PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
PRINCE TERTAWA LUCU


__ADS_3

JAKARTA PUKUL 2 SIANG


Zara baru saja sampai di apartemen miliknya.Sesampainya di apartemen Zara langsung masuk ke dalam kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah setelah menempuh perjalanan Bandung-Jakarta.


"Baru saja gue sampai di apartemen tapi gue sudah merindukan suasana di Villanya Kak Prince.Kira-kira Kak Prince lagi apa ya sekarang? Apa Kak Prince lagi mikirin gue? atau malah Kak Prince lagi bersama Kak Kesya?"


Dalam hatinya Zara bertanya-tanya tentang Prince saat ini.


"Duuuhhhh... gue kok kangen banget ya sama Kak Prince.... Tapi gue gak mungkin dong nelpon Kak Prince atau nyamperin Kak Prince ke apartemennya? Yang ada nanti gue malah di bilang wanita gak baik lagi sama kak Prince,"


Zara dalam hatinya merasa begitu rindu terhadap Prince,namun Zara bingung harus bagaimana supaya Zara bisa bertemu dengan Prince.


Rupanya bak gayung bersambut,prince yang saat ini baru saja sampai di apartemennya juga sedang memikirkan Zara.


"Sepertinya aku sudah tidak waras... bagaimana tidak? Wajah Zara selalu saja muncul di pikiranku." batin Prince memikirkan Zara,dalam benaknya di penuhi oleh bayangan Zara.


Prince kemudian menghubungi Angel untuk meminta alamat apartemen Zara dan nomor telpon Zara kepada Angel agar Prince bisa dengan mudah menghubungi Zara dan menemui Zara.


"Hallo,angel,"


sapa Prince di sambungan telpon kepada Angel.


"Iya, hallo Kak Prince.Ada apa Kak prince menghubungi Angel? apa Kak Prince sudah sampai di apartemen?" tanya Angel kepada Prince.


Angel khawatir kepada Prince karena Prince baru saja mengantarkan Angel ke rumahnya Angel,tapi Prince malah tiba-tiba saja menghubungi Angel,hal itulah yang membuat Angel khawatir.Angel takut kalau Prince sampai sakit.


"Kak Prince sudah sampai di apartemen,kamu bisa tidak kirim nomor telpon dan amat apartemen Zara sekarang?" Prince bertanya kepada Angel.


Sebenarnya Prince malas kalau harus meminta alamat kepada Angel karena Angel pasti akan meledeknya.


Angel yang mendengar bahwa Prince meminta nomor telpon dan alamat apartemen Zara kepadanya merasa begitu kaget.


"Waduuuhhh,kak Prince ngebet juga nih sama Zara,baru juga sampai apartemen sudah menanyakan alamat Zara sama gue.Hmmm pokoknya gue harus isengin Kak Prince dulu supaya dia cemburu hihihi."


Dalam hati Angel ingin mengerjai Prince supaya Angel bisa tahu Prince akan cemburu atau tidak kepada Zara.


"Oh,alamat Zara ya kak? Baiklah, akan Angel kirim sekarang,tapi kayanya Zara tadi gak langsung pulang ke apartemennya deh," ucap Angel kepada Prince.


"Apa? tidak langsung pulang? memangnya Zara pergi kemana?" Prince bertanya kepada Angel dengan suaranya yang mulai sedikit keras.


"Angel juga tidak tahu,mungkin saja Zara mau bertemu dengan laki-laki yang bernama Barra itu kak,tapi Angel juga tidak tahu pasti,"


"Emangnya enak aku kerjain,belum jadian tapi udah protektif banget sama Zara hihihi..." batin Angel merasa senang karena bisa mengerjai Prince.


Prince yang mendengar bahwa Zara tidak langsung pulang ke apartemennya merasa begitu kesal,apa lagi Angel mengatakan kalau Zara mungkin akan bertemu dengan Barra.


"Siaaallll..... sepertinya aku harus buru-buru menemui Zara supaya Barra tidak bisa bertemu dengan Zara."


Dalam hati Prince merasa tidak rela kalau dirinya sampai kalah oleh Barra dalam mendapatkan Zara


"Cepat kirimkan nomor telpon dan alamat apartemen Zara sekarang juga," prince tidak sabar untuk segera mencari keberadaan Zara saat ini setelah Prince mendengar dari Angel bahwa Zara tidak pulang ke apartemennya melainkan mau bertemu dengan Barra.


