
PUKUL 10 SIANG
Prince dan Barra sedang berada di kantornya Prince. Mereka baru saja selesai membahas masalah pekerjaan.
"Bro.. gue mau ngajakin luh ke Cafe,kita ngopi sambil ngobrol-ngobrol sebentar,luh mau gak?" ajak Barra kepada Prince.
"Oke, tapi gue nggak bisa ngobrol lama-lama karena gue masih ada urusan pekerjaan," ujar Prince kepada Barra.
"Oke, gue ngerti kok.Gue juga sama gak bisa ngobrol lama-lama karena gue juga masih banyak pekerjaan," ucap Barra kepada Prince.
Prince kemudian memberitahu Kevin agar Kevin tetap berada di kantor.
"Kevin,kamu tunggu di kantor saja.Saya dan Barra akan pergi ke cafe dulu sebentar," ujar Prince kepada Kevin.
"Siap Bos," sahut Kevin kepada Prince.
Barra yang juga datang bersama sekretaris pribadinya meminta agar sekretaris pribadinya Barra kembali ke kantornya lebih dulu karena Barra akan pergi ke Cafe bersama Prince.
Prince dan Barra kemudian ke keluar dari kantornya Prince untuk pergi ke sebuah cafe yang tidak begitu jauh dari tempat kerjanya Prince.
Prince dan Barra pergi ke Cafe yang mereka tuju dengan membawa mobil mereka masing-masing.
Sesampainya di sebuah Cafe yang berada tidak jauh dari kantornya Prince,mereka pun turun dari dalam mobil mereka masing-masing.Lalu Prince dan Barra masuk ke dalam Cafe tersebut.
Setelah Prince dan Barra berada di dalam Cafe,mereka pun langsung memesan kopi yang akan mereka nikmati.
"Gimana hubungan luh dengan Zara?" tanya Barra kepada Prince.
Barra tiba-tiba saja bertanya tentang hubungan Prince dengan Zara kepada Prince.
__ADS_1
"Hubungan gue dengan Zara baik-baik saja, bahkan sangat baik." Jawab Prince kepada Barra.
"Oh ya.Gue dengar kalau Zara akan kuliah di Korea.Kira-kira luh keberatan atau tidak kalau Zara kuliah di Korea?" tanya Barea kepada Prince.
Barra merasa senang kalau Zara sampai kuliah di Korea,dengan begitu Barra bisa sering bertemu dengan Zara di Korea.
"Tentu saja gue nggak keberatan Zara kuliah di Korea atau di manapun asalkan gue menikah dulu dengan Zara. "
Prince ingin memberitahu Barra bahwa dirinya berniat untuk menikahi Zara karena Prince ingin selalu menjaga dan melindungi Zara.
Barra yang mendengar bahwa Prince ingin menikahi Zara merasa begitu kaget.Namun Barra yakin bahwa kedua orang tua Zara tidak akan mungkin merestui hubungan Prince dengan Zara. Apalagi kalau sampai Prince menikah dengan Zara
"Apa luh yakin kalau kedua orang tua Zara akan merestui hubungan luh dengan Zara? Apa lagi kalau sampai luh berniat untuk menikah dengan Zara.Mau bagaimanapun luh berusaha untuk memiliki Zara,kedua orang tua Zara pasti akan lebih memilih gue untuk menjadi pendamping Zara dari pada lu. " batin Barra berbicara.
"Apa luh yakin kedua orang tua Zara akan mengizinkan luh untuk menikah dengan Zara?"
Prince yang mendengar ucapan Barra tersebut merasa bahwa Barra seolah tahu tentang kedua orang tua Zara yang belum merestui hubungan Prince dengan Zara.Apalagi kalau sampai Prince menikah dengan Zara.
"Bagaimana Barra bisa tahu kalau kedua orang tua Zara belum merestui hubungan gue dengan Zara? Bahkan kedua orang tua Zara juga belum menyetujui keinginan gue untuk menikahi Zara. Apa jangan-jangan kedua orang tua Zara memberitahu Barra bahwa gue berniat untuk menikahi Zara?"
Dalam hati Prince merasa bahwa Barra telah mengetahui niatan dirinya untuk menikahi Zara dari kedua orang tua Zara.
