
Acara ulang tahun Dewa telah selesai di jam 1 malam.Teman-teman sekolah Dewa yang lainnya pun sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.Hanya ada Zara,vanya,stela dan Angel yang masih berada di sana.
"Gue pulang dulu ya." Pamit Zara pada Dewa setelah selesai acara ulang tahun Dewa.
"Gue anter luh pulang ya." Dewa menawarkan diri untuk mengantarkan Zara pulang ke apartemen Zara.
"Gak usah,gue pulang sama Mang Ujang saja," ucap Zara pada Dewa.
"Ya sudah, tapi nanti kalau sudah sampai apartemen kabarin gue ya." Dewa sudah mulai memposisikan dirinya sebagai seorang kekasih pada Zara.
"Gue ngantuk banget nih,sampai apartemen pasti gue langsung tidur."
Zara beralasan pada Dewa bahwa dirinya sudah mengantuk,padahal dirinya memang malas kalau harus sering ngasih kabar pada Dewa.
"Ya udah gak apa-apa. Istirahat yang nyenyak ya." Dewa pun mengelus rambut indah Zara,memberikan perhatian pada Zara layaknya seorang kekasih.
"Oke" sahut Zara singkat pada Dewa.
Zara kemudian pamit pada sahabat-sahabatnya,meskipun hatinya masih kesal dan kecewa pada sahabat-sahabatnya itu.
"Gaes gue pulang dulu ya,kalian pulangnya hati-hati." Pamit Zara pada Vanya,stela,selin dan Angel.
"Iya Zara,luh juga hati-hati ya. bye bye," ucap Vanya,stela,selin dan Angel pada Zara berbarengan sambil melambaikan tangan.
Zara kemudian melambaikan tangannya pada sahabat-sahabatnya ketika hendak masuk ke dalam mobil.
Tak lama Angel juga berpamitan pada Vanya,stela,selin dan Dewa untuk pulang.
"Gue juga pamit pulang ya,sampai ketemu hari senin di sekolah ya," pamit Angel pada Vanya,stela dan Selin.
"Oke Angel,hati-hati di jalan ya," ucap Vanya,stela dan Selin berbarengan.
Kemudian Angel pun berjalan ke arah mobil Prince untuk pulang.Begitupun dengan Vanya,stela dan Selin.Mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing.
"Kak Prince tidur ya?" tanya Angel pada Prince ketika Angel masuk ke dalam mobil Prince.
Prince terlihat tertidur di dalam mobil miliknya karena saking lamanya menunggu Angel.
"Oh, sudah selesai? jam berapa sekarang?" Prince melihat jam di tangannya sambil mengucek-ngucek matanya.
"Kenapa lama sekali? katanya tadi hanya sebentar?" tanya Prince pada Angel dengan matanya yang masih mengantuk.
"Ma'af deh Kak,tadinya Angel mau sebentar doang,tapi tadi ada sedikit masalah." Jawab Angel kepada Prince.
"Masalah apa? masih sekolah saja sudah punya banyak masalah," ucap Prince pada Angel.Prince kemudian menyalakan mobilnya,lalu mengemudikannya mengantar Angel pulang ke rumahnya.
"Kak Prince kaya gak pernah muda saja deh,dulu juga kan Kak Prince pernah seusia Angel." Angel mengatai Prince.
"Pernah seusia kalian, tapi tidak sedrama teman-teman kamu,baru jadian saja sudah nangis cih." Prince merasa sangat ilfeel ketika tadi dirinya melihat Zara menangis seperti anak kecil.
Prince berpikir bahwa Zara menangis karena bertengkar dengan Dewa.
"Kak Prince kalau gak tahu masalahnya jangan ngomong kaya gitu deh, ini tuh urusan anak muda." Angel kesal dengan Prince yang sok tahu.
"Jadi kamu pikir aku sudah tua?" ujar Prince pada Angel.
"Ya sudahlah,usia kak Prince saja sudah 24 tahun.Lagian kak Prince kenapa gak ninggalin Angel saja kak kalau capek menunggu di parkiran." ucap Angel pada Prince ketika Prince sedang menyetir mobilnya menuju rumah Angel.
" Hey, aku ini di minta orang tuamu untuk menjagamu selama mereka di Prancis. Paham!!!"
__ADS_1
Prince memberitahu Angel bahwa dirinya menjaga Angel karena orang tuanya Angel lah yang meminta Prince untuk menjaga Angel,dan lagi Prince berkewajiban untuk menjaga Angel sebagai sepupunya.
"Tapi Angel kan bisa pulang dengan teman-teman Angel,mereka semua baik-baik kok kak,"
"Oh, ya... Tapi mereka semua tidak pantas untuk kamu contoh,kamu tidak pantas berteman dengan mereka,"
Prince tidak suka kalau Angel berteman dengan Zara dan yang lainnya.Prince hanya ingin agar Angel memilih teman yang benar-baik,tidak seperti Zara dan yang lainnya.
