PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
ZARA KHAWATIR


__ADS_3

"Gue harap luh bisa menerima dengan lapang dada jika nanti Zara menjadi milik gue," ujar Barra kepada Prince dengan begitu percaya diri.


"Zara bukanlah sebuah barang yang bisa di pertaruhkan.. Gue gak akan biarkan siapapun mempertaruhkan Zara. Dan gue rasa luh yang harus mempersiapkan diri,karena gue yakin Zara tidak akan pernah berpaling dari gue.Selamanya Zara akan menjadi milik gue," ujar Prince kepada Barra.


"hahaha... Kayanya luh terlalu percaya diri.Sedangkan luh gak tahu siapa yang akan di pilih oleh orang tuanya Zara."


Barra merasa bahwa dirinya lah yang akan di pilih oleh kedua orang tua Zara.


"Sepertinya waktu gue terlalu berharga jika di di habiskan oleh orang yang tdak tahu malu seperti luh." ujar Prince kepada Barra dengan perasaan kesal dan marah


"Ingin rasanya gue menghabisi Barra saat ini juga.Tapi gue tidak akan mempermalukan diri gue di hadapan banyak orang." batin Prince berbicara.


"Oke... Thanks ya karena luh sudah menghabiskan waktu luh selama 30 menit dengan gue. Sekarang gue merasa lega karena luh sudah tahu kalau gue juga sangat menyukai Zara dan sangat berharap Zara menjadi milik gue.Jadi luh bersiap-siap saja menerima kesedihan."


Barra menegaskan kembali kepada Prince bahwa dirinya benar-benar menyukai Zara dan ingin memiliki Zara.


Prince yang sudah tidak ingin mendengar ucapannya Barra kemudian meninggalkan Barra di Cafe tersebut karena Prince merasa begitu Muak mendengar kata-kata Barra.


Bara malah tersenyum senang ketika dirinya melihat Prince meninggalkannya.Barra yakin Prince saat ini tengah khawatir karena merasa terancam dengan ucapan Barra yang mengakui perasaannya terhadap Zara.


Prince pun kembali ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaannya.Dalam hati Prince begitu kesal dan ingin sekali memukul Barra.


Sesampainya di kantor Prince merasa hatinya tidak tenang dan gelisah.Prince memikirkan Zara tanpa henti.Prince takut kalau Zara sampai menikah dengan Barra.


Prince pun langsung menghubungi Zara agar hatinya tidak gelisah.


"Hallo, sayang kamu lagi ngapain?"


Sapa Prince kepada Zara melalui sambungan telepon miliknya.


"Hallo, sayang. Zara lagi di apartemen nih,sebentar lagi Zara mau ke rumah mamah. Ngomong-ngomomg Prince kenapa? kok Mukanya kaya gelisah gitu?" tanya Zara kepada Prince.


Zara melihat wajah Prince tampak pucat,cemas dan gelisah.


"Kak Prince gak apa-apa kok sayang,mungkin Kak Prince lagi kurang enak badan saja," jawab Prince kepada Zara.


"Kak Prince lagi sakit ya? kenapa Kak Prince tidak pergi ke Dokter saja Kak?" ucap Zara kepada Prince dengan perasaan khawatir.

__ADS_1


"Sayang,aku enggak kenapa-napa kok, paling sebentar lagi Kak Prince akan pulang ke apartemen saja untuk istirahat," ujar Prince kepada Zara.


Sepulang dari Cafe Prince merasa hatinya begitu cemas dan gelisah memikirkan Zara.


Prince tahu bahwa Barra tidak akan mungkin diam saja.Barra bisa melakukan hal apapun untuk mendapatkan hatinya Zara.


"Pokoknya kak Prince harus pergi ke Dokter sekarang juga Kak,kalau tidak Zara yang akan ke kantornya Kak Prince untuk jemput Kak Prince," ucap Zara kepada Prince.Zara merasa khawatir kepada Prince.


" Sayang, kak Prince tidak perlu ke dokter.Cukup ketemu kamu saja pasti Kak Prince langsung sembuh," ujar Prince kepada Zara.


"Bilang saja kalau Kak Prince itu tidak sakit melainkan rindu sama Zara. Iya kan? tanya Zara kepada Prince.


"Kamu benar sayang,kak Prince sangat rindu sekali sama kamu,kak Prince ingin selalu melihat kamu setiap waktu sayang,"


Prince benar-benar sangat merinduan Zara.Apa lagi hati Prince sedang cemas dan gelisah karena Prince takut kehilangan Zara.


"Kita ketemunya besok saja ya sayang.Zara sekarang mau ke rumah mama dan papa dulu.Gak apa-apa kan?" tanya Zara kepada Prince.


"Iya sayang,kamu ke rumah mama dan papa kamu saja,biar nanti Kak Prince pulang saja ke apartemen untuk beristirahat," ucap Prince kepada Zara.


