
2 MINGGU KEMUDIAN
Zara dan semua teman-teman sekolahnya baru saja selesai ujian.Mereka semua tinggal menunggu hasilnya.
Zara dan semua teman-temannya di liburkan selama 1 bulan sampai hasil kelulusannya nanti.
"Semoga saja kita semua lulus dengan nilai yang memuaskan ya," harap Zara pada sahabat-sahabatnya yaitu Vanya,stela,selin dan Angel.
"Aamiin.. mudah-mudahan saja kita lulus dan bisa kuliah di universitas yang kita inginkan," angel mengAmiinkan Do'a Zara.
Semua sahabat-sahabat Zara juga ber'do'a agar mereka lulus dengan nilai terbaik.
"Kita ke mall yuk,rasanya kepala gue begitu pusing kalau tidak berbelanja." Stela mengajak Zara,vanya,selin dan Angel ke mall untuk berbelanja.
"Sama nih,setelah pikiran kita terkuras karena mengisi soal ujian yang begitu sulit,kita harus segera menyegarkan pikiran kita," ucap Selin pada Stela.
"Ya sudah,kalau begitu kita ke mall nya pakai mobil gue saja." Zara mengajak semua sahabat-sahabatnya untuk pergi ke mall menggunakan mobil Zara.
"Oke oke Zara,gassss... " Seru sahabat-sahabat Zara berbarengan.
Zara kemudian meminta Mang Ujang untuk mengantarkan Zara berserta semua sahabat-sahabatnya ke mall untuk berbelanja dan juga makan siang.
"Mang Ujang, tolong antar Zara dan sahabat-sahabat Zara ke mall ya," pinta Zara pada Mang Ujang.
"Siap Nona Zara," sahut Mang Ujang pada Zara.
Zara dan semua sahabat-sahabatnya pun langsung masuk ke dalam mobil Zara untuk pergi ke mall.
"Gaes,tolong sadarkan gue kalau nanti gue mulai khilaf," Stela meminta Zara,vanya,selin dan Angel untuk menyadarkan Stela kalau tiba-tiba dirinya berbelanja melebihi batas.Mereka berbincang-bincang ketika berada di dalam mobil Zara menuju mall.
"Kayanya gue gak bisa menyadarkan luh deh,kita kan sama-sama hobby banget belanja," ucap Selin pada Stela.
"Iya benar,luh dan Selin memang ratunya belanja. Bahkan tas yang 1 model saja bisa punya 5 warna,ampun deh,"
Zara menepuk keningnya kalau mengingat kelakuan Stela dan Selin yang sering menghambur-hamburkan uang untuk berbelanja.
"Stela dan Selin benar-benar parah banget.Luh berdua harusnya sudah belajar menabung seperti gue," vanya membanggakan dirinya yang pintar dan rajin menabung.
"Gue juga pengennya seperti luh dan Zara.Luh dan Zara selalu cukup dengan 1 model tas 1 warna,sedangkan gue dan Selin harus punya banyak warna dari 1 model tas," ucap Stela pada Zara.
"Bagus dong kalau begitu,berarti Zara dan Vanya lebih bisa mengelola uang yang sudah di berikan oleh orang tuanya," puji Angel pada Zara dan Vanya.
__ADS_1
"Ya ya ya... gue akuin Zara dan Vanya paling pintar menabung dan tidak hobby belanja seperti gue dan Selin. Tapi gue rasa semua cewek menyukai belanja dan menyukai barang-barang yang bagus deh." Stela membela diri meskipun ia mengakui bahwa Zara dan Vanya lebih pintar dalam mengelola uang.
"Semua wanita pasti suka berbelanja,tapi kita juga harus belajar untuk menabung,karena kita tidak akan pernah tahu kedepannya kehidupan kita akan seperti apa?"
Zara menasehati Stela dan Selin agar Stela dan Selin tidak terlalu menghambur-hamburkan uang.
"Baik Zara sayang, tapi harus pelan-pelan ya belajar nabungnya hehe," ujar Stela pada Zara.
"Ya ya ya," sahut Zara pada Stela.
Tak lama mereka pun sudah sampai di mall yang mereka tuju.
Zara,vanya,stela dan Selin memasuki mall terbesar di jakarta untuk berbelanja.Sedangkan Mang Ujang menunggu di mobil.Mang Ujang sudah di beri uang oleh Zara untuk membeli apa yang Mang Ujang mau.
Setelah Zara dan semua sahabat-sahabatnya masuk ke dalam mall,mereka langsung berjalan menuju sebuah toko pakaian terlebih dahulu.
Sebelum mereka pergi berlibur ke Bandung,mereka ingin menyiapkan beberapa pakaian untuk mereka pakai.Seperti biasa,stela dan Selin selalu kalap ketika berbelanja pakaian.
"Hmmmm.... sadarkan gue ya kalau gue lagi khilaf." Vanya meledek Stela dan Selin ketika melihat Stela dan Selin begitu kalap melihat pakaian-pakaian yang bagus."
"Hehehe... gue lupa,sekarang lupain saja deh kata-kata gue tadi,karena gue akan berbelanja sepuasnya,iya kan Selin?" Stela dan Selin ingin berbelanja sesuka hatinya.Mereka berdua selalu kompak dalam hal berbelanja.