"Mereka semua baik kok.Mereka tidak seperti apa yang ada di pikiran Kak Prince." Angel mencoba membela semua sahabat-sahabatanya di hadapan Prince.
"Yang aku lihat tidak mungkin salah," ucap prince pada Angel tegas.
Angel hanya bisa diam,karena percuma saja menjelaskan semuanya pada Prince.Prince tidak akan mau mendengarnya.
HARI MINGGU PUKUL 07 PAGI
Zara berolahraga di taman yang ada di dekat apartemennya.Di sana Zara melihat Prince dengan seorang wanita.Wanita itu ialah Renata,kekasihnya Prince.
Prince dan Renata terlihat sedang berlari pagi bersama di taman.
"*Huuhhh.. pagi-pagi sudah* *di bikin gak mood gara-gara ngeliat Kak Prince dengan nenek lampir itu. Ya Tuhan, tolong sadarkan Kak Prince bahwa si nenek lampir itu tidak pantas untuk menjadi kekasihnya*," batin Zara berbica dengan kekesalannya.
Tak lama Prince dan kekasihnya yaitu Renata pun datang untuk membeli minuman di minimarket juga.
Renata yang melihat Zara sedang duduk di luar minimarket langsung menghampiri Zara karena dirinya masih kesal bila melihat Zara.
"Sayang,coba kamu lihat siapa yang duduk ini. Dia ini kan gadis kecil yang waktu itu membuat kita kesal." Renata menunjuk Zara pada Prince agar Prince melihat Zara.
Prince pun menatap wajah Zara yang tengah duduk di kursi sambil meminum air mineral.
Zara yang tadinya tidak ingin berdebat dengan kekasihnya Prince pun akhirnya tersulut emosi juga.
"Waahh... waah... wah.. rupanya ada nenek lampir ya di sini. Hmmmm... kok bisa ya cowoknya mau punya pacar yang seperti nenek lampir hahaha," ucap Zara dengan lantang pada Renata sambil tertawa keras.Hal itu membuat Renata kesal dan marah.
__ADS_1
"Sayang,kamu dengar kan apa yang gadis kecil itu ucapkan tentang aku? dia ngatain aku nenek lampir,"
Renata mengadu pada Prince mencari pembelaan.Renata berharap Prince membela dirinya.
"Renata.Kamu tidak perlu memperdulikan dia,"
ucap Prince pada Renata.Prince kemudian menatap wajah Zara dengan pandangan tak suka.
"*Dasar gadis tidak berpendidikan.Di sekolah bukannya belajar malah sibuk pacaran*,"
Batin Prince berbicara ketika dirinya melihat Zara.
Prince teringat kejadian tadi malam dimana Zara di tembak oleh teman sekolahnya.Dan Prince juga melihat Zara menangis di parkiran mobil seperti anak kecil yang mencari perhatian.
Prince menganggap bahwa Zara hanyalah gadis kecil yang penuh dengan drama.
"Sayang,dia itu sudah sangat keterlaluan ngatain aku kaya gitu," ucap Renata pada Prince dengan wajah kesalnya pada Zara.
"Renata.Gadis seperti dia tidak akan pernah tahu bagaimana caranya menjaga sikap. Lebih baik kita pergi dari sini." Prince mengajak Renata untuk mencari minimarket yang lain.
"Apa kamu bilang? saya tidak bisa menjaga sikap? lebih baik kamu ajarkan dulu pacar kamu ini supaya dia bisa bersikap sopan terhadap orang lain.Kamu sendiri tidak mampu melihat sifat asli wanitamu itu," ucap Zara pada Prince dengan wajah Marahnya.
Zara kemudian meninggalkan Prince dan Renata lebih dulu karena merasa malas melihat Renata.
Prince yang mendengar ucapan Zara terdiam tanpa kata.Prince bukannya tidak mengetahui sifat dan sikap Renata yang tidak.Hanya saja Prince malas untuk banyak bicara pada Renata.
"*Berani juga dia bicara seperti itu terhadapku*," batin Prince berbicara sambil memandang Zara yang pergi dengan kemarahannya.
"Kamu lihat kan gadis kecil itu? sikapnya benar-benar bukan terlihat anak sekolahan," ucap Renata pada Prince.
"Lebih baik perbaiki dulu sikapmu terhadap orang lain," ucap Prince ketus pada Renata.
Hal itu membuat Renata kesal,karena Prince tidak pernah membelanya.
__ADS_1
Renata tahu bahwa hubungannya dengan Prince begitu hambar.Hal itu karena Prince tidak mencintai Renata.Namun Renata masih tetap bertahan dengan Prince karena dirinya begitu mencintai Prince.