PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
ANTARA PRINCE DAN BARRA


__ADS_3

Prince dan Zara sudah berada di dalam mobilnya Prince.Prince akan mengantarkan Zara pulang ke apartemennya Zara.


"Sayaaang... kamu kok dari tadi diam saja?" Zara bertanya kepada Prince dengan wajah tak enak hatinya.Zara sejak tadi melihat Prince hanya terdiam tanpa kata.


"Sayangku yang tampaaaannn.. Jangan diam terus dong..," zara menggoda Prince supaya Prince tidak marah.


Prince kemudian tersenyum ketika Zara memanggilnya sayangku yang tampan.


"Apa kamu tidak mau menjelaskan semuanya kepadaku?" Prince bertanya kepada Zara.


"Menjelaskan apa? Kak Prince kan sudah melihat sendiri kalau Zara hanya makan siang saja dengan Kak Barra," ujar Zara kepada Prince.


"Kamu sebut apa barusan laki-laki itu?" Prince ingin agar Zara mengulang ucapannya tersebut.


"Kak Barra,memangnya kenapa sayang?" tanya Zara kepada Prince.


"Aku tidak suka kalau kamu memanggilnya kakak," Prince tidak suka kalau Zara memanggil Barra dengan sebutan Kakak,karena itu terlihat sangat akrab.


"Lalu aku harus memanggilnya apa?" tanya Zara kepada Princem


"Tidak tahu," sahut Prince dengan perasaan cemburu.


Tak lama Zara dan Prince sudah sampai di parkiran apartemen Zara.


"Sayang...Zara minta ma'af ya Karena tadi Zara tidak memberitahu Kak Prince terlebih dahulu.Tadi sebenarnya Zara ingin menolak ajakan Kak Barra,hanya saja Zara takut kalau orang tua Zara tahu," ucap Zara kepada Prince dengan rasa bersalah.Zara tahu bahwa Prince saat ini tengah cemburu.


Zara meminta ma'af kepada Prince sebelum dirinya turun dari mobil Prince.


Prince kemudian menatap wajah Zara dengan tatapan sendu.Prince dalam hatinya merasa cemas karena Barra sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya Zara untuk mendekati Zara,sementara Prince belum kenal sama sekali dengan orang tuanya Zara.


"Lain kali jangan seperti ini lagi ya sayang,aku gak kuat melihat kamu dekat dengan laki-laki lain," pinta Prince kepada Zara dengan wajah cemburu.


Prince tahu bahwa Zara sulit untuk menolak ajakan dari Barra,namun sekarang Prince sedikit lega karena Barra sudah tahu kalau Prince adalah kekasihnya Zara.


"Iya sayang.. Lain kali Zara akan meminta izin terlebih dahulu sama sayangku yang tampan ini hehehe," ucap Zara kepada Prince dengan memegang kedua pipi Prince yang lembut.


"Kamu ini ya,paling bisa saja menggoda aku.Ya sudah sayang,aku gak bisa antar kamu sampai depan apartemen ya,karena aku sudah di tunggu oleh Barra,kami akan berbicara mengenai pekerjaan di kantor," ujar Prince kepada Zara.


"Memangnya Kak Prince dan Kak Barra mau ada pekerjaan apa? kalian sudah kenal lama ya?" Zara bertanya kepada Prince karena Zara ingin tahu sudah berapa lama Prince dan Barra saling mengenal.


"Barra itu teman kuliah aku dulu di luar negeri sayang,di tambah lagi kami saat ini akan mengadakan kerja sama.Jujur saja dengan adanya kejadian seperti ini membuat aku tidak nyaman sayang," ucap Prince kepada Zara.


Zara yang mendengar bahwa Prince cukup kenal dengan Barra serta akan mengadakan kerja sama dengan Barra merasa tak enak hati kepada Prince.


"Sayang,aku harap kamu tidak memikirkan yang tidak-tidak ya,karena aku dan Kak Barra hanya berteman saja,tidak lebih kok sayang."


Zara meminta supaya Prince tidak mencampuri pekerjaannya dengan urusan pribadinya.


"Kamu tidak perlu khawatir sayang,aku pasti akan profesional dalam urusan pekerjaan,sekarang kamu istirahat saja ya,nanti malam aku akan kirimkan kamu makanan," ucap Prince kepada Zara dengan penuh perhatian.


"Baiklah,aku sayang kamu... Cuuupppp."


Zara mencium pipi Prince agar Prince bisa semangat lagi.


"Kenapa hanya di pipi? di sini memangnya tidak mau ya?" Prince menunjuk ke bibirnya agar Zara mencium bibir Prince.


"Cuuuuuppppp.... sudah kan? Semangat ya hehehe..."


Zara menicum bibir Prince dengan lembut,hal itu membuat Prince tersenyum dan semakin bersemangat.


"Cuuuuppp.." Prince mencium kening Zara sebagai ungkapan rasa sayangnya,lalu Prince memeluk Zara dengan erat.


"Jangan kemana-kemana lagi ya,hubungi aku kalau kamu perlu sesuatu.I love you," ucap Prince kepada Zara dengan rasa sayang


"Siiiaaapppp sayangku yang paling tampan hehehe... love you too..."

__ADS_1


Zara kemudian turun dari dalam mobilnya Prince sambil melambaikan tangannya kepada Prince.


