
"Gimana keadaannya Zara?" Kesya bertanya kepada Prince.
Prince dan Kesya sedang berada di sebuah tempat makan,karena Kesya yang mengajak Prince untuk makan siang bersama.
"Keadaannya sudah membaik,panasnya tidak terlalu tinggi," jawab Prince kepada Kesya dengan santai.
Kesya lalu memandang wajah Prince yang seolah tidak ada rasa bersalah kepada Kesya ketika Prince mengabaikan Kesya tadi malam dan lebih memilih untuk merawat dan menjaga Zara.
"Prince,apa kamu memang tidak memiliki perasaan sedikit pun terhadapku? Apa kamu akan selalu menganggapku sebagai teman Prince?" Dalam hati Kesya merasa sedih karena Prince seakan tidak memperdulikan perasaan Kesya.
"Kamu sepertinya perduli banget ya sama Zara,aku sampai iri melihatnya,ingin rasanya aku menjadi Zara supaya aku bisa mendapatkan perhatian dari kamu," ucap Kesya kepada Prince dengan jujur.
Sebagai seorang wanita Kesya benar-benar iri dan cemburu melihat Prince begitu lembut dan hangat ketika menjaga Zara tadi malam.
Ada rasa sakit di hati Kesya karena merasa di abaikan oleh Prince.
Prince yang mendengar ucapan Kesya merasa kaget.Prince memang tidak tahu kalau selama ini Kesya memiliki perasaan terhadapnya,karena Prince hanya berpikir bahwa Prince dan Kesya hanyalah berteman biasa saja.
"Kamu kenapa iri terhadap Zara? Aku melakukan kebaikan itu atas dasar kemanusiaan,tidak lebih dari itu," ujar Prince kepada Kesya.
"Benarkah?" Kesya bertanya kepada Prince dengan wajah yang semringah.Tadinya wajah Kesya terlihat murung.
Kesya merasa senang kalau ternyata Prince menolong Zara hanya atas dasar kemanusiaan,bukan karena Prince memiliki perasaan terhadap Zara.
"Benar." jawab Prince kepada Kesya.
"Kalau aku yang sakit seperti Zara,apa kamu juga akan melakukan hal yang sama?" tanya Kesya kepada Prince.
Prince yang mendengar pertanyaan dari Kesya merasa bingung untuk menjawabnya,padahal Prince mengatakan tidak memiliki perasaan terhadap Zara,namun apabila yang terjadi dengan Zara terjadi pula pada Kesya,prince sepertinya belum tentu bisa menjaga Kesya sebaik dirinya menjaga Zara.
"Tentu saja,tapi aku sebenarnya tidak suka dengan orang yang tidak bisa menjaga kesehatannya dengan baik,jadi lebih baik kamu jangan sakit," ujar Prince kepada Kesya.
"Kenapa pertanyaan Kesya seperti ini? Apa benar kalau Kesya iri melihat Zara mendapatkan keperdulian dariku? apa Kesya cemburu terhadap Zara? Apa mungkin Kesya memiliki perasaan terhadapku? tapi aku hanya menganggap Kesya sebagai teman saja,tidak lebih."
Dalam hati Prince bertanya-tanya ketika melihat Kesya memberikan pertanyaan seperti itu terhadapnya.
"Tapi aku ingin merasakan di perdulikan dan di perhatikan oleh kamu,apa aku harus sakit dulu supaya kamu mau menjaga dan merawat aku Prince?"
Kesya Ingin sekali mendapatkan perhatian dari Prince,bahkan jika dirinya harus sakit seperti Zara,keysa tidak masalah.
"Prince,aku mau kamu tahu kalau aku juga membutuhkan keperdulian dan perlindungan dari kamu,bukan hanya Zara saja," batin Kesya berbicara.
"Kesya,kenapa kamu berbicara seperti itu? Semua orang ingin sehat,tidak ada orang yang ingin sakit," ujar Prince kepada Zara.
"Tapi aku ingin sakit Prince,aku ingin melihat seberapa perduli kamu terhadap aku," ucap Kesya kepada Prince.
Prince yang mendengar ucapan Kesya yang sudah berlebihan tidak dapat menjawabnya.Kesya meminta Prince untuk perduli kepada Kesya,sedangkan Prince belum tentu bisa seperti apa yang Kesya mau.
