya,angel dan Selin.
"Luh benar,ya meskipun kita sebenarnya juga gak mau lihat Zara sakit,tapi kali ini sakitnya Zara membawa berkah hihihi." Selin merasa begitu senang dengan apa yang di lihatnya.
Kevin dan Dokter Indra yang juga sudah masuk ke dalam kamar Zara dapat melihat bahwa Prince begitu perhatian terhadap Zara.
"Bos,dokter Indra sudah datang," ujar Kevin kepada Prince.
Prince kemudin menoleh dan melihat Dokter Indra sudah datang,tapi bersama Kesya.
"Kesya,kamu ke sini juga?" tanya Prince kepada Kesya.
"Iii..iyaaa Prince,tadi kebetulan aku lagi di rumah kakak aku,jadi aku ikut saja ke sini untuk tahu keadaan Zara." tutur Kesya kepada Prince dengan wajah lemas.
Kesya merasa menyesal sudah datang ke Villanya Prince karena Kesya harus melihat perhatian Prince kepasa Zara yang begitu besar.
Prince meminta tolong kepada Dokter Indra yang tak lain adalah Kakaknya Kesya untuk memeriksa Zara.
"Baik Prince,saya akan memeriksanya," ucap Dokter Indra kepada Prince.
Tak lama Dokter Indra pun telah selesai memeriksa Zara.
Prince dengan rasa khawatir langsung menanyakan keadaan Zara kepada dokter Indra.
"Bagaimana Dok keadaannya?" tanya Prince kepada Dokter Indra.
Kevin dan Kesya yang berada di dalam kamar dapat melihat raut wajah khawatir Prince kepada Zara.
"Prince sangat khawatir sekali terhadap Zara,apa mungkin Prince menyukai Zara?"
Kesya baru kali ini melihat Prince terlihat khawatir dan cemas terhadap seorang wanita.Sebelumnya Prince tidak pernah seperduli ini kepada seorang wanita,termasuk kepada Kesya.
"Darahnya rendah,demamnya cukup tinggi dan juga kekurangan cairan dalam tubuh,sebaiknya malam ini di infus saja,nanti saya akan meminta 1 perawat yang akan mengganti cairan infusannya di sini,karena saya tidak bisa menginap di sini," ucap Dokter Indra kepada Prince.
"Lakukan yang terbaik Dok,"
Prince meminta Dokter indra untuk melakuan apapun kepada Zara asalkan Zara lekas membaik.
Dokter Indra kemudian akan memasang suntik infusan di tangan Zara,hal itu tentu saja membuat Prince merasa kasihan terjadap Zara.
__ADS_1
"Zara,sandarin tubuh kamu,"
Prince mengangkat pundak Zara dan meminta Zara untuk menyandarkan tubuhnya dalam dekapan Prince supaya Zara bisa merasa tenang dan aman.
Zara yang masih sulit untuk membuka kedua matanya merasa tidak percaya kalau Prince mau menjaganya dan juga begitu mengkhawatirkannya.
"Kenapa Kak Prince mau merawat aku dan menjaga aku seperti ini? Apa ini benar-benar Kak Prince? Dia memelukku dengan hangat.Aku tidak ingin ini hanya sementara.Aku ingin selamanya merasakan pelukan Kak Prince." Hati Zara merasa sangat bahagia dapat merasakan pelukan hangat dari Prince.
Zara dapat merasakan detak jantung Prince,hembusan nafas Prince serta aroma tubuh Prince yang begitu harum berada di dekatnya.Kali ini Prince telah memberikannya kenyamanan dengan membiarkan Zara bersandar di tubuh Prince.
Kesya yang melihat Prince memeluk Zara dari belakang merasa tidak sanggup untuk melihatnya.Kesya kemudian ke luar dari dalam kamar Zara untuk menenangkan hatinya.
Sahabat-sahabat Zara yang melihat Kesya ke luar dari dalam kamar Zara malah tertawa senang.
"Adegan yang sangat seruuuu,kak Kesya akhirnya gak kuat juga ngeliat Kak Prince meluk Zara dari belakang hihihi," selin tertawa senang melihat Kesya cemburu.
"Iya benar,pasti hatinya saat ini sedang terbakar api cemburu,panasssss membara hihihi" Vanya dan yang lainnya pun ikut merasa senang.
Dokter Indra pun mulai memasang jarum infus di tangan Zara agar Zara mendapatkan cairan di tubuhnya.
"Zara,buka mata kamu,dokter Indra akan memasang jarum infus di tangan kamu."
Prince meminta Zara untuk membuka kedua matanya,namun sangat sulit bagi Zara untuk membuka kedua matanya,karena tubuhnya masih sangat lemah.Meski begitu Zara masih dapat mendengar suara Prince dengan jelas.
Yang hanya bisa Zara lakukan hanyalah menggeleng-gelengkan kepalanya saja pertanda bahwa dirinya tidak bisa membuka kedua matanya.
"Dokterrr... pelan-pelan saja,zara takut sama jarumnya," ujar Zara kepada Dokter Indra dengan suaranya yang terdengar lemas.
Dengan kedua matanya yang masih sulit untuk di buka,zara masih sadar bahwa ada seorang Dokter yang akan menginfusnya.
"Baik Zara,kamu jangan takut ya," ucap Dokter Indra kepada Zara.
"Aduuh... saakiittt Dok... " Zara mengeluh kesakitan saat jarum suntik itu di pasang oleh Dokter Indra di tangan kanannya.
Prince merasa kasihan dan tidak tega melihat Zara kesakitan ketika di pasang jarum infus oleh Dokter Indra.
Tak lama Dokter Indra telah selesai memasang jarum infusan di tangan Zara.
Dokter Indra kemudian memberikan obat yang harus di minum oleh Zara untuk menurunkan demamnya dan untuk darah rendahnya.
"Kevin,tolong antar Dokter Indra ke bawah," titah Prince kepada Kevin.
"Baik,bos," sahut Kevin kepada Prince.
"Dokter Indra,terimakasih banyak sudah mau mengobati Zara," ucap Prince kepada Dokter Indra.
"Sama-sama Prince,ini sudah kewajiban saya sebagai Dokter.Semoga Zara lekas sembuh.Sebentar lagi perawat akan ke sini untuk menggantikan cairan infusan Zara," ujar Dokter Indra kepada Prince.
"Baik Dokter,sekali lagi terimakasih," ucap Prince kepada Dokter Indra.
Dokter Indra pun ke luar dari dalam kamar Zara di antar oleh Kevin menuju lantai bawah untuk pulang ke rumahnya setelah selesai memeriksa Zara.
__ADS_1