
"Sayang,mama sudah membawakan banyak oleh-oleh untuk kamu,nanti mang Ujang yang akan mengambilnya di mobil," ucap mama Clara kepada Zara.
"Makasih mah," sahut Zara kepada mama Clara.
"Sama-sama sayang.Oh ya apa kamu mau ikut pulang ke rumah sama mama dan papa?" tanya mama Clara kepada Zara.
Mama Clara dan Papa Hyun akan pulang ke rumah mewahnya karena mereka memiliki rumah yang sangat besar di jakarta,hanya saja selama mama Clara dan papa Hyun tinggal di korea Zara lebih memilih untuk tinggal di aprtemen bersama tante Sisil.
"Besok saja deh mah Zara ke rumahnya," ucap Zara kepada mama Clara.
"Memangnya kenapa sayang? Kamu yakin berani tidur sendirian di apartemen ini?" tanya papa Hyun kepada Zara.
"Yakin kok pah.Zara sudah biasa tidur sendiri di apartemen," jawab Zara kepada papa Hyun.
"Tapi mama khawatir sayang kalau kamu tinggal sendirian di apartemen,lebih baik kamu ikut saja ya sama mama dan papa pulang ke rumah."
Mama Clara tidak tega meninggalkan Zara sendirian di apartemen,padahal mama Clara sendiri tahu bahwa Zara sudah terbiasa tinggal sendiri di apartemennya semenjak tante Sisil pergi bekerja ke luar kota.
"Mama dan papa tidak usah khawatir ya,selama kalian di Korea Zara tinggal sendiri masih baik-baik saja kok," ucap Zara kepada mama Clara dan papa Hyun.
"Baiklah,kalau begitu mama dan papa pulang dulu ke rumah,besok siang kita makan siang bersama ya sayang di restaurant tempat biasa kita makan," ujar mama Clara kepada Zara.
"Oke mah," sahut Zara kepada Mama Clara.
Mama Clara dan papa Hyun pun meninggalkan Zara sendirian di apartemennya.Mereka akan pulang ke rumah mereka.
Sementara itu Zara langsung masuk ke dalam kamarnya setelah kedua orang tuanya pulang ke rumah mereka.
Zara mengambil handphone miliknya dan mencoba untuk menghubungi Prince kembali.
Zara mencoba menelpon nomor telpon Prince melalui Whats App,namun nomor telponnya Prince masih saja tidak aktif.
"Kak Prince... Zara rindu.... Zara ingin bertemu dengan Kak Prince.... Baru juga kita berpacaran sudah di buat galau kaya gini?"
Dalam hati Zara merasa sedih karena Zara begitu merindukan Prince,namun Zara tidak bisa menemui Prince.
Zara kemudian mengirimkan pesan lewat Whats App agar Prince bisa membacanya ketika Prince sudah mengaktifkan handphone miliknya.
"Sayang... sekali lagi aku minta ma'af ya atas kesalahan yang aku perbuat.Harus kamu tahu kalau aku melakukan penyamaran itu karena aku ingin selalu melihat kamu setiap hari.Aku tahu itu tindakan yang salah dan bodoh,tapi kamu perlu tahu bahwa aku begitu menyukai kamu.Bisa di katakan sejak awal kita berjumpa di taman dekat apartemen,aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu.Di situ aku sudah melakuan hal bodoh dengan berpura-pura terjatuh.Sampai ketika aku bertemu dengan Angel yang ternyata dia adalah sepupu kamu.Di sanalah ide itu muncul begitu saja dengan harapan agar aku bisa selalu melihat kamu setiap hari."
Zara mengirimkan pesan panjang lebar kepada Prince dan berharap Prince dapat membacanya.
Zara memberitahu Prince semua alasan dirinya melakukan sebuah penyamaran.
"Sayang... kamu harus tahu kalau seseorang bisa saja melakukan hal yang bodoh ketika dirinya sedang jatuh cinta,meskipun tindakan yang aku lakukan tidak dapat di benarkan. Oh ya sayang,hari ini mama dan papaku tiba di jakarta,aku tadinya berharap agar kamu bisa berkenalan dengan kedua orang tuaku,tapi sepertinya kamu belum mema'afkan aku ya? Aku mengerti kok sayang,tapi jangan lama-lama ya marah sama akunya,karena mama dan papa bisa saja memaksa aku untuk dekat dengan laki-laki lain yang tentu saja kamu sudah tahu siapa orangnya. Jujur saja aku butuh kamu berada di samping aku,memegang tanganku dan mengatakan kepada orang tuaku bahwa kamulah yang pantas untuk anak perempuan mereka.Namun sepertinya aku terlalu berharap."
