
"Ya sudahlah,kak Prince tidak mungkin mencintai aku begitu dalam,apa lagi di sini aku yang lebih menyukainya.Mana mungkin Kak Prince mau menunjukan rasa cintanya terhadapku di hadapan mama dan papa.Apa lagi aku dan Kak Prince baru berpacaran beberapa hari." batin Zara dengan perasaan pasrah.
Zara merasa kalau Prince tidak akan mau berjuang untuknya,apa lagi Zara dan Prince belum mengenal begitu dekat.
Zara juga berpikir bahwa Prince bisa dengan mudah mendapatkan wanita manapun yang di sukainya,apa lagi di luar sana banyak sekali wanita yang ingin menjadi kekasih Prince.
Zara pun melanjutkan makannya dan tidak melihat ke arah Prince lagi setelah Zara melihat Prince tidak menunjukan reaksi apa-apa ketika Zara sedang bersama Barra dan kedua orang tuanya.
Barra yang melihat Prince pun hanya diam saja seolah dia ingin menunjukan kepada Prince bahwa dirinya dan kedua orang tua Zara sudah begitu dekat.
"Gue selangkah lebih menang dari luh Prince.Gue sudah mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya Zara.Sementara luh?" batin Barra merasa menang.
Namun ternyata dugaan Barra salah,prince malah dengan berani menghampiri Zara ketika Zara sedang menikmati makanan yang ada di meja makan.
"Sayang..."
Prince memanggil Zara dengan lembut ketika Zara sedang menikmati makan siang bersama kedua orang tuanya dan juga Barra.
Zara merasa terkejut ketika mendengar suara Prince dari sampingnya. Prince dengan berani menghampiri Zara yang sedang makan bersama Barra dan kedua orang tuanya.
Dengan wajah kagetnya Zara mendongakan wajahnya melihat ke arah Prince yang sudah berdiri di sampingnya.
Zara tersenyum senang melihat Prince menghampiri Zara dan kedua orang tuanya sambil memanggilnya dengan sebutan sayang.
Kedua orang tua Zara yang mendengar anaknya di panggil sayang oleh seorang laki-laki merasa begitu kaget.
Mereka melihat seorang laki-laki tampan menghampiri Zara dan memanggil Zara dengan kharisma yang di milikinya.
"Zara,ini siapa?" tanya mama Clara kepada Zara saat mama Clara dan papa Hyun melihat Prince menghampiri Zara dan memanggilnya dengan sebuat sayang.
"Ini Kak Prince mah," jawab Zara kepada mama Clara.
"Tante,om... Perkenalkan nama saya Prince. Prince dan Zara saat ini sedang menjalin sebuah kedekatan."
Dengan berani Prince mengatakan dirinya sebagai kekasihnya Zara sambil Prince menjabat tangan mama Clara dan papa Hyun,meskipun dalam hatinya Prince merasa begitu dag dig dug.
Prince merasa senang sekaligus takut ketika berkenalan dengan kedua orang tua Zara,namun Prince mencoba untuk tetap percaya diri.
Zara,barra dan kedua orang tuanya Zara merasa terkejut ketika Prince mengatakan kepada kedua orang tua Zara bahwa Prince sedang menjalin sebuah kedekata.
Zara terkejut karena Prince berani memperkenalkan dirinya di hadapan kedua orang tuanya sebagai kekasih Zara.
Kedua orang tuanya Zara dengan perasaan kagetnya juga tidak menyangka bahwa laki-laki yang kemarin Zara ceritakan kepada mereka kini dengan berani memperkenalkan dirinya di hadapan mama Clara dan papa Hyun.
"Jadi ini laki-laki yang di sukai oleh anakku? Pantesan saja Zara menyukainya.Dia terlihat sangat tampan rupawan.Tapi bagaimana dengan Barra? Barra juga begitu mengharapkan Zara.Aku jadi bingung memikirkannya," batin mama Clara memuji ketampanan Prince.
Barra yang berada di meja makan restaurant bersama Zara dan kedua orang tuanya tak kalah kagetnya ketika Prince dengan berani memperkenalkan dirinya sebagai kekasihnya Zara.
