
Zara saat ini sedang berada di rumah kedua orang tuanya untuk menemui mama Clara dan papa Hyun.
"Mah.... Pah... Kak Prince katanya mau datang ke rumah malam ini," ucap Zara kepada maka Clara dan papa Hyun.
"Memangnya ada apa Prince ingin datang ke rumah mama sayang?" tanya mama Clara kepada Zara.
"Zara juga tidak tahu mah,mungkin Kak Prince mau main saja supaya bisa ketemu sama papa dan mama," ujar Zara kepada Mama Clara.
"Ya sudah,katakan kepada Prince kalau hanya sekedar main mama akan izinkan Prince untuk main ke rumah," ucap Mama Clara kepada Zara.
"Benarkah?.... makasih ya mah..." Zara memeluk mama Clara dengan perasaan bahagia karena mama Clara mengizinkan Prince untuk main ke rumahnya.
"Tapi ingat Zara,papa dan mama belum begitu mengenal Prince dan keluarganya.Papa harap kamu jangan sampai terlalu jauh berpacaran dengan Prince,karena papa dan mama lebih setuju kalau kamu menikah dengan Barra," ucap Papa Hyun kepada Zara dengan tegas.
Papa Hyun sebenarnya belum setuju dengan hubungan Zara dan Prince,karena Papa Hyun inginnya Zara itu menikah dengan Barra.
Namun papa Hyun juga tidak bisa kalau menolak Prince tanpa alasan yang jelas karena Papa Hyun melihat Prince sangat mencintai Zara.
Zara yang mendengar ucapan dari papa Hyun merasa sedih.Zara tahu bahwa sebenarnya papa Hyun belum menyetujui hubungan Zara dengan Prince,karena papa Hyun berharapnya Zara bisa menikah dengan Barra.
"Baik,pah..." Sahut Zara kepada papa Hyun.
Zara kemudian naik ke lantai atas menuju kamarnya yang berada di rumah mewah kedua orang tuanya tersebut.
Zara ingin segera menghubungi dan memberitahu Prince bahwa kedua orang tuanya sudah mengizinkan Prince untuk main ke rumahnya.
"Hallo, sayang...."
Zara menghubungi Prince melalui sambungan Video Call.
Zara dapat melihat Prince dengan wajah tampannya ketika Prince memakai setelan jas kerjanya yang berwarna biru.
"Hallo, bidadariku yang cantik....Kamu lagi dimana sayang?" tanya Prince kepada Zara.
Prince menyapa Zara dengan memujinya melalui sambungan Video call karena Zara terlihat sangat cantik dengan rambut bergelombangnya yang berwarna coklat.
Dalam hati Prince merasa begitu beruntung telah memiliki kekasih secantik Zara.
__ADS_1
Prince juga merasa gemas melihat wajah cantik kekasihnya tersebut.
"Kenapa kamu sangat cantik sekali sayang.Rasanya aku tidak sabar ingin menikahimu," batin Prince berbicara.
"Zara lagi di rumah orang tua Zara nih Kak.Kak Prince sudah makan siang atau belum?" tanya Zara kepada Prince.
Zara melihat Prince masih berada di dalam ruangan kerjanya.
"Sudah sayang,baru saja Kak Prince selesai makan siang.Tapi hari ini Kak Prince makan siang di kantor," jawab Prince kepada Zara.
"Kenapa makan siang di kantor kak? bukankah biasanya Kak Prince dan Kak Kevin selalu makan siang di restaurant ya?" Zara bertanya kepada Prince.
"Aku tadi sedang banyak pekerjaan sayang.Kamu sendiri apa sudah makan? Apa kamu mau kalau aku kirimkan makanan ke rumah untuk kamu dan orang tua kamu makan?"
Prince menawarkan makanan kepada Zara sebagai bentuk perhatiannya,meskipun dirinya sedang sibuk dengan pekerjaan di kantornya.
"Jangan... jangan... Maksud Zara, kak Prince tidak perlu repot-repot memesankan makan siang untuk Zara,karena Zara baru saja selesai makan siang bersama mama dan papa Zara.."
Zara tidak mau membuat Prince kerepotan,apa lagi saat ini Prince banyak pekerjaan di kantornya.
"Sayang,aku tidak akan pernah merasa repot sedikit pun untuk kamu.Jadi jangan pernah bicara seolah-olah aku ini bukan pacar kamu. Apa kamu mengerti sayang?"
"Tapi Zara sudah makan siang Kak,benaran deh Zara gak bohong," ucap Zara melalui sambungan video call dengan Prince.
"Baiklah,aku percaya... Tapi nanti malam aku bisa kan sayang main ke rumah mama dan papa kamu?" tanya Prince kepada Zara.
Prince sejak kemarin ingin sekali berbicara serius dengan kedua orang tua Zara.
