
"Zara,itu Kak Prince dan Kak Kevin lagi ngobrol sama siapa ya?"
Vanya bertanya kepada Zara ketika Vanya melihat Prince dan Kevin sedang berbicara dengan seorang wanita.
Prince dan Kevin terlihat sedang mengobrol dengan seorang wanita di sebuah Villa.
"Gue juga gak tahu," jawab Zara kepada Vanya.
"Angel,luh kenal gak sama cewek yang lagi ngobrol sama Kak Prince dan Kak Kevin?" tanya Vanya kepada Angel dengan penasaran.
"Gue juga gak tahu,coba saja nanti kita tanya sama Stela,itu kan Stela lagi berdiri di dekat Kak Kevin." Angel menunjuk ke arah Stela yang sejak tadi tidak mau jauh dari Kevin.
"Ampun deh si Stela,kaya anak kecil yang ngintilin bapaknya tahu gak,belum pacaran saja sudah megang-megang bajunya Kak Kevin," ujar Vanya kepada Zara,angel dan Selin.
"Stela kok kaya anak kecil yang lagi minta jajan sama papanya ya? manja sekali Stela." Selin melihat Stela dari kejauhan sedang memegang pakaiannya Kevin seperti anak kecil yang sedang bermanja dengan ayahnya.
"Sudah biarkan saja,biarkan Stela bahagia," tutur Zara kepada Vanya dan Selin.
"Ya bukannya kita gak suka lihat Stela bahagia,tapi kalau gue jadi Stela pasti malu gelendotan kaya gitu sama cowok yang belum jadi pacarnya." Vanya merasa risih ketika melihat Stela yang begitu manja kepada Kevin,padahal Stela dan Kevin belum berpacaran.
"Ya iya sih,tapi mau gimana lagi? Stela nanti marah kalau kita negur dia. Jadi ya sudah biarkan saja,nanti juga kalau sudah ngerasain akibatnya dia akan sadar sendiri," ujar Zara kepada Vanya.
"Ya sudah ayuk kita ke sana saja,kita harus tahu wanita yang lagi ngobrol sama Kak Prince dan Kak kevin itu siapa?"
Ajak Vanya kepada Zara,angel dan Selin.Vanya tidak mau kalau sampai melihat Prince bersama wanita lain,karena Vanya kasihan terhadap Zara.
"Baiklah,lets go."
Zara,vanya,angel dan Selin kemudian menghampiri Prince dan Kevin yang tengah berbincang-bincang dengan seorang wanita.
"Stela,luh apa-apan sih? memangnya luh gak malu ya gelendotan manja kaya gitu? Luh kan blm pacaran sama Kak kevin," selin memperingati Stela supaya Stela bisa menahan diri dulu sebagai seorang wanita.
"Iiiikkkhhhh Selin,kenapa sih luh selalu saja ngomelin gue? luh iri ya?" Stela menuduh Selin iri terhadapnya.
"Enak saja,ngapain juga gue iri sama luh? gue kan cuma ngasih tahu doang," ujar Selin kepada Stela.
"Eh,udah udah... malu tahu sama temannya Kak Prince." Vanya memberitahu Selin dan Stela supaya tidak bertengkar.
Zara,angel dan sahabat-sahabatnya dapat melihat wanita yang sedang berbicara dengan Prince dan Kevin begitu cantik,usianya sebaya dengan Prince.
"Prince,mereka siapa?" tanya wanita cantik tersebut kepada Prince.
"Oh,ini Angel sepupu aku dan mereka ini teman-temannya Angel." Prince memperkenalkan Angel kepada wanita cantik yang ada di hadapannya.
"Hay Angel,perkenalkan nama aku Kesya, aku teman kuliahnya Prince waktu di luar negeri," wanita tersebut memperkenalkan dirinya kepada Angel.
__ADS_1
"Nama saya Angel.Oh,ya ini sahabat-sahabat saya,mereka Zara,vanya,stela dan Selin." Angel memperkenalkan dirinya dan juga sahabat-sahabatnya kepada Kesya.
"Hay... senang sekali bisa bertemu dengan kalian semua." Kesya menyapa ramah kepada Zara,vanya,stela dan Selin.
"Hay juga kak Kesya,salam kenal," sapa Zara,vanya,stela dan Selin kepada Kesya.
Zara yang tahu bahwa wanita itu adalah teman kuliahnya Prince waktu dulu di luar negeri merasa begitu cemburu.
"Kak Prince bisa bersikap baik kepada Kak Kesya,apa jangan-jangan mereka saling menyukai? duuuhh nambah lagi deh saingan gue," batin Zara ketika melihat Kesya.
Angel,vanya,stela dan Selin dapat melihat raut wajah murung Zara ketika berkenalan dengan Kesya.Mereka tahu bahwa Zara sepertinya merasa gelisah melihat Kesya bersama Prince.
"Kak Kesya punya Villa di sini juga ya?" tanya Angel kepada Kesya.
"Iya benar,kebetulan waktu itu Prince yang menawarkan aku untuk membeli Villa di sini,dan kita sudah beberapa kali bertemu di sini,iya kan Prince?" Kesya bertanya kepada Prince.
"Iya benar," jawab Prince singkat.
Zara yang mendengar ucapan Kesya merasa semakin gelisah.
"Sepertinya Kak Prince dan Kak Kesya memang sudah janjian di sini. Pantas saja Kak Prince mau ikut liburan di Villanya,ternyata karena Kak Prince akan bertemu dengan Kak Kesya. Kalau di bandingan dengan gue,memang Kak Kesya ini sangat cantik dan juga baik," batin Zara merasa cemas melihat kedekatan Prince dengan Kesya.
