
"Sayang..."
Tiba-tiba saja Dewa menghampiri Zara yang sedang berada di sebuah Cafe bersama Angel,vanya,stela,selin dan Kevin.
Zara dan semua sahabat-sahabatnya merasa begitu kaget ketika melihat Dewa berada di Bandung.
Ternyata Dewa tidak hanya datang seorang diri,melainkan datang bersama Andre,kekasihnya Stela.Hal itu tentu saja membuat Stela kaget dan juga kesal.
"Dewa,luh ngapain di sini?" tanya Zara kepada Dewa dengan wajah kagetnya.
"Gue mau nemuin pacar gue lah," jawab Dewa kepada Stela sambil tersenyum.
"Kenapa luh gak bilang-bilang gue kalau luh mau ke sini Dewa?" Zara merasa begitu kesal ketika Dewa berada di hadapannya tanpa memberitahu Zara.
Begitupun dengan Stela,stela juga tak kalah kesalnya melihat Andre berada di Bandung bersama Dewa.
Stela merasa tidak enak hati kepada Kevin,karena dirinya sudah mengungkapkan perasaannya kepada Kevin.
"Duuuhhhh... ngapain sih Andre pake dateng-dateng ke sini segala? gue harus ngomong apa dong sama Kak Kevin? meskipun gue sudah bilang kalau gue sudah punya pacar,tetap saja gue gak mau kalau Kak Kevin merasa kecewa terhadap gua,"
Dalam hati Stela merasa takut kalau Kevin sampai menjauhinya,tanpa Stela tahu bahwa Kevin cukup dewasa dalam melihat situasi kehidupan anak-anak seusia Stela dan Zara.
Kevin yang melihat kehadiran kekasinya Stela dan kekasihnya Zara hanya diam saja.
"Beginilah percintaan anak baru gede,gue bingung memposisikan diri gue di hadapan Stela." Batin Kevin berbicara ketika melihat kekasih Stela datang bersama kekasihnya Zara.Kevin juga baru tahu kalau ternyata Zara sudah memiliki seorang kekasih.
"Apa mereka benar-benar kekasihnya Zara dan Kekasihnya Stela? tapi kenapa Zara menyukai Prince? seolah Zara tidak memiliki seorang kekasih."
Kevin memperhatikan Zara dan Stela sambil menikmati secangkir kopi.Bagi Kevin kisah anak baru gede seperti Zara dan Stela sudah pernah Kevin alami,hal itu membuat Kevin tersenyum lucu melihatnya.
"Gue ke sini buat nemuin pacar gue,memangnya salah? kenapa juga setiap gue telpon gak pernah di angkat? gue kan khawatir sama luh,gue takut luh kenapa-kenapa cantik," dengan penuh rasa sayang Dewa memperdulikan Zara.Namun Zara malah merasa kesal dan tidak mau di perhatikan oleh Dewa.
Zara hanya bisa memegang keningnya ketika melihat Dewa berada di hadapannya.Zara bingung harus berbuat apa supaya Dewa bisa pergi.
"Dewa benar,kita sebagai pacar khawatir sama kalian.Tapi kalian malah senang-senang sendiri tanpa kita." ucap Andre kepada Stela dan Zara.
"Andre,gue mau ngomong berdua sama luh,ikut gue sekarang.." Stela mengajak Andre ke luar dari Cafe,karena Stela ingin mengatakan sesuatu kepada Andre.
"Oke sayang," sahut Andre dengan manis kepada Stela.Tanpa tahu apa yang akan di ucapkan Stela terhadapnya nanti.
Stela dan Andre pun ke luar dari dalam Cafe untuk berbicara empat mata.Stela rasanya sudah tidak mau lagi menjalin hubungan dengan Andre.
"Andre,kita putus." Tanpa basa basi Stela meminta putus dari Andre.
Andre yang mendengar bahwa Stela meminta putus darinya begitu kaget.Sedangkan mereka saja baru beberapa bulan berpacaran.
"Apa? putus? Luh jangan bercanda dong Stela sayang." Andre masih menganggap ucapan putus dari Stela hanya sekedar candaan semata.
"Gue serius.Gue mau kita putus sekarang juga,karena gue sudah gak ada perasaan sama luh."
Stela tanpa perasaan memutuskan hubungannya dengan Andre,meskipun Stela tahu Andre pasti akan sakit hati.
"Gue gak mau putus Stela,kita itu baru jadian beberapa bulan,luh gak bisa mutusin gue begitu saja.Gue masih sayang sama luh."
