PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
PUTUS


__ADS_3

"Kevin,antar dia untuk bertemu dengan Zara" titah Prince kepada Kevin.


Prince meminta Kevin untuk mengantarkan Dewa bertemu dengan Zara.


"Baik,bos," sahut Kevin kepada Prince.


"Terimakasih Kak sudah mengizinkan saya untuk bertemu dengan pacar saya," ucap Dewa kepada Prince dengan perasaan senang.


"Ini pertama dan terakhir kamu datang ke sini,jangan pernah ke Villa ini lagi," pinta Prince kepada Dewa dengan tegas.


"Baa..baik Kak," sahut Dewa kepada Prince.


Dalam hatinya Dewa sedikit takut melihat Prince begitu tegas terhadapnya.


Dewa juga tidak tahu kenapa Prince bisa bersikap seperti itu kepada Dewa,padahal mereka belum kenal.Kevin kemudian mengantar Dewa untuk bertemu dengan Zara.


"Kamu menunggu di luar saja," pinta Kevin kepada Andre ketika Kevin melihat Andre mau ikut masuk ke dalam Villa bersama Kevin dan Dewa.


"Tapi saya juga ingin bertemu dengan Stela," ucap Andre kepada Kevin.


"Nanti saya akan panggil Stela untuk bertemu dengan kamu,sekarang silahkan tunggu di luar saja dulu," pinta Kevin kepada Andre.


Bukannya Kevin melarang Andre untuk masuk ke Villa,hanya saja Kevin tahu kalau Prince tidak akan menyukai bila ada anak laki-laki yang masuk ke dalam Villa miliknya untuk bertemu dengan teman-temannya Angel.


Prince mengizinkan Dewa untuk bertemu Zara itupun hanya hari ini saja,selebihnya Prince tidak akan mengizinkan Dewa lagi untuk bertemu dengan Zara di Villa miliknya.


Prince tidak mau kalau sampai Angel mengikuti jejak sahabat-sahabatnya yang sangat suka berpacaran.


Kevin dan Dewa kemudian masuk ke dalam Villa milik Prince untuk bertemu dengan Zara.Sementara Andre menunggu di luar.


Prince yang malas melihat Andre langsung masuk ke dalam Villanya menuju kamarnya Prince.


Dengan perasaan kesal Prince merasa bahwa Zara telah memanfaatkan sakitnya untuk mencari perhatian dari kekasihnya yaitu Dewa.


Padahal Zara tidak pernah memberitahu Dewa alamat Villanya Prince.


"Gadis bodoh itu tidak bisa di kasihani walau sedikit pun.Bisa-bisanya dia meminta pacarnya itu untuk datang ke Villa ini." Isi hati Prince berbicara.


Sementara itu Kevin membawa Dewa ke lantai atas menuju kamar Zara,karena Dewa ingin sekali bertemu dengan Zara.


"Permisi,nona Zara.Ada pacarnya datang ingin bertemu."


Kevin memberitahu Zara bahwa pacarnya datang ke Villa ini untuk bertemu dengan Zara.


Zara yang sedang asik bersenda gurau bersama semua sahabat-sahabatnya merasa kaget ketika mendengar bahwa pacarnya ingin bertemu dengannya.


"Pacar?" tanya Zara kepada Kevin dengan wajah kaget.


Zara dan semua sahabat-sahabatnya belum melihat wajah Dewa karena Dewa belum menampakan wajahnya kepada Zara dan juga sahabat-sahabatnya.


"Iya benar,ini dia orangnya sudah ada di sini,"


Kevin memperlihatkan Dewa di hadapan Zara dan semua sahabat-sahabatnya Zara.


Betapa kagetnya Zara dan semua sahabat-sahabatnya ketika melihat Dewa sudah berada di hadapan mereka.

__ADS_1


"Dewaaaa..." Zara dan semua sahabat-sahabat Zara tercengang melihat Dewa berada di Villanya Prince.


"Hay Zara,gue ke sini karena gue kangen banget luh," ucap Dewa kepada Zara sambil tersenyum senang karena dapat melihat wajah Zara.Dewa kemudian masuk ke dalam kamar Zara.