"Kalian mau masuk dulu gak ke Villa Ku?" tanya Kesya kepada Prince,angel,zara dan yang lainnya.
"Tidak usah,nanti saja aku ke sini lagi. Aku akan antarkan mereka dulu ke Villa ku," ujar Prince kepada Kesya.
"Duuuhhh... nyebelin banget sih,maksudnya apa coba Kak Prince ngomong gitu? apa mereka akan berpacaran di Villanya Kak Kesya? sebellll sebelll sebellll."
Hati Zara seakan remuk mendengar Prince akan menemui Kesya kembali setelah mengantarkannya dan mengantarkan yang lainnya ke Villanya Kak Prince.
"Baiklah,aku tunggu ya," ucap Kesya kepada Prince.
"Oke," sahut Prince kepada Kesya.
Prince kemudian mengajak Kevin,angel,zara,vanya,stela dan Selin untuk kembali ke Villa miliknya.
"Zara,luh gak apa-apa kan?" Angel berbisik kepada Zara,karena tidak mau kalau sampai Prince mendengarnya.
"Angeeelll .. kenapa ya kok hati gue sakit banget pas dengar mereka mau bertemu lagi." Zara memegang dadanya yang terasa sakit.
"Luh jangan rapuh ya,gue yakin Kak Prince dan Kak Kesya hanya bertemen saja,luh gak boleh nyerah,semangat." Angel menyemangati Zara yang terlihat cemburu ketika melihat kedekatan Prince dan Kesya.
"Gue gak mau menyerah,tapi kalau saingannya seperti Kak kesya,gue bisa apa?" Zara merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri.
"Zara,luh itu jauh lebih cantik dari Kak Kesya,luh harus percaya diri dong," ucap Angel kepada Zara.
__ADS_1
"Tapi Kak Kesya itu lebih pintar dari gue,kelihatan dari cara dia berbicara tadi."
Zara merasa bahwa Kesya lebih segalanya dari Zara.Ntah kenapa Zara merasa tidak percaya diri.
"Udah ya,jangan berpikir yang macam-macam dulu,gue yakin mereka cuma berteman saja kok," ujar Angel kepada Zara.
Tak lama mereka pun sudah sampai di Villa milik Prince.
"Bi Lilis... bi Lilis tidak perlu membuat sarapan pagi untuk Angel dan sahabat-sahabatnya,karena mereka akan sarapan pagi di luar," ucap Prince kepada bi Lilis.
Prince menghampiri bi Lilis yang sedang membersihkan tamanan.
"Baik Tuan Prince," jawab bi Lilis kepada Prince.
Prince kemudian menghampiri Angel dan sahabat-sahabatannya yang sedang duduk di kursi santai.
"Angel,kamu boleh sarapan di luar,tapi aku tidak bisa ikut,ajak Kevin saja nanti," prince tidak ikut sarapan pagi di luar karena dirinya akan menemui Kesya.
"Memangnya kenapa Kak Prince tidak ikut? Mau sarapan pagi bersama Kak Kesya ya?" Angel bertanya kepada Prince.
"Iya benar,ya sudah kalian boleh pergi sekarang dengan Kevin," titah Prince kepada Angel dan sahabat-sahabatnya.
Zara yang mendengar bahwa Prince akan sarapan pagi bersama Kesya merasa begitu kecewa.Namun Zara tidak mungkin marah terhadap Prince.
"Gue gak boleh kelihatan cemburu,memangnya gue siapanya Kak Prince? Tapi kenapa hati gue sakit banget ya? Plissse Zara luh harus kuat,luh gak boleh lemah," batin Zara berbicara.
Prince kemudian pergi ke Villa milik Kesya dengan membawa mobilnya.
Zara hanya bisa melihat Prince masuk ke dalam mobilnya,meninggalkannya dan memilih untuk menemui Kesya .
"Zara,luh harus sabar ya.Gue tahu luh pasti cemburu melihat Kak Prince menemui Kak Kesya," ujar Vanya kepada Zara.Semua sahabat-sahabat Zara dapat merasakan apa yang Zara rasakan.
"Tega juga ya Kak Prince,untung saja Kak Kevin tidak setega dia. Kak Kevin jauh lebih baik," stela memuji Kevin di hadapan Zara.
"Stela,luh gak boleh ngomong kaya gitu dong,bikin Zara sedih saja deh.Gimana pun juga ini bukan salahnya Kak Prince,karena Kak Prince kan gak tahu kalau Zara menyukai dia," ujar Vanya kepada Stela.
"Sebagai laki-laki harusnya peka dong,harusnya Kak Prince tahu dari awal Zara itu suka banget sama Kak Prince.," ucap Stela kepada Vanya.
Zara hanya bisa diam saja ketika sahabat-sahabatnya berbicara mengenai Prince.
"Vanya benar,kak Prince gak salah melainkan gue yang salah. Kak Prince tidak akan pernah tahu perasaan gue karena gue tidak pernah mengatakannya," dalam hati Zara merasa bersalah.
"Ya sudah,lebih baik kita nyari sarapan pagi saja ya,gue udah laper banget nih," angel mengajak Zara,vanya,stela dan Selin untuk mencari sarapan pagi.
"Oke,kalau begitu gue panggil cowok gue dulu ya hihihi," dengan rasa percaya diri Stela menyebut Kevin sebagai pacaranya.
__ADS_1
"Iya saja deh,biar luh senang Stela," ucap Vanya kepada Stela.
Stela kemudian masuk ke dalam untuk mengajak Kevin sarapan pagi bersamanya dan sahabat-sahabatnya.