PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
PRINCE KHAWATIR


__ADS_3

PUKUL 7 MALAM (VILLA PRINCE)


Prince baru saja datang ke Villa miliknya setelah seharian pergi bersama Kesya.


Prince melihat Angel,vanya,stela dan Seling sedang duduk di ruang Televisi,akan tetapi Prince tidak melihat keberadaannya Zara di sana.


Namun Prince berpikir bahwa Zara sedang di dalam kamarnya membersihkan diri dan yang lainnya.


"Kak Prince,mainnya lama sekali," ucap Angel kepada Prince ketika Angel melihat Prince baru saja sampai di Villa.


Angel memasang wajah cemberut ketika melihat Prince baru pulang setelah seharian pergi bersama Kesya.


"Memangnya kenapa?" tanya Prince kepada Angel.


"Ya gak kenapa-kenapa sih,cuma lama saja mainnya.Memangnya main kemana sih?" Angel ingin tahu Prince dan Kesya pergi kemana,karena mereka sampai pergi seharian.


"Aku dan Kesya habis dari hotel," jawab Prince kepada Angel dengan santai.


"Apaaaa? dari hotel?" tiba-tiba saja Angel,vanya,stela dan Selin ikut menyahut mendengar Prince dan Kesya dari hotel.


Mereka sangat kaget mendengar Prince pergi ke hotel bersama Keysa,karena di pikiran mereka Prince dan Kesya telah melakukan sesuatu di hotel tersebut.


Mereka berpikir bahwa Prince dan Kesya pergi ke hotel untuk melakukan sesuatu yang terlarang.


"Kenapa kaget? Aku dan Kesya pergi ke hotel untuk sebuah pekerjaan.Aku akan membuat sebuah hotel di sini dan Kesya ingin tahu perkembangan hotelnya.Lalu kenapa kaget?"


Prince bertanya kepada Angel,vanya,stela dan Selin yang terlihat begitu kaget ketika mendengar bahwa dirinya dan Kesya pergi ke hotel.


"Ooooohhhh,kirain ngapain Kak Prince dan Kak Kesya pergi hotel hehehe," sahut Angel,vanya,stela dan Selin.


Prince memasang raut wajah aneh ketika melihat sahabat-sahabat Angel ikut berseru mendengar Prince dan Kesya dari hotel.


"Apa mereka berpikir bahwa aku dan Kesya pergi ke hotel untuk berpacaran atau bermesraan?" batin Prince berbicara.


"Ya sudah,kak Prince bersih-bersih badan dulu," ujar Prince kepada Angel.Prince masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri setelah seharian beraktivitas.


"Oke Kak," sahut Angel kepada Prince.


"Gue kaget banget,gue pikir Kak Prince dan Kak Kesya pergi ke hotel untuk melakukan itu," ucap Stela kepada Angel,vanya dan Selin.


"Sama,gue juga berpikir seperti itu.Syukurlah kalau Kak Prince dan Kak Kesya ke hotel untuk melihat hotelnya Kak Prince," ujar Vanya kepada Stela.


"Tadinya kita sudah berprasangka buruk terhadap Kak Prince hehehe," selin merasa lega setelah mendengar Prince dan Kesya tidak seperti yang mereka sangkakan.


"Prince tidak mungkin melakukan hal yang tidak baik sebelum menikah," ucap Kevin kepada Angel,vanya,stela dan Selin.


Kevin yang duduk tidak jauh dari Angel,vanya,stela dan Selin ikut berbicara.


"Kita kan gak tahu saja Kak kevin,namanya laki-laki itu pasti buas,kalau lihat wanita bawaannya ingin menerkam hahahaha." Selin tertawa terbahak-bahak ketika berbicara seperti itu kepada Kevin.


"Selin benar,ibarat kucing di kasih ikan asin pun pasti mau,tidak harus yang cantik asalkan itu seorang wanita,pasti laki-laki akan tergoda," ujar Stela kepada Kevin.


"Kalian mengerti sekali ya hal-hal seperti itu? Kak Kevin sepertinya harus berguru kepada kalian,"


Kevin meledek Selin dan Stela yang terlihat begitu mengerti tentang prilaku seorang laki-laki.