Zara yang mendengar pertanyaan dari Prince malah di buat bingung dan takut. Zara takut kalau Prince ingin meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk menikahi Zara. Sedangkan kedua orang tuanya Zara tidak akan mungkin menyetujuinya.
"Duuuhh... gimana ya kalau misalnya papa dan mama tidak mengizinkan Kak Prince untuk menikahi aku? Apa Kak Prince akan meninggalkan aku dan mencari pengganti aku? Aku benar-benar takut kalau sampai mama dan papa menolak Kak Prince."
Dalam hati Zara ada rada ketakutan kalau kedua orang tuanya Zara tidak mau menerima Prince sebagai pendamping hidup Zara.
"Sayang... tadi aku sudah meminta izin sama papa dan mama kalau kamu mau main ke rumah,dan mereka pun mengizinkan kamu untuk main ke rumah sayang,hanya saja..."
Ucapan Zara tiba-tiba saja terhenti ketika dirinya berbicara dengan Prince.
__ADS_1
"Hanya saja apa sayang?" tanya Prince kepada Zara yang terlihat bingung dan cemas.
Prince yang masih menatap layar handphonenya dapat melihat kalau Zara sedang bingung dan cemas.
"Tidak apa-apa kok sayang... hehehe..." Zara berusaha menyembunyikan kegelisahannya.
"Hey... jangan bohong seperti ini... Katakan kepadaku sayang apa yang membuat kamu terlihat begitu gelisah dan bingung? Aku bisa melihatnya dari wajah kamu sayang," pinta Prince kepada Zara.
Prince ingin agar Zara berbicara jujur kepadanya agar Prince tahu apa yang akan Prince lakukan.
"Zara hanya ingin bilang sama Kak Prince,sebaiknya Kak Prince jangan membicarakan tentang pernikahan dulu kepada papa dan mama Zara,karena kita kan baru saja berpacaran.Takutnya orang tua Zara tidak akan mengizinkan Kak Prince untuk menikahi Zara," ucap Zara kepada Prince dengan wajah murung.
Zara hanya takut kalau sampai Prince mengatakan keinginannya untuk menikahi Zara kepada kedua orang tua Zara.
Sedangkan kedua orang tua Zara saja belum tentu akan menerima lamaran Prince.
Prince yang mendengar ucapan Zara dapat mengerti mengapa Zara terlihat bingung dan gelisah.
"Apa mama dan papa kamu tidak mau menerima Kak Prince sebagai pacar kamu sayang? Apa mereka melarang kamu untuk tidak menikah dengan Kak Prince?" tanya Prince kepada Zara dengan raut wajah murung.
Prince dalam hatinya merasa takut kalau sampai kedua orang tua Zara tidak setuju dengan keinginannya untuk menikahi Zara..
"Aku tahu ini terlalu cepat untuk aku meminta izin menikahi Zara.Tapi berlama-lama pacaran juga bisa saja Zara malah meninggalkan aku dan memilih untuk bersama Barra atau bersama laki-laki lain.Aku sangat mengerti mengapa kedua orang tua Zara belum mengizinkan aku untuk menikahi Zara.Apa lagi aku dan Zara baru saja berpacaran.Jelas ini akan menjadi pertanyaan besar untuk orang tua Zara,mengapa aku begitu ingin cepat menikahi Zara."
Dalam hati Prince menyadari bahwa tidak akan mudah untuknya dapat menikah dengan Zara.
Bukan hanya kedua orang tua Zara saja yang tidak akan setuju,tapi karena usia Zara juga yang terbilang masih sangat muda. Dan lagi Zara masih harus melanjutkan pendidikannya di Korea.
"Mama dan papa Zara tidak pernah memarahi Zara Kak,mereka juga tidak pernah mengatakkan tidak setuju dengan hubungan kita.Hanya saja mereka ingin agar Zara fokus dengan pendidikan Zara dulu,itu saja Kak."
Zara beralasan,padahal memang kedua orang tua Zara tidak setuju dengan hubungan Zara dan Prince.
Mereka lebih setuju kalau Zara menikah dengan Barra.Meskipun mereka juga tahu kalau Prince laki-laki yang mapan dan kaya raya.
"Kak Prince mengerti sayang,tapi kamu masih tetap bisa kuliah meskipun sudah menikah.Kamu boleh kuliah dimanapun yang kamu mau sayang asalkan aku bisa selalu bersama kamu dengan menjadi suamimu.Dengan begitu Kak Prince bisa merasa lega."
Ujar Prince kepada Zara.Prince hanya ingin menjaga Zara dan dekat dekat dengan Zara.
__ADS_1
Zara yang mendengar keinginan Prince dapat mengerti mengapa Prince ingin segera menikah dengan Zara.