"Gue tahu orang tua manapun nggak akan semudah itu untuk merestui anaknya menikah dengan seorang laki-laki yang baru di kenalnya.Tapi gue yakin tidak akan ada laki-laki lain yang bisa memiliki Zara selain gue,karena Zara hanya mencintai gue seorang.Dan bagi Zara laki-laki yang pantas untuk Zara itu cuma gue," ujar Prince kepada Barra dengan tegas.
Prince dengan percaya diri berkata kepada Barra bahwa Zara hanya mencintai Prince dan tidak ada laki-laki lain yang di cintai oleh Zara selain Prince.
Prince ingin agar Barra tahu bahwa Zara tidak akan mungkin mencintai laki-laki lain termasuk Barra.
"Prince,luh jangan ngerasa bangga dulu karena telah di cintai oleh Zara. Restu orang tua Zara lebih penting dari apapun.Gue yakin kalau Zara tidak akan mungkin membantah keinginan kedua orang tuanya untuk menikah dengan gue.Jadi gue masih punya banyak kesempatan untuk dekat dengan Zara," batin Barra berbicara ketika dirinya mendengar bahwa Zara hanya mencintai Prince seorang.
__ADS_1
"Prince, ap kita bisa bersaing secara sehat? gue yakin luh sudah tahu kan kalau kedua orang tua Zara telah menjodohkan Zara dengan gue?"
Barra berbicara secara terang-terangan kepada Prince agar Prince tahu semuanya.
Barra tidak ingin sembunyi-sembunyi lagi untuk mendapatkan perhatian dan hatinya Zara. Barra ingin agar dirinya dengan Prince bisa bersaing secara sehat untuk mendapatkan Zara.
Prince yang mendengar kejujuran dari Barra merasa terkejut. Prince tidak percaya kalau Barra akan mengatakan hal ini kepadanya meskipun Prince sebelumnya memang sudah tahu kalau Barra memiliki perasaan terhadap Zara.
"Silahkan saja. Gue ingin lihat seberapa kuat luh menghadapi gue, karena gue gak akan biarkan luh atau laki-laki manapun merebut Zara dari gue,karena sekarang Zara sudah menjadi milik gue. "
"Hahaha ...Ayolah Prince... Ini bukan masalah gue merebut Zara atau tidak? tapi karena memang dari awal gue sudah meminta Zara secara langsung kepada kedua orang tua Zara agar Zara bisa menikah dengan gue.Namun ternyata luh dan Zara malah sudah berpacaran. Gue juga sama kaya luh,sama-sama menyukai Zara.Jadi gue harap luh nggak bisa nyalahin gue begitu saja Prince.Gue mau kita bersaing secara sehat,oke? "
Barra ingin memberitahu Prince bawah Barra memang sudah menyukai Zara sejak lama,sebelum Prince dan Zara berpacaran.Bahkan Barra sudah meminta restu secara langsung kepada kedua orang tua Zara untuk menikahi Zara.
Prince sendiri sebenarnya sudah tahu kalau Barra begitu ingin menikahi Zara.
Prince juga sudah tahu bahwa Barra dan Zara akan di jodohkan oleh kedua orang tua mereka,karena waktu itu Prince mendengar langsung obrolan orang tua Zara dan Zara di telpon.
Orang tua Zara memberitahu Zara bahwa Barra ingin sekali menikahi Zara.
Dari situ juga Prince mulai merasa takut kehilangan Zara.Prince tidak ingin jika dirinya sampai menyesal karena telah menyia-nyiakan cintanya Zara.
Prince tidak akan rela kalau sampai Zara menikah dengan laki-laki lain termasuk Zara.
"Barra sudah terang-terangan mengakui perasaannya terhadap Zara di hadapan gue.Itu artinya Barra sudah siap jika bersaing dengan gue.Barra terlihat percaya diri dengan dukungan orang tua Zara. Dan mungkin hal ini juga yang membuat kedua orang tua Zara belum menyetujui keinginan gue untuk menikahi Zara."
Dalam hati Prince merasa terancam dengan kejujuran hati Barra terhadapnya.
Prince merasa bahwa Barra bisa saja mendapatkan Zara karena dukungan kedua orang tua Zara yang begitu kuat terhadap Barra.
__ADS_1