Andre tidak mau putus dari Stela.Andre juga tidak terima kalau Stela meminta putus begitu saja.
__ADS_1
"Andre,luh gak dengar ya? gue itu udah gak ada perasaan lagi sama luh,gue mohon luh mengerti Andre," ucap Stela kepada Andre.
Stela benar-benar sudah yakin dengan keputusannya untuk putus dari Andre.Namun Andre sepertinya tetap tidak mau menerima segala keputusan Stela.
"Luh mutusin gue pasti karena ada cowok lain kan di hati luh?" Andre seolah tahu bahwa Stela saat ini sudah memiliki hati terhadap laki-laki lain yang di sukainya.
Stela yang mendengar Andre menuduhnya seperti itu merasa kaget.Stela kaget karena Andre bisa tahu kalau saat ini Stela memang sedang menyukai laki-laki lain,namun alasan Stela meminta putus juga sebenarnya karena Stela sudah tidak memiliki perasaan terhadap Andre sejak beberapa minggu yang lalu.
"Andre,gue ingetin ya sama luh,mau gue suka dengan cowok manapun itu urusan gue,yang jelas gue sekarang minta putus,"
Stela kemudian masuk kembali ke dalam Cafe dan meninggalkan Andre di luar Cafe sendirian.
"Aaaaaaaaaa.... gue gak terima ya luh mutusin gue." Andre berteriak pada Stela ketika Stela meninggalkan Andre.
Stela masuk ke dalam Cafe menghampiri sahabat-sahabatnya yang masih berada di dalam Cafe.
"Stela.. Andre mana?" tanya Dewa kepada Stela.
Dewa tidak melihat Andre masuk ke dalam Cafe bersama Stela.
Stela hanya diam saja ketika Dewa bertanya tentang Andre.Perasannya saat ini sedang tidak baik-baik saja.Stela sebenarnya merasa kasihan kepada Andre,akan tetapi Stela sudah tidak mau lagi menjalin hubungan dengan Andre.
Zara,vanya,stela,selin dan Angel yang melihat raut wajah Stela yang sedang kacau pun tahu bahwa Stela pasti sudah memutuskan hubungannya dengan Andre.
Di satu sisi sahabat-sahabat Stela kasihan kepada Andre,tapi di sisi lain mereka juga tidak bisa memaksakan perasaan Stela.
"Gue yakin Stela sudah mutusin Andre,tinggal gue yang harus mutusin Dewa,tapi gue tidak bisa setega Stela.Gue kasihan sama Dewa.Dewa pasti akan sakit hati banget kalau gue putusin.Mungkin gue harus nunggu waktu yang pas buat mutusin Dewa."
Isi hati Zara berkecamuk.Zara juga sebenarnya ingin sekali memutuskan Dewa.Zara memiliki alasan yang lebih pas dari Stela,bahkan sahabat-sahabatnya Zara pun tahu kalau sejak awal Zara memang tidak menyukai Dewa,beda halnya denga Stela yang sama-sama saling menyukai.
Prince melihat ada Dewa sedang duduk di samping Zara.Hal itu tentu saja membuat Prince berpikir yang tidak-tidak.
"Rupanya dia sudah membuat janji dengan pacarnya untuk bertemu di sini.Pintar sekali dia.Semoga Angel tidak seperti gadis bodoh itu."
Dalam hati Prince sudah tidak heran lagi ketika melihat Zara bersama kekasihnya.Prince yakin bahwa Zara lah yang meminta kekasihnya untuk menemui Zara.
Prince tidak tahu saja bawa sebenarnya Dewa menemui Zara tanpa memberitahu Zara terlebih dahulu.
Zara yang melihat Prince datang bersama dengan Kesya pun hanya bisa memandang Prince dengan sendu.
Zara merasa sudah tidak ada lagi peluang untuknya mendekati Prince setelah Zara melihat Prince begitu dekat dengan Kesya.
"Kak Prince mengajak Kak Keysa ke Cafe ini,apa mereka benar-benar sudah pacaran?" dalam hati Zara merasa cemburu melihat Prince datang bersama Kesya.
"Kak Prince.." Angel memanggil Prince yang datang bersama Kesya.
"Kak Prince ngapain sih ngajak Kak Kesya ke sini? Kasian Zara kalau harus melihat Kak Prince dengan Kak Kesya terus," batin Angel merasa tidak suka ketika melihat Prince bersama Kesya.
