
"Kak Prince... Ada apa?" tanya Zara kepada Prince saat Zara membuka pintu mobil Stela.
Zara kaget melihat Prince mengetuk-ngetuk kaca pintu mobilnya Stela.
"Kak Prince kenapa mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil Stela ya? Apa dia akan memarahi gue? Tapi gue gak ngelakuin kesalahan apapun sama Kak Prince," batin Zara berbicara dengan perasaan takutnya.
Prince terlihat menatap kedua mata Zara saat Zara membuka kaca pintu mobilnya Stela.
"DUG...DUG.. DUG... DUG..."
Jantungnya Prince berdebar-debar tak menentu saar dirinya memandang wajah Zara yang begitu cantik.
"Kenapa kamu masuk ke mobil ini?" Prince bertanya kepada Zara dengan wajahnya yang terlihat begitu cemas dan gelisah.
Zara yang mendengar pertanyaan dari Prince merasa bingung.
"Kenapa Kak Prince bertanya seperti ini ya sama gue? Tumben sekali.Memangnya kenapa kalau gue pulang ke jakarta dengan mobilnya Stela? Apa urusannya dengan Kak Prince?"
Dalam hati Zara bertanya-tanya ketika melihat sikap Prince yang begitu aneh terhadapnya.
"Kenapa diam saja? jawab pertanyaanku?" Prince memaksa Zara untuk menjawab pertanyaannya mengenai Zara yang masuk ke dalam mobilnya Stela dari pada masuk ke dalam mobilnya Prince.
Kevin,stela,vanya dan Selin yang mendengar pertanyaan Prince kepada Zara merasa bingung juga dengan sikap Prince tersebut.
"Memangnya kenapa kalau Zara pulang dengan mobilnya Stela?" Zara bertanya kepada Prince karena Zara merasa heran melihat Prince seperti ini.
"Kembali ke dalam mobilku sekarang juga,kemarin kamu ke Bandung bersamaku,pulang pun harus bersamaku," pinta Prince kepada Zara dengan memaksa.
Prince bingung harus menjawab apa ketika Zara mempertanyakan alasan dirinya meminta Zara untuk masuk ke dalam mobilnya.
Kevin,stela,vanya dan Selin semakin tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Prince,namun mereka hanya bisa diam dan melihat apa yang terjadi kepada Prince dan Zara.
Bagi Kevin,stela,vanya dan Selin tidak ada masalahnya jika Zara ikut pulang menggunakan mobilnya Prince atau mobil Stela.
Kesya yang berada di dalam mobilnya Prince merasa bingung dengan apa yang di lakukan oleh Prince kepada Zara.
"Apa yang sedang Prince bicarakan dengan Zara? Kenapa Prince terlihat begitu memaksa kepada Zara?"
Dalam hati Kesya bertanya-tanya ketika melihat Prince menghampiri Zara seperti itu.
Kesya pun tidak dapat mendengar apa yang Prince katakan kepada Zara karena jarak antara mobil Prince dan mobil Stela sedikit jauh.
__ADS_1
Angel yang melihat Prince berbicara dengan Zara merasa senang.Angel yakin Prince sejak tadi malam tidak bisa tidur karena memikirkan Zara.
"Gue berharap Kak Prince menyadari perasaannya terhadap Zara.Semoga saja mereka bisa bersama." Batin Angel berbicara.
"Zara mau pulang dengan Kak Kevin atau dengan Kak Prince bagi Zara sama saja.Kak Prince jangan bikin Zara bingung seperti ini dong," ucap Zara kepada Prince.
Zara tidak tahu hal apa yang membuat Prince menghampiri Zara yang sudah berada di dalam mobilnya Stela.
"Sorry kalau kamu bingung,tapi aku mau kamu satu mobil denganku," pinta Prince kepada Zara.
"Zara tidak mau.Zara mau pulang dengan Kak Kevin dan sahabat-sahabat Zara saja." ujar Zara kepada Prince.
"Kak Prince ma'af kalau saya ikut campur,sebaiknya Zara pulang dengan kami saja,itu akan jauh lebih baik buat Zara.Lagi pula di dalam mobilnya Kak Prince sudah ada Kak Kesya,rasanya tidak mungkin kalau Zara satu mobil dengan Kak Prince," ucap Stela kepada Prince.
Stela kesal melihat Prince memaksa Zara untuk satu mobil dengannya,sementara di mobilnya Prince sudah ada Kesya.
Prince yang mendengar ucapan Stela tahu bahwa Zara tidak ingin satu mobil dengan Prince karena ada Kesya di dalam mobilnya Prince.
"Aku tahu kamu cemburu melihat Kesya ikut pulang bersamaku,tapi aku dan Kesya tidak memiliki hubungan apapun." isi hati Prince berbicara.
Mang Asep dan bi Lilis yang melihat Prince memaksa Zara untuk satu mobil dengan Prince pun dapat melihat kecemasan Prince terhadap Zara.
"Sepertinya Tuan Prince sudah mulai suka dengan Nona Zara," bisik bi Lilis kepada mang Asep.
"Itu dia pak,tapi kita kan tidak tahu Tuan Prince itu menyukai Nona Kesya atau tidak? karena kalau ibu perhatikan Tuan Prince tatapannya itu berbeda kepada Nona Zara dan Nona Kesya.Cenderung lebih ke Nona Zara pak."