"Jelas dong,kita sebagai wanita harus tahu prilaku laki-laki itu seperti apa hahahaha," selin tertawa keras karena merasa lucu.


Begitupun dengan sahabat-sahabat yang lain seperti Stela,angel dan Vanya.Mereka pun ikut tertawa mendengar ucapan Selin.

__ADS_1


Namu tiba-tiba saja mereka ingat kepada Zara.Sejak tadi siang Zara tidak turun ke bawah untuk berkumpul bersama mereka.


"Vanya,ini sudah jam 7 malam tapi Zara kok belum bangun-bangun juga ya? apa kita tengokin saja ke atas?" Angel mengkhawatirkan Zara yang sejak tadi siang istirahat di kamarnya.


"Luh benar.Zara juga belum makan sejak tadi siang" ujar Vanya kepada Angel.


Selin dan Stela yang mendengar bahwa Zara belum bangun dan belum makan sejak tadi siang juga merasa khawatir.


"Ya sudah ayuk kita ke atas saja sekarang,gue juga takut kalau Zara kenapa-kenapa." Selin mengajak sahabat-sahabatnya untuk segera naik ke lantai atas menuju kamar Zara.


Vanya,angel,stela dan Selin dengan cepat naik ke lantai atas menuju kamar yang di tempati oleh Zara.


Mereka kemudian masuk ke dalam kamar Zara untuk mengetahui keadaan Zara.


"Sttttttt ... Pelan-pelan saja,takut Zara terganggu," bisik Vanya kepada Angel,stela dan Selin.


Vanya tidak mau kalau sampai Zara merasa terganggu istirahatnya.


"Oke..luh saja yang buka selimutnya pelan-pelan," bisik Angel kepada Vanya.Zara tidur dengan selimut tebal yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Vanya kemudian membangunkan Zara dengan mengusap-ngusap wajah Zara yang tertutup oleh rambut indahnya.


"Zaraaa... bangun Zara.Ini sudah malam,luh belum makan." Vanya membangunkan Zara.


Namun Vanya merasa kaget ketika memegang wajah Zara yang terasa begitu panas,bahkan Zara tidak mengindahkan suara Vanya yang sudah membangunkannya.


"Gaes... wajah Zara panas banget,sepertinya Zara lagi demam." ucap Vanya kepada Angel,stela dan Selin dengan perasaan khawatir.


"Masa sih? coba gue yang pegang." Stela ingin menyentuh wajah Zara agar dirinya tahu keadaan Zara.


Rupanya Stela pun tak kalah kagetnya ketika menyentuh wajah Zara yang terasa begitu panas.


Stela takut kalau sampai Zara kenapa-kenapa,karena panasnya begitu tinggi.


"Tapi gimana cara kita bawanya dong?" Selin gugup dan bingung melihat Zara sakit.


"Tenang... tenang...Kita semua harus tenang,sekarang Angel coba luh ke bawah panggil Kak Prince dan Kak Kevin,biar mereka yang akan antar Zara ke rumah sakit atau membawa dokter ke sini."


Vanya meminta Angel untuk turun ke bawah memberitahu Prince dan Kevin kalau Zara saat ini sedang sakit.


"Oke,gue ke bawah dulu ya,kalian jagain Zara baik-baik," pinta Angel kepada Vanya,stela dan Selin


"Oke,kita pasti akan jagain Zara dengan baik," sahut Vanya,stela dan Selin.


Angel dengan cepat berlari menuju lantai bawah untuk memberitahu Prince dan Kevin tentang keadaan Zara saat ini.


"Kak Prince.... Kak Kevin,"


Angel berteriak memanggil Prince dan Kevin dengan perasaan khawatir dan cemas.


"Ada apa Angel?"


Prince yang sedang duduk bersama Kevin merasa kaget ketika melihat Angel berlari terengah-engah memanggil Prince dan Kevin.


"Angel,ada apa?" Kevin bertanya kepada Angel yang seperti ingin menyampaikan sesuatu tapi masih ngos-ngosan.


"Ambil nafas pelan-pelan Angel," titah Prince kepada Angel.


"Huuuuhhhh... huuuhhhhh.... " Angel mengambil nafasnya pelan-pelan dengan teratur.