Sedangkan Zara,vanya dan Angel hanya membeli beberapa pakaian saja yang sekiranya mereka butuhkan,karena Zara,vanya dan Angel tidak terlalu suka berbelanja serta menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting.
"Stela,selin.Kalian bisa menghabiskan uang berapa kalau berbelanja pakaian?" tanya Angel pada Stela dan Selin.
"Gue bisa menghabiskan 20juta untuk pakaian saja,tapi belum termasuk tas dan sepatu ya. Kalau dengan tas dan sepatu mungkin 50 juta lah," jawab Stela pada Angel.
Untuk ukuran anak sekolahan,uang yang di belanjakan oleh Stela termasuk sangat besar.
Karena tidak semua anak bisa berbelanja dengan uang sebanyak itu.
"Gue juga sama dengan Stela. Bisa habis 50 juta kalau sekali ke mall,tapi hal itu tidak masalah,karena yang penting kepala gue sudah tidak pusing lagi hihihi," ujar Selin pada Angel.
"Kalian memang luar biasa,di atas rata-rata.
Untung saja orang tua kalian kaya raya," tutur Zara pada Stela dan Selin sambil Zara menggeleng-gelengkan kepala.
"Memangnya orang tua luh gak kaya? Orang tua luh bahkan lebih kaya dari orang tua kita.Hanya saja luh gak seboros kita dalam berbelanja" ucap Stela pada Zara.
Orang tua Zara memang kaya raya,akan tetapi Zara lebih suka menggunakan uangnya untuk memberi orang lain dari pada untuk membeli banyak pakaian.
__ADS_1
"Orang tua gue memang kaya,tapi bukan berarti gue bisa menghabiskan uang mereka semau gue. Gue juga kasihan sama mereka yang sudah bekerja begitu keras untuk gue." Zara sadar bahwa mencari uang itu tidak mudah,apa lagi dirinya belum bisa menghasilkan uang.
"Benar tuh kata Zara. Gue juga selalu kasihan sama orang tua gue setiap kali gue mau menghabiskan uang yang di berikan oleh orang tua gue buat gue,"
Vanya merasa satu pikiran dengan Zara.Dirinya juga tidak terlalu suka menghambur-hamburkan uang.
"Iya sih.Tapi gimana dong,gue gak bisa menahan keinginan gue buat berbelanja." Stela pun merasa bahwa dirinya memang sangat boros.
"Iya sama,gue juga susah banget nahan diri gue buat enggak belanja banyak," selin merasa sama-sama boros dengan Stela.
"Gue sih terserah luh saja mau belanja sebanyak apapun,itu juga kan uang dari orang tua luh bukan dari orang tua gue,hanya saja sebagai sahabat gue ngingetin luh supaya luh bisa gunain uang luh sebaik mungkin." Ujar Zara pada Stela dan Selin.
"Iya deh,mulai sekarang gue bakalan rada menghemat." Stela merasa tersentil oleh ucapan Zara.Dirinya pun akan mulai belajar mengurangi belanjaannya.
"Iya gue juga.Makasih ya Zara,vanya,angel. Luh bertiga udah ngingetin kita," ucap Selin pada Zara,vanya dan Angel.
"Iya sama-sama,kita kan sahabat,saling mengingatkan kebaikan itu harus," ujar Zara pada Selin.
Zara,vanya,stela,selin dan Angel pun berbelanja sesuai kebutuhan mereka.Selesai mereka berbelanja,mereka pun masuk ke sebuah restaurant untuk makan siang.
Di restaurant itu mereka malah bertemu dengan Prince yang sedang makan siang bersama sekretaris pribadinya yaitu Kevin.
"Angel,itu kaya Kak Prince deh," unjuk Zara pada Angel ke arah Prince ketika Zara,angel,vanya,stela dan Selin hendak masuk ke dalam restaurant.
"Oh,iya benar itu Kak Prince.Kebetulan sekali ya. Ya sudah kita ke sana yuk," ajak Angel pada Zara,vanya,stela dan Selin.
"Luh saja deh Angel,gue malu." Ucap Zara pada Angel dengan perasaan malunya.
"Zara,luh gak usah malu,kan ada gue." Angel meminta Zara untuk percaya diri.
"Iya benar kata Angel,kita ke sana saja sebentar,gue juga pengen cuci mata liat yang cakep-cakep hehe." Selin pun ingin melihat wajah tampan Prince.
"Selin,ingat ya. Luh jangan kaya ulet bulu ya yang suka gatel kalau liat cowok." vanya mengingatkan Selin.
"Emangnya ada ya ulet bulu yang suka sama cowok?" dengan polos Selin bertanya pada Vanya.
"Duh,dasar ga pinter ya luh.Udahlah gue males," vanya merasa capek kalau harus menjelaskan semuanya pada Selin.
"Udah udah.Ayuk kita samperin Kak Prince dulu sebentar," ajak Angel pada Zara,vanya,stela dan Selin.
Angel,zara,vanya,stela dan Selin kemudian menghampiri Prince yang tengah makan siang di restaurant yang mereka datangi.
__ADS_1