PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
TAK SENGAJA BERTEMU


__ADS_3

"Kak Prince..."


Angel memanggil Prince lalu menghampiri Prince yang tengah menikmati makan siang bersama Kevin asisten pribadinya.


"Kamu kenapa jam segini ada di mall?" tanya Prince pada Angel ketika Prince melihat Angel berada di mall.


Prince tidak tahu kalau Angel dan sahabat-sahabatnya baru saja selesai ujian sekolah,dan mereka memutuskan untuk jalan-jalan ke mall sambil berbelanja.


Lalu Prince melihat Zara berada bersama Angel.Dengan tatapan yang malas Prince menatap wajah Zara.


Sementara Zara hanya bisa menundukan wajahnya ketika Prince melihatnya dengan pandangan malas.Zara tahu Prince tidak ingin melihatnya.


Sedangkan sahabat-sahabat Zara yang lain seperti Vanya,stela dan Selin malah memandang wajah Prince dengan pandangan mengagumi.


Mereka tak henti-hentinya tersenyum ketika memandang wajah tampan Prince yang begitu sempurna.


Apa lagi Prince memakai jas setelan kantornya yang berwarna hitam,membuat Prince terlihat lebih dewasa dan berwibawa.


Sahabat-sahabat Zara juga memandang ke arah Kevin sekretaris pribadinya Prince yang tengah menikmati makan siang bersama Prince.


Kevin miliki wajah yang cukup tampan,meskipun Prince jelas lebih tampan dari Kevin,namun Kevin juga berhasil mencuri perhatian sahabat-sahabat Zara.


"Angel baru saja selesai ujian sekolah Kak, setelah selesai ujian Angel dan sahabat-sahabat Angel berbelanja kebutuhan kita buat liburan," jawab Angel kepada Prince.


"kamu mau makan di sini?" Prince bertanya pada Angel.


"Iya kak,angel dan sahabat-sahabat Angel mau makan siang di sini," jawab Angel kepada Prince.


"Ya sudah,kamu pesan saja makanannya,nanti aku yang akan membayarnya." Prince menyuruh Angel untuk memesan makanan apa saja yang mau Angel makan.


"Beneran kak? tapi sahabat-sahabat Angel di bayarin juga gak kak?" tanya Angel pada Prince dengan berani.


"Iya," sahut Prince pada Angel dengan singkat.


"Yeyyyyy...... gaesss kita hari ini di traktir makan siang sama Kak Prince." Angel menyampaikannya pada Zara,vanya,stela dan Selin.


"Yeyyyyy... makasih Kak Prince." Seru vanya,stela dan Selin mengucapkan rasa terimakasih kepada Prince.


Namun Zara hanya diam saja tidak ikut mengucapkan terimakasih kepada Prince karena Zara tahu kalau Prince tidak menyukainya.


"Kak Prince ini ya sudah tampan,baik hati lagi. Serasi banget nih kalau jadi pacarnya Zara hihihi,"


Selin dengan berani berbicara seperti itu kepada Prince.Hal itu membuat Prince,kevin,zara,angel,vanya dan Stela nampak kaget.


Zara kemudian menatap tajam pada Selin karena dirinya begitu malu saat Selin mengatakan hal seperti itu kepada Prince.

__ADS_1


"Seeliiinnn... luh ngomong apaan siiih?" bisik Zara pada selin dengan tatapan tajamnya.


"Tahu nih selin,mulutnya gak bisa di jaga banget,ikh," vanya mencubit tangan selin karena merasa malu mendengar Selin berbicara seperti itu kepada Prince.


"Awww... sakiiittt tahu.... ya ma'af gue keceplosan hehe." Selin kesakitan saat Vanya mencubit tangannya.


"Sorry ya kak Prince,selin memang orangnya seperti ini,dia hanya bercanda saja kok," ujar Vanya pada Prince.Vanya melihat Prince begitu kaget mendengar Selin mengatakan bahwa Zara dengan Prince begitu serasi.


"Tidak apa-apa.Kalian pesan makanan saja," titah Prince pada Vanya dan yang lainnya.


Zara,vanya,stela,selin dan Angel kemudian menempati meja makan yang kosong tidak jauh dari meja makan yang di tempati oleh Prince dan Kevin.Mereka akan makan makanan kesukaan mereka yaitu makanan korea.


Zara dan sahabat-sahabatnya pun langsung memesan makanan yang akan mereka makan,sambil menunggu makanan yang di pesan jadi,zara dan semua sahabat-sahabatnya berbincang-bincang bersama di meja makan yang ada di restaurant tersebut.


"Selin,luh bisa gak sih ngejaga mulut luh kalau di depan orang,bukan hanya di depan Kak prince saja," ujar Vanya menasehati Selin yang selalu saja asal bicara.


"Ya sorry,luh kan tahu mulut gue suka ngomong sendiri gitu," selin beralasan pada Vanya.


"Semua orang juga mulutnya itu ngomong sendiri Selin,tapi gak kaya luh juga yang gak bisa di rem," ucap Stela pada Selin dengan kesal.


"Iya deh gue salah,nanti gue bakalan belajar benerin rem mulut gue dulu ke bengkel." Selin malah berkata lucu,hal itu tentu saja membuat sahabat-sahabatnya tidak bisa marah terlalu lama pada Selin.


"Ya sudah,gak usah di bahas lagi,itu kan sudah terjadi," ujar Zara pada sahabat-sahabatnya.


"Iya dia baik banget ya,padahal dia kan gak kenal sama kita,tapi dia mau loh traktir kita hehe." Selin menimpali ucapan Stela.


