
PUKUL 12 SIANG
Zara,angel,vanya,stela dan Selin kini berada di sebuah mall untuk berbelanja dan makan siang.Mereka berjumpa setelah beberapa hari tidak bertemu.
"Gaes,gue mau ngasih tahu ke kalian semua kalau gue dan Kak Prince itu sudah jadian hehehe,"
Zara memberitahu Angel,vanya,stela dan Selin tentang hubungannya dengan Prince.
"Apaaa? Luh dan Kak Prince sudah jadian? beneran?" seru Angel,vanya,stela dan Selin berbarengan dengan wajah gembira mereka.
"Iya benar,gue dan Kak Prince sudah jadian,gue juga gak nyangka banget karena sepulang dari Bandung tiba-tiba saja Kak Prince datang ke apartemen gue,lalu Kak Prince ngajakin gue dinner gitu,habis itu Kak Prince menyatakan cintanya sama gue hihihi."
Zara menceritakan semuanya kepada sahabat-sahabatnya dengan perasaan senang.
Zara merasa seakan dunia hanya miliknya berdua dengan Prince.Baru kali ini Zara merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
"OMG.... Gue iri banget deh dengarnya,gue juga mau punya pacar setampan Kak Prince... Pokoknya gue senang dengar luh dan Kak Prince sudah jadian hehehe," ucap Selin kepada Zara dengan perasaan senang.
"Gue juga turut berbahagia mendengar luh dan Kak Prince sudah berpacaran,semoga saja kalian bisa sampe married ya."
Vanya mendoakan Zara supaya hubungan Zara dengan Prince bisa sampai ke pelaminan.
"Makasih ya Selin,vanya...Semoga kalian nanti bisa mendapatkan laki-laki yang kalian suka.
"Aamiin," sahut Selin dan Vanya berbarengan.
"Duuuhhhh,coba saja Kak Kevin buru-buru nembak gue,pasti gue sekarang udah bahagia banget sama kaya Zara," ucap Stela kepada Zara.Stela membayangkan Kevin menjadi kekasihnya.
"Ututututu... luh yang sabar ya Stela,gue saja kemarin sabar banget nunggu Kak Prince nyatain cinta.Jujur saja gue juga gak nyangka kalau Kak Prince bakalan suka juga sama gue,secara dia itu cuek dan dingin,tapi sekarang Kak Prince berubah banget," ujar Zara kepada Stela.
"Berubah gimana? Kak Prince gak nyebelin kan?" Tanya Vanya kepada Zara.
"Sama sekali enggak,yang ada bikin gemassss karena Kak Prince jadi bucin gitu deh sama gue hahahaha."
Zara tertawa senang sambil membayangkan hal lucu yang Prince ucapkan,serta kebucinan dan kecemburuan Prince yang membuat Zara suka.
"Pantesan saja pas kita baru pulang dari Bandung Kak Prince itu minta nomor handphone luh dan alamat apartemen luh sama gue,ya udah gue kasih saja,sekalian gue panas-panasin juga Kak Prince.Gue bilang kalau Zara tidak langsung pulang ke apartemen melainkan akan bertemu seseorang,makanya Kak Prince pengen cepat-cepat banget ketemu sama luh hahahaha."
Angel menceritakan semuanya kepada Zara,vanya,stela dan Selin sambil tetawa senang.
"Ya ampun Angel,pantesan saja mukanya Kak Prince kaya cemas gitu pas datang ke apartemen gue,dia bahkan ngira gue mau jalan sama cowok lain kayanya karena pas gue bukain pintu apartemen gue, kak Prince ngelihat gue pakai sepatu gitu,jadi Kak Prince mikirnya gue mau jalan sama cowok lain deh hahaha."
Zara tertawa puas saat menceritakan Prince kepada Angel dan semua sahabat-sahabatnya.
"Hahahaa....Kasihan sekali sih Kak Prince sampe ketakutan kaya gitu hahaha..."
Angel,vanya,stela dan Selin tertawa puas mendengar cerita tentang Prince.
"Duuuhh... gue mau lah kalau di bucinin sama cowok kaya Kak Prince,kayanya gimana gitu ya? Serasa kita menjadi wanita paling istimewa gitu," Stela berhayal di bucinin sama Kevin sambil senyum-senyum sendiri.
