PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
MANSION MEWAH


__ADS_3

"Sayang,kita mau kita pergi kemana?" tanya Prince kepada Zara.


Prince dan Zara sudah berda di dalam mobilnya Prince.


"Kemana pun Kak Prince mengajak Zara untuk pergi,zara pasti akan ikut sayang," jawab Zara kepada Prince sambil tersenyum.


"Benarkah sayang? Kalau begitu aku akan membawamu ke sebuah tempat sayang," ucap Prince kepada Zara sambil Prince mengemudikan mobilnya.


"Oke,tapi Zara penasaran kak Prince akan membawa Zara ke tempat seperti apa?" Zara dengan wajah penasarannya bertanya kepada Prince.


"Nanti kamu pasti akan tahu sayang,aku harap kamu akan menyukainya," ucap Prince kepada Zara.


Prince kemudian melajukan mobilnya sedikit lebih cepat agar dirinya bisa segera sampai di tempat yang akan mereka tuju.


Sementara itu Kevin yang sedang berada di dalam mobilnya bersama Stela,membawa Stela pergi ke sebuah restaurant mewah untuk makan siang.


"Kak,aku kan masih memakai baju sekolah," ucap Stela kepada Kevin ketika Kevin dan Stela baru saja sampai di sebuah restaurant mewah.


Stela yang tadi pagi mengambil surat kelulusan di sekolahnya belum mengganti pakaian sekolahnya karena dirinya tadi langsung pergi ke Cafe bersama Zara,angel,vanya dan Selin.


"Tidak apa-apa Stela,kamu masih tetap cantik kok," ucap Kevin kepada Stela dengan memuji wajah cantik Stela.


Stela yang mendapat pujian dari Kevin merasa malu saat Kevin memuji dirinya,namun dalam hatinya Stela merasa senang.


"Kak Kevin bisa saja deh,stela kan jadi malu kak," stela menutup wajahnya karena merasa malu di puji oleh Kevin.


"Kenapa harus malu? Kak Kevin kan tidak bohong kalau kamu itu memang cantik," ujar Kevin kepada Stela.


"Makasih Kak," ucap Stela kepada Kevin dengan senyum malu-malu.


"Sama-sama Stela," sahut Kevin kepada Stela.


Stela pun akhirnya mau makan di restaurant mewah tersebut bersama Kevin dengan memakai pakaian sekolah.Meskipun awalnya Stela malu dan tidak percaya diri.


Kevin dan Stela duduk di kursi meja restaurant,lalu mereka memesan makan siang mereka.


"Kak Kevin memangnya hari ini tidak bekerja ya?" tanya Stela kepada Kevin.


"Hari ini Kak Kevin bekerja setengah hari,tadi jam 12 Kak Prince dan Kak Kevin sepakat untuk bekerja setengah hari saja karena Kak Prince ingin memberikan kejutan untuk Zara.Begitupun dengan Kak Kevin yang ingin memberikan kejutan untuk kamu Stela."


Kevin menjelaskan semuanya kepada Stela mengapa Kevin dan Prince hari ini hanya bekerja setengah hari.


"Oooh,begitu ya ceritanya.. Makasih banyak ya Kak.Hari ini Kak Kevin sudah ngasih kejutan untuk Stela,ngajak makan siang pula hehehe," ucap Stela kepada Kevin.


"Tapi kamu senang tidak?" tanya Kevin kepada Stela.


"Senang bangeeettt Kak.Stela gak nyangka deh kalau Kak Kevin akan datang bersama Kak Prince untuk memberikan kejutan di hari kelulusan Stela dan Zara."


Stela merasa sangat bahagia dengan kedatangan Kevin di Cafe.Apa lagi Kevin memberikannya bunga mawar yang indah.


Kevin pun tersenyum ketika melihat Stela tersenyum bahagia kepadanya.


"Ngomong-ngomong kamu mau kuliah dimana?" tanya Kevin kepada Stela.


"Masih di jakarta Kak,memangnya kenapa Kak?" Stela bertanya kembali kepada Kevin.


"Tidak apa-apa,kak Kevin hanya bertanya saja.Kak Kevin kira kamu akan kuliah di luar negeri," ucap Kevin kepada Stela.


"Stela sebenarnya mau saja jika kuliah di luar negeri,tapi Stela takut kalau harus tinggal sendirian di sana.Meskipun orang tua Stela selalu ke luar negeri tapi Stela gak yakin mereka akan menemui Stela."

__ADS_1


Stela dengan wajah murung merasa takut kalau harus hidup sendirian di luar negeri.


Kevin yang mendengar cerita dari Stela merasa ada yang aneh dengan apa yang di ucapkan oleh Stela kepadanya.


