PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
MENAHAN CEMBURU


__ADS_3

Zara dan Barra sudah duduk di kursi meja yang ada di restaurant tersebut,sedangkan Prince mengintip dari jarak yang tidak begitu jauh untuk memastikan apakah laki-laki yang bersama Zara itu Barra atau bukan.


"Zara,silahkan pesan makanan yang kamu suka," titah Barra kepada Zara.


"Kak Barra saja yang pesan,zara ikut saja mau makan apapun itu," ucap Zara kepada Barra.


Zara tidak mau memilih makanan sendiri karena Zara belum mengenal dekat siapa Barra.


"Memangnya kenapa kalau kamu yang pesan? Apa kamu malu?" tanya Barra kepada Zara.


"Tidak apa-apa kok Kak.Kak Barra saja yang pesan," ucap Zara kepada Barra.


"Baiklah,aku akan pesan semua makanan saja kalau begitu," ujar Barra kepada Zara,karena Zara tidak mau memesan.


"Jaaa..jangan kak,memangnya siapa yang akan menghabiskan semua makanannya?" Zara merasa kaget ketika Barra akan memesan semua makanan yang ada di restaurant tersebut.


"Ya sudah,kalau begitu kamu saja yang pesan,karena kalau aku yang pesan maka aku akan memesan semua makannya untuk kamu."


Barra bersikap royal terhadap Zara seakan ingin menunjukan sikap baiknya di hadapan Zara.


Prince yang masih memantau dari kejauhan bisa melihat wajah Barra dengan jelas.


"Siaaaalll... itu benar-benar Barra.Aku tidak bisa diam saja.Barra bisa menawarkan semuanya kepad**a Zara termasuk hartanya sekalipun," batin Prince berbicara.


Prince takut kalau Zara akan tergoda oleh kekayaan Barra,tanpa Prince ketahui bahwa Zara bukanlah wanita yang seperti itu.


"Tuan,silahkan masuk dan pesan meja di dalam," salah satu pelayan di restaurant mengagetkan Prince yang tengah berdiri di dekat pintu restaurant.


"Kamu mengagetkan saya saja,nanti saya akan memesannya," ucap Prince kepada pelayan restaurant.


"Ma'af tuan,kalau begitu saya permisi," ucap pelayan restaurant kepada Prince.


Barra sejak tadi terlihat memandang wajah Zara tanpa jemu.Selama Barra mengenal banyak wanita,hanya Zara lah wanita yang paling cantik menurut Barra.


"Ntah memang aku yang menutup mata untuk semua wanita atau memang kamu yang paling cantik? Sehingga kedua mataku baru terbuka lebar setelah melihat wajah cantik kamu Zara."


Dalam hati Barra merasa takjub melihat kecantikan Zara yang luar biasa.


Zara pun dapat melihat kalau Barra sejak tadi memandanginya dengan pandangan takjub.

__ADS_1


Prince yang mengintip dari kejauhan dapat melihat pandangan Barra yang tanpa henti memandang wajah cantik Zara.


"beraninya kau memandang wajah wanitaku,apa kau ingin merasakan sebuah kehancuran???" batin Prince merasa begitu kesal melihat Barra yang dengan berani memandang wajah kekasihnya.


"Zara,menurut kamu apa saat ini aku sedang bermimpi?" tanya Barra kepada Zara.


"Apa kak? sedang bermimpi?" Zara bertanya balik kepada Barra dengan wajah bingung.


"Iya Zara,apa saat ini aku sedang bermimpi bertemu bidadari?" Barra memuji Zara dengan sebutan bidadari.


Zara yang mendengar ucapan Barra hanya bisa tersenyum malu.


"Kak Barra sepertinya terpesona sama kecantikan gue.Gue akui Kak Barra memang tampan,tapi hati gue sudah terkunci oleh Kak Prince.Sehingga laki-laki manapun tidak akan bisa menggoyahkan hati gue." batin Zara berbicara.


"Kak Barra memang sedang bermimpi,sebaiknya sekarang Kak Barra cepat bangun supaya Kak Barra bisa segera sadar hehe" ucap Zara kepada Barra sambil tertawa kecil.


"Hahaha... Kamu lucu sekali Zara... Tapi aku tidak mau bangun,aku ingin bermimpi seperti ini saja." ucap Barra kepada Zara sambil memandang wajah cantik Zara.


"Tapi Zara tidak suka di pandangi seperti itu terus,orang-orang bisa mengira kalau Kak Barra orang yang sangat aneh,"


Zara memberitahu Barra agar Barra berhenti memandangi wajah Zara.