"Hahahaha,luh tuh bisanya ngayal saja,kasiaaaan deeeh looo," selin menertawakan Stela begitu keras.
"Hahahaha... Padahal luh juga sama kaya gue sukanya ngayal,luh kan jomblo sejati Selin hahahaha." Stela menertawakan Selin kembali dengan terbahak-bahak.
__ADS_1
"Kalian ini ya selalu saja ribut,pusing gue dengarnya," ucap Vanya kepada Stela dan Selin.
"Zara,gue senang banget deh akhirnya luh dan Kak Prince bisa jadian.Gue selalu meminta luh buat bersabar karena gue yakin Kak Prince pasti bakalan suka juga sama luh," ujar Angel kepada Zara dengan perasaan senang.
"Angeeellll... gue gak tahu lagi mau ngomong apa sama luh,kalau luh gak minta gue buat terus semangat mungkin gue sudah menyerah.Makasih banyak ya Angel sayang.."
Zara memeluk Angel dengan perasaan bahagia dan bersyukur karena selama ini Angel selalu mendukungnya.
"Sama-sama Zara.... gue senang karena luh sekarang sudah bahagia," ucap Angel kepada Zara.Kemudian mereka pun melepaskan pelukannya
"Cieeee bentar lagi ada yang jadi saudara nih hahaha," selin meledek Zara dan Angel,karena Angel sepupunya Prince.
"Selin benar,kalian bentar lagi kan jadi saudara jadi kalian harus akur terus ya hahaha," ucap Stela kepada Zara dan Angel sambil tertawa.
"Iya dong,gue dan Zara pasti akan saling dukung terus...iya kan Zara?" Angel bertanya kepada Zara.
"Tentu saja,gue bersyukur banget bisa kenal dengan Angel." ujar Zara kepada Angel,vanya,stela dan Selin.
"Oh ya Zara,gimana penyamaran luh sebagai Zuminten itu?" tanya Vanya kepada Zara.
"Oh,iya.Ya ampun gue kok sampe lupa gini ya?" Zara lupa kalau dirinya harus menyamar menjadi Zuminten.
"Tapi luh kan sudah beberapa hari gak masuk kerja? apa Kak Prince gak nyariin luh?" tanya Stela kepada Zara.
"Itu dia,gue juga gak tahu,handphone gue yang satunya gue matiin karena kan kemarin kita liburan ke Villa," ucap Zara kepada Stela.
"Ya sudah,lebih baik luh akhiri saja penyamaran luh sebagai Zuminten.Luh pamit saja untuk berhenti bekerja di apartemennya Kak Prince."
"Angel benar,lagian sekarang kan luh sudah pacaran sama Kak Prince,mau apa lagi?" ucap Vanya kepada Zara.
"Iya juga sih,ya sudah nanti sore gue ke apartemennya Kak Prince saja deh buat berhenti bekerja.Mudah-mudahan saja Kak Prince tidak mengetahui penyamaran gue,karena Kak Prince bisa marah kalau tahu," ujar Zara kepada sahabat-sahabatnya.
"Kak Prince gak akan marah lah,kan sekarang luh juga sudah jadi pacarnya Kak Prince," ucap Stela kepada Zara.
"Stela benar,untuk apa Kak Prince marah?" selin bertanya kepada Zara.
"Kak Prince pasti marah kalau tahu kebohongan gue,karena Kak Prince itu tidak suka di bohongi."
Zara menjelaskan kepada Stela dan Selin kalau Prince tidak suka di bohongi sedikit pun.
"Benar juga ya,berarti luh jangan sampai ketahuan sama Kak Prince."
Vanya mewanti-wanti kepada Zara agar pebyamaran Zara tidak sampai ketahuan oleh Prince.
"Oke deh,pokoknya gue akan lebih berhati-hati supaya Kak Prince gak curiga sama penyamaran gue," ucap Zara kepada semua sahabat-sahabatnya.
"Oh,ya. Lusa kan kita akan ada pengumunan kelulusan di sekolah,gue deg deg an banget nih takut gak lulus ."
Stela merasa takut kalau dirinya sampai tidak lulus.
"Gue juga sama,gue takut kalau gak lulus juga.Mudah-mudahan saja kita semua lulus ya dengan nilai yang memuaskan," ucap Vanya kepada sahabat-sahabatnya .
