PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
ZARA PENASARAN


__ADS_3

Prince sudah berada di depan pintu apartemennya Zara untuk menjemput Zara,karena Prince dan Zara akan makan siang bersama kedua orang tua Zara.


"Semoga saja Zara tidak bertanya mengenai luka yang ada di sudut bibirku ini.Aku tidak mau kalau sampai Zara khawatir kepadaku," batin Prince berbicara.


Prince kemudian mengetuk pintu apartemen Zara ketika dirinya sudah berada di depan pintu apartemen Zara.


"Tok.... Tok... Tok...."


Prince mengetuk pintu apartemen Zara dengan perasaan takut. Prince takut kalau Zara akan bertanya mengenai luka yang ada di wajah Prince.


Tak lama Zara pun membuka pintu apartemennya. Zara tahu bahwa yang mengetuk pintu apartemennya adalah Prince yang akan menjemput dirinya untuk makan siang bersama kedua orang tuanya.


"Ceklekkk..."


Zara membuka pintu apartemennya. Lalu Zara melihat Prince sudah berdiri di depan pintu apartemennya tersebut.


"Sayang.."


Zara menyambut Prince dengan begitu gembira dan langsung memeluk Prince yang tengah berdiri di depan pintu apartemennya dengan perasaan senang.


Prince yang mendapat pelukan hangat dari Zara pun tersenyum bahagia karena dirinya di sambut begitu gembira oleh Zara.


"Adududuh... Sepertinya kamu sangat rindu sekali kepadaku Sayang?" tanya Prince kepada Zara ketika Prince melihat Zara memeluk erat dirinya.


"Sangat rindu sekali sayang. Aku ingin selalu memeluk kamu seperti ini setiap hari," ucap Zara kepada Prince dengan begitu manja.


Mendapat pelukan erat dari Zara membuat Prince merasa begitu senang. Apalagi Prince sangat suka ketika melihat Zara begitu manja kepada Prince. Dengan begitu Prince merasa selalu di butuhkan oleh Zara.


Tak lama Zara pun melepaskan pelukannya dari Prince, lalu dirinya memandang wajah Prince yang dimana terdapat luka lebam di wajah Prince.


Zara terkejut ketika melihat sudut bibir Prince terluka lebam seperti bekas pukulan tangan.


"Sayang, bibir kamu kenapa?" tanya Zara kepada Prince dengan khawatir ketika Zara melihat sudut bibir Prince terlihat merah dan memar.


Prince yang mendapat pertanyaan dari Zara seperti itu merasa gugup untuk menjawab pertanyaan dari Zara tersebut.


"Tidak apa-apa kok Sayang. Tadi aku hanya ke pleset di ruang kerja dan terbentur di meja kerja aku saja," jawab Prince kepada Zara dengan tidak jujur.


Prince berbohong kepada Zara karena Prince tidak mau kalau sampai Zara mengetahui perbuatan Barra kepadanya.


Zara yang mendengar pernyataan dari Prince seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Prince karena Zara melihat Prince terlihat begitu gugup ketika menjawab pertanyaan dari Zara tersebut.


"Tapi Kak Prince gak bohong kan? Karena yang Zara lihat luka di wajah Kak Prince ini terlihat seperti bekas pukulan tangan Kak," ucap Zara kepada Prince.


Prince yang mendengar ucapan Zara merasa berdosa karena telah berbohong kepada Zara.


"Sayang.. Kak Prince minta ma'af ya sudah membohongi kamu.Kak Prince hanya tidak ingin memperpanjang masalah dengan Barra." batin Prince berbicara sambil dirinya menatap wajah Zara.

__ADS_1


"Sayang, ini bukan bekas pukulan sayang. Kak Prince tadi beneran terpeleset di ruangan kerja dan langsung terbentur di meja kerja Kak Prince. Kamu tidak usah khawatir ya,karena ini juga tadi sudah di obatin. Lebih baik kita ke restoran saja sekarang karena mama papa kamu pasti sudah nungguin kita di sana," ajak Prince kepada Zara.