"Iya,kak Prince sebenarnya memang sangat baik,dia juga ngejaga gue banget selama gue jauh dari orang tua gue. Sebagai laki-laki kak Prince memang idaman wanita banget. Zara saja sampai suka banget sama Kak Prince,iya kan Zara? hehehe." Angel meledek Zara yang begitu menyukai Prince.


Zara yang mendengar ledekan Angel hanya bisa tersenyum malu di buatnya.


"Iiiikkkhhh Angel... gue kan jadi malu,"


"Cieeee... Zaraaa... ketemu sama pangerannya jadi gak berkutik gitu deh hahaha." Vanya menertawakan Angel dengan keras,hingga membuat Prince dan Kevin menoleh ke meja mereka.


"Vanyaaa... luh tuh ya sama saja kaya Selin,bikin malu tahu gak." Zara berbisik pada Vanya sambil menatap tajam,karena Zara takut kalau sampai Prince mendengarnya.


"Eh,sorry sorry... habisnya luh lucu sih,tadi luh sampe gak bisa berkata-kata gitu pas di depan Kak Prince hihihi." Vanya masih menertawakan Zara.


"Oh,ya Angel.Itu yang lagi makan sama Kak Prince siapa ya?" tanya Stela pada Angel.


"Oh,itu.Namanya Kevin.Dia sekretaris pribadinya Kak Prince. Semua pekerjaan Kak Prince dia yang handle." tutur Angel pada Stela dengan jelas.


"Luh ngapain sih nanyain sekretarisnya Kak Prince? Luh kan sudah ada Andre," ucap Vanya pada Stela.


"Ya memangnya kenapa kalau gue bertanya? siapa tahu kan jodoh gue,lagian kalau Andre itu masih kecil,masih belum mapan.Kalau gue kan pengennya itu menikah di usia muda sama laki-laki yang sudah mapan,ya seperti Kak Prince dan Kak Kevin gitu deh,"

__ADS_1


Stela memberitahu Vanya bahwa dirinya tidak begitu serius menjalani hubungan dengan Andre,karena Andre belum bekerja,sedangkan Stela berkeinginan untuk dapat menikah muda.


"Luh pikir nikah itu gampang? Menikah itu tidak seindah yang kita bayangkan Stela.Kita itu harus belajar dari orang tua kita,orang tua kita saja sangat sulit mempertahankan pernikahan mereka,"


Vanya menasehati Stela supaya Stela berpikir ulang jika ingin menikah muda,karena orang tua Vanya dan orang tua Stela saja hampir berpisah karena beratnya ujian pernikahan.


"Iya bu ustadzah,gue tahu kok menikah itu gak mudah,tapi kalau ngayal kan boleh-boleh saja.Siapa tahu nanti gue punya suaminya yang benar-benar sayang sama gue dan sudah mapan juga hehehe,'"


"Terserah luh deh,kalau gue sih pengennya sekolah sampai S2 atau S3 baru gue nikah." Vanya memberitahu Angel kalau dirinya tidak mau buru-buru menikah.


"Kalau gue sih sama kaya Stela,kalau ada laki-laki yang mapan seperti Kak Prince atau Kak Kevin,gue enggak akan nolak buat nikah,karena menikah kan bisa sambil kuliah," ujar Selin pada Vanya.


"Luh dan Stela selalu saja apa-apanya sama,kalian memang cocok jadi kakak adik," ucap Vanya pada Selin dan Stela.


"Biarin saja... Oh,ya Angel luh sudah minta izin belum sama Kak Prince kalau kita mau liburan ke Villanya Kak Prince.," tanya Selin pada Angel.


"Belum nih,nanti saja gue minta izinnya kalau gue lagi berdua dengan Kak Prince," jawab Angel pada Selin.


Tak lama makanan yang di pesan oleh Zara dan sahabat-sahabatnya sudah di hidangkan di atas meja makan.


Zara,vanya,stela,selin dan Angel dengan perut yang sudah lapar menikmati makanan korea yang sudah mereka pesan.


Sementara itu di meja Prince,kevin melirik ke arah Zara seolah mengagumi kecantikan Zara.Prince dapat melihat bahwa Kevin sejak tadi memandangi wajah Zara.


"Hmmmm... " Prince berdehem melihat Kevin memandang wajah Zara.


"Temannya nona Angel cantik juga ya Bos,"puji Kevin ketika memandang wajah Zara.


"Biasa saja,mungkin mata kamu salah lihat," ucap Prince pada Kevin dengan angkuh.


"Mata saya masih normal Bos,masih bisa melihat kalau ada wajah bidadari di hadapan saya," kevin seolah ingin meyakinkan Prince bahwa dirinya tidak salah melihat bahwa Zara memang begitu cantik.


Prince kemudian menoleh kembali pada Zara dan memperhatikan wajah Zara yang sedang menikmati makanannya.


"Tuan Prince juga terpesona kan? hehehe." Kevin meledek Prince saat Prince memperhatikan wajah Zara.


"Kamu salah,dia bukan tipe saya dan saya juga tidak mungkin menyukai gadis kecil seperti dia,"


Prince tidak mau kalau sampai dirinya memuji Zara atau bahkan sampai menyukai Zara,karena bagi Prince Zara hanyalah gadis kecil yang selalu mencari perhatian semua laki-laki.


HAY SEMUANYA...


DUKUNG NOVEL TERBARU SAYA YA DENGAN CARA LIKE COMMENT VOTE DAN MEMBERIKAN HADIAH JIKA BERKENAN.


TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2