"Aamiin.. Kita harus banyak berdo'a supaya kita bisa lulus dengan nilai yang sempurna," ujar Zara kepada semua sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
"Zara benar,semuanya harus di iringi dengan Do'a," ucap Angel kepada Zara,vanya,stela dan Selin.
"Oh,ya gaes gue mau cerita sama kalian semua tentang kejadian kemarin siang."
Zara ingin menceritakan tentang Barra yang mengajaknya makan siang dan tentang Prince yang cemburu.
"Luh mau cerita apa? cerita sekarang dong," stela tidak sabar untuk mendengar cerita Zara.
"Cepetan cerita,kita semua kan pengen dengar ceritanya,pasti tentang Kak Prince ya hehehe," selin antusias karena Selin yakin kalau Zara akan menceritakan tentang Prince.
"Oke,gue akan cerita tentang kejadian kemarin siang.Kemarin tuh Kak Barra menghubungi gue dan ngajak gue makan siang,dan setelah gue udah sampai di restaurant bersama Kak barra,tiba-tiba saja Kak Prince datang lalu menghampiri gue sama Kak Barra."
"Terus terusss... gimana kelanjutannya?" Selin tidak sabar ingin mendengar kelanjutan cerita Zara
"Luh tuh ya Selin.Zara kan belum selesai bercerita tapi udah luh potong terus terus saja.Dengerin dulu dong ceritanya sampai selesai," stela merasa kesal kepada Selin karena Selin tidak sabaran.
"Iya,sorry deh .. Ya sudah lanjutkan saja ceritanya Zara sayang hehe," selin meminta Zara untuk melanjutkan ceritanya.
"Oke,gue lanjut ceritanya ya.Kak Prince datang dengan wajah cemburunya karena ngeliat gue sama Kak Barra berada di sebuah restaurant untuk makan siang.Dan luh semua tahu gak apa yang bikin gue kaget?"
Zara bertanya kepada semua sahabat-sahabatnya apa yang membuat Zara kaget.
"Memangnya apa? kita gak tahulah apa yang bikin luh kaget," ucap Vanya kepada Zara.
"Buruan dong cerita,apa yang bikin luh kaget," selin dengan tidak sabarnya ingin agar Zara bercerita apa yang membuat Zara kaget.
"Jadi,kak Prince dan Kak Barra itu ternyata mereka saling kenal,karena mereka dulu kuliah di luar negeri, dan sekarang Kak Prince dan Kak Barra akan mengadakan kerja sama di perusahaan Kak Prince."
Zara menceritkan semuanya kepada Angel,vanya,stela dan Selin.
"Apa? jadi Kak Prince dan Kak Barra itu saling kenal?" Stela merasa kaget saat mendengar cerita dari Zara.
"Waduuh gawat nih,bakalan ada pertandingan yang sengit kayanya," ucap Selin kepada Zara,angel,vanya dan Stela.
"Pertandingan apa sih Selin?" tanya Vanya kepada Selin.
"Pertandingan memenangkan hatinya Zara lah,gue yakin Kak Barra juga naksir tuh sama Zara pas kemarin ketemu Zara,iya Kan Zara?"
Selin seolah tahu kalau Barra ingin mendapatkan hatinya Zara juga.
"Selin kok tahu bisa sih kalau Kak Barra itu seolah suka banget sama gue? tumben banget Selin bisa mikir kaya gitu?" batin Zara berbicara.
"Gue juga gak tahu sih Kak Barra naksir gue apa gak? tapi kalau di lihat dari pandangannya ke gue kayanya Kak Barra suka gitu deh sama gue," jawab Zara kepada Selin.
"Tuh kan,apa gue bilang? Ini sih pasti bikin Kak Prince gak tenang hahahaha," selin tertawa puas seolah tahu semuanya.
"Selin,luh kok tumben sih bisa tahu gitu?" Stela bertanya kepada Selin.
"Ya gue kan cuma nebak saja,gue yakin setiap laki-laki yang bertemu dengan Zara pasti bakalan naksir sama Zara,termasuk Kak Barra itu. Dan hal ini bakalan bikin Kak Prince cemburu," ucap Selin kepada Stela dan yang lainnya.
"Selin,luh tuh sekarang pinter banget sih? kayanya tadi pagi luh habis makan belalang deh hahahaha ."
Semua tertawa heran mendengar Selin berbicara pintar seperti itu .
__ADS_1