Angel pun dapat melihat raut wajah Zara yang terlihat sedih ketika melihat Prince datang bersama Kesya.
"Bos,duduk di sini saja." Kevin meminta Prince dan Kesya untuk duduk di kursi dan meja yang kosong.
Prince dan Kesya pun duduk di kursi dan meja yang sudah di siapkan oleh Kevin untuk mereka.
"Bos mau pesan kopi apa?" tanya Kevin kepada Prince.
__ADS_1
"Apa saja," sahut Prince singkat.
"Mbak Kesya mau pesan minuman juga?" tanya Kevin kepada Kesya.
"Boleh deh,aku pesan kopi yang sama saja dengan Prince," ujar Kesya kepada Kevin.
"Oke,mbak Kesya," sahut kevin kepada Kesya.
Kevin dengan cepat memesan kopi untuk Prince dan juga Kesya.
Sahabat-sahabat Zara yang melihat kedekatan Prince dengan Kesya merasa kasihan kepada Zara.Namun mereka tidak dapat bicara apa-apa karena ada Dewa di samping Zara.
"Angel,dia siapa?" tanya Dewa kepada Angel.Dewa menunjuk ke arah Prince.
"Oh,itu Kak Prince,sepupu gue.Kita menginap di sini di Villanya Kak Prince." Jawab Angel kepada Dewa dengan jujur.
"Oh, gue pikir kalian menyewa Villa orang lain," ujar Dewa kepada Angel.
"Tidak kok,kita tidak menyewa Villa hehe,"
Dewa kemudian mellirik ke arah Zara,dewa merasa bingung dengan sikap Zara yang hanya diam saja ketika berada di dekat Dewa.Padahal Dewa berharap Zara akan senang dengan kehadirannya.
"Zara,luh gak suka ya dengan kehadiran gue di sini?" tanya Dewa kepada Zara.
"Enggak kok,cuma gue lagi gak mood," jawab Zara kepada Dewa.
"Ya udah deh,gue pergi dulu ya saja,gue harus nyari Andre,dari tadi Andre gak balik-balik ke sini.Nanti Gue akan nemuin luh lagi," ucap Dewa kepada Zara.
"Iya," sahut Zara singkat kepada Dewa.
"Gaes,gue mau nyari Andre dulu ya," dewa berpamitan kepada Vanya,stela,selin dan Angel.
"Oke Dewa," sahut Vanya,stela,selin dan Angel kepada Dewa.
Dewa kemudian pergi meninggalkan Zara dan sahabat-sahabatnya di Cafe.Hal itu tentu saja membuat Zara lega.
"Zara,luh yang sabar ya," ucap Vanya kepada Zara.
"Iya Zara,luh yang sabar ya,kita tahu sekarang luh pasti lagi kesal banget sama Dewa,apa lagi luh harus ngeliat pangeran luh jalan sama wanita lain." Selin dengan tanpa sadarnya berbicara keras kepada Zara.
"Selin,luh bisa pelan-pelan gak sih ngomongnya? nanti kedengeran sama Kak Prince," ujar Zara kepada Selin.
"Sorry.. sorry habisnya gue kesel sih liat Kak Prince jalan sama Kak Kesya," bisik Selin kepada Zara.
"Zara,luh harusnya kaya gue,gue saja tadi bisa kok mutusin Andre," ujar Stela kepada Zara.
"Gue nunggu waktu yang tepat Stela,gue gak mungkin mutusin Dewa di sini." Zara masih memiliki rasa kasihan terhadap Dewa.
"Zara benar,luh harusnya tadi kasihan sama Andre,jangan mentang-mentang luh lagi ngebet sama Kak Kevin,luh jadi gak punya hati nurani kaya gini Stela," ucap Vanya kepada Stela dengan kesal.
"Kok eluh ngatain gue gak punya hati nurani sih?" Selin berbicara keras kepada Vanya,hal itu tentu saja membuat semua pengunjung di Cafe termasuk Kesya menoleh ke arah Stela dan sahabat-sahabatnya.
Sementara Prince tidak menoleh,prince merasa malu kalau harus melihat prilaku Zara dan sahabat-sahabatnya di depan umum,termasuk prilaku Stela yang berbicara begitu keras.
"Sudah tidak heran kalau sahabat-sahabatnya Angel semuanya tidak memiliki rasa malu," batin Prince berbicara ketika mendengar suara Stela yang begitu keras di tempat umum.
__ADS_1