"Tapi Kak Prince beneran pulang ke apartemen kan? Zara gak mau kalau Kak Prince sampai sakit.Kak Prince harus sehat terus pokoknya. "


" Duuuh, gimana ya? kak Prince saat ini lagi gak enak badan.Harusnya gue pergi ke apartemennya Kak Prince saja untuk ngerawat Kak Prince,"


"Iya sayang,kak Prince akan pulang ke apartemen.Kamu hati-hati ya ke rumah mama kamunya.Besok Kak Prince akan menemui kamu di apartemen," ujar Prince kepada Zara


"Baiklah...Kak Prince jaga kesehatan ya. I love you Sayang." Zara mengucapkan rasa cintanya kepada Prince.


"I love you too sayang," sahut Prince kepada Zara.


Zara kemudian mematikan teleponnya dan turun menuju parkiran untuk menemui mang Ujang yang sudah menunggu Zara di parkiran.


"Mang Ujang, zara ke rumah mamanya nanti malam saja ya, sekarang Zara mau ke tempat Kak Prince dulu soalnya Kak Prince lagi gak enak badan.Tapi mang Ujang jangan bilang sama mama dan papa ya kalau Zara pergi ke apartemennya Kak Prince. "


Zara meminta mang Ujang untuk tidak memberitahu kedua orang tuanya Zara kalau Zara akan ke apartemennya Prince untuk melihat keadaan Prince.


"Baik,nona Zara." sahut mang Ujang kepada Zara.

__ADS_1


Zara kemudian masuk ke dalam mobilnya di antar oleh mang Ujang menuju apartemennya Prince yang tidak begitu jauh dari apartemen Zara.


Tak lama Zara pun telah sampai di apartemennya Prince, sementara mang Ujang langsung pulang ke rumahnya setelah mengantar Zara.


"Kayaknya Kak Prince belum sampai di apartemen deh. Tapi gak apa-apa lah gue masuk saja.Gue kan sudah tahu kode pintu apartemennya Kak Prince," batin Zara berbicara.


Zara pun masuk ke dalam apartemen Prince.Dimana dirinya sudah tahu kode pintu apartemen Prince.


Zara menunggu Prince di sofa yang berada di ruang televisi apartemen Prince.


"Kak Prince kok belum sampai apartemen juga ya? Apa jangan-jangan ke Prince gak jadi pulang ke apartemen lagi?" Zara bertanya-tanya ketika Prince belum sampai di apartemennya.


Sudah hampir satu jam Zara menunggu Prince pulang, dirinya pun sampai ketiduran di atas sofa karena merasa begitu ngantuk.


Tak lama Prince pun pulang ke apartemennya.Prince terkejut ketika melihat Zara sedang tertidur di sofa yang berada di apartemennya.


"Kenapa Zara bisa ada di sini ya? bukankah tadi Zara bilang kalau Zara akan pergi ke rumah mama dan Papanya?" batin Prince berbicara ketika dirinya melihat Zara sedang tertidur di atas sofa yang berada di ruang televisi apartemennya.


Prince kemudian menghampiri Zara yang sedang tertidur pulas.


Prince duduk di bawah sofa sambil memandangi wajah Zara dengan begitu intens.Dalam hatinya Prince merasa takut kehilangan Zara.


"Sayang aku sangat mencintai kamu.Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun memiliki kamu Kecuali Aku. Aku harap kita bisa bersama selamanya. "


Prince menyentuh wajah Zara dan mengelus-ngelus rambut indah Zara sambil dirinya memandangi wajah cantik Zara yang tengah tertidur pulas.


Namun tiba-tiba saja Zara terbangun dan melihat Prince sudah berada di hadapannya memandangi wajah Zara.


"Hey... Kamu sudah bangun? bukankah tadi kamu bilang akan pergi ke rumah mama kamu?" tanya Prince kepada Zara ketika Zara terbangun dari tidurnya.


"Zara khawatir sama Kak Prince,makanya itu Zara gak jadi ke rumah mama sekarang,paling nanti malam saja ke sananya. Kak Prince dari mana saja sih? katanya tadi mau pulang ke apartemen? Zara sudah nunggu lama di sini, sampai-sampai Zara ketiduran di sofa," ucap Zara kepada Prince.


" Sayang maafin Kak Prince ya,tadi masih ada pekerjaan di kantor.Kamu pasti bosen ya nungguin aku pulang?"


Prince merasa bersalah karena sudah membuat Zara menunggu begitu lama di apartemennya.


"Gak apa-apa kok,hanya saja Zara takut kalau Kak Prince kenapa-kenapa."

__ADS_1


Zara kemudian menyentuh kening Prince untuk memastikan keadaan Prince saat ini


__ADS_2