PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
ZARA GUGUP DAN CEMAS


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu oleh Zara dan Prince akhirnya telah tiba. Hari di mana Prince akan melamar Zara sebagai istrinya.


Zara berada di dalam kamarnya bersama sahabat-sahabatnya yaitu Vanya, Stela dan Selin.


Zara terlihat begitu sangat cantik dengan mengenakan kebaya berwarna pink muda dengan sanggul kecil di kepalanya.


Wajah Zara terlihat sangat mempesona dengan riasan wajah yang simple, flawless yang membuat Zara terlihat sangat bersinar.


Zara dan sahabat-sahabatnya duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya ketika Zara sudah selesai di rias oleh MUA terkenal di jakarta.


Zara berbincang-bincang dengan Vanya, Stela dan Selin sambil dirinya menunggu kedatangan Prince beserta keluarganya Prince.


Zara merasa jantungnya begitu berdebar-debar karena dirinya akan dilamar oleh Prince laki-laki yang begitu sangat di cintainya.


" Zara, luh cantik banget sih.... Pangling deh gue ngeliatnya," puji Selin kepada Zara.


"Iya Zara,luh benar-benar sangat cantik banget,padahal ini baru lamaran saja loh,apa lagi nanti pas pakai baju pengantin? pasti luh cantik banget Zara " Vanya pun ikut memuji kecantikannya Zara.


"Kalian bisa saja deh. Kalian juga cantik banget kok memakai kebaya ini," ucap Zara kepada Selin,vanya dan Stela.


Selin,vanya dan Stela memakai kebaya berwarna pink muda juga yang telah di siapkan oleh Zara untuk sahabat-sahabatnya.


"Zara, luh jangan cemas ya," ucap Vanya kepada Zara.


Vanya mencoba untuk menenangkan Zara supaya Zara tidak gugup dan cemas lagi.


Zara terlihat begitu cemas dan gugup ketika menunggu kedatangan Prince dan keluarganya.


"Vanya benar, luh jangan cemas kayak gini ya, nanti malah gak kelihatan cantik lagi," ucap Stela kepada Zara.


" Tapi gue benar-benar gugup banget nih huuuhhhh... huhhhh," ucap Zara kepada Vanya dan Stela sambil Zara menarik nafas panjang.


"Bagus, atur nafas pelan-pelan ya," titah Stela kepada Zara.

__ADS_1


"Oh, ya Stela. Bukannya luh mau datang ke sini bersama Kak Kevin ya?" tanya Zara kepada Stela.


"Tadinya sih begitu, tapi semalam Kak Kevin bilang sama gue kalau Kak Prince meminta Kak Kevin untuk ikut di rombongannya keluarga Kak Prince. Jadi ya udah deh gue ke sininya sendirian," ucap Stela kepada Zara.


"Oh, begitu hehehe," sahut Zara kepada Stela.


"Gue yakin Kak Prince juga pasti sangat gugup dan cemas,makanya itu kan Kak Prince meminta Kak Kevin untuk menemaninya," ujar Stela kepada Zara.


"Luh benar Stela, semua orang juga pasti akan gugup dan cemas kalau menjelang lamaran seperti ini. Apalagi nanti pas mau menikah,pasti lebih gugup lagi," ujar Selin kepada Stela.


"Kayaknya gue juga nanti bakalan kaya Zara deh,bakalan gugup dan cemas gitu hehehe."


Stela membayangkan jika dirinya di lamar oleh Kevin.


"Iya benar, gue yakin luh juga pasti bakal gugup dan cemas seperti gue Stela. Rasanya itu gimana ya? antara gugup,cemas dan tegang, pokoknya campur aduk banget," ucap Zara kepada Stela.


"Tapi gue pengen cepet-cepet ngerasain kayak luh Zara. Gue ingin cepat-cepat di lamar oleh kak Kevin hahaha ," ucap Stela kepada Zara sambil tertawa keras.


"Ya ampun Selin. Luh juga pasti kalau jadi gue pengen cepet-cepet nikah kalau luh udah suka sama laki-laki yang luh suka. Gue yakin deh luh pasti lebih ngebet dari gue," ujar Stela kepada Selin.


"Sorry ya,gue itu kalau mau nikah milih-milih dulu,mana yang kira-kira bisa menghidupi gue," ucap Selin kepada Stela.


"Maksud luh?" tanya Stela kepada Selin dengan wajah kesal.


"Maksudnya Selin, luh itu kan orangnya boros Stela, hobby banget belanja. Memangnya luh gak kasihan ya sama kak Kevin kalau misalnya nanti kak Kevin gak bisa memenuhi semua keinginan luh?" tanya Vanya kepada Stela dengan jujur.


"Nah,itu maksud gue. Kasihan juga kan Kak Kevin kalau misalnya harus menuruti semua keinginannya luh. Ya gue tahu luh itu hampir sama kaya gue, sama-sama hobby belanja barang-barang branded. Memangnya Kak Kevin gak apa-apa kalau misalnya luh banyak menghabiskan uangnya kak Kevin?" tanya Selin kepada Stela.


"Ya gue juga bakalan mikir kali kalau misalnya nanti gue menikah dengan kak Kevin gue pasti akan menyesuaikan pendapatannya Kak Kevin dengan kebutuhan hidup gue. Lagian meskipun penghasilannya kak Kevin tidak sebesar laki-laki lain,tapi gue yakin Kak Kevin bisa bahagiain gue," ucap Stela kepada Vanya dan Selin.