"Prince berani juga mengaku sebagai kekasihnya Zara. Apa dia ingin agar kedua orang tua Zara mengetahui hubungan mereka? Apa Prince merasa takut dengan kedekatanku dengan kedua orang tua Zara?
Dalam hati Barra merasa tidak suka melihat Prince memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Zara kepada kedua orang tua Zara.
"Jadi kamu laki-laki yang bernama Prince itu?" tanya mama Clara kepada Prince.
Prince merasa terkejut ketika mama Clara bertanya seperti itu kepada Prince.
__ADS_1
"Iya,benar Tante," jawab Prince kapada mama Clara sambil tersenyum hangat kepada mama Clara.
Kemudian Prince melirik ke arah Zara sambil tersenyum senang.
"Aku sudah membuktikannya di hadapan kamu sayang kalau aku berani memperkenalkan diri aku di hadapan kedua orang tua kamu.Mama kamu bertanya seperti itu terhadapku pasti karena kamu sudah pernah menceritakan tentang aku kepada kedua orang tua kamu kan sayang? " Batin Prince merasa bangga ketika mama Clara bertanya seperti itu kepadanya.
Zara pun tersenyum bahagia ketika Prince tersenyum kepadanya.
"Ternyata dugaanku terhadap Kak Prince salah.Kak Prince dengan berani sudah mau membuktikan rasa cintanya terhadapku dengan memperkenalkan dirinya di hadapan mama dan papa."
Dalam hati Zara tidak bisa membohongi perasaannya terhadap Prince yang begitu dalam.
"Silahkan duduk Nak Prince,kita makan siang bersama," ajak papa Hyun kepada Prince.
"Terimakasih om,saya panggil sekretaris saya dulu," ucap Prince kepada papa Hyun.
"Baik nak Prince," sahut papa Hyun kepada Prince.
Prince kemudian menghampiri Kevin yang masih berdiri dari kejauhan.
"Kevin,kita makan siang bersama orang tuanya Zara saja," ajak Prince kepada Kevin.
"Tapi Bos,di sana bukannya ada Tuan Barra?" tanya Kevin kepada Prince.
"Memangnya kenapa? Bukankah aku yang seharusnya berada di sana? karena Zara adalah kekasihku.Benarkan?" tanya Prince kepada Kevin.
"Benar,bos," sahut Kevin kepada Prince.
"Ya sudah,kita ke sana sekarang,jangan banyak berpikir," ucap Prince kepada Kevin.
Kevin selalu memanggil Prince dengan sebutan bos jika mereka berada di luar kantor.Prince dan Kevin kemudian menghampiri Zara dan kedua orang tua Zara.
Prince pun duduk di samping Zara sambil menggenggam tangan lembut Zara.
Tanpa rasa ragu Prince ingin membuktikan kepada kedua orang tua Zara dan Barra kalau Prince begitu mencintai Zara.
"Aku tidak bisa membayangkan jika kamu melupakanku dan lebih memilih Barra.Hatiku mungkin akan sakit dan sesak.Aku bahkan tidak akan mampu menjalani hidup dengan bahagia jika kamu meninggalkanku." Batin Prince berbicara saat Prince menggenggam tangan lembut Zara.
"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Zara kepada Prince dengan penuh perhatian.
"Makan apa saja sayang,asal kamu yang pesan aku pasti akan menyukainya," ujar Prince kepada Zara.
Barra yang mendengar ucapan Prince terhadap Zara merasa begitu kesal dan cemburu.
Barra juga merasa rencananya untuk mengajak Zara nonton telah gagal karena kehadiran Prince.
Mama Clara dan papa Hyun yang mendengar ucapan romantis Prince terhadap Zara hanya bisa saling melirik satu sama lain.
"Kasian juga Barra kalau harus melihat kemesraan Zara dengan Prince," batin mama Clara berbicara.
"Tante,om. Barra permisi dulu ya.Barra harus segera kembali ke kantor," ucap Barra kepada mama Clara dan papa Hyun.