Prince pun melambaikan tangannya kepada Zara,lalu Prince pergi ke kantornya untuk menemui Barra yang sudah menunggu di kantornya Prince.




PUKUL 2 SIANG



Prince baru saja sampai di kantornya,lalu masuk ke ruangan kerjanya.Di sana sudah ada Barra,kevin dan sekretaris pribadinya Barra yang bernama Dion.



Prince dan Barra mengadakan meeting untuk mendiskusikan kerja sama antar perusahaaan dimana keduanya akan saling menguntungkan satu sama lain.



Selama kurang lebih 2 jam mereka berdiskusi untuk merencanakan kerja sama mereka.



Prince dan Barra berusaha untuk profesional dan tidak melibatkan urusan persaaan.



Setelah mereka selesai berdiskusi,kevin dan sekretaris pribadinya Barra yaitu Dion ke luar dari ruangan kerja mereka.



Sementara Prince dan Barra sedang berbincang-bincang di ruangan kerja Prince.




Barra rupanya melihat ada photo Prince di sosial medianya Kesya.



"Kabarnya baik,minggu lalu gue dan Kesya memang bertemu di Bandung," jawab Prince kepada Barra.



"Oh,ya? gue pikir luh dan Kesya itu ada hubungan,karena Kesya pernah beberapa kali memposting photo luh di sosial medianya," ujar Barra kepada Prince.



"*Jujur saja gue sangat kaget ketika tahu bahwa luh berpacaran dengan Zara yang usianya terpaut cukup jauh.Gue pikir luh dan Kesya berpacaran.Ini benar-benar tantangan buat gue,dimana gue harus bersaing dengan luh* *agar gue bisa mendapatkan Zara*." batin Barra berbicara.



"Dari dulu gue hanya menganggap Kesya sebagai teman,tidak lebih." Prince memberitahu Barra tentang dirinya dan Kesya yang hanya menjalin hubungan pertemanan saja.



"Came on,masa luh gak sadar sih kalau Kesya dari dulu itu suka sama luh.Kasihan juga Kesya kalau tahu luh berpacaran dengan Zara," barra seolah ingin agar Prince berpacaran dengan Kesya agar dirinya bisa mendapatkan Zara.



"Gue juga bingung dengan perasaan gue.Gue saat ini sangat mencintai seorang wanita yang belum lama gue kenal,sedangkan dengan Kesya,gue sama sekali gak ada perasaan sedikit pun," ucap Prince kepada Barra dengan jujur.


__ADS_1


Prince ingin agar Barra tahu bahwa hanya Zara lah yang mampu menaklukan hatinya Prince.



Barra yang mendengar ucapan Prince pun menganggukan kepalanya pertanda bahwa Barra percaya dengan apa yang di katakan oleh Prince.Barra mengakui kalau Zara memang mampu menaklukan hati laki-laki manapun,termasuk hatinya Barra.



"*Hanya melihat dari photonya saja gue sudah bisa menyukai Zara,apa lagi setelah gue melihatnya secara langsung.Wajar saja jika Prince tergila-gila terhadapnya,karena gue pun merasakan hal yang sama*."



Dalam hati Barra mengakui magnet yang di miliki oleh Zara itu begitu kuat untuk menarik perhatian laki-laki.



"Apa yang membuat luh menyukai Zara?" tanya Barra kepada Prince.



"Semuanya... semua yang ada di diri Zara gue suka," jawab Prince kepada Barra dengan jelas.



"Wowww... sepertinya luh sudah benar-benar tergila-gila sama Zara hahaha," barra tertawa mendengar jawaban dari Prince.



"Gue rasa juga begitu.Luh sendiri gimana? Apa sudah ada wanita yang membuat luh jatuh cinta saat ini?" tanya Prince kepada Barra.



Prince ingin tahu apa jawaban Barra ketika Prince menanyakan hal itu kepada Barra.



"Saat ini gue sedang menyukai seorang gadis yang wajahnya sangat bersinar seperti berlian.Ntahlah gue bisa mendapatkan gadis itu atau tidak? Yang pasti gue akan terus berusaha untuk memenangkan hatinya." Bara memberikan jawaban yang membuat Prince merasa kesal.



"*Gadis yang luh maksud itu pasti Zara,gue yakin itu Barra.Tapi harus luh tahu bahwa luh gak akan pernah bisa mendapatkan Zara karena gue gak akan biarkan hal itu terjadi*."



Prince tahu Barra seperti apa? Sejak dulu Barra selalu tidak mau kalah oleh Prince atau teman-teman yang lainnya.Barra akan terus berusaha agar apapun yang di inginkannya tercapai.



"Gue harap luh bisa mendapatkan seorang wanita dengan cara yang baik," ucap Prince kepada Barra dengan penuh penekanan.



Prince yakin bahwa saat ini Barra tengah merencanakan sesuatu untuk mendapatkan hatinya Zara.



"Hahahaha.. Gue akuin luh hebat Prince,tapi gue juga tidak kalah hebat dari luh hahaha... Ya sudah gue mau cabut dulu,gue masih ada urusan.Semoga kerja sama kita bisa berjalan dengan lancar," ucap Barra kepada Prince.



"Semoga saja." sahut Prince kepada Barra.



Barra kemudian ke luar dari dalam ruangan kerja Prince untuk kembali ke kantornya.

__ADS_1


__ADS_2