
"Kalian ngapain sih pake ngomong ke mama gue segala kalau gue setuju dengan lamarannya laki-laki itu?" Zara merasa kesal kepada vanya,stela dan Selin karena mereka malah setuju dengan keinginan orang tua Zara untuk menikah dengan Barra Jatmiko.
"Zara,gue itu harus ngomong berapa kali sih biar luh itu sadar? Udah cukup ya Zara luh ngejar laki-laki yang gak pasti dan gak peka.Luh itu berhak di cintai oleh orang yang mencintai luh dengan tulus."
Ujar Vanya kepada Zara dengan suara kerasnya.Vanya sengaja berbicara keras supaya Prince mendengar ucapannya Vanya.
Zara yang mendengar ucapan Vanya merasa takut kalau-kalau Prince mendengarnya.
"Duuuhhh... si Vanya ngapain sih ngomong kencang kaya gitu segala? Apa Vanya sengaja supaya Prince bisa dengar apa yang Vanya ucapin?" Batin Zara berbicara
Prince dan Kevin yang masih duduk di kursi tidak jauh dari Zara dan semua sahabat-sahabatnya dapat mendengar dengan jelas ucapan Vanya tersebut.
"Kenapa dia berbicara begitu keras? apa dia sengaja agar aku mendengarnya? apa memang benar bahwa selama ini gadis bodoh itu telah menyukaiku.Kenapa dia harus menyukai aku? Mungkinkah gadis bodoh itu benar-benar mencintaiku?"
Dalam hati Prince merasa bahwa ucapan Vanya yang keras itu untuknya.
Kevin yang duduk di sebelah Prince pun tahu kalau ucapan Vanya itu pasti untuk Prince.
"Vanya benar,setiap wanita itu ingin di cintai,tapi Luh kok malah gak mau sih? Ini sudah ada laki-laki yang mau bersedia buat menyayangi luh loh Zara.Terkadang gue heran sama luh,padahal setiap wanita pasti mau kalau di nikahi oleh CEO yang kaya raya," ujar Stela kepada Zara dengan kesal.
"Kalau luh gak mau sama CEO kaya raya itu buat gue saja deh Zara,kebetulan gue kan masih jomblo terus nih sampe sekarang hahaha," selin mau jika harus menggantikan Zara untuk menikah dengan Barra Jatmiko.
"Iiikkhh Selin,luh bisa diem gak?" Stela kesal mendengar ucapan Selin.
"Sorry deh,gue kan hanya bercanda hehe," selin tertawa lucu.
"Padahal luh itu wanita yang paling beruntung Zara,karena luh banyak di sukai dan di inginkan oleh laki-laki yang ingin menyayangi luh," ucap Vanya kepada Zara.
"Gaesss... Gue tahu seharusnya gue bersyukur karena ada yang mau menerima gue apa adanya,tapi tolong mengerti,gue gak bisa begitu saja membuka hati gue buat laki-laki lain,tolong mengerti..."
Zara meminta supaya sahabat-sahabatnya mengerti keadaannya saat ini yang masih belum bisa menerima laki-laki lain di hatinya.
"Zara,gue tahu luh pasti susah untuk melupakan orang yang luh sayang,tapi apa yang di katakan oleh Vanya dan Stela itu benar,luh berhak bahagia.Nanti luh jangan lupa ya buat buka hati luh kalau orang yang luh cintai sudah tidak ada lagi di hati luh," ucap Angel kepada Zara.
Angel menyadari bahwa begitu sulit untuk Zara bisa mendapatkan hatinya Prince.
Angel juga merasa kasihan kalau Zara terus-terusan berharap sama orang yang sama sekali tidak perduli dengan perasaan Zara.
"Angel,luh jangan ngomong gitu dong,gue kan jadi sedih dengernya juga ," zara merasa sedih ketika mendengar Angel berbicara seperti itu terhadap Zara.
Zara tahu bahwa Angel begitu mendukung Zara untuk mendapatkan hatinya Prince,tapi kali ini Angel mendukung laki-laki manapun yang bisa membuat Zara bahagia meskipun di dalam hatinya masih belum ikhlas kalau Zara dengan yang lain.
PUKUL 10 MALAM.
Zara,vanya,stela dan Selin sudah tertidur pulas di dalam kamar masing-masing,namun Angel sepertinya belum bisa tidur,karena Angel masih memikirkan bagaimana caranya supaya Prince bisa mengetahui perasaan Zara.
"*Apa gue ngomong langsung saja ya sama Kak Pr**ince tentang perasaan Zara selama ini sama Kak Prince.Kayanya Kak Prince juga belum tidur*.," batin Angel berbicara.
Angel kemudian turun dari tempat tidurnya karena Angel ingin menemui Prince yang berada di lantai bawah.
Angel merasa bahwa Prince benar-benar harus tahu perasaan Zara kepadanya sebelum Prince menyesal di kemudian hari.
