
Ketika Zara sedang berbincang-bincang bersama mama Clara dan tante Sisil,tiba-tiba saja Prince menghubungi Zara.
"Drrrrttttt... drrrttttt..... drrrrrttttt"
Panggilan telpon dari Prince untuk Zara.
"Zara,siapa yang menelpon sayang?" tanya mama Clara kepada Zara ketika mendengar bunyi handphone milik Zara.
"Kak Prince mah," jawab Zara kepada mama Clara dengan jujur.
"Di angkat dong sayang," titah mama Clara kepada Zara.
"Baik mah, zara naik ke atas dulu ya mah,tante Sisil," ucap Zara kepada mama Clara dan tante Sisil.
"Iya sayang," sahut mama Clara dan tante Sisil kepada Zara.
Zara sebenarnya tidak enak hati kepada tante Sisil kalau sampai tante Sisil tahu bahwa Zara sudah memiliki kekasih dan akan berencana untuk menikah dengan Prince.
"Prince itu siapa Kak?" tanya tante Sisil kepada mama Clara.
Mama Clara yang mendengar pertanyaan dari tante Sisil merasa bingung harus menjawab apa,karena mama Clara juga tidak enak hati kalau sampai tante Sisil tahu kalau Zara akan menikah dengan Prince.
"Aku tidak tega memberitahu Sisil kalau Zara akan menikah dengan Prince. Aku tahu Sisil masih trauma dengan sebuah pernikahan karena Sisil pernah gagal menikah." batin mama Clara berbicara.
"Anuuu... Prince itu temannya Zara," jawab mama Clara kepada tante Sisil dengan berbohong.
Tapi ntah kenapa tante Sisil tidak percaya dengan ucapan mama Clara.Tante Sisil merasa bahwa ada yang sedang di sembunyikan oleh mama Clara kepadanya.
"Kak,kakak gak perlu menutupinya. Prince itu pacarnya Zara kan?"
Tante Sisil bertanya kepada mama Clara mengenai hubungan Zara dengan Prince.
Mama Clara yang mendengar pertanyaan dari tante Sisil merasa bersalah kalau dirinya sampai membohongi tante Sisil.
__ADS_1
"Sisil, kamu benar. Prince itu pacarnya Zara," jawab mama Clara kepada tante Sisil.
"Sisil tidak keberatan kok Kak kalau Zara punya pacar," ucap tante Sisil kepada Zara.
"Tapi Sisil,mereka akan segera menikah," ucap mama Clara kepada tante Sisil dengan jujur.
Tante Sisil yang mendengar pernyataan dari mama Clara kalau Zara akan segera menikah dengan Prince merasa begitu terkejut mendengarnya.
"Apa? Zara akan segera menikah?" tanya tante Sisil kepada mama Clara dengan wajah kaget.
"Iya Sisil, zara dan Prince akan segera menikah," ujar mama Clara kepada tante Sisil.
"Tapi kenapa Zara harus menikah muda Kak? memangnya Zara tidak akan kuliah di Korea?"
Tante Sisil merasa sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa Zara akan menikah di usianya yang masih sangat muda.
"Zara akan tetap kuliah,tapi mungkin tidak di Korea,melainkan di jakarta. Karena Prince yang ingin agar dirinya cepat menikah dengan Zara. Setelah menikah mereka akan tetap tinggal di jakarta," ujar mama Clara kepada tante Sisil.
Mama Clara mencoba menjelaskan semuanya kepada tante Sisil.
Tante Sisil merasa kecewa dengan keputusan mama Clara yang telah menyetujui pernikahan Zara dengan Prince.
"Aku tidak percaya ini. Zara akan menikah muda. Sedangkan aku saja begitu trauma dengan sebuah pernikahan. Tapi aku juga tidak mungkin melarang Zara untuk menikah dengan laki-laki yang di cintainya. Meskipun aku merasa takut untuk menjalin hubungan yang serius dengan laki-laki lain. Tapi aku juga tidak bisa memaksa Zara untuk tidak menikah."
"Sisil... Kakak juga awalnya tidak setuju Kalau Zara harus menikah muda. Tapi Prince mengatakan kalau Prince tidak masalah jika Zara harus kuliah di Korea atau di negara manapun asalkan Prince bisa menikah dengan Zara. Prince juga sudah sepakat kalau Zara tidak akan mengandung dulu di usia yang masih muda karena Zara harus fokus untuk kuliah. Jadi Kakak pikir tidak ada alasan untuk Kakak menolak niatan Prince untuk menikahi Zara," ucap mama Clara kepada tante Sisil dengan jelas.
" Kakak kan tahu kalau Sisil trauma dengan pernikahan. Sisil juga sedih kalau harus melihat Zara lebih dulu menikah di banding Sisil. Sisil mengerti mungkin Zara sangat mencintai laki-laki itu,tapi ntah kenapa Sisil tidak bisa melihat Zara menikah lebih dulu dari Sisil Kak," ucap tante Sisil kepada mama Clara dengan perasaan sedihnya.
