PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
ZARA BERBOHONG


__ADS_3

PUKUL 7 MALAM.


Zara sedang duduk santai di balkon apartemen sambil memandangi bintang-bintang di langit.


Namun tiba-tiba saja handphone Zara berbunyi,panggilan dari seseorang untuknya.


"Drrrtttttt.... drrrrttttt.... drrrrttttt"


"Kak Barra... Ada apa ya Kak Barra menghubungi aku?" batin Zara bertanya-tanya ketika Barra tiba-tiba saja menghubungi Zara


Zara kemudian mengangkat telpon dari Barra tersebut.


"Hallo, kak Barra," sapa Zara kepada Barra.


"Hallo, zara.. Kamu lagi dimana? Kak Barra ganggu tidak?" tanya Barra kepada Zara.


"Zara mau mengangkat telponku. Apa mungkin Zara tidak mengetahui tentang kejadian tadi siang antara aku dengan Prince?"


Dalam hati Barra bertanya-tanya mengenai apa yang telah terjadi di antara Barra dengan Prince.


"Zara lagi di apartemen Kak. Ada apa Kak Barra menelpon Zara?" tanya Zara kepada Barra.


Zara sama sekali tidak tahu tentang apa yang telah terjadi di antara Prince dan Barra.


Zara juga belum mengetahui tentang kedua orang tuanya yang telah memutuskan untuk tidak menjodohkan Zara dengan Barra.


"Kak Barra ingin bertemu dengan kamu Zara,ada hal penting yang ingin Kak Barra bicarakan. Apa kamu ada waktu kalau besok kita bertemu?" tanya Barra kepada Zara.


"Tapi kak,kenapa Kak Barra tidak bicara lewat telpon saja?" tanya Zara kepada Barra


"Tidak bisa Zara,karena ini sesuatu yang sangat penting. Kamu ada waktu atau tidak?" Barra bertanya kepada Zara.


Barra begitu ingin sekali bertemu dengan Zara karena dirinya sudah merencanakan sesuatu kepada Zara. Hanya saja Zara tidak mengetahuinya.


"Duuuhh,gimana ya? Gue gak mungkin menemui Kak Barra,karena Kak Prince pasti akan sangat marah kalau sampai mengetahuinya.Tapi sepertinya ada sesuatu yang penting yang ingin di sampaikan oleh Kak Barra kepadaku." batin Zara merasa bingung apakah Zara akan menemui Barra atau tidak.


"Ya sudah Kak,zara mau bertemu dengan Kak Barra. Nanti Kak Barra kasih tahu saja tempatnya," ucap Zara kepada Barra.


"Oke, zara. Nanti Kak Barra akan kirim lewat pesan saja ya tempatnya," ujar Barra kepada Zara melalui sambungan telpon.


"Iya,kak," sahut Zara kepada Barra.


Zara kemudian mematikan sambungan telponnya setelah dirinya selesai berbicara dengan Barra.


Dan ketika Zara baru saja selesai berbicara dengan Barra di sambungan telpon, tiba-tiba saja Prince menghubungi Zara.


" Drrrrttttt.... drrrrrtttt...."


Panggilan telpon dari Prince untuk Zara. Dengan cepat Zara langsung mengangkatnya.

__ADS_1


"Hallo, kak Prince," sapa Zara kepada Prince di sambungan telpon.


"Hallo, sayang... Kenapa handphone kamu sibuk terus sejak tadi?" tanya Prince kepada Zara.


Sejak tadi Prince menghubungi Zara,namun handphone Zara selalu sibuk,bahkan Zara tidak mengangkat panggilan telpon dari Prince.


"Ma'af ya sayang. Tadi teman Zara menelpon," jawab Zara kepada Prince.


Zara sebenarnya tengah berbohong kepada Prince dengan mengatakan bahwa temannya yang menghubungi Zara. Padahal yang menghubungi Zara adalah Barra.


"Maafin Zara ya Kak. Zara terpaksa berbohong sama Kak Prince karena Zara tidak mau membuat Kak Prince marah dan cemburu kalau tahu Kak Barra lah yang telah menghubungi Zara," batin Zara berbicara.


"Teman kamu? teman kamu siapa sayang?" tanya Prince kepada Zara dengan rasa ingin tahu.


"Aaa..anuuu Kak. Kak Prince tidak akan tahu karena ini teman SMP Zara," jawab Zara kepada Prince dengan gelagapan.


Prince yang mendengar jawaban Zara yang gugup merasa ada yang aneh.


"Sebenarnya siapa yang telah menghubungi Zara? Kenapa Zara terdengar gugup seperti ini? Aku tahu Zara berbohong.Tapi kenapa Zara seolah tidak ingin kalau aku mengetahuinya," batin Prince berbicara.


"Ya sudah sayang,sebentar lagi Kak Prince ke apartemen kamu ya," ucap Prince kepada Zara.


"Baik, kak. Zara tunggu ya," ucap Zara kepada Prince.


Suara Zara di telpon masih terdengar gugup oleh Prince. Zara kemudian mematikan telponnya dengan Prince.


