
"Kesya,apa kamu baik-baik saja?" tanya Dokter Indra kepada Kesya ketika mereka berada di dalam mobil menuju Villa Kesya.
Dokter Indra akan mengantarkan Kesya ke Villa milik Keysa.
Dokter Indra tahu bahwa Kesya sudah lama menyukai Prince,sudah pasti Kesya merasa kecewa ketika Kesya melihat prince begitu perduli terhadap wanita lain yaitu Zara.
"Kesya tidak sedang baik-baik saja Kak,kesya selalu saja kalah oleh wanita lain," ucap Kesya kepada Dokter Indra yang tak lain adalah kakak kandungnya Kesya.
"Kalah? Maksud kamu?" tanya Dokter Indra kepada Kesya.
"Kesya merasa kalau Kesya selalu kalah di dalam percintaan.Laki-laki yang Kesya sukai selalu saja di miliki oleh wanita lain."
Kesya mencurahkan isi hatinya kepada Dokter Indra dengan perasaan yang berkecamuk di dalam dada.
"Memangnya Zara itu siapa Keysa? Kalau Kakak lihat dia masih sangat muda,apa mungkin Prince menyukai wanita yang masih kecil seperti Zara? meski Kakak tidak memungkiri kalau dia memang sangat cantik" Dokter Indra memuji Zara di hadapan Kesya.
"Kakak benar,zara memang sangat cantik.Zara adalah teman sekolahnya Angel.Sedangkan Angel sepupunya Prince.Mereka semua liburan sekolah ke Villanya Prince Kak.Kesya juga baru kenal tadi pagi dengan Zara Kak.Kalau soal usia Kesya pun tidak tahu apakah Prince benar-benar menyukai Kesya atau tidak,tapi dari perhatiannya Prince,kesya bisa melihat kalau Prince begitu perduli terhadap Zara." ujar Kesya kepada Dokter Indra.
"Perasaan memang tidak bisa di paksakan Keysa,contohnya kamu menjalin suatu hubungan atau kamu mungkin menikah dengan laki-laki yang sebenarnya tidak mencintai kamu,apa kamu yakin bisa hidup bahagia dengan laki-laki itu?" tanya Dokter Indra kepada Kesya.
"Mungkin saja bahagia,bukankah dengan seiring berjalannya waktu cinta itu akan timbul?" ujar Kesya kepada Dokter Indra.
"Tidak selalu begitu Kesya,laki-laki kalau tidak mencintai pasangannya,dia akan sulit untuk mencintainya.Itu sebabnya lebih baik kamu mencintai laki-laki yang mencintai kamu Kesya.
Dokter Indra menasehati Kesya,karena Kesya adalah adik satu-satunya Dokter Indra.
"Tapi Kak,apa Keysa harus kalah lagi? Apa Kesya tidak berhak mendapatkan laki-laki yang Kesya cintai?" Kesya bertanya kepada Dokter Indra dengan perasaan sedih.
"Semua wanita berhak bahagia dan berhak di cintai,tapi bukan berarti harus mengejar yang tidak pasti.Prince tadi sangat jelas terlihat khawarir dan cemas pada gadis itu,di matanya ada rasa ingin melindungi wanita itu.Kakak sebagai laki-laki juga bisa melihatnya dengan jelas Kesya."
Dokter Indra ingin supaya Kesya tidak memaksakan perasaannya kepada Prince yang tidak terbalas.
"Jadi,menurut Kakak,prince menyukai gadis itu?" tanya Kesya kepada Dokter Indra dengan serius.
"Iya,itu yang Kakak lihat.Bahkan kehadiran kamu tadi di sana,tidak Prince perdulikan bukan? Prince lebih memperdulikan Zara dari pada perasaan kamu Kesya.Kakak harap kamu bisa menyadari itu.."
Dokter Indra kasihan melihat Kesya terlalu berharap kepada Prince,tanpa Dokter Indra ketahui bahwa sebenarnya Zara pun merasakan apa yang Kesya rasakan,yaitu mencintai laki-laki yang tidak mencintainya.
Hanya saja perbedaan antara Kesya dan Zara yaitu Kesya sudah begitu lama menyukai Prince,sedangkan Zara baru beberapa bulan saja menyukai Prince.