"Kesya,aku dan Kevin sebentar lagi menyelesaikan sebuah pekerjaan,nanti kita bisa ketemu lagi Kesya," ujar Prince kepada Kesya.
Prince berdiri dari tempat duduknya untuk membayar semua makanan yang mereka makan.
__ADS_1
"Taa..tapi Prince,aku masih mau ngobrol sama kamu," kesya masih ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi bersama dengan Prince.
Namun Prince sepertinya tidak ingin melanjutkan pembicaraan Kesya yang mengarah kepada perasaan.Prince tidak ingin menyakiti hati Kesya dengan ucapan jujurnya.
"Masih ada hari esok,aku benar-benar harus menyelesaikan pekerjaanku hari ini juga,sampai jumpa nanti Kesya." ucap Prince kepada Kesya.
Prince kemudian meninggalkan Kesya di tempat makan seorang diri.Sementara Prince pergi untuk menemui Kevin.Prince kembali ke Villa miliknya,karena Kevin sudah menunggunya untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Prince tidak mengantarkan Kesya pulang ke Villanya Kesya karena Kesya membawa mobilnya sendiri.
"Kenapa Prince seolah menghindar saat aku meminta sebuah keperdulian darinya? Apa Prince tidak ingin kalau aku menjadi orang yang special di hatinya?" Isi hati Kesya berbicara ketika melihat Prince pergi meninggalkannya.
"Bos,tadi saya kan sudah memberitahu Bos supaya tidak buru-buru pulang,karena saya sudah menyelesaikan pekerjaannya sampai selesai." tutur Kevin kepada Prince.Prince baru saja sampai di Villa miliknya.
"Benarkah? handphone saya tadi mati saat makan siang.Syukurlah kalau kamu sudah menyelesaikannya," ujar Prince kepada Kevin.
"Iya bos,oh ya Bos tadi Nona Angel dan sahabat-sahabatnya izin kepada saya untuk pergi ke kebun buah,mereka ingin memetik buah-buahan yang segar."
"Memetik buah dimana?" tanya Prince kepada Kevin.
"Di kebun buah yang tidak begitu jauh dari Villa ini Bos,nanti saya akan menjemput mereka kalau mereka sudah selesai memetik buah," ujar Kevin kepada Prince.
"Zara?" tanya Prince kepada Kevin.
Prince tidak mau kalau sampai Zara ikut pergi juga bersama sahabat-sahabatnya karena Zara masih kurang sehat.
"Tenang saja Bos,nona Zara tidak ikut.Nona Zara masih istirahat di kamarnya di jaga oleh suster," jawab Kevin kepada Prince.
"Ya sudah, kalau begitu saya ke atas dulu," ucap prince kepada Kevin.
__ADS_1
"Baik,bos," sahut Kevin kepada Prince.
"*Sepertinya Tuan Kevin sudah mulai jatuh cinta nih sama Zara.Semoga saja.Dengan begitu Zara bisa mendapatkan laki-laki yang di sukainya* *selama ini*," batin Kevin berbicara.
Prince kemudian pergi ke lantai atas menuju kamar Zara untuk melihat keadaan Zara saat ini.
Prince dapat melihat Zara dari pintu kamar Zara yang terbuka.Prince melihat Zara sedang tidur siang dengan pulas di tempat tidurnya.
Kemudian perawat yang menjaga Zara menghampiri Prince yang sedang berdiri di pintu kamar sambil memandang ke arah Zara.
"Tuan Prince sudah pulang?" tanya perawat kepada Prince.
"Iya sus," jawab Prince kepada perawat sambil matanya memandang ke arah Zara yang sedang tidur.
"Nona Zara baru saja makan siang dan minum obat.Sepertinya Nona Zara sangat ngantuk sampai-sampai tidur pulas Tuan," ucap perawat kepada Prince.
"Ya sudah,biarkan saja Zara istirahat.Keadaannya bagaimana? apa lebih baik?" tanya Prince kepada perawat.
"Iya Tuan Prince,keadaan Nona Zara sudah lebih baik,panasnya sudah normal,darahnya juga sudah kembali normal," jawab perawat kepada Prince dengan.
"Baiklah,terimakasih sudah menjaganya dengan baik ," ucap Prince kepada perawat yang menjaga Zara.
"Sama-sama Tuan Prince," sahut perawat kepada Prince.
Prince kemudian melangkahkan kakinya ke arah balkon yang ada di lantai atas untuk menenangkan diri.
__ADS_1