"Zara,kamu itu definisi bidadari yang sesunggunya bagi aku.Aku yakin setiap laki-laki akan mengatakan hal ini terhadap kamu,termasuk aku."


Prince yang sudah tidak kuat lagi menahan rasa cemburunya akhirnya menghampiri Zara dan Barra yang tengah duduk di kursi meja makan restaurant.


"Sayang... " Prince memanggil Zara dengan sebutan sayang.


Hal itu tentu saja membuat Zara dan juga Barra menoleh ke arah Prince.Zara dan Barra kaget ketika melihat Prince berada di restaurant.


"Ya ampuuun.. mampus nih gue.... dari mana Kak Prince tahu ya kalau gue ada di restaurant ini? wajahnya Kak Prince kelihatan banget cemburunya lagi meskipun dia pura-pura senyum di depan Kak Barra.


Barra yang melihat Prince menghampiri Barra dan Zara terlihat sangat kaget karena Barra tentu saja sudah mengenal Prince.


"Prince...." Barra memanggil Prince dengan wajah kagetnya.


"Apa barusan gue gak salah dengar? Prince menyebut Zara dengan sebutan sayang," batin Barra berbicara.


"Hey,brooo.... Luh apa kabar?" tanya Prince kepada Barra dengan ramah,meskipun di dalam hatinya Prince kesal dan cemburu.

__ADS_1


Zara semakin kaget saat melihat Barra dan Prince rupanya saling mengenal satu sama lain.


"Jadi mereka berdua saling kenal? Duuuuhh pusing kepala gue," zara memegang keningnya yang terasa begitu pusing.


"Kabar gue baik,kok luh bisa ada di sini?" tanya Barra kepada Prince.


"Kebetulan gue mau makan siang di sini, dan kebetulan juga gue malah ngelihat bidadari gue juga ada di sini."


Prince melirik ke arah Zara dengan menyebut Zara bidadari,tatapannya Prince terlihat cemas kepada Zara meskipun bibirnya tersenyum.


Prince cemas karena Prince takut hubungannya dengan Zara bermasalah,apa lagi mereka baru saja berpacaran.


"*Tenang Prince... Za*ra tidak akan semudah itu berpindah ke lain hati," batin Prince berbicara.


Zara dapat melihat wajah cemburu dari Prince saat Prince berbicara dengan Barra,namun Zara hanya diam saja.


Barra pun kaget ketika mendengar Prince melirik ke arah Zara dengan menyebut Zara sebagai bidadarinya.


"Apa? bidadari? Jadi Zara ini?" Barra bertanya kepada Prince dengan wajah bingung.


"Benar,gadis cantik ini pacar gue,iya kan sayang?" Prince duduk di dekat Zara sambil mengelus rambut indah Zara dengan tatapan takut kehilangan.


"Iii..iyaaa... Kak Prince ini pacarnya Zara." jawab Zara gugup kepada Barra.


Zara gugup bukan karena takut ketahuan oleh Barra melainkan Zara gugup karena Zara tahu Prince dalam hatinya pasti sangat marah dan cemburu terhadapnya.


"Oh,kalian ternyata berpacaran? Sorry Prince gue hanya mengajak Zara untuk makan siang saja,kebetulan orang tua kita saling kenal," ucap Barra kepada Prince.


Barra sebenarnya merasa tidak enak hati kepada Prince karena ternyata Zara adalah kekasihnya Prince,namun di sisi lain Barra ingin agar Prince tahu bahwa Barra sudah mengenal kedua orang tuanya Zara.


"Gue gak nyangka kalau Zara dan Prince memiliki sebuah hubungan special.Tapi gue gak boleh mundur,selama mereka masih berstatus pacaran gue masih bisa merebut Zara dari Prince.Apa lagi gue sudah mengenal orang tua Zara."


Dalam hati Barra tidak ingin menyerah begitu saja,terlebih orang tuanya Zara sudah memberikan restu untuk Barra mendekati Zara.


Hal itulah yang membuat Barra semakin yakin bahwa dirinya bisa mendapatkan Zara.


"Zara,aku bisa mencintai kamu lebih dari Prince,bahkan aku bisa melakukan apapun untuk kamu." batin Barra berbicara.


"Tidak apa-apa bro,yang penting sekarang luh sudah tahu kalau bidadari cantik ini milik gue," ucap Prince kepada Barra.

__ADS_1


Prince seolah menegaskan kepada Barra supaya Barra tidak melakukan tindakan yang di luar batas kepada Zara.


"Oke,bro.. luh sekalian saja makan bareng kita,nanti selesai makan siang kita bicara berdua mengenai kerja sama kita," ucap Barra kepada Prince.


__ADS_2