PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
BARRA MARAH


__ADS_3

Barra tiba-tiba saja datang ke kantornya Prince untuk memberikan pelajaran kepada Prince karena Prince telah membuat kedua orang tuuanya Zara memutuskan perjodohan antara Barra dengan Zara.


Barra tanpa permisi masuk ke dalam ruangan kerja Prince tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Bruuuuugggg....."


Barra membuka pintu ruangan kerja Prince begitu kasar untuk memberikan Prince pelajaran.


Prince yang sedang duduk di kursi kerjanya di buat terkejut ketika melihat Barra membuka pintu ruangan kerjanya tanpa permisi terlebih dahulu.


"Kurang ajar .. BUG...BUG....BUG...."


Tiba-tiba saja Barra memukul wajah Prince dengan membabi buta.


Hal itu membuat Prince marah dan tidak terima dengan aksi pemukulan yang di lakukan oleh Barra kepadanya tersebut.


Prince pun langsung membalas pukulan Barra tersebut dengan begitu brutal.


"Breng**k BUG.... BUG.... BUG......"


Prince pemukul Barra dengan perasaan marahnya karena Prince sangat emosi melihat Barra tiba-tiba saja memukul dirinya tanpa sebab.


Prince memukul Barra habis-habisan hingga membuat Barra tersungkur di lantai.


"Aaaaaarrrrrrggg....."


Barra berteriak kesakitan ketika dirinya mendapatkan banyak pukulan dari Prince.


Kevin yang mendengar keributan di dalam ruangannya kerja Prince langsung masuk ke dalam ruangan kerja Prince bersama seorang security yang berada di kantornya Prince.


Kevin membuka pintu ruangan kerja Prince untuk melihat apa yang terjadi dengan Prince dan Barra,karena sebelumnya Kevin juga sudah melihat Barra masuk ke ruangan kerjanya Prince dengan wajahnya yang terlihat sangat marah.


Kevin kemudian dengan sigap langsung memegang Prince yang tengah emosi dan marah kepada Barra.Sementara security di kantor Prince memegang Barra yang tengah tersungkur di lantai.


"Bos sudah Bos... Tenang Bos..." ucap Kevin kepada Prince


Kevin menahan Prince dan mencoba untuk menenangkan Prince yang sedang terbakar amarah.


"Lepaskan tangan saya Kevin. Biarkan saya memukul dan menghabisi breng**k ini.!!!


Prince berteriak memaki-maki Barra dan meminta Kevin untuk melepaskan dirinya karena Prince benar-benar sangat ingin sekali menghabisi Barra yang telah mengganggu hubungannya dengan Zara.


Namun Kevin tidak mau melepaskan Prince karena Kevin tidak mau kalau sampai Prince menghabisi Barra.

__ADS_1


" Pak, tolong bawa tuan Barra keluar dari kantor ini," titah Kevin kepada security yang bekerja di kantornya Prince.


Kevin meminta security untuk membawa Barra ke luar dari kantornya Prince agar Prince tidak sampai menghabisi Barra.


"Baik, pak Kevin," sahut security yang bekerja di kantornya Prince kepada Kevin.


Security yang bekerja di kantornya Prince kemudian membantu Barra yang tengah tersungkur di lantai untuk berdiri.


"Luh pikir gue gak bisa menghancurkan hidup luh? hah? Luh sudah membuat kedua orang tua Zara memutuskan perjodohan itu dengan gue. Dan gue gak akan pernah terima itu. Tunggu saja pembalasan dari gue Prince dan mulai detik ini jangan pernah ada lagi ikatan pekerjaan di antara kita berdua," ucap Barra kepada Prince dengan perasaan marahnya.


Barra merasa begitu marah dan benci kepada Prince yang telah membuat kedua orang tua Zara lebih memilih Prince daripada dirinya.


Padahal kedua orang tua Zara hanya ingin membuat Zara bahagia.


"Kedua orang tua Zara tidak akan mungkin salah memilih pasangan untuk anaknya, dan gue adalah orang yang paling pantas untuk mendampingi Zara. Harus luh Ingat baik-baik kata-kata gue bahwa Zara hanya milik gue. Sekarang lebih baik luh pergi dari kantor gue sebelum gue melakukan hal yang lebih dari ini sama luh, " Prince berteriak dengan marahnya kepada Barra.


"Hahahaha... Gue akan lihat seberapa kuat luh menghadapi gue...." Barra tertawa keras seolah menantang Prince.


Namun security di kantornya Prince dengan cepat membawa Barra keluar dari dalam ruangan kerjanya Prince.