"Dewa,luh tahu dari mana alamat Villanya Kak Prince?" tanya Vanya kepada Dewa.


Sementara Zara yang melihat Dewa ada di hadapannya hanya bisa diam tanpa kata.Dalam hatinya Zara merasa kesal dan marah,namun Zara masih dalam pemulihan sehingga Zara tidak bisa membuang-buang tenaganya untuk marah kepada Dewa.


"Luh gak perlu tahu lah dari mana gue tahu alamat ini," jawab Dewa kepada Vanya.


"Kita harus tahu lah,luh gak bisa seenaknya datang ke sini,karena ini kan Villanya orang lain bukan Villanya kita," ucap Stela kepada Dewa dengan kesal.


"Gue cuma datang sekali ini doang kok,luh sebaiknya temuin Andre saja di luar." Dewa memberitahu Stela kalau Andre berada di luar Villa.


"Apa? Andre ikut ke sini juga?" tanya Stela kepada Dewa dengan wajah kaget.


"Iya benar,lihat saja ke bawah," ujar Dewa kepada Stela.


"Duuuhhh,mau ngapain sih kalian ke sini? bikin pusing saja deh," ucap stela kepada Dewa dengan kesal.


Stela kemudian ke luar dari dalam kamar Zara untuk bersembunyi agar Andre tidak melihatnya.


"Zara,luh ngobrol dulu deh sama Dewa,kita mau ke luar dulu."


Vanya memberikan waktu untuk Zara dan Dewa berbicara berdua.


"Vanya benar,biarkan Zara dan Dewa berbicara berdua,kita ke luar saja dulu dari kamar Zara," ajak Angel kepada Vanya dan Selin.


Angel,vanya dan Selin akhirnya ke luar dari dalam kamar Zara supaya Zara dan Dewa bisa berbicara empat mata.


"Zara,gimana keadaan luh? katanya luh lagi sakit ya?" tanya Dewa kepada Zara.Dewa melihat di tangan Zara masih ada jarum infusan,lalu Dewa duduk di samping Zara.


"Gue hanya demam biasa saja kok Dewa,luh gak usah khawatir," ucap Zara kepada Dewa.


"Gue jelas khawatir sama luh,karena luh pacar gue," ujar Dewa kepada Zara sambil Dewa memegang tangan Zara.


"Dewa,apa gue boleh ngomong sesuatu sama luh?" tanya Zara kepada Dewa dengan perasaan was-was.


"Tentu saja boleh,mau ngomong apa?" Dewa penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan oleh Zara kepadanya.


"Dewa,gue mau bicara jujur sama luh,tapi gue mohon luh jangan marah atau kecewa sama gue," pinta Zara kepada Dewa.


"Iya,gue janji gue enggak akan marah sama luh,serius deh," ucap Dewa kepada Zara sambil Dewa mengangkat kedua jari tangannya pertanda serius.


"Dewa,gue mau kita cukup berteman saja ya,luh jangan pernah bertanya kenapa? karena gue akan jelasin semuanya sama luh.Kemarin pas luh ulang tahun Gue nerima luh jadi pacar gue karena waktu itu gue bingung harus jawab apa? gue kasihan sama luh,gue gak mau bikin luh malu dan kecewa di hadapan semua teman-teman sekolah kita.Sedangkan luh sendiri tahu kalau gue gak punya perasan apa-apa sama luh Dewa.Gue harap luh gak sakit hati dengan kejujuran gue ini."


Zara akhirnya memberanikan diri untuk berkata jujur kepada Dewa bahwa selama ini dirinya menerima Dewa hanya karena kasihan.


Dewa yang mendengar kejujuran dari Zara awalnya merasa sangat kaget dan sakit,tapi Dewa juga menyadari kalau hubungan mereka tetap di paksakan yang ada Zara tidak akan bahagia.


"Zara,gue terima kejujuran luh.Di sini justru gue yang salah,gue yang minta ma'af sama luh karena gue selalu memaksakan keinginan gue untuk dapetin luh.Gue gak marah sedikit pun sama luh,luh gak salah Zara."