"Tapi Kesya tidak bisa merelakan Prince begitu saja Kak,apa lagi Kesya sudah begitu lama menyukai Prince," ucap Kesya kepada Dokter Indra.
"Semuanya Kakak serahin sama kamu.Kalau kamu masih mau berharap terhadap Prince,kamu harus bisa mengambil hatinya Prince lebih dari Zara.Kamu harus ingat,prince itu tampan dan kaya raya,semua wanita pasti ingin menjadi kekasihnya."
Dokter Indra memberikan saran kepada Kesya supaya Kesya lebih pintar lagi untuk mengambil hatinya Prince.
"Baik Kak,akan Kesya lakukan bagaimanapun caranya."
Kesya tidak mau kalau sampai dirinya kalah dari Zara.Bagi Kesya Zara hanyalah anak kecil yang baru mengenal cinta,tidak pantas jika Prince lebih memilik Zara dari pada dirinya.
**PUKUL 10 MALAM (VILLA PRINCE**)
Semua sahabat-sahabat Zara dan juga Kevin sudah tertidur pulas di kamar mereka masing-masing,begitupun dengan Zara.
__ADS_1
Zara tertidur begitu pulas di dalam pelukan Prince,sementara Prince masih belum tidur karena Prince ingin memastikan keadaan Zara terlebih dahulu.
"Kamu boleh beristirahat,ini sudah malam," titah Prince kepada seorang perawat wanita yang di tugaskan untuk mengganti cairan infusan Zara oleh Dokter Indra."
"Baik,tuan Prince.Kalau begitu saya permisi dulu," ucap perawat tersebut kepada Prince.
Perawat itu pun ke luar dari dalam kamar Zara untuk beristirahat bersama Angel,di kamar yang di tempati oleh Angel.
Prince kemudian menyentuh kening Zara untuk mengetahui keadaan Zara setelah meminum obat dan setelah terkena cairan infusan.
"*Panasnya sudah mulai turun... Tapi kenapa aku tiba-tiba begitu perduli dengan gadis bodoh ini* **ya**? *bukankah aku tidak menyukainya? akh Mungkin saja aku melakukan ini atas dasar kemanusiaan*," Isi hati Prince berbicara.
Prince dengan keteguhan hatinya tetap merasa bahwa segala keperduliannya terhadap Zara hanyalah bentuk keperdulian sesama manusia saja,bukan karena sebuah perasaan.
Prince kemudian melepaskan tubuhnya dari Zara,dan menempatkan kepala Zara di atas bantal.
"*Lumayan pegal juga,leherku seperti terasa patah*,"
Prince menggerak-gerakan lehernya yang terasa begitu pegal karena sejak tadi menjadikan tubuhnya sandaran untuk Zara.
Prince kemudian merasa matanya sudah mulai mengantuk,dan ia memilih untuk tidur di sofa yang ada di dalam kamar Zara,karena Prince tidak mungkin tidur dalam satu tempat tidur dengan Zara.
Prince kemudian memandang ke arah tempat tidur Zara dimana Zara sudah tertidur dengan pulas.
"*Sebaikanya aku beristirahat juga,karena besok aku harus pergi ke hotel lagi*" batin Prince berbicara.
PUKUL 6 PAGI
Zara terbangun dari tidurnya,lalu Zara membuka kedua matanya.
Di samping tempat tidurnya sudah ada perawat yang sedang mengganti cairan infusan Zara.
__ADS_1
"Selamat pagi Nona Zara,bagaimana keadaannya?apakah sudah membaik?" tanya perawat kepada Zara ketika melihat Zara sudah membuka kedua matanya.
"Selamat pagi juga Suster,keadaan saya sudah membaik.Terimakasih sudah mau merawat saya," ucap Zara kepada seorang perawat dengab suara yang masih lemas.
"Sama-sama Nona Zara,tapi yang paling setia menjaga Nona Zara ialah Tuan Prince hehe," ujar perawat kepada Zara.
"Tuan Prince?" Zara bertanya kepada perawat.
"Iya benar Nona Zara,tuan Prince menjaga Nona Zara semalaman,baru saja Tuan Prince ke luar dari kamar nona Zara.Tuan Prince barusan meminta saya untuk menjaga Nona Zara,karena Tuan Prince ada pekerjaan di luar,"
Perawat yang menggantikan cairan infusan Zara menceritakan tentang Prince yang begitu setia menjaga Zara.
