
PUKUL 2 SIANG.
Zara baru saja sampai di apartemennya Prince.Sudah hampir 2 minggu Zara tidak bekerja di apartemen Prince untuk menyamar sebagai Zuminten.
"Kira-kira Kak Prince bakalan marah gak ya kalau gue berhenti bekerja di apartemennya? Semoga saja tidak,lagi pula gue kan sekarang sudah menjadi pacarnya Kak Prince,jadi sudah tidak perlu lagi menyamar seperti ini," batin Zara berbicara.
Zara kemudian masuk ke dalam kamar Prince untuk membersihkan kamar Prince.
Zara pun melihat-lihat sekeliling kamar Prince,dalam hatinya Zara tidak menyangka kalau Prince saat ini sudah menjadi kekasihnya Zara.
"Akhirnya gue bisa juga menjadi pacarnya Kak Prince.Kamar ini... Apa mungkin gue bisa sampai menikah dengan Kak Prince? Duh Zara,baru saja beberapa hari pacaran sudah membicarakan pernikahan,dasar Ratu penghayal."
Zara tersenyum sambil menghayal ketika dirinya berada di dalam kamar Prince.Zara berhayal bagaimana jika dirinya bisa menikah dengan Prince,laki-laki yang di cintainya.
"Sudah rapih,sebentar lagi Kak Prince pulang kerja,gue harus nyiapin cemilan buat Kak Prince hihihi.."
Zara sudah selesai merapihkan tempat tidur Prince,setelah itu Zara ke luar dari dalam kamar Prince menuju dapur untuk menyiapkan cemilan.
"Hanya ada frozen food kentang dan buah-buahan... Gak apa-apa deh,gua akan goreng kentang ini dan gue akan bikin salad buah juga yang enak buat Kak prince hehehe," zara berbicara dengan dirinya sendiri ketika hendak menyiapkan cemilan untuk Prince.
Zara pun langsung menggoreng frozen food kentang yang tinggal di goreng dan membuat salad buah yang enak juga untuk Prince.
Tak lama Prince pun pulang ke apartemennya dengan perasaan kaget.Prince kaget ketika mencium bau masakan.
"Kenapa *seperti ada orang yang tengah memasak di dapur ya*?" batin Prince bertanya-tanya.
Prince kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur yang ada di apartemennya untuk mengetahui siapa orang yang sedang memasak di apartemennya .
"Kamu.... " Prince melihat Zara alias Zuminten sedang memasak di dapur.
"Tuu...tuan Prince .." Zara alias Zuminten kaget ketika melihat Prince sudah pulang dari kantornya .
"Ya ampun,ganteng banget sih sayang... Pengen deh meluk Kak Prince setiap kali Kak Prince pulang kerja.Tapi sekarang gue kan lagi menyamar menjadi Zuminten.Mana mungkin gue bisa meluk pacar gue yang tampan ini," batin Zara berbicara.
"Kamu kemana saja? Kenapa baru datang hari ini?" tanya Prince kepada Zara alias Zuminten.
Prince tahu bahwa Zara alias Zuminten tidak bekerja di apartemennya semenjak Prince pergi liburan ke Bandung.
"Anuuu Tuan... Ada kepentingan yang harus saya urus," jawab Zara alias Zuminten kepada Prince dengan gugup.
"Kepentingan? Tapi kenapa kamu tidak memberitahu saya terlebih dahulu kalau kamu tidak dapat bekerja selama hampir 2 minggu ini?" Prince bertanya kepada Zara alias Zuminten karena Prince merasa aneh melihat gelagat Zara alias Zuminten.
__ADS_1
Zara yang mendapatkan pertanyaan dari Prince merasa bingung harus menjawab apa.
"Duuhhh... mampus nih gue.Gue lupa buat ngasih kabar sama Kak Prince kalau gue gak bisa kerja selama Kak Prince pergi ke Bandung,karena pada waktu itu gue juga ikut ke Bandung bersama Kak Prince.Bodoh banget sih gue sampai lupa begini."
Dalam hati Zara merasa kalau dirinya begitu bodoh karena sampai lupa memberikan kabar kepada Prince.
"Ma'afkan saaa...saya Tuan,handphone saya kemarin rusak dan sekarang baru menyala,jadi saya tidak bisa menghubungi Tuan Prince," ucap Zara alias Zuminten kepada Prince dengan memberikan alasan.
"Ya sudah,kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu," tirah Prince kepada Zara alias Zuminten.
"Tuuuu tuaann Prince... Sepertinya saya akan berhenti bekerja di apartemen Tuan Prince," dengan gugup Zara alias Zuminten menyampaikan keinginannya untuk behenti bekerja di apartemennya Prince.
"Apa? Kamu mau berhenti bekerja? Memangnya kamu sudah menemukan pekerjaan yang baru?" tanya Prince kepada Zara alias Zuminten.
"Beee..belum Tuan,tapi saat ini saya sedang ada kegiatan yang harus saya jalani Tuan," jawab Zara alias Zuminten kepada Prince.