"Kemana gadis itu akan pergi untuk menemui Barra? Rupanya dia ingin coba-coba mempermainkan perasaanku," batin Prince tidak terima kalau sampai Zara mempermainkan perasaannya.

__ADS_1


Padahal Zara tidak ada rencana untuk bertemu dengan Barra,melainkan Zara langsung pulang ke apartemennya setelah pulang dari Bandung.


"Ya sudah Kak,angel akan kirim sekarang juga nomor telpon dan alamat apartemen Zara" ucap Angel kepada prince.


Dengan cepat Angel pun mengirimkan nomor telpon dan juga alamat apartemen Zara kepada Prince.


Prince lalu mematikan telponnya dengan Angel setelah dirinya meminta nomor telpon dan juga alamat apartemen Zara.


Nomor handphone Zara yang di berikan oleh Angel kepada Prince berbeda dengan nomor handphone Zuminten,sehingga Prince tidak curiga kalau Zara adalah Zuminten,orang yang bekerja di apartemennya Prince.


Selah Prince mengetahui alamat apartemen Zara dan nomor telpon Zara,prince langsung bergegas membersihkan tubuhnya supaya dirinya terlihat semakin tampan.


Selesai membersihkan diri,prince dengan cepat pergi ke apartemen Zara untuk memastikan apakah Zara berada di apartemennya atau tidak.


Apartemen Prince dan apartemen Zara tidak begitu jauh,bahkan bisa di tempuh hanya dengan berjalan kaki,akan tetapi Prince memilih untuk membawa mobilnya supaya lebih cepat.


Zara yang sempat tertidur di atas tempat tidurnya terbangun karena perutnya yang terasa begitu lapar.


Zara kemudian bangun dari tidurnya dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai membersihkan diri Zara pun berpakaian dengan begitu cantik dengan memakai rok mini ala korea yang berwarna hitam serta atasan baju yang cantik berwarna hitam hingga membuat siapa saja yang melihatnya akan kagum di buatnya.


"Duuuhhh,laperrr banget deh,kayanya gue harus nyari makan dulu nih ke luar,tapi mang Ujang kan belum tahu kalau gue sudah pulang ke apartemen hari ini.Kayanya gue naik taksi saja deh beli makannya," batin Zara berbicara sambil Zara mengambil tas kecil berwarna putih yang berisi dompet untuk di bawa oleh Zara.


Namun ketika Zara hendak ke luar dari apartemen untuk mencari makan,tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu apartemen Zara.


"Tok... Tok... Tok...."


Zara yang baru saja mengambil sepatu dari lemari sepatu merasa kaget mendengar ada orang yang mengetuk pintu apartemennya.


Dengan cepat Zara membuka pintu apartemennya sambil berjinjit memakai sepatu sneakers berwarna putih yang akan di pakainya untuk ke luar rumah.


"Duuuhhh... susah sekali pakai sepatunya," zara berbicara sendiri ketika memakai sepatu sambil berjalan cepat untuk membuka pintu.


""Cekleekkk"


Zara membuka pun pintu apartemennya, dan betapa kagetnya Zara saat melihat siapa orang yang telah mengetuk pintu apartemennya tersebut.


"Omg... Kak Prince ... Kak Prince tahu dari mana alamat apartemen gue?" batin Zara berbicara saat melihat Prince berada di pintu apartemennya.


Prince dengan wajah posesif nya menatap wajah Zara yang terlihat sangat cantik dengan pakaian yang di gunakannya tersebut, di tambah rambut indah Zara yang bergelombang membuat Zara semakin terlihat cantik.


Prince lalu melihat ke arah kakinya Zara,terlihat bahwa Zara hanya mengenakan sepatu sneakersnya sebelah yaitu sebelah kanan saja,sedangkan kakinya yang sebelah kiri belum memakai sepatu karena sepatunya masih di pegang oleh Zara.


"Kamu mau kemana?" Tanya Prince kepada Zara saat melihat Zara berdandan begitu cantik seperti hendak ke luar apartemen.


"Zara berdandan cantik seperti ini mau pergi kemana ya? apa mungkin Zara akan bertemu dengan Barra?"


Hati Prince menduga-duga ketika melihat Zara berpenampilan begitu cantik seperti hendak pergi ke luar apartemen.


"Eeeuuuu.... Zara mau ke luar Kak," jawab Zara kepada Prince dengan gugup.


"Mau ke luar? Ke luar kemana?" Prince bertanya seperti menyelidik.

__ADS_1


"Anuuuuu.. Zara laperrrr banget Kak.Zara mau mencari makan ke luar hehe," zara menjawab pertanyaan dari Prince sambil menyeringai.