Zara yang mendengar cerita dari perawat merasa terharu dan bahagia.Zara baru ingat kalau tadi malam Prince memeluknya dan menjaganya dengan penuh perhatian.
"Gue baru ingat,kak Prince tadi malam ngejagain gue dan nenangin gue yang takut akan jarum infusan,bahkan Kak Prince memeluk gue sampai gue tertidur pulas.Tapi apa benar itu tulus dari hatinya? Apa Kak Prince benar-benar seperduli itu terhadap gue? Ya sudahlah,yang pasti tadi malam gue merasa begitu nyaman dan tenang dalam pelukan Kak Prince.
Dalam hati Zara merasa senang karena Prince mau merawat dan menjaganya semalaman.
"Nona Zara sangat beruntung sekali ya memiliki pacar seperti Tuan Prince,tapi Tuan Prince juga sama beruntungnya karena memiliki pacar secantik nona Zara hehe,"
Perawat yang menjaga Zara memuji Prince dan juga memuji Zara di hadapan Zara.
"Iiii...iiiyaaa hehe," sahut Zara sambil tertawa kecil,namun dalam hatinya merasa bingung harus menyebut Prince kekasihnya atau bukan.
Zara hanya bisa tersenyum ketika perawat tersebut mengatakan bahwa Prince adalah kekasihnya.
Tak lama sahabat-sahabat Zara yaitu Angel,vanya,stela dan Selin masuk ke dalam kamar Zara untuk mengetahui keadaan Zara.
"Zaraaa... " sahabat-sahabat Zara berbarengan memanggil Zara dengan wajah bahagia.
"Hay gaes,kalian sudah bangun?" tanya Zara kepada Angel,vanya,stela dan Selin.
"Udah dong,ini buktinya kita sudah ada di sini hehehe," ujar Stela kepada Zara sambil tertawa kecil.
"Gimana keadaan luh? sudah merasa lebih baik atau belum?" tanya Angel kepada Zara dengan penuh perhatian.
Angel memegang kening Zara yang sudah tidak begitu panas seperti tadi malam.
"Gue udah membaik kok,sorry ya bikin kalian khawatir," ucap Zara kepada Angel,vanya,stela dan Selin dengan perasaan tak enak hati.
"Kita tadi malam memang khawatir banget sama luh,tapi Kak Prince dengan sigap merawat dan menjaga luh dengan baik,jadi kita merasa lega Zara hehehe."
Vanya menceritakan kejadian tadi malam tentang Prince yang menjaga Zara di saat Zara demam tinggi .
"Vanya benar,tadi malam Kak Prince romantis banget sikapnya sama luh,kita semua jadi bisa nonton drama percintaan deh sekaligus drama yang bikin panas hahaha,"
Selin tertawa keras ketika mengingat kejadian tadi malam antara Zara,prince dan Kesya.
"Drama? maksudnya?" tanya Zara kepada Selin dengan wajah bingung.
"Gak maksud apa-apa kok Zara.Ucapan Selin jangan di dengar,dia cuma bercanda saja hehe," ujar Vanya kepada Zara.
"Ya ampun Vanya,memangnya kenapa sih kalau di ceritain? Tadi malam itu Kak kesya cemburu banget lihat Kak Prince meluk luh dan ngasih perhatian sama luh...Kalau ingat kejadian tadi malam Kak Prince kayanya khawatir banget deh sama luh,"
Selin tidak bisa membohongi Zara bahwa tadi malam Kesya sangat cemburu melihat Prince menjaga Zara dengan penuh perhatian.
"Iya benar,kak Prince sampai gak perduli gitu deh dengan kehadiran Kak Kesya.Kasian sih sebenarnya lihat Kak Kesya sedih,tapi kita senang hahahaha." Angel tertawa senang melihat Prince menjaga Zara dengan baik.
Zara yang mendengar cerita dari Selin dan Angel hanya bisa tersenyum.Wajahnya merona ketika sahabat-sahabatnya menceritakan perlakuan Prince tadi malam terhadapnya.
__ADS_1