Dewa mengakui bahwa dirinya lah yang salah karena telah memaksa Zara untuk menjadi kekasihnya.


Sedangkan Dewa tahu kalau Zara sejak dulu tidak memiliki perasaan sedikit pun kepada Dewa.

__ADS_1


"Luh beneran gak marah sama gue?" tanya Zara kepada Dewa dengan wajah serius.


"Iya,beneran Zara... Tapi kita masih bisa temenan gak? gue mau hubungan kita tetap baik-baik saja sebagai teman.Plisss mau ya temenan sama gue?" Dewa bertanya kepada Zara.Dewa berharap dirinya dengan Zara masih bisa berteman dengan baik meskipun sudah tidak ada hubungan lagi.


"Tentu saja kita masih bisa berteman hehehe," zara tersenyum senang karena dirinya bisa lepas dari Dewa.


Tak lama bi Lilis mengantarkan sop daging untuk Zara ke dalam kamarnya Zara.


"Permisi Nona Zara,ini bi Lilis bawakan sop daging untuk Nona Zara.Di makan ya Non mumpung masih hangat," ucap bi Lilis kepada Zara.


Bi Lilis menaruh sop daging dalam mangkuk makanan di atas meja yang berada di dekat tempat tidur Zara.


Zara tidak tahu kalau yang meminta bi Lilis untuk memasak sop daging adalah Prince.


"Waaahhh,ini pasti enak banget sop dagingnya,makasih banyak ya bi Lilis," ucap Zara kepada bi Lilis sambil tersenyum senang.


"Sama-sama Nona Zara," sahut bi Lilis kepada Zara.


Bi Lilis kemudian ke luar dari dalam kamar Zara setelah mengantarkan sop daging bikinannya.


"Gue suapin ya?" Dewa ingin menyuapi Zara.


"Gak usah deh,gue bisa makan sendiri kok," ujar Zara kepada Dewa.


"Gue suapin sebagai teman,bukan sebagai pacar,masa teman gak boleh nyuapin? kali ini doang kok." Dewa memaksa ingin menyuapi Zara sop daging.


"Baiklah," sahut Zara kepada Dewa.


Dewa kemudian menyuapi Zara sop daging yang telah di buat oleh bi Lilis.


Namun ketika Dewa sedang menyuapi Zara,prince rupanya melihatnya dari balik pintu kamar Zara.


Prince yang berdiri di dekat pintu kamar Zara melihat dengan jelas ketika Zara sedang di suapi sop daging oleh Dewa.Hal itu tentu saja membuat Prince semakin kesal..


"Aku yang meminta bi Lilis untuk memasak sop daging,tapi malah di gunakan untuk bermesra-mesraan," dalam hati Prince merasa kesal melihatnya.


Prince kemudian turun lagi ke lantai bawah untuk menemui Kevin.Prince meminta kevin agar Kevin segera menyuruh Dewa pergi dari Villa miliknya.


"Kevin,cepat suruh dia untuk segera pergi dari sini," titah Prince kepada Kevin.


"Baik Bos," sahut Kevin kepada Prince.


Dengan cepat Kevin naik ke lantai atas untuk meminta agar Dewa segera pergi dari Villanya Prince.


"Permisi,maaf sudah waktunya untuk pulang,karena di sini tidak di perbolehkan main terlalu lama," ucap Kevin kepada Dewa.


"Baik,kak," jawab Dewa kepada Kevin.


Dewa pun berpamitan kepada Zara untuk pulang.Kebetulan hari ini Dewa dan Andre akan kembali ke jakarta.


"Zara,gue pulang dulu ya,nanti kita bertemu lagi di jakarta," ucap Dewa kepada Zara.


Dewa menaruh kembali mangkuk yang berisi sop daging di atas meja.


"Baiklah,sampai ketemu juga di jakarta ya," sahut Zara kepada Dewa.

__ADS_1


Setelah Dewa berpamitan dengan Zara,dewa pun ke luar dari dalam kamar Zara bersama Kevin menuju lantai bawah,lalu Dewa dan Andre pergi dari Villanya Prince.


__ADS_2