Prince meminta Zara untuk tidak khawatir kepadanya mengenai luka yang ada di sudut bibirnya Prince tersebut.


Namun ntah mengapa Zara masih tidak percaya dengan pernyataan Prince tersebut,karena Zara yakin luka yang ada di sudut bibirnya Prince bukanlah di sebabkan oleh benturan meja melainkan di sebabkan oleh pukulan tangan seseorang.


"Kak Prince kenapa berbohong seperti ini ya sama aku? Apa yang sebenarnya Kak Prince sembunyikan dariku? Dan siapa orang yang telah memukul Kak Prince seperti ini? sungguh membuatku khawatir saja."


Dalam hati Zara merasa sangat khawatir kepada Prince ketika Zara melihat bekas pukulan di wajah Pirnce.


"Baiklah, tapi Kak Prince jangan sampai berbohong ya sama Zara,karena Zara tidak suka di bohongi oleh Kak Prince. Seberapa pintapun Kak Prince menyembunyikan kebohongan pasti akan ketahuan juga oleh Zara," ucap Zara kepada Prince dengan mengancam.


Prince yang mendengar ucapan Zara merasa takut kalau sampai Zara mengetahui semuanya.


Prince juga merasa bersalah karena telah berbohong kepada Zara, namun Prince juga tidak mau membuat Zara membenci Barra, karena bagaimanapun juga Barra melakukan kekerasan itu kepada Prince karena Barra merasa sakit hati.


"Iya sayang," ucap Prince kepada Zara.


Prince dan Zara kemudian turun menuju parkiran apartemen,lalu mereka masuk ke dalam mobil Prince menuju restauran untuk makan siang bersama kedua orang tua Zara.


"Sayang, Kapan sih Kak Prince akan memberitahu Zara mengenai apa yang Kak Prince dan kedua orang tua Zara bahas tadi malam?" tanya Zara kepada Prince dengan penasaran ketika dirinya berada di dalam mobil mewah Prince.


"Nanti malam ya sayang. Kalau hari ini kan kita mau makan siang dulu dengan orang tua kamu. Nanti malam setelah Kak Prince pulang kerja kita bertemu lagi untuk membahas apa yang tadi malam di bicarakan oleh Kak Prince dengan orang tua kamu," ujar Prince kepada Zara.


"Baiklah. Tapi memangnya Kak Prince tidak bosan ya kalau nanti malam ketemu Zara lagi?" tanya Zara kepada Prince. Zara takut kalau Prince akan bosan jika sering bertemu dengan Zara.


Jika Prince boleh meminta,prince ingin selalu berada di sisi Zara setiap waktu.


"Zara juga selalu merindukan Kak Prince dan ingin selalu bertemu dengan Kak Prince setiap waktu,karena Zara benar-benar sangat mencintai Kak Prince hehehe. "


Zara merasa sangat bahagia mendengar ucapan Prince yang sangat mencintai dirinya,karena Zara pun sangat mencintai Prince.


Tak lama Prince dan Zara sudah tiba di restauran yang mereka tuju untuk makan siang bersama kedua orang tua Zara.


"Om, tante. Ma'af ya Prince dan Zara telat datangnya." ucap Prince kepada kedua orang tua Zara.


"Tidak apa-apa kok nak Prince. Kami juga belum lama sampai di sini. Silahkan kalian duduk dan pesan makanan," titah mama Clara kepada Prince.


"Baik tante," sahut Prince kepada mama Clara.


Prince dan Zara Kemudian duduk di kursi meja yang telah di pesan oleh kedua orang tua Zara,lalu mereka pun memesan makanan yang akan mereka nikmati.


"Nak Prince. Kenapa wajahnya nak Prince terlihat lebam dan merah? " tanya mama Clara kepada Prince dengan panik.