"Ya bukannya gitu ya Stela, cinta itu bakalan hilang kalau luh merasa hidup luh tidak terjamin nantinya. Luh juga kan harus punya rasa kasihan lah sama Kak Kevin kalau harus melihat luh selalu saja berbelanja barang branded setiap seminggu.Kecuali kak Kevin itu pengusaha kaya raya seperti Kak Prince, mungkin itu gak akan jadi masalah," ucap Vanya kepada Stela


Vanya sebenarnya tidak bermaksud untuk menyinggung Stela. Vanya justru kasihan kepada Kevin kalau sampai Kevin menikah dengan Stela. Karena Stela sangat boros dan suka sekali berbelanja barang-barang mahal. Sedangkan penghasilannya Kevin tidak sebesar penghasilannya Prince.

__ADS_1


"Vanya benar,gue saja mengakui kok kalau gue ini orangnya boros dan suka sekali berbelanja barang-barang yang branded. Dan gue bukannya sombong tapi gue pengennya nanti mencari suami yang benar-benar bisa memenuhi kehidupan gue, meskipun gue nanti bekerja tapi gue mau penghasilan suami gue di atas gue," ucap Selin kepada Stela dengan jujur.


"Kok luh berdua ngeraguin kak Kevin gini sih? kemarin saja luh berdua ngedukung gue dengan Kak Kevin. Sebenarnya kalian gak suka kan kalau gue menikah dengan kak Kevin?"


Stela bertanya kepada Vanya dan Selin dengan perasaan kesal.


Zara yang mendengar perdebatan antara Vanya Selin dan Stela merasa tidak enak hati karena Vanya dan Selin membandingkan penghasilan Prinice dan Kevin.


"Hei udah ya, kalian ini ngeributin apaan sih? kita itu kan gak tahu ya ke depannya rezeki kita seperti apa? jadi kalian gak usah berdebat kaya gini. Lagian ini kan hari lamaran gue, jadi ngobrolinnya yang happy-happy saja ya, oke" pinta Zara kepada sahabat-sahabatnya.


"Tuh, dengar kata Zara. Lagian ini kan hari lamarannya Zara, ngapain juga sih luh berdua malah ngebahas penghasilannya kak Kevin yang gak akan cukup untuk ngidupin gue?" tanya Stela kepada Vanya dan Selin.


" Ya Sorry. Sebenarnya gue dan Selin gak ada maksud seperti itu sama luh. Tapi maksud gue dan Selin luh itu jangan hanya memikirkan tentang perasaan luh saja. Luh harus benar-benar memikirkan Kak Kevin juga nantinya. Karena biaya hidup luh itu kan mahal. Luh harus bisa menyesuaikan penghasilannya Kak Kevin dengan gaya hidup luh yang serba mahal itu. " ucap Vanya kepada Stela.


"Stela... Yang di ucapkan oleh Vanya dan Selin ada benarnya juga. Sebelum luh memutuskan untuk menikah dengan Kak Kevin,luh harus benar-benar memikirkan hal apa yang harus luh rubah. Karena kita semua kan tahu kalau luh itu orangnya super boros dan hobby banget berbelanja. Kita harap setelah nanti luh menikah dengan Kak Kevin,luh bisa menerima kak Kevin dengan apa adanya termasuk kalau misalnya Kak Kevin tidak bisa memenuhi keinginan luh. Dan luh jangan sekali-sekali meminta kedua orang tua luh untuk memenuhi kehidupan luh Ketika nanti luh dan Kak Kevin sudah menikah, karena itu akan sangat menyinggung harga dirinya Kak Kevin." Zara berbicara dengan bijak kepada Stela.


" Iya gue ngerti Zara. Gue akan mencoba untuk menyesuaikan kehidupan gue dengan penghasilan Kak Kevin. Meskipun mungkin itu akan cukup berat untuk gue tapi gue yakin gue bisa merubahnya karena gue sayang banget sama Kevin," ucap Stela kepada Zara, Vanya dan Selin.


Stela pun mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Zara, Vanya dan Selin kepadanya.


Tak lama mama Clara masuk ke dalam kamarnya Zara. Mama Clara ingin memberitahu kepada Zara agar Zara bersiap-siap karena rombongan keluarganya Prince sudah masuk ke halaman rumahnya.


"Sayang apa kamu sudah siap? rombongan keluarganya Kak Prince sudah masuk ke halaman rumah sayang, sebentar lagi mereka akan turun dari mobil mereka. Jadi kamu harus siap-siap untuk turun ke bawah ya," pinta mama Clara kepada Zara.


" Baik mah... Zara sebentar lagi akan turun ke bawah bersama sahabat-sahabat Zara," jawab Zara kepada mama Clara.


"Oke sayang. Kalau begitu mama turun lagi ke bawah ya untuk menyambut keluarganya Prince," ujar mama Clara kepada Zara.


" Baik, mah," sahut Zara kepada mama Clara.


Mama Clara kemudian keluar dari dalam kamar Clara dan turun ke lantai bawah untuk menyambut kedatangan keluarganya Prince.


Prince datang ke kediaman kedua orang tua Zahra bersama kedua orang tuanya dan keluarga besarnya untuk melamar Zara menjadi istrinya

__ADS_1


__ADS_2