"Cepat ke luar dari kantor ini," ucap security kepada Barra dengan membawa Barra ke luar dari ruangan kerja Prince.


"Huuuuhhhh.... huuuuhhhh..."


"Bos,saya akan ambilkan obat dulu untuk mengobati luka di wajah bos," ucap Kevin kepada Prince.


Kevin ke luar dari ruangan kerjanya Prince untuk mengambil obat yang akan di gunakan untuk mengobati luka Prince.


"Rupanya kedua orang tua Zara sudah memberitahu Barra mengenai keputusan mereka untuk memilih aku menjadi pasangan Zara. Hal itulah yang membuat Barra begitu marah terhadapku,karena Barra merasa bahwa aku lah yang membuat kedua orang tua Zara tidak lagi memilih Barra sebagai calon pendampingnya Zara," batin Prince berbicara.


Tak lama Kevin pun masuk ke dalam ruangan kerjanya Prince dengan membawa kotak obat untuk mengobati luka Prince.


"Bos, biar saya yang akan mengobati lukanya," ucap Kevin kepada Prince.


"Tidak perlu Kevin,biar saya saja yang mengobati luka saya, kamu boleh melanjutkan pekerjaan kamu," titah Prince kepada Kevin.


"baik, bos," sahut Kevin kepada Prince.


Kevin kemudian ke luar dari ruangan kerja Prince untuk melanjutkan pekerjaannya setelah memberikan kotak obat tersebut kepada Prince.


Prince yang sudah menerima kotak obat dari Kevin pun langsung mengobati luka yang ada di wajahnya,tepatnya di ujung bibirnya Prince.


"Aku memahami mengapa Barra begitu marah terhadapku. Dia mungkin sangat mencintai Zara sama sepertiku mencintai Zara. Jika aku di posisi Barra mungkin aku juga akan sangat kecewa ketika kedua orang tua Zara lebih memilih laki-laki lain dari pada aku. Hanya saja aku akan mencoba untuk menerima dari pada melakukan tindakan kekerasan seperti yang dilakukan oleh Barra terhadapku. " Isi hati Prince berbicara.

__ADS_1


Dan ketika Prince baru saja selesai mengobati lukanya,tiba-tiba saja Zara menghubungi Prince.


"Drrrrrtttttt...... drrrrrtttt....."


Panggilan telepon dari Zara kepada Prince.


"Zara menelpon," batin Prince.


Prince dengan cepat mengangkat telepon dari Zara untuknya.


"Hallo, Sayang,"


sapa Prince kepada Zara di sambungan telepon ketika dirinya mengangkat telepon dari Zara.


"Hallo, sayang. Kamu jadi kan makan siang dengan mama dan papa Aku?" tanya Zara kepada Prince.


"Tentu saja sayang. Sebentar lagi aku akan ke apartemen kamu untuk menjemput kamu ya sayang," ucap Prince kepada Zara.


"Baiklah.. Aku akan tunggu kamu di sini ya sayang. " ujar Zara kepada Prince dengan perasaan senang.


"Oke sayangku,sampai jumpa sayang "


Prince tidak sabar sekali untuk bertemu dengan Zara.


"Sampai jumpa juga sayangku yang tampan,hehehe," sahut Zara di sambungan telepon kepada Prince.


Hal itu membuat Prince tersenyum bahagia ketika mendengar ucapan Zara kepadanya.


Tak lama Zara pun mematikan teleponnya dengan Prince.


Prince merasa bingung bagaimana dirinya akan menjelaskan kepada Zara kalau sampai Zara melihat luka yang ada di sudut bibirnya Prince yang di akibatkan oleh pukulan Barra tersebut.


"Zara pasti akan bertanya mengenai luka ini. Dan aku harus mencari alasan yang tepat agar Zara tidak curiga kepadaku. Aku tidak mau membuat Zara khawatir." batin Prince berbicara.


Tak lama Prince pun bergegas untuk menjemput Zara di apartemennya karena Prince dan Zara akan makan siang bersama kedua orang tua Zara di restoran.


"Bos, mau pergi ke mana?" tanya Kevin kepada Prince.


Kevin melihat Prince ke luar dari dalam ruangan kerjanya dengan begitu terburu-buru.


"Saya akan makan siang bersama Zara dan orang tuanya," jawab Prince kepada Kevin.


"Baik, bos," sahut Kevin kepada Prince.

__ADS_1


Sebelumnya Kevin merasa takut kalau sampai Prince akan menemui Barra.Makanya itu Kevin bertanya kepada Prince kemana Prince akan pergi.


__ADS_2