
Zara sedang berdiri di dekat jendela kamar yang berada di Villa milik Prince,memandang dengan pandangan sayu ke pepohonan yang tertiup angin.Zara memikirkan Prince yang kini sedang bersama Keysa.
Tubuhnya seakan lemah dan tak berdaya,bahkan tidak ada gairah untuk sekedar tertawa.Baru kali ini Zara merasakan perasaan yang gamang seperti ini.
"Gue bisa apa? Gue hanya bisa menanti terkabulnya sebuah do'a yang selalu gue panjatkan.Tapi sepertinya Tuhan tidak menghendakinya." isi hati Zara berbicara.
"Zara,luh gak apa-apa kan?" tanya Angel dan Vanya kepada Zara.
Angel dan Vanya sejak tadi melihat Zara tengah melamun di kaca jendela kamar yang berada di Villa Prince.
Mereka merasa kasihan melihat Zara tidak bersemangat seperti biasanya.Mereka yakin Zara sedang memikirkan Prince yang sedang bersama Kesya.
Namun mereka juga bingung harus melakukan hal apa supaya Prince bisa tahu tentang perasaan Zara terhadap Prince
"Gue gak kenapa-kenapa kok,sorry ya liburannya jadi gak asik kaya gini gara-gara gue lagi gak enak perasaan." ucap Zara kepada Angel dan Vanya.
Zara merasa tidak enak hati kepada sahabat-sahabatnya.Zara merasa sudah egois karena lebih memikirkan perasaannya dari pada sahabat-sahabatanya.
Namun Zara saat ini memang sedang tidak baik-baik saja.Semua kitu karena perasaannya yang tak di ketahui oleh Prince,sehingga Zara harus merasakan sakit seorang diri.
"Justru kita yang gak tega ngeliat luh kaya gini.Kita gak bisa senang-senang kalau luh sedih kaya gini," ujar Vanya kepada Zara dengan perasaan kasihan.
"Vanya benar,luh jangan sedih ya,luh harus yakin kalau Kak Prince dan Kak Kesya itu hanya berteman biasa." Angel berusaha agar Zara tidak berpikir yang tidak-tidak.
"Gue juga bingung sama perasaan gue,gue tahu Kak Prince gak akan pernah suka sama gue,tapi kenapa dengan bodohnya gue masih saja berharap.Ibaratnya Kak Prince itu bintang di langit,sangat sulit untuk gue menggapainya." Zara merasa tidak akan bisa mendapatkan hati prince.
"Udah ya,kalau luh pikirin terus nanti luh malah jadi sakit,sekarang kita makan siang dulu yuk,tadi bi Lilis sudah masakin kita udang goreng dan kepiting saus tiram kesukaan luh,enak deh pokoknya.." Vanya mengajak Zara untuk makan bersama,supaya Zara tidak terus-terusan memikirkan Prince.
__ADS_1
"Kalian makan duluan saja ya,gue belum laper,gue mau tidur dulu sebentar," ucap Zara kepada Vanya dan Angel.
Zara merasa tubuhnya perlu beristirahat,dan pikirannya perlu tenang supaya Zara bisa kembali normal seperti biasanya.
"Memangnya luh ngantuk?" tanya Vanya kepada Zara.
"Iya,lumayan ngantuk.Sana gih kalian makan duluan,nanti kalau gue laper juga gue bakal turun ke bawah," titah Zara kepada Vanya dan Angel.
"Ya sudah,kalau begitu gue dan Vanya mau makan siang dulu ya.Luh istirahat yang cukup supaya besok kita bisa jalan-jalan lagi di sekitar Villa," ujar Angel kepada Zara.
"Oke Angel," sahut Zara kepada Angel.
Zara kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memakai selimut.Zara merasa tubuhnya begitu dingin karena udara di sekitar Villa terasa sejuk dan juga dingin menusuk tulang.
Angel dan Vanya pun membiarkan Zara beristirahat di dalam kamar,lalu mereka turun ke lantai bawah untuk makan siang bersama Stela,selin dan Kevin,karena mereka semua sudah lapar.
"Zara kemana? kok gak ikut turun?" tanya Stela kepada Angel dan Vanya.
"Zara lagi mau istirahat,katanya ngantuk dan juga belum laper,nanti kalau laper Zara bakalan turun ke bawah," ujar Vanya kepada Stela ketika Vanya dan Angel turun dari tangga.