"Oh,ya sudah.Gaji kamu mau saya transfer lewat mana?" tanya Prince kepada Zara alias Zuminten.
Zara kaget saat Prince ingin memberikan gajinya Zara alias Zuminten,sedangkan Zara hanya memiliki Rekening atas nama dirinya dan atas nama orang tuanya.
"Duuuhh,mampus nih gue.Gimana caranya Kak Prince bisa mengirimkan gaji gue kalau gue saja gak punya nomor rekening atas nama Zuminten?" Dalam hati Zara merasa bingung
"Tuuuan Prince,saa..saya tidak memiliki rekening pribadi Tuan,apa bisa kalau cash saja? atau kalau tidak saya tidak di bayar pun tidak apa-apa Tuan," ucap Zara alias Zuminten kepada Prince.
"Baru kali ini ada orang yang bekerja tapi tidak mau di bayar.Sangat aneh sekali," batin Prince berbicara.
"Saya pasti akan membayarnya,tapi sekarang saya tidak memiliki uang cash,kamu tunggu dulu sebentar," Prince meminta Zara alias Zuminten menunggu sebentar.
Prince kemudian menghubungi Kevin untuk datang ke apartemennya membawa uang cash,karena Prince tidak mungkin kalau sampai tidak membayar gaji Zara alias Zuminten.
Setelah menunggu kurang lebih 15 menit,kevin pun tiba di apartemen Prince.
"Bos,ini uangnya." Kevin memberikan uang tunai senilai 10juta rupiah kepada Prince.
"Terimakasih Kevin," ucap Prince kepada Kevin dengan menerima uang dari Kevin.
"Sama-sama Bos," sahut Kevin kepada Prince.
Prince kemudian menerima uang yang di berikan oleh Kevin kepadanya,lalu Prince memberikan secara langsung uang tunai tersebut kepada Zara alias Zuminten.
"Zuminten,ini gaji kamu.Sekarang kamu boleh berhenti bekerja dari sini," ujar Prince kepada Zara alias Zuminten.
__ADS_1
Zara kaget ketika Prince memberikannya uang senilai 10 juta rupiah,sedangkan gajinya seharusnya tidak sebesar ini.
Begitupun dengan Kevin.Kevin juga merasa kaget melihat Prince memberikan semua uangnya kepada Zuminten.
"Tuu tuan Prince,ini terlalu besar untuk saya.Saya tidak bisa menerimanya Tuan," ucap Zara alias Zuminten kepada Prince ketika Prince hendak memberikan uang senilai 10 juta rupiah kepadanya.
"Tidak apa-apa,siapa tahu kamu butuh uang ini untuk orang tua kamu,ambil lah," titah Prince kapada Zara.
"Ya ampun,pacar gue baik banget sih.. Selain tampan Kak Prince juga sangat dermawan.Benar-benar sempurna banget kamu sayang,"
Dalam hati Zara merasa bahagia dan bersyukur memiliki kekasih yang baik hati seperti Prince.
"Terimakasih banyak Tuan Prince...Oh,ya Tuan.Saya barusan sudah menyiapkan cemilan kentang goreng dan salad buah untuk Tuan Prince," ucap Zara alias Zuminten kepada Prince.
"Baik,terimakasih," sahut Prince kepada Zara alias Zuminten.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan,sekali lagi terimakasih banyak."
Zara alias Zuminten pun berpamitan kepada Prince dan Kevin untuk pulang.
Setelah Zara alias Zuminten ke luar dari apartemennya Prince,kevin merasa ada yang hal aneh dengan Zara alias Zuminten.
"Bos,si Zuminten itu aneh sekali ya," ucap Kevin kepada Prince.
"Aneh? aneh bagaimana maksud kamu?" tanya Prince kepada Kevin.
"Ntahlah Bos,barusan pas dia ke luar dari apartemen saya melihat dia memegang handphone yang mahal,persis seperti handphonenya Nona Zara," ujar Kevin kepada Prince.
Prince yang mendengar ucapan Kevin langsung menyadari bahwa handphone yang di pegang oleh Zuminten mirip dengan hanpdhone milik kekasihnya yaitu Zara.
Prince kemudian mengingat kembali waktu dirinya mengantar Zuminten pulang ke rumahnya Zuminten alias ke rumahnya mang Ujang.
Prince waktu itu melihat Zuminten memakai handphone yang sangat mahal,lalu Prince juga baru sadar kalau handphone Zuminten mirip sekali dengan handphone milik Zara.
"Kamu benar Kevin,handphone Zuminten mirip dengan handphone milik Zara.Ya sudah Kevin saya akan ke luar dulu.Saya harus mencari tahu siapa dia sebenarnya," ucap Prince kepada Kevin.
"Bos,saya ikut," kevin ingin ikut dengan Prince.
"Tidak perlu,kamu pulang saja Kevin," titah Prince kepada Kevin.
"Baik,bos," sahut Kevin kepada Prince.
__ADS_1
Prince kemudian turun ke lantai bawah menuju parkiran mobil untuk menaiki mobilnya,karena Prince akan membuntuti Zuminten.