Bi Lilis menceritakan apa yang di lihatnya selama di Villa kepada mang Asep.
"Ternyata jadi orang Tampan dan kaya raya itu rumit ya bu.Seperti Tuan Prince,banyak sekali wanita yang menyukai Tuan Prince hehehe," mang Asep merasa pusing melihat kisah percintaan Prince.
"Makanya pak kamu tidak di takdirkan jadi orang tampan dan kaya,karena kalau kamu jadi Tuan Prince mungkin kamu sudah bermain dengan banyak wanita,beda lagi kalau Tuan Prince,dia itu orangnya gak mudah tertarik sama cewek,pasti dia milih-milih pak," ucap bi Lilis kepada mang Asep.
"Kok malah bandingin sama aku bu? kalau aku jadi Tuan Prince ya kamu gak akan aku nikahi bu," mang Asep semakin pusing mendengar ucapan bi Lilis.
Prince yang masih berdiri di pintu mobilnya Stela merasa bingung harus berkata apa lagi supaya Zara mau masuk ke dalam mobilnya,namun Prince juga tahu bahwa Zara pasti tidak akan mau satu mobil dengan Kesya,karena Zara berpikir bahwa Kesya adalah kekasihnya Prince.
Kemudian Prince tiba-tiba saja mencium kening Zara dengan lembut.
"Cuuuupppp...."
Hal itu tentu saja membuat Zara,vanya,stela,selin dan Kevin kaget dan tercengang di buatnya.
__ADS_1
Zara dengan wajah kagetnya merasa tidak percaya bahwa Prince telah mencium keningnya dengan lembut.
"Ya ampun Zaraaa... ini bukan mimpi kan? Gue harap ini bukan mimpi,bibir Kak Prince nempel di kening gue,rasanya jantung gue mau copot saja,lebih baik gue pura-pura pingsan," batin Zara tidak menyangka dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Sahabat-sahabat Zara pun menutup mata mereka masing-masing karena merasa malu melihat Prince mencium kening Zara.
"Omg... kedua mata gue sudah ternodai oleh tindakannya Kak Prince yang main nyosor-nyosor saja sama Zara." batin Selin.
"Gini nih kalau jadi anak buah,harus bisa berada di situasi apapun.Baru kali ini Bos Prince tanpa rasa malu mencium kening seorang wanita." dalam hati Kevin berbicara mengenai Prince.
"Kayanya gue harus pindah planet kalau kaya gini caranya,tapi gue harus pindah ke planet mana?" Vanya pun dalam hatinya merasa iri melihat Zara mendapatkan ciuman dari Prince.
"Haduuuhhh... Gue kalau jadi Zara pasti udah terbang ke bulan.Seandainya Kak Kevin sudi melakukan hal yang sama dengan apa yang Kak Prince lakukan,mungkin gue bisa pingsan 5 jam," batin Stela meronta-ronta melihat Prince mencium kening Zara.
Zara hanya terdiam tanpa kata saat bibir merah Prince mendarat di keningnya dengan lembut,karena baru kali ini Zara merasakannya.
Kesya dan Angel pun dapat melihat apa yang Prince lakukan kepada Zara,hal itu tentu saja membuat Kesya sakit hati dan kecewa.
"Prince... ternyata kamu juga menyukai Zara? Aku tidak percaya ini Prince.Rasanya aku tidak kuat melihat kamu mencium kening Zara seperti itu.Lalu aku ini apa Prince? Aku sudah berusaha untuk selalu ada di sisi kamu agar kamu mau melihatku,tapi apa yang aku lihat barusan di depan mataku benar-benar menyakitu hatiku Prince."
Hati Kesya begitu hancur melihat laki-laki yang di cintainya mencium wanita lain di depan matanya.
Beda lagi dengan Angel.Agel malah tersenyum senang melihat Prince mencium kening Zara.Kalau saja tidak ada Kesya di dalam mobilnya Prince mungkin Angel sudah berteriak saking girangnya.
Bi Lilis dan mang Asep pun langsung masuk ke dalam Villa ketika melihat Prince mencium kening Zara.
"Pak,ini urusan anak muda,sebaiknya kita masuk saja ke dalam," bi Lilis mengajak mang Asep masuk ke dalam Villa.
"Iya bu,ayuk kita masuk saja bu," ucap mang Asep kepada bi Lilis.
Prince yang masih berdiri di pintu mobil Stela kembali menatap kedua mata Zara setelah dirinya tanpa rasa malu mencium kening Zara di hadapan sahabat-sahabat Zara dan juga Kevin.
"Ya sudah kalau memang kamu mau pulang dengan sahabat kamu," ucap Prince kepada Zara sambil Prince mengelus-ngelus rambut indah Zara dengan lembut.
Zara dengan perasaannya yang tidak karuan hanya diam saja karena Zara merasa ini semua hanyalah mimpi.
"Zara... bangun Zaraaa...Jangan mimpi terussss dong Zara...." batin Zara seakan terbang melayang.
"Kevin,nanti nyetir mobilnya pelan-pelan saja," pinta Prince kepada Kevin.
"Siap,bos," sahut Kevin kepada Prince.
__ADS_1
Prince kemudian menutup pintu mobilnya Stela,lalu Prince kembali ke dalam mobilnya setelah mencium kening Zara.