Mama Clara yang mendengar ucapan tante Sisil merasa sedih karena mama Clara juga kasihan kepada tante Sisil. Apa lagi tante Sisil adalah adik kandungnya sendiri.
"Sisil.. Kakak mengerti bagaimana perasaan kamu. Tapi Kakak juga bingung harus berbuat apa? karena Prince dan Zara benar-benar saling mencintai. Kakak minta agar kamu tidak bersedih melihat Zara akan menikah."
Mama Clara meminta kepada tante Sisil agar tante Sisil tidak merasa sedih ketika melihat Zara akan menikah dengan Prince.
__ADS_1
Tante Sisil sebenarnya mengerti dengan keputusan kedua orang tua Zara yang menerima niatan Prince untuk menikah dengan Zara. Hanya saja tante Sisil masih belum bisa menerima kalau Zara harus menikah muda.
"Ya sudah kak, semua keputusan ada di Kakak dan Zara. Tapi sepertinya aku tidak bisa menyaksikan pernikahannya Zara," ucap tante Sisil kepada mama Clara.
"Memangnya kenapa Sisil? Zara pasti akan sedih Kalau kamu tidak menyaksikan pernikahannya," ujar mama Clara kepada tante Sisil.
"Kakak seharusnya mengerti kenapa aku tidak bisa menyaksikan pernikahannya Zara? itu semua membuat aku sakit dan trauma Kak. Aku harap kakak dan Zara bisa mengerti mengapa aku bisa tidak menyaksikan pernikahannya Zara nanti," ucap tante Sisil kepada mama Clara.
"Ya sudah Sisil. Kalau memang itu keputusan kamu untuk tidak hadir di pernikahan Zara, kakak bisa mengerti. Tapi kakak minta supaya kamu tidak merasa terpuruk lagi ya. Karena kakak sangat menyayangi kamu Sisil dan berharap kamu pun bisa memiliki pasangan yang baik. Kakak yakin di luar sana masih banyak laki-laki yang baik dan mau menyayangi kamu dengan tulus,hanya saja kamu tidak mau membuka hati kamu untuk mereka."
Mama Clara berharap agar tante Sisil bisa memiliki pasangan hidup yang tulus.
Tante Sisil yang mendengar ucapan Mama Clara juga sebenarnya ingin dirinya memiliki pasangan yang dapat menerima dan menyayanginya dengan tulus. Hanya saja rasa trauma itu masih selalu ada di hatinya tante Sisil.
Tak lama Zara pun turun dari lantai atas setelah dirinya selesai berbicara dengan Prince di telepon.
Zara melihat tante Sisil begitu sedih ketika tante Sisil melihat Zara turun ke lantai bawah.
"Tante Sisil Kenapa ya? kok wajahnya kaya lagi sedih gitu? apa mungkin tante Sisil sudah tahu kalau aku akan menikah dengan Prince?" batin Zara bertanya-tanya ketika melihat tante Sisil memandang wajah Zara dengan pandangan sedih.
"Zara... Mama sudah memberitahu tante Sisil kalau kamu nanti akan menikah dengan Prince," ucap mama Clara kepada Zara.
Zara yang mendengar pernyataan dari mama Clara merasa kaget,karena Zara sendiri merasa kasihan kepada tante Sisil kalau sampai tante Sisil tahu Zara akan menikah dengan Prince dalam waktu dekat ini.
Zara kemudian duduk di samping tante Sisil yang terlihat begitu sedih.
"Tante Sisil... Ma'afin Zara ya, karena Zara telah memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang Zara cintai. Tapi bukan maksud Zara untuk menyakiti hati tante Sisil seperti ini. Zara juga sangat berharap agar tante Sisil bisa menemukan kebahagiaan bersama laki-laki yang tante Sisil cintai. Sekali lagi Zara memohon maaf kepada tante Sisil apabila Zara sudah menyakiti hati tante Sisil," ucap Zara kepada tante Sisil.
Tante Sisil yang mendengar ucapan Zara terhadapnya merasa sangat tersentuh. Namun dalam hatinya tante Sisil juga tetap ada rasa sedih karena Zara telah mendahuluinya untuk menikah.
" Zara, kamu tidak perlu meminta maaf seperti ini kepada tante Sisil. Ini semua memang salah tante Sisil Zara, karena tante Sisil terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Tante harap kamu bisa menjalani pernikahan kamu dengan bahagia ya," ucap tante Sisil kepada Zara dengan perasaan yang sedih dan kecewa.
" Rasanya aku tidak tega melihat tante Sisil bersedih seperti ini. Seandainya saja ada laki-laki yang benar-benar tulus mencintai tante Sisil dan ingin menjadikan tante Sisil sebagai pasangannya pasti aku akan sangat bahagia."
__ADS_1
Dalam hati Zara merasa sedih melihat tante Sisil harus di dahului menikah oleh Zara.