"Yaaaahhhh,padahal ini semua makanan kesukaannya Zara loh,tumben banget Zara gak kepengen buru-buru makan," selin merasa ada yang aneh dengan Zara.
"Ya sudah gak apa-apa,mungkin Zara lagi kecapean,biarkan saja Zara istirahat,kita makan duluan saja," ucap Angel kepada Selin dan Stela.
Di meja makan sudah ada Kevin yang juga akan menikmati makan siang bersama mereka.
Kevin sebenarnya merasa kasihan kepada Zara.Kevin yakin Zara saat ini sedang merasa sedih karena melihat Prince dan Kesya jalan bersama selama mereka liburan di sini.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong,laki-laki tadi yang menghmapiri Zara,apa benar kalau itu pacarnya Zara?" Kevin bertanya kepada sahabat-sahabatnya Zara saat tadi Kevin melihat Dewa di Cafe menemui Zara dan memanggil sayang kepada Zara.
Kevin ingin tahu kebenarannya,karena Kevin merasa heran kenapa Zara sebegitu sukanya dengan Prince,sedangkan Zara sudah memiliki seorang kekasih.
"Iya benar,tapi itu semua hanyalah sebuah keterpaksaan saja." Stela menjawab pertanyaan dari Kevin.
"Sebuah keterpaksaan? maksudnya?" Kevin bertanya kembali supaya lebih jelas,karena Stela belum jelas menceritakannya.
"Jadi begini Kak Kevin ceritanya.Zara menerima cinta Dewa karena pada waktu itu hari ulang tahunnya Dewa,dimana semua teman-teman sekolah menyaksikan Dewa menyatakan cintanya kepada Zara.Mau gak mau Zara menerimanya karena Zara tidak mau membuat Dewa malu di hadapan teman-teman sekolahnya." Stela menjesalkannya semuanya kepada Kevin.
"Stela benar,dan kita di situ merasa bersalah banget karena kita sudah mendukung Dewa menyatakan cintanya kepada Zara,padahal kita tahu bahwa Zara tidak pernah menyukai Dewa,bahkan sudah ratusan kali Zara menolak cintanya Dewa.Intinya Zara saat ini menjalin hubungan dengan Dewa karena terpaksa,dan lagi nunggu waktu yang pas buat ngomong jujur sama Dewa." tutur Vanya kepada Kevin dengan jujur.
Kevin yang mendengar penjelasan dari Stela dan dari Vanya kini mulai mengerti mengapa Zara bisa menerima Dewa sebagai kekasihnya.
"Tenyata begitu ceritanya.Berarti Zara memang benar-benar suka terhadap Prince.Aku pikir Zara wanita yang mudah jatuh cinta." batin Kevin berbicara.
"Oh,begitu rupanya,kasian juga ya Zara kalau harus berpacaran dengan laki-laki yang tidak di sukainya," ucap Kevin kepada sahabat-sahabatnya Zara.
"Iya,kasian banget malah,lebih kasihan lagi di sini Zara malah ngeliat langsung laki-laki yang di sukainya jalan sama wanita lain.Gak tega deh lihat Zara sedih kaya gitu," ucap Selin kepada Kevin.
Selin dapat merasakan apa yang sedang Zara rasakan saat ini.Begitupun sahabat-sahabat Zara yang lainnya.Mereka pun turut merasakannya.
"Sekarang kita harus nyemangatin Zara terus,baru kali ini juga Zara galau dan sedih kaya gini,gue takutnya Zara malah ngelakuin hal-hal yang nekat," stela merasa takut kalau sampai Zara melakukan hal yang tidak-tidak.
"Zara gak mungkin kaya gitu Stela,dia cukup sadar dengan diri dia sendiri kok." ucap Vanya kepada Stela.
"Iya gue tahu,tapi kan kalau ngeliatin Kak prince berduaan terus sama Kak Kesya juga bisa bikin Zara sakit hati,gue saja jadi ikutan sakit ngeliatnya," ujar Stela kepada Vanya.
__ADS_1
"Iya luh benar,pokoknya besok kita ajak Zara jalan-jalan supaya hatinya gak sedih lagi," ucap Vanya kepada Stela dan yang lainnya.
"Oke,sekarang kita lanjut makan saja ya,gue udah laper banget," selin rasanya sudah tidak bisa menahan lapar.Mereka pun menikmati makan siang yang telah di sediakan oleh bi Lilis tanpa Zara