Prince yang sudah janji kepada Zara untuk menceritakan semua yang telah di bahas oleh Prince dengan kedua orang Zara pun merasa dirinya harus cepat-cepat menemui Zara di apartemennya.


Prince kemudian mengetuk pintu apartemen Zara karena dirinya sudah sampai di depan pintu apartemen Zara.


"Tok... Tok... Tok... sayaaang..."


Prince mengetuk pintu apartemen Zara dan juga memanggilnya.


Zara dengan cepat membuka pintu apartemen Prince ketika Zara mendengar suara Prince memanggilnya.


"Ceklek..."


Zara membuka pintu apartemennya. Zara melihat Prince berdiri di depan apartemennya dengan membawakan banyak makanan dan minuman untuk Zara.


"Sayang,cepat sekali nyampenya," ucap Zara kepada Prince sambil tersenyum senang.


"Iya sayang,karena aku sangat rindu sekali sama bidadari cantikku," puji Prince kepada Zara.


"Huwwww... dasar gombal... Oh,ya Kak Prince bawa makanan sebanyak ini untuk siapa?" tanya Zara kepada Prince.


Zara melihat Prince membawa banyak paper bag yang berisi makanan dan minuman.


"Tentu saja untuk kamu sayang. Untuk siapa lagi?" ujar Prince kepada Zara.

__ADS_1


"Makasih sayang... Pelukkk aku dong sayang."


Zara meminta agar Prince memeluk dirinya..


Dengan cepat Prince pun menaruh semua makanannya yang berada di dalam paper bag di lantai karena Zara meminta Prince untuk memeluknya.


"Kamu harum sekali sayang," ucap Prince kapada Zara ketika Prince memeluk Zara.


Prince mencium aroma tubuh Zara yang sangat harum.


"Kak Prince juga sangat harum. Sampai-sampai Zara tidak ingin melepaskan pelukan Zara dengan Kak Prince."


Zara merasa begitu nyaman berada di dalam pelukan Prince.


"Kamu boleh memelukku dengan sangat lama sayang,karena aku juga selalu ingin memeluk kamu setiap waktu," ujar Prince kepada Zara.


"Tapi kalau lama-lama kapan kita akan ngobrolnya? nanti saja kita pelukan lagi ya sayang setelah kita selesai ngobrol." ujar Zara kepada Prince.


Zara kemudian melepaskan pelukannya dengan Prince.


"Baiklah sayang,kita bahas semuanya malam ini sayang," ucap Prince kepada Zara.


Prince dan Zara kemudian masuk ke dalam apartemen Zara untuk membahas semua yang telah di bahas oleh Prince dan kedua orang tua Zara kemarin.


"Sayang, zara ke kamar mandi dulu sebentar ya. Kak Prince duduk saja di sofa," ucap Zara kepada Prince.


"Iya sayang," sahut Prince kepada Zara .


Prince kemudian duduk di sofa yang ada di ruang Televisi apartemen Zara,sementara Zara pergi ke kamar mandi untuk membuang air kecil.


Namun ketika Prince sedang duduk santai di atas sofa,tiba-tiba saja handphone Zara yang berada di atas meja berbunyi.


"Ada pesan di handphone Zara. Tapi dari siapa ya? Aku ingin sekali mengetahuinya." batin Prince berbicara ketika Prince melihat ada pesan masuk dari handpone Zara.


Prince kemudian membuka pesan yang masuk ke handpone milik Zara tersebut.


Dan betapa terkejutnya Prince ketika mengetahui bahwa yang mengirimkan pesan untuk Zara ialah Barra. Orang yang telah mengganggu hubungan Prince dengan Zara.


Barra bahkan telah berani memukul Prince di kantornya tadi siang hingga membuat Prince terluka dan memukul Barra balik sampai Barra tersungkur di lantai.


"Barra... isi pesan ini dari Barra." batin Prince berbicara.


Pesan dari Barra tersebut berisi alamat yang akan di jadikan tempat untuk Barra dan Zara bertemu.


Prince sangat terkejut ketika mengetahui isi pesan dari Barra untuk Zara tersebut.


Prince juga melihat panggilan masuk di handphone Zara,dimana nomor Barra lah yang tadi menghubungi Zara ketika Prince ingin menghubungi Zara.


"*Jadi orang yang telah menghubungi Zara itu adalah Barra? Tapi kenapa Zara berani berbohong kepadaku seperti ini? rupanya Zara dan Barra sudah janjian untuk bertemu di suatu tempat dan aku tidak mengetahuinya sama sekali. Lalu apa yang sebenarnya akan Barra katakan kepada Zara*? "

__ADS_1


Dalam hati Prince merasa sangat marah dan kecewa kepada Zara karena Zara telah berbohong kepada Prince.


Prince juga ingin sekali menghabisi Barra karena Barra masih saja berusaha untuk menghubungi dan bertemu dengan Zara. Padahal Prince sudah memberikan Barra sebuah peringatan agar Barra tidak berani untuk mendekati Zara lagi.


__ADS_2