__ADS_1


"Sekarang,katakan ada apa?" Prince bertanya kepada Angel yang sudah mulai tenang.


"Zara Kak... Zara sakit,badannya panas banget,kita harus segera bawa Zara ke rumah sakit," ucap Angel kepada Prince dan Kevin dengan rasa khawatirnya.


Prince yang mendengar bahwa Zara sedang sakit merasa begitu kaget,namun Prince tidak mau menunjukan rasa khawatirnya di hadapan Angel dan Kevin.


"Apa? Zara sakit?" Kevin tak kalah kaget mendengar Zara tengah sakit.


"Iya Kak Kevin,zara sakit.Angel takut Zara kenapa-kenapa Kak," ucap angel kepada Kevin khawatir dan cemas.


"Ya sudah,kita lihat dulu ke atas" Prince mengajak Angel dan Kevin ke lantai atas untuk melihat keadaan Zara.


Prince,kevin dan Zara kemudian masuk ke dalam kamar Zara,di sana sudah ada Vanya,stela dan Selin yang menjaga Zara.


"Kak Prince,tolong Zara Kak,zara demamnya tinggi banget," stela meminta tolong kepada Prince ketika melihat Prince masuk ke dalam kamar Zara.


"Kalian tenang dulu," ujar Prince kepada Stela.


Prince kemudian menyentuh wajah Zara untuk memastikan apakah Zara benar-benar sakit atau tidak.


Dan ternyata Prince pun di buat kaget ketika menyentuh wajah Zara.


"Anak ini beneran sakit,tubuhnya terasa begitu panas,bahkan sangat panas sekali.Tapi kenapa dia bisa demam seperti ini?"


Prince berbicara dalam hatinya ketika Prince menyentuh wajah Zara yang terasa begitu panas.


"Kevin,cepat hubungi Dokter Indra," titah Prince kepada Kevin.


Dokter Indra adalah kakaknya Kesya yang tinggal tidak jauh dari Villa Prince,dan Prince meminta Kevin untuk menghubungi Dokter Indra.


"Baik Bos," sahut Kevin kepada Prince.


Kevin ke luar dari dalam kamar Zara untuk menghubungi dokter Indra supaya dokter Indra bisa datang ke Villa Prince untuk mengobati Zara.


"Zaraaaa.. luh jangan sakit dong Zara,gue sedih banget ngeliat luh sakit kaya gini hiks hiks hiks," selin menangis melihat lemah tak berdaya.


"Selin,luh jangan nangis ya,kita do'akan saja supaya Zara cepat sembuh," ucap Vanya kepada Selin.


"Vanya benar,kita berdo'a saja ya supaya Zara bisa sehat kembali seperti sedia kala." Stela mencoba menenangkan Selin.


"Tapi gue kasian lihat Zara sakit kaya gini,sejak tadi siang Zara kan belum makan," ujar Selin kepada Stela sambil meneteskan air matanya.


Prince yang mendengar bahwa Zara belum makan sejak tadi siang merasa kesal.


"Bagaimana bisa gadis bodoh ini tidak makan sejak tadi siang? memangnya dia tidak lapar? Kenapa dia membiarkan dirinya sakit seperti ini?"


Dalam hati Prince merasa khawatir terhadap Zara,namun Prince tidak akan mau menunjukan rasa khawatirnya kepada Zara di hadapan sahabat-sahabat Zara.


Prince duduk di samping Zara yang tengah tergolek lemah di atas tempat tidur,lalu Prince memandang wajah yang terlihat sedang menahan rasa sakit,namun Zara hanya bisa memejamkan kedua matanya saja.


"Tunggu sebentar,dokternya akan segera datang," batin Prince merasa kasihan melihat Zara yang lemas tidak berdaya seperti ini.


"Angel,tolong minta air hangat dan handuk kecil ke bawah sama bi Lilis," titah Prince kepada Angel.


Prince akan mengkompres kening Zara sebagai pertolongan pertama.


"Baik Kak," sahut Angel kepada Prince.


Angel pun langsung turun ke bawah untuk meminta air hangat kepada bi Lilis.

__ADS_1


__ADS_2