__ADS_1
Dari lubuk hatinya yang paling dalam Angel hanya ingin agar Zara bisa bersama Prince.
Sesampainya di lantai bawah,angel tidak melihat adanya Prince .
"*Kak Prince kemana ya? Tadi bukannya Kak Prince lagi duduk di sofa depan televisi ini ya? Sekarang kok gak ada*?" batin Angel..
Angel hanya melihat Kevin saja yang berada di sofa tersebut sendirian.
"Kak Kevin...Kak Prince pergi kemana?" tanya Angel kepada Kevin.
"Kak Prince lagi duduk di kursi depan,memangnya ada apa? Kok jam segini belum tidur?" tanya Kevin kepada Angel.
"Angel belum bisa tidur kak,angel mau ngobrol dulu sama Kak Prince," ucap Angel kepada Kevin.
"Oh,begitu. Ya sudah kamu samperin saja Kak Prince di luar,kak Kevin juga tidak tahu kenapa malam-malam begini Kak Prince malah duduk di luar,tadi bilangnya ingin menikmati suasana malam," ujar Kevin kepada Angel.
Angel pun langsung ke luar untuk menghampiri Prince yang tengah duduk di kursi yang ada di halaman Villa miliknya sambil Prince memandang ke atas langit.
"*Kak Prince tumben sekali malam-malam begini duduk di luar? Apa Kak Prince lagi memikirkan sesuatu ya*?" hati Angel bertanya-tanya ketika Angel melihat Prince terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Kak Prince..." Angel mengagetkan Prince yang tengah duduk di sebuah kursi sambil memandang langit malam .
"Angel.. kamu bikin Kak Prince kaget saja," ucap Prince kepada Angel dengan wajah kaget
"Sorry deh,lagian Kak Prince ngapain sih malam-malam gini duduk di luar? Nanti masuk angin loh," angel memberitahu Prince agar Prince tidak duduk di luar malam-malam.
"Kamu sendiri kenapa jam segini belum tidur?" tanya Prince kepada Angel.
"Angel tidak bisa tidur kak,angel ingin ngomong sesuatu sama Kak Prince.:
__ADS_1
Angel duduk di dekat Prince untuk menyampaikan hal yang penting bagi Angel.
"Kamu mau ngomong apa? jangan lama-lama ya,ini sudah malam,kamu harus istirahat." Prince meminta agar Angel tidak lama-lama berbicara dengannya.
"Iya iya,cuma sebentar kok.Angel boleh kan kalau bicara agak serius sama Kak prince?" Angel bertanya kepada Prince agar Prince membolehkan Angel untuk bicara serius,karena biasanya Angel dan Prince hanya bercanda saja kalau bicara.
"Kamu mau bicara serius tentang apa?" tanya Prince kepada Angel.
"Angel mau bicara tentang Zara." jawab Angel kepada Prince.
Prince yang mendengar bahwa Angel ingin berbicara serius tentang Zara merasa bingung.
"Oh,ya sudah bicara saja,ada apa dengan dia?" Prince bertanya kepada Angel.
"Kak.. Kak Prince tahu gak sih kalau Zara itu suka banget sama Kak Prince? cinta malah.Tapi Kak Prince kok suka jahat sih sama Zara? Angel kasihan tahu kak ngeliat Zara di gituin terus sama Kak Prince.Harusnya Kak Prince bisa merasakan itu Kak," ucap Angel kepada Prince dengan harapan Prince mau membuka hatinya untuk Zara.
Prince merasa kaget ketika Angel berbicara seperti itu terhadap Prince,namun Prince tidak mau menunjukan wajah kagetnya di hadapan Angel.
"*Ternyata dugaanku benar,selama ini gadis bodoh itu telah menyimpan rasa kepadaku,tapi aku tidak mungkin menerimanya menjadi kekasihku*."
Dalam hati Prince merasa bingung harus berbuat apa,karena Prince sejak dulu tidak akan pernah mau menjalin hubungan dengan wanita yang usianya jauh lebih muda darinya.
Bagi Prince menjalin hubungan dengan wanita seusia Zara hanya akan membuat hidupnya rumit dan berantakan,meskipun Prince belum mencobanya.
"Angel,ini sudah malam,sebaiknya kamu istirahat." Prince meminta Angel untuk istirahat karena Prince tidak mau mendengar ucapan Angel lagi.
"Baiklah,tapi jangan sampai Kak Prince menyesal ya kalau nanti Zara di miliki oleh laki-laki lain,ingat kata-kata Angel."
Angel merasa sangat kesal kepada Prince karena Prince tidak mau mendengar ucapan Angel.
Kemudian Angel pun masuk ke dalam Villa meninggalkan Prince di luar.
__ADS_1
Prince dalam hatinya sedang berperang melawan keegoan diri,namun egonya Prince terlalu tinggi hingga membuat Prince begitu sulit untuk menerima Zara.