"Memangnya kenapa orang tua kamu tidak akan menemui kamu? Mereka pasti akan sangat perduli terhadap anaknya,apa lagi kamu anak perempuan," ucap Kevin kepada Stela.


"Stela belum pernah cerita ya sama Kak Kevin tentang kedua orang tua Stela?" tanya Stela kepada Kevin.


"Iya,belum pernah.Tapi kalau kamu tidak mau menceritakannya juga tidak apa-apa Stela."


Kevin tidak mau memaksa Stela untuk bercerita tentang kedua orang tuanya Stela kepada Kevin.


"Gak apa-apa kok Kak.Kedua orang tua Stela kerap kali bertengkar,mereka tidak pernah perduli terhadap Stela.Makanya Stela lebih sering sendirian di rumah.Meskipun sejujurnya Stela sangat merindukan kasih sayang dari mereka."


Dengan mata yang mulai berkaca-kaca Stela pun menceritakan semuanya kepada Kevin.


Kevin yang mendengar cerita Stela merasa sangat kasihan terhadap Stela.Sekarang Kevin mengerti mengapa Stela selalu mencari perhatian dari laki-laki,semua itu pasti karena Stela membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.


"Kamu jangan sedih ya,masih banyak kok orang yang sayang dan perduli sama kamu,termasuk aku," ucap Kevin kepada Stela.


"Memangnya Kak Kevin sayang ya sama Stela?" tanya Stela kepada Kevin.


Kevin yang mendengar pertanyaan dari Stela langsung terlihat gugup.


"Euuu... maksud Kak kevin sahabat-sahabat kamu... sekarang lebih baik Kita makan saja dulu ya."


Kevin tidak mengakui perasaannya kepada Stela dan malah mengalihkan ke yang lain.


Stela merasa kecewa saat Kevin tidak menjawab pertanyaannya dan malah mengalihkannya ke yang lain.


"Baiklah," sahut Stela kepada Kevin.




Prince membawa Zara ke sebuah mansion mewah dimana mansion tersebut adalah milik Prince yang sedang di bangun.



"Kenapa kita masuk ke mansion mewah ini kak?" tanya Zara kepada Prince.



Zara terlihat kaget dan bingung saat gerbang mewah yang tinggi menjulang terbuka dengan sendirinya ketika Prince masuk ke mansion mewah tersebut.



"Karena ini mansion milik kamu sayang," jawab Prince kepada Zara.



"Apa? mansion ini milik Zara?"



Dengan wajah yang terkejut Zara masih bingung dengan ucapan Prince yang mengatakan bahwa mansion mewah itu ialah milik Zara .


__ADS_1


Tak lama Prince pun ke luar dari dalam mobilnya,lalu Prince membukakan pintu mobil untuk Zara ketika Zara hendak ke luar dari dalam mobil.



"Makasih Kak," ucap Zara kepada Prince dengan perasaan bahagia karena Prince memperlakukan Zara layaknya seperti seorang Ratu.



"Sama-sama sayang," sahut Prince kepada Zara.



Zara kemudian melihat-lihat halaman yang ada di mansion mewah tersebut dengan pandangan yang takjub.



"*Wooooowww... ini benaran mansionnya Kak Prince? Kereeen banget sih... Gue gak nyangka Kak Prince bisa bikin mansion semewah dan semegah ini.Kak Prince berarti benar-benar punya banyak uang dong ya? Tapi gue kan suka sama Kak Prince itu tulus,bukan karena harta*."



Zara tak henti-hentinya di buat takjub ketika melihat mansion mewah dan megah milik Prince tersebut.



Prince dapat melihat wajah Zara yang terlihat takjub itu.Namun Prince hanya bisa tersenyum melihatnya.



"Sayang,apa kamu suka dengan mansionnya?" tanya Prince kepada Zara.



"Suka banget kak,mansionnya sangat mewah dan megah.Kak Prince hebat banget bisa bikin mansion sebesar ini."



Zara memuji Prince yang menurut dirinya sangat hebat karena Prince bisa memiliki mansion yang mewah dan megah di usianya yang masih sangat muda.



Di mansion milik Prince tersebut masih ada banyak pegawai yang sedang mengerjakan mansion,karena mansion tersebut belum selesai di bangun.



"Mansion mewah ini tidak artinya sayang kalau tidak ada bidadari yang segera mengisi mansion ini," ucap Prince kepada Zara.



"Maksudnya Kak Prince?" Zara dengan wajah polos tidak tahu maksud Prince.



"Sayang,kita masuk saja dulu ke dalam,nanti kamu akan mengerti maksud aku," ajak Prince kepada Zara sambil Prince memegang tangan lembut Zara.



"Baiklah," sahut Zara kepada Prince.


__ADS_1


Prince pun mengajak Zara masuk ke dalam mansion mewah dan megah miliknya tersebut agar Zara bisa melihat semuanya.


__ADS_2