"Duuuhhh Kak Prince ganteng banget siiihhh... Gak kuat gue kalau lama-lama memandang wajahnya meleyooottt banget deh gue di buatnya.Tapi ngomong-ngomong Kenapa Kak Prince bisa datang ke apartemen gue ya? apa Kak Prince ngerasain kangen juga kali ya sama gue hihihi ..."


Zara dengan percaya dirinya merasa bahwa Prince datang ke apartemennya karena Prince begitu merindukan Zara.


"Kamu lapar? Ya sudah kita cari makan saja ke luar," ajak Prince kepada Zara.


Prince tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk mendekati Zara,karena sedetik saja Prince menyia-nyiakannya,barra bisa dengan cepat datang untuk mendekati Zara.


"Baiklah....," sahut Zara kepada Prince tanpa menolak karena Zara memang sudah sangat lapar.


Zara kemudian mengunci pintu apartemennya,lalu Zara berjalan mendahului Prince yang ada di belakangnya.


Prince yang berjalan di belakang Zara malah tertawa lucu ketika melihat Zara hanya memakai 1 sepatu saja di kaki kanannya,sementara kaki kirinya belum mengenakan sepatu,hanya saja Zara tidak menyadarinya.


"Hahahahahaha... Hahahahahha..." Prince tertawa terbahak-bahak menertawakan kelucuan Zara yang hanya memakai sepatu di 1 kakinya saja.


Zara yang mendengar bahwa Prince menertawakannya dengan cepat menoleh ke belakang melihat ke arah Prince.Baru kali ini Zara melihat Prince tertawa puas.


"Kak Prince kenapa tertawa? Memangnya ada yang lucu?" Zara dengan wajah bingungnya bertanya kepada Prince,karena Prince tiba-tiba saja tertawa.


"Tidak.. Tidak ada.... hanya saja aku sedang melihat Cinderella yang berjalan hanya dengan memakai 1 sepatu di kakinya," ujar Prince kepada Zara sambil meledek.


Zara yang baru saja menyadari bahwa dirinya hanya memakai 1 sepatu di kaki kanannya merasa begitu malu.


"Ya ampuuun Zaraaaa... bodoh banget sih luh.Kak Prince pasti puas banget ngetawain gue, dan habis itu dia gak akan mau lagi menemui gue.Ini semua pasti karena gue terlalu gerogi melihat ketampanan Kak Prince,sampai-sampai gue lupa buat pakai sepatu gue yang satunya"


Zara dengan perasaan malunya hanya bisa menyeringai saat Prince menertawakannya.


Prince kemudian berjalan menghampiri Zara yang hanya mengenakan sepatu di 1 kakinya.


Prince langsung membungkukan badannya lalu berjongkok di bawah kaki Zara sambil Prince mengambil sepatu yang di pegang oleh Zara untuk di pasangkan di kaki indahnya Zara.


Zara yang melihat Prince membungkuk dan berjongkok di hadapannya sambil memasangkan sepatu di kakinya hanya bisa tersenyum karena hatinya merasa begitu bahagia.


Zara tersenyum senang sambil memperhatikan Prince memasangkan sepatu di kakinya tersebut.


"Kak Prince kok sweet banget sih,gue baru tahu kalau cowok dingin dan cuek seperti Kak Prince bisa melakukan hal yang romantis kaya gini," dalam hati Zara merasa di perlakukan seperti Tuan putri oleh Prince.


Setelah Prince memakaikan sepatu di kaki indah Zara,prince pun mengangkat wajahnya memandang Zara sambil berjongkok di bawah kaki Zara.


"Gadis kecil ini memang sangat cantik,tapi sayangnya dia begitu pelupa," ucap Prince kepada Zara sambil menatap wajah cantik Zara.


Lalu Prince berdiri hingga wajah tampannya berharapan langsung dengan wajah Zara.


Zara rasanya tidak bisa kalau harus menatap wajah Prince lama-lama karena jantungnya bisa berdegub kencang tak menentu.


Zara hanya bisa tersipu malu saat Prince memandang wajahnya dengan pandangan yang tidak biasa.


"Kita mau nyari makan kan?" Zara bertanya kepada Prince karena Prince sejak tadi hanya berdiri saja sambil menatap wajah cantik Zara.


"Tentu saja," jawab Prince kepada Zara.

__ADS_1


Mereka pun berjalan menuju parkiran yang ada di apartemen Zara untuk pergi ke sebuah restaurant.


__ADS_2