
Prince baru saja sampai di apartemennya setelah dirinya mengantarkan Angel untuk pulang ke rumahnya.
"Tok... Tok... Tok..."
Terdengar suara ketukan pintu apartemen Prince ketika dirinya sedang duduk di sofa sambil membuka laptopnya di atas meja.
Prince kemudian membuka pintu apartemennya untuk mengetahui siapa yang telah mengetuk pintu apartemen Prince.
Setelah Prince membuka pintunya,ternyata Zara alias Zuminten lah yang datang ke apartemen Prince.
"Maaa.. ma'af Tuan Prince,saya sedikit terlambat,tadi saya ada urusan mendadak,"
Zara alias Zuminten beralasan kepada Prince.
Padahal Zara terlambat karena dirinya tadi habis jalan-jalan dan berbelanja di mall,serta makan siang bersama sahabat-sahabatnya yang di bayari oleh Prince sendiri.
"Ya sudah,tidak apa-apa. " ujar Prince pada Zara alias Zuminten.
Zara kemudian masuk ke dalam apartemen Prince untuk bekerja membersihkan seluruh ruangan yang ada di apartemen Prince.
Zara merasa dirinya benar-benar lelah,karena Zara sejak dulu tidak pernah melakukan pekerjaan rumah.
"Kamu teman sekolah Angel kan?" tanya Prince kepada Zara,ketika Zara sedang membersihkan ruangan televisi.
"Iiii... iya Tuan Prince,"
sahut Zara kepada Prince dengan gugup.
"Tapi kenapa saya tidak pernah melihat kamu main bersama Angel?" Prince mulai mencari tahu siapa Zuminten,karena selama ini Prince tidak pernah melihat Zuminten bermain bersama Angel.
Zara yang mendengar pertanyaan dari Prince begitu kaget medengarnya.Zara tidak menyangka bahwa Prince akan bertanya demikian.
"Saa.. sayaa... memang jarang bergaul dengan teman-teman sekolah saya Tuan... Saa.. sayaaa sibuk membantu orang tua saya." Zara menjawab dengan perasaan gugup dan cemas.
Zara takut kalau sampai Prince mengetahui semua penyamaran Zara selama ini.Zara juga takut kalau Prince nanti malah semakin membencinya,karena Zara yakin Prince tidak akan suka jika di bohongi oleh Zara.
"Oh,baguslah. Lebih baik kamu fokus belajar dan mencari uang dari pada kamu menghambur-hamburkan uang orang tua," ujar Prince kepada Zara dengan menasehati Zara alias Zuminten.
Prince merasa lebih menyukai orang yang seperti Zuminten yang tidak banyak bergaul.Menyukai dalam arti bukan cinta,tapi menyukai secara umum.Prince menyukai orang-orang yang tidak sibuk mencari perhatian dan drama seperti Zara.
Prince tidak tahu saja bahwa Zuminten itu adalah Zara.Sehingga Zara yang mendengar ucapan Prince dapat merasakan bahwa Prince benar-benar tidak menyukai orang seperti Zara.
__ADS_1
"Baik Tuan Prince." Zara hanya mengiyakan ucapan Prince.
"Kak Prince sepertinya tidak menyukai cewek seperti gue yang manja dan menyebalkan,"
Batin Zara berbicara.
"Ma'af.Apa Tuan Prince suka dengan sop daging?" tanya Zara kepada Prince.
"Lumayan suka. Memangnya kenapa?" tanya Prince kepada Zara.
"Eeuuu.... saya akan membuatkan sop daging untuk Kak Prince." Zara menawarkan diri memasak sop daging untuk Prince...
"Orang bilang kalau kita mau menarik simpatik orang yang kita sukai,kita harus mengenyangkan dulu perutnya. Makanya itu gue rela belajar memasak sama bi Asih meskipun capek,gue belajar banyak masakan sama bi Asih,semuanya gue lakukan untuk Kak Prince," dalam hati Zara beerbicara.
"Baiklah, saya akan buatkan sop daging untuk Tuan Prince makan malam." Ujar Zara kepada Prince..
" Oke," sahut Prince,sambil dirinya memeriksa pekerjaannya yang ada di laptop.Kemudian Zara dengan cepat pergi ke dapur untuk memasak sop daging.
"Gue gak boleh salah bumbu nih,nanti Kak Prince pasti bakalan marah kalau gue salah bumbu. Semangattt Zaraaaa... luh pasti bisa bikin sop daging yang enak buat Kak Prince," Isi hati Zara berbicara ketika dirinya mulai memasak daging.
Namun,ketika Zara sedang asyik memasak,tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu apartemen Prince.Dengan cepat Zara berlari dan langsung membuka pintu apartemen.