Zara masih mengirimkan pesan untuk Prince dengan mencurahkan semua isi hatinya.
"Sayang... I Love you Forever..." Pesan terakhir Zara untuk Prince.
Zara kemudian memandangi cincin berlian yang di sematkan oleh Prince di jari manisnya tersebut.
Melihat cincin berlian yang tersemat di jari manisnya Zara membuat Zara semakin merindukan Prince.
__ADS_1
**PUKUL 12 SIANG**.
Mama Clara meminta Zara untuk datang ke sebuah restaurant mewah tempat biasa mereka makan ketika sedang berkumpul keluarga
Zara pun bersiap-siap untuk menemui kedua orang tuanya,namun Zara sepertinya terlihat tidak bersemangat karena Prince masih belum membaca pesannya.
Zara berdandan dengan memakai rok straight skirt berwarna cream dengan atasan belzer berwarna senada yang membuat Zara terlihat begitu cantik dan anggun.Zara pergi ke restaurant tersebut di antar oleh mang Ujang.
Sesampainya Zara di restaurant,zara langsung menghampiri kedua orang tuanya.Namun rupanya di sana sudah ada Barra yang terlihat sedang berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya Zara.
"*Ada Kak Barra juga rupanya.Sebenarnya aku malas kalau harus bertemu dengan Kak Barra,karena aku tidak mau memberi kesempatan kepada laki-laki manapun untuk mendekati aku*." batin Zara berbicara saat dirinya melihat Barra sudah berada di kursi meja makan bersama kedua orang tuanya.
Pandangan Barra terlihat begitu kagum ketika melihat penampilan Zara yang terlihat sangat cantik dan anggun.
"*Zara,kamu benar-benar sangat cantik.Jantungku berdebar dengan cepat setiap kali aku melihat kamu Zara.Aku bahkan tidak bisa tidur karena memikirkan kamu*." batin Barra dengan perasaan sukanya terhadap Zara.
Zara yang melihat Barra memandangnya dengan begitu dalam hanya bisa tersenyum.
"Sayang,sini duduk," ajak mama Clara kepada Zara yang terlihat masih berdiri.
"Iya mah," sahut Zara kepada mama Clara.
Zara kemudian duduk di samping Barra,karena mama Clara yang memintanya.
__ADS_1
Mama Clara dan papa Hyun dapat melihat wajah Barra yang terlihat begitu kagum terhadap Zara.
Mama Clara dan papa Hyun hanya bisa tersenyum melihat Barra memandangi Zara dengan begitu intens.
"Zara,kamu mau pesan makanan apa?" tanya Barra kepada Zara.
"Apa saja Kak," sahut Zara kepada Barra.
"Zara,pesan makanan yang kamu suka sayang," titah mama Clara kepada Zara
"Baik mah," sahut Zara kepada mama Clara.
"Tante,om.Boleh tidak kalau Barra mengajak Zara nonton setelah selesai makan siang?"
Barra meminta izin kepada kedua orang tua Zara karena jika Barra memintanya secara langsung kepada Zara,zara pasti tidak akan mau.
"Tentu saja boleh nak Barra," jawab mama Clara dan papa Hyun kepada Barra sambil tersenyum senang.
Zara yang mendengar bahwa Barra ingin mengajaknya nonton hanya diam saja,meskipun dalam hatinya Zara tidak mau,namun kedua orang tua Zara tetap akan mengizinkannya.
"Bagaimana Zara? apa kamu mau kalau nonton berdua denganku?" tanya Barra kepada Zara.
"Iya Kak," sahut Zara kepada Barra.
Zara tidak mungkin menolaknya karena Barra sudah meminta izin kepada kedua orang tuanya.
Barra pun tersenyum senang karena Zara mau di ajak menonton olehnya.
__ADS_1