
"Kamu istirahat yang cukup ya,aku pulang dulu," ucap Prince kepada Zara.
Prince mengantarkan Zara sampai depan apartemennya Zara.
"Siaappp Tuan Prince yang tampan hehe," sahut Zara kepada Prince sambil tertawa kecil.
"Kamu menyebut aku apa tadi? coba ulangi?" Prince meminta Zara untuk mengulangi ucapannya tersebut.
"Siaaappp Tuan Prince yang tampaaaaann." Zara mengulangi ucapannya dengan menyebut Prince Tuan Prince yang tampan.
"Tuan Prince yang tampan? aku tidak mau di panggil Tuan Prince," prince protes terhadap Zara
"Lalu,mau di sebut apa?" Zara bertanya kepada Prince dengan wajah bingung.
"Panggil aku sayang...Sayangku yang tampan...Coba panggil sekarang," pinta Prince kepada Zara dengan memaksa.
"Siaaappp sayaaangku yang Tampan sejagat rayaaaa hehehe."
Zara mengikuti keinginan Prince untuk memanggilnya sayang sambil tertawa lucu.
"Haduh,suara kamu itu bikin aku pengen nyubit tahu gak," prince merasa gemas mendengar suara Zara yang memanggilnya dengan sebutan sayangku yang tampan.
"Cubit saja kalau bisa weeee," zara meledek Prince dengan menjulurkan lidahnya.
"Beneran? Sini aku cubit kamu," prince hendak mencubit kedua pipi Zara yang menggemaskan,namun Zara dengan cepat malah menutup pintu apartemennya supaya Prince tidak bisa mencubit kedua pipinya.
"Bruuuggg.... Hahahaha... memangnya enak Kak Prince gak bisa nyubit aku hahahaha."
Zara tertawa lucu ketika melihat Prince tidak bisa mencubit kedua pipinya,karena Zara menutup pintu apartemenya dan meninggalkan Prince di luar pintu.
"Hey... kamu berani ya mempermainkan aku... awasss saja nanti aku pasti akan mencubit kamu sampai kamu menangis..."
Prince meledek Zara sambil berteriak dari luar pintu apartemennya Zara sambil Prince tersenyum lucu.
"Kalau begitu Zara tidak mau lagi bertemu dengan Kak Prince,nanti yang ada wajah Zara tidak cantik lagi kalau sampai di cubit oleh Kak Prince." Zara mengancam Prince dengan candaannya.
"Baiklah sayang,kak Prince tidak akan mencubit wajah cantik kamu asalkan kamu ke luar dulu sebentar," pinta Prince kepada Zara di luar pintu apartemen Zara.
"Tidak mau,kak Prince pulang saja sana,zara mau istirahat," sahut Zara kepada Prince dari dalam.
"Tapi aku tidak mau pulang sebelum melihat wajah cantik kamu terlebih dahulu,karena aku tidak akan bisa tidur," ujar Prince kepada Zara dengan manja.
Zara yang mendengar ucapan Prince dari luar pintu apartemennya tersenyum senang ketika Prince mengatakan tidak bisa tidur jika belum melihat wajah cantk Zara.
__ADS_1
"Duuuh... Kak Prince kok bucin banget sih sama gue? tapi gue suka di bucinin kaya gini sama Kak Prince."
Dalam hati Zara merasa begitu bahagia mendengar Prince ingin melihat wajah cantiknya sebelum pulang ke apartemennya Prince.
"Kak Prince pulang saja gih.Zara sudah ngantuk," zara berpura-pura sudah mengantuk kepada Prince padahal Zara sebenarnya juga ingin melihat Prince sebelum dirinya beristirahat.
"Ya sudah,aku pulang dulu ya.Kamu istirahat saja yang cukup,besok kan kita bertemu lagi," ucap Prince kepada Zara dari luar pintu apartemen Zara.
Zara yang mendengar bahwa Prince akan pulang ke apartemennya dengan cepat Zara membuka pintu apartemennya tersebut karena Zara pun ingin melihat wajah tampan Prince sebelum Prince pergi.
"Ceklek..." Zara membuka pintu apartemennya,lalu Zara melihat Prince sudah bejalan menuju lift apartemen.
"Sayaaaangku yang tampan...." Zara memanggil Prince ketika Prince sudah melangkahkan kakinya menuju lift.
Prince yang mendengar suara Zara memanggilnya dengan sebutan sayangku yang tampan langsung menoleh ke arah belakang dimana Zara berada.
Prince tersenyum senang sekaligus malu ketika Zara memanggilnya sayangku yang tampan.
"Coba lihat gadis kecil itu... Sekarang dia sudah membuatku benar-benar gila," dalam hati Prince merasa bahwa Zara telah membuat Prince gila dengan tingkah lakunya yang menggemaskan.
Zara kemudian berlari cepat menghampiri Prince yang sudah beberapa langkah berjalan menuju lift.
"Cuuuuppppp...."
Tiba-tiba saja Zara mencium bibir Prince dengan tanpa sengaja.