"Loh,kok buru-buru banget Nak Barra?" tanya mama Clara kepada Barra.
"Barusan sekretaris pribadi saya memberitahu saya untuk segera pergi ke kantor tante."
__ADS_1
Barra beralasan,padahal dirinya enggan untuk melihat keromantisan Prince dan Zara .
"Ya sudah Nak Barra,nanti kita bertemu lagi ya," ucap mama Clara kepada Barra.
"Siap Tante. Oh ya Bro,gue duluan ya,kalian nikmatin saja makan siangnnya," ucap Barra kepada Prince.
"Oke,bro.Sampai bertemu besok di kantor," ucap Prince kepada Barra.
"Oke," sahut Barra kepada Prince.
Barra pun meninggalkan Zara,prince,kevin dan kedua orang tua Zara untuk kembali ke kantor.
"Nak Prince,kalian sudah pacaran berapa lama?" tanya mama Clara kepada Prince.
"Belum lama tante,hanya saja perasaan saya terhadap putri tante sudah sangat dalam," jawab Prince kepada mama Clara.
Mama Clara merasa terkejut mendengar jawaban Prince,karena Prince seolah ingin menunjukan keseriusanya terhadap Zara di hadapan kedua orang tuanya Zara.
Zara yang mendengar ucapannya Prince hanya bisa tersenyum bahagia melihat Prince menunjukan rasa cintanya di hadapan kedua orang tuanya Zara.
Prince kemudian berbincang-bincang dengan kedua orang tua Zara agar Prince bisa lebih mengenal orang tua Zara.
Kedua orang tua Zara menanyakan tentang pendidikan Prince dan pekerjaan Prince.
Dengan perasaan kagum kedua orang tua Zara memuji kehebatan Prince setelah mereka mengetahui perusahaan apa saja yang telah di miliki oleh Prince di usia yang masih muda.
"Nak Prince,kamu hebat sekali.Om bangga dengan kesuksesan kamu,tapi pesan Om hanya 1,kamu jangan pernah menyakiti hati anak om yaitu Zara,karena Om dan tante tidak akan pernah memberikan kamu kesempatan lagi jika hal itu terjadi," pesan papa Hyun kepada Prince.
"Papanya Zara benar,kami sebagai orang tua ingin agar Zara bahagia dengan memiliki kekasih yang baik dan memberikan kasih sayang penuh terhadap Zara," mama Clara menimpali ucapan papa Hyun.
"Om,tante.Prince akan berusaha memberikan kasih sayang yang penuh untuk Zara.Tapi Prince mohon agar Om dan Tante mau merestui hubungan Prince dan Zara,karena restu orang tua itu sangat peting bagi Prince dan Zara."
Prince meminta restu kepada kedua orang tua Zara karena Prince tidak mau kalau sampai kedua orang tua Zara memaksa Zara untuk menikah dengan Barra
"Nak Prince kami akan merestui Nak Prince atau laki-laki manapun yang bisa membuktikan keseriusannya terhadap Zara dan berniat tulus terhadap Zara," ucap mama Clara kepada Prince.
"Baik,tante.Prince akan membuktikannya," jawab Prince kepada mama Clara.
Prince kemudian berpamitan kepada kedua orang tua Zara dan juga Zara untuk kembali bekerja.
"Tante,om.Prince izin untuk kembali ke kantor lagi ya," pamit Prince kepada kedua orang tua Zara.
"Baik,nak Prince.Terimakasih karena Nak Prince sudah membayar semua makanannya," ucap mama Clara kepada Prince.
"Sama-sama tante," sahut Prince kepada mama Clara.
"Sampai bertemu besok Nak Prince," ucap Papa Hyun kepada Prince.
"Siap,om," prince tersenyum senang mendengar ucapan papa Hyun terhadapnya.
"Sayang,aku kerja dulu ya," prince mengelus rambut indah Zara dengan perasaan sayang.
"Oke sayang," sahut Zara kepada Prince sambil tersenyum bahagia.
Prince dan Kevin pun meninggalkan Zara dan kedua orang tuanya untuk kembali ke kantor.
__ADS_1