"Nenek lampir... ada apa nenek lampir ini datang ke apartemen Kak Prince? Apa mereka sudah balikan lagi? tidak mungkin Kak Prince balikan lagi sama wanita seperti dia,"
Batin Zara berbicara ketika Zara melihat Renata datang ke apartemen Prince.Renata datang dengan membawa banyak makanan untuk Prince.
Renata yang melihat Zara alias Zuminten di apartemen prince juga tak kalah kaget ketika tahu bahwa ada asisten rumah tangga yang baru di apartemen Prince.
"Kamu siapa? dimana Prince?" tanya Renata kepada Zara alias Zuminten.
"Saa.. saya asisten baru di sini nona," jawab Zara alias Zuminten kepada Renata.
Renata melihat penampilan Zara alias Zuminten dari ujung kaki sampai ujung kepala.Lalu tanpa permisi Renata malah hendak masuk ke dalam apartemen Prince.
"Tuu... tungguuu... nonaaa..."
Zara mencoba untuk menghentikan Renata dengan menghadangnya ketika Renata hendak masuk ke dalam apartemen Prince.
"Kenapa kamu melarang saya masuk? berani kamu ya sama saya? lebih baik kamu urus penampilanmu itu yang norak,"
Dengan lantang Renata menghina penampilan Zara alias Zuminten.Dirinya merasa begitu kesal ketika Zara alias Zuminten melarangnya untuk masuk ke dalam apartemen Prince.
__ADS_1
Prince yang mendengar suara keributan dari pintu apartemennya langsung menghampiri karena Prince ingin tahu apa yang sedang terjadi.
"Ada apa ini? Renata.. ada apa kamu ke sini?" Dengan lantang Prince bertanya kepada Renata.Prince merasa kaget ketika melihat Renata datang ke apartemennya .
"Prince... pembantu kamu yang norak ini tidak mengizinkan aku untuk masuk dan ketemu kamu. Padahal aku cuma mau ngasih kamu makanan.Hukum dia Prince,dia sangat kurang ajar terhadapku,"
Dengan berani Renata meminta Prince untuk menghukum Zara alias Zuminten karena telah menghalanginya untuk masuk ke dalam apartemen Prince ketika Renata ingin bertemu dengan Prince.
"Cukup Renata... jangan membuat keributan lagi. Lebih baik kamu pergi dari sini,"
Prince dengan tegas mengusir Renata karena Prince merasa begitu kesal melihat Renata yang selalu membuat keributan.
"Prince.... kamu ngusir aku? Aku datang ke sini karena aku rindu sama kamu Prince,"tanpa rasa malu Renata mengatakan bahwa Renata begitu merindukan Prince.
Zara yang mendengar ucapan rindu Renata untuk Prince merasa sangat tidak suka mendengarnya
"Dasar nenek lampir... sudah di putusin tapi kok masih saja bilang rindu. Emangnya enak ya di putusin sama Kak Prince hihihi,".
Dalam hati Zara alias Zuminten tertawa senang melihat Renata di putusin oleh Prince.
"Renata,kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jadi tolong jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi," pinta Prince kepada Renata.Prince benar-benar sudah tidak ingin melihat Renata lagi.
"Tidak bisa... kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti ini... ini gak adil buat aku prince....." Renata berteriak kepada Prince dengan kemarahannya.
"Renata... stop... Kamu yang membuat aku bersikap seperti ini. Cepat pergi dari sini sekarang juga Renata." Prince mengusir renata dengan paksa dari apartemennya.
Dengan wajah penuh kemarahan Renata pun akhirnya pergi dari apartemen Prince karena Prince telah mengusirnya.
"Aku gak akan tinggal diam Prince,aku gak akan biarkan kamu hidup tenang..." Renata mengancam Prince,lalu dia ke luar dari apartemen Prince dengan kemarahannya.
Prince hanya bisa mengusap dahinya yang berkeringat karena marah terhadap Renata.
Prince kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk menenangkan pikirannya.
Sedangkan Zara yang melihat pertengkaran Prince dengan Renata hanya bisa diam.
"Jahat sekali nenek lampir itu.. Pakai acara ngancem-ngancem segala lagi.... Oh,iya ... sop daging gue.... hampir saja gue lupa,"
Zara hampir saja melupakan masakannya di dapur,semua itu karena kehadiran Renata di apartemen Prince.
"Gara-gara nenek lampir itu gue hampir saja lupa sama masakan gue. Gara-gara nenek lampir itu juga sekarang perasaan Kak Prince jadi gak baik. Apa mungkin Kak Prince mau nyobain sop daging bikinan gue? sedangkan dia saja sekarang lagi marah." batin Zara alias Zuminten merasa bingung ketika melihat prince marah seperti itu.
__ADS_1