Prince yang mendapat pertanyaan dari mama Clara merasa gugup harus menjawab apa, karena Prince sebenarnya tidak mau berbohong kepada kedua orang tua Zara mengenai Barra yang telah memukul Prince, namun Prince juga tidak mau kalau sampai di anggap mengadu kepada kedua orang tua Zara.


"Oh, tadi Prince terbentur meja kerja tante. Jadi merah lebam seperti ini," ucap Prince kepada mama Clara dengan berbohong.

__ADS_1


"Ya ampun... Tapi sudah di obatin kan nak Prince?" tanya mama Clara kepada Prince.


"Sudah tante,sekarang sudah tidak sakit lagi," ucap Prince kepada mama Clara.


" Lukanya terlihat cukup parah nak Prince. Lain kali harus lebih berhati-hati," ucap Papa Hyun kepada Prince dengan perhatian.


"Baik Om, terima kasih. Lain kali Prince akan lebih berhati-hati lagi," ujar Prince kepada papa Hyun.


Zara yang melihat kedua orang tuanya yang tampak begitu perhatian kepada Prince merasa begitu bingung melihatnya karena Prince sendiri belum menjelaskan semuanya kepada Zara.


"Zara, kamu kenapa sayang? dari tadi kok diam saja?" tanya mama Clara kepada Zara.


"Tidak apa-apa kok mah, hanya saja Zara merasa bingung melihat mama dan papa begitu perhatian terhadap Kak Prince," ucap Zara kepada mama Clara.


"Kamu bingung kenapa sayang?" mama Clara bertanya kembali kepada Zara.


kemudian Prince dengan cepat menjawab pertanyaan dari mama Clara yang bertanya mengenai kebingungan Zara.


" Tante. Prince belum membahas apa yang tadi malam kita bahas kepada Zara, sehingga Zara masih bingung melihat kedekatan Prince dengan om dan tante," ujar Prince kepada mama Clara dengan jelas.


"Oh begitu. Pantesan saja Zara masih bingung dengan kedekatan kita ya nak Prince. kalau bisa nak Prince secepatnya memberitahu Zara supaya Zara tidak bingung seperti ini," titah mama Clara kepada Prince.


"Baik tante. Nanti malam rencananya Prince akan membahas semuanya dengan Zara," ujar Prince kepada mama Clara.


"Memangnya kenapa sih tidak di bahas sekarang saja? Zara kan penasaran dengan apa yang Kak Prince dan mama papa bahas tadi malam. "


Zara memanyunkan wajahnya karena dirinya merasa kesal ketika Prince dan kedua orang tuanya tidak langsung membahas masalah tadi malam dengan Zara.


" Zara.. Nanti malam kan Kak Prince akan membahasnya dengan kamu, jadi kamu tidak perlu tahu dari mama dan papa dong sayang," ujar mama Clara kepada Zara.


"Huuuhhhh, mama dan papa sama saja dengan Kak Prince. Sama-sama senang membuat Zara penasaran," ucap Zara kepada mama Clara.


Prince dan kedua orang tua Zara hanya tersenyum ketika mendengar Zara berbicara seperti itu kepada mereka.


Tak lama makanan yang telah di pesan oleh Mama Clara dan Zara pun sudah di hidangkan atas meja.


"Ya sudah kita makan saja dulu yuk," ajak mama Clara kepada papa Hyun, zara dan Prince.


"Baik, tante," sahut Prince kepada mama Clara.


Zara,prince dan kedua orang tua Zara menikmati makan siang bersama.


Ya sudah kalian pesan apa yang akan kalian makan kalau mama dan papa barusan sudah pesan. " ujar Mama Clara kepada Zara dan Princess


"Oke Ma. sahut ziarah kepada Mama Clara


Zara pun memesan makanan yang akan ia makan bersama Prince karena print menyerahkan semuanya kepada Zara. yang akan saya pesan print pasti akan memakannya.

__ADS_1


Prince dan kedua orang tuanya pun berbincang-bincang bersama sebelum makanannya datang


__ADS_2