Prince yang melihat wajah malu Zara setelah menciumnya langsung tersenyum menyeringai.
Prince tersenyum senang ketika Zara mencium bibirnya dengan spontan.
"Waaahhh... coba lihat gadis kecil ini.. kamu sudah berani ya menciumku.Aku tidak bisa membiarkan kamu lepas begitu saja karena kamu telah mencuri ciuman pertamaku tanpa memberitahuku terlebih dahulu," prince berpura-pura ngambek sambil dirinya meledek Zara yang masih menutup bibirnya dengan perasaan malu.
"Ma'af ya Kak.. Zara tidak sengaja," ucap Zara kepada Prince dengan wajah malunya.
"Apa? tidak sengaja? Baiklah,aku akan memberikan ciuman yang tidak sengaja juga untuk pacarku yang cantik ini,"
"Cuuuuppppp..."
Prince mencium bibir Zara dengan sengaja untuk membuat Zara semakin tidak berkutik.
Zara yang mendapatkan ciuman dari Prince merasa begitu kaget di buatnya.Kedua mata Zara bahkan hampir copot karena saking kagetnya.
"Kak Prince kok curang? Ini namanya di sengaja," ucap Zara kepada Prince sambil Zara menghapus bekas ciuman Prince di bibirnya.
__ADS_1
"Hey,kenapa kamu menghapusnya? Kak Prince memang tidak sengaja sayang,sama seperti yang kamu lakukan tadi," ujar Prince kepada Zara sambil tersenyum iseng.
"Iiiiikkkkhhhh.... Zara tadi itu memang tidak sengaja Kak,serius deh," zara mengangkat kedua jarinya pertanda dirinya tidak berbohong.
"Baiklah,kalau begitu ini ciuman yang di sengaja" ujar Prince kepada Zara.
"Cuuuuuppppp..."
Prince mencium kembali bibir merah Zara yang terasa begitu lembut bagi Prince.
Zara dengan wajah kagetnya hanya bisa terdiam saat Prince mencium bibir indahnya.
"Kamu tahu,aku ingin selalu seperti ini setiap detik," bisik Prince di telinga Zara hingga membuat Zara menggeliat.
"Iiikkkhhh dasar mesum..."
Zara berlari masuk ke dalam apartemennya karena dirinya merasa malu setelah Prince dengan sengaja mencium bibir Zara.
Prince yang melihat Zara berlari masuk ke dalam apartemennya hanya bisa tertawa lucu.
"Hahahaha.. Seru sekali berpacaran dengan anak kecil ini.Dia bahkan lebih lucu dari sebuah boneka," ucap Prince berbicara dengan dirinya sendiri.
Prince kemudian pergi dari apartemen Zara untuk pulang ke apartemennya Prince.
Sementara itu Zara yang sudah berada di dalam kamarnya tak henti-hentinya tersenyum bahagia karena Zara sudah menjadi kekasihnya Prince.
"Gue benar-benar gak nyangka kalau gue bisa berpacaran dengan Kak Prince.Ini semua terasa begitu indah dan membuat hati gue bahagia." batin Zara berbicara.
Kemudian Zara mengingat kembali saat Prince menyatakan cintanya tadi di dalam mobil,lalu memeluknya dan memberikannya cincin berlian.
Zara tersenyum ketika melihat cincin berlian yang di pasangkan oleh Prince di jari manisnya.
"Kak Prince ternyata benar-benar sangat romantis dan juga lucu.Sejak tadi Kak Prince tidak berhenti membuat gue tersenyum malu di buatnya.Tapi apa benar kalau tadi itu ciuman pertamanya Kak Prince? Berarti sebelumnya Kak Prince dan Kak Renata belum pernah bericiuman dong? Gue harus tanyakan itu sama Kak Prince,apapun jawabannya Kak Prince nanti gue tetap akan menerima karena saat ini gue benar-benar merasa sangat bahagia mendapatkan laki-laki yang selama ini gue cintai,"
Dalam hati Zara tak henti-hentinya merasa bersyukur karena Prince kini sudah menjadi kekasihnya.
Prince yang sudah sampai di apartemennya pun tidak berhenti tersenyum ketika mengingat tingkah laku Zara yang menurutnya sangat lucu dan menghibur dirinya.
Prince merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya sambil terus memikirkan Zara
"Gadis itu benar-benar sudah membuatku gila.Bahkan aku tidak sedetik pun melupakannya,aku bahkan selalu merindukannya meskipun aku baru saja kembali dari apartemennya."
Prince merasa hidupnya sangat bahagia setelah dirinya mengungkapkan perasaannya terhadap Zara.
__ADS_1
"Besok aku harus menemuinya,kalau bisa setiap hari aku harus melihat wajah cantiknya," batin Prince tak henti-hentinya memikirkan Zara.
Prince bahkan sudah lupa dengan ucapannya beberapa waktu yang lalu ketika Prince mengatakan tidak akan mau berpacaran dengan Zara.