PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
BUTUH WAKTU BERPIKIR


__ADS_3

"Nak Prince,kenapa nak Prince begitu cepat ingin menikahi Zara? nak Prince dan Zara kan belum lama berpacaran,kalian juga belum mengenal satu sama lain.Lalu apa yang membuat nak Prince ingin menikahi Zara?" tanya papa Hyun kepada Prince.


Papa Hyun dan mama Clara merasa terkejut ketika Prince mengungkapkan niatnya untuk menikahi Zara.


Mereka berpikir bahwa Prince terlalu terburu-buru.Sementara Zara masih harus kuliah di korea.


"Apa yang di katakan oleh papanya Zara itu benar nak Prince.Coba berikan alasan kepada kami kenapa nak Prince begitu cepat ingin menikahi Zara? sementara nak Prince tahu kalau Zara akan kuliah di Korea."


Mama Clara pun ikut memberikan pertanyaan kepada Prince.Mama Clara dan papa Hyun merasa kaget dengan niatan Prince yang ingin menikahi Zara.


"Om,tante... Saya tidak mempermasalahkan tentang kuliah Zara.Zara boleh kuliah di Korea atau di negara manapun itu.Tapi menikah sambil kuliah kan bisa saja kan Om,tante? Saya hanya ingin menjaga Zara.Saya sangat mencintai putri Om dan tante."


Zara yang mendengar ucapan Prince kepada kedua orang tuanya merasa begitu takut.


Zara takut kalau sampai kedua orang tuanya tidak mengizinkan Prince untuk menikah dengan Zara.


Papa Hyun dan mama Clara yang mendengar ucapan Prince kemudian saling melirik satu sama lain.


Mereka mengerti maksud Prince ingin menikahi Zara agar Zara bisa menjadi miliknya.


"Sepertinya Prince sangat mencintai Zara.Itu sebabnya Prince ingin sekali menikahi Zara.Tapi bagaimana dengan Barra? Apa yang akan aku katakan kepada Barra dan kedua orang tuanya Barra nanti? " batin mama Clara berbicara dengan perasaan khawatirnya.


Mama Clara yang sudah mengenal baik kedua orang tua Barra merasa bingung harus menerima lamaran Prince atau tidak.


Begitupun dengan papa Hyun.Papa Hyun juga tidak mau kalau sampai Zara menikah dengan Prince.Apa lagi Barra juga sama-sama seorang pengusaha muda yang kaya raya.


"Ada dua laki-laki yang ingin menikahi putriku.Dua-duanya tampan dan mapan.Tapi Zara tidak menyukai Barra.Zara malah lebih menyukai Prince.Lalu bagaimana caranya aku untuk memilih di antara dua laki-laki yang menyukai Zara ini.Sedangkan hubunganku dengan kedua orang tua Barra sudah begitu dekat."


Dalam hati papa Hyun merasa bingung harus menerima lamaran Prince atau tidak.


Prince sendiri tidak masalah jika Zara harus kuliah di korea atau di negara manapun,asalkan Prince bisa menikahi Zara.


"Nak Prince... jujur saja ini tidak mudah bagi Om dan tante untuk menerima lamaran nak Prince.Karena Om dan tante merasa Zara masih terlalu muda untuk menikah.Nanti bagaimana kalau Zara sampai hamil? Apa nak Prince tega melihat Zara yang masih 17 tahun harus hamil dan melahirkan?" tanya mama Clara kepada Prince.

__ADS_1


Sebenarnya pertanyaan mama Clara hanya sekedar alasan saja supaya Prince mengurungkan niatnya untuk menikah dengan Zara.


Mama Clara lebih setuju kalau Barra lah yang menikah dengan Zara,meskipun harus menikah dalam waktu cepat namun mama Clara dan papa Hyun pasti akan setuju.


Mama Clara dan papa Hyun tahu kalau Prince juga seorang pengusaha kaya raya,sama seperti Barra.Hanya saja mereka lebih setuju kalau Zara bisa menikah dengan Barra,karena mereka jelas lebih mengenal keluarga Barra dari pada keluarga Prince.


Prince yang mendengar pertanyaan dari mama Clara mengenai usia Zara yang masih sangat muda untuk menikah pun mengerti kalau Zara masih terlalu muda untuk menikah apa lagi untuk menjadi seorang ibu.


"Tante.. Prince juga tidak akan membiarkan Zara hamil di usia yang masih 17 tahun.Tante dan Om tenang saja," ucap Prince kepada mama Clara dan papa Hyun.


"Nak Prince,apa tidak sebaiknya kalau kalian saling mengenal dulu? karena Zara juga tidak akan mau kalau menikah muda.Iya kan sayang?" tanya papa Hyun kepada Zara.


Zara yang mendengar pertanyaan dari papa Hyun merasa bingung harus menjawab apa?


Zara sendiri tidak masalah kalau dirinya harus menikah dengan Prince di usia muda.Namun Zara tahu bahwa kedua orang tuanya Zara tidak akan menyetujuinya.


Prince kemudian menatap wajah Zara yang berada di sampingnya tersebut.Prince mencoba untuk meyakinkan Zara bahwa Prince bersungguh-sungguh ingin menikahi Zara.


Prince berharap Zara mau mengatakan kepada kedua orang tuanya kalau Zara bersedia untuk menikah dengan Prince.


"Pah,mah.... Zara tidak keberatan kok kalau harus menikah di usia muda dengan Kak Prince.Zara hanya ingin menikah dengan Kak Prince pah,mah.Hanya saja Zara takut kalau papa dan mama tidak menyetujuinya."


Zara dengan perasaan takut mengatakan kepada kedua orang tuanya kalau Zara bersedia untuk menikah dengan Prince.


Prince yang mendengar bahwa Zara bersedia menikah dengannya merasa bahagia.Namun beda halnya dengan kedua orang tua Zara.


Mama Clara dan papa Hyun yang mendengar bahwa Zara bersedia untuk menikah dengan Prince justru merasa terkejut.


"Zaraaa.. Apa kamu pikir menikah itu sebuah permainan? Kamu butuh persiapan mental untuk menjalin sebuah pernikahan itu Zara.Apa kamu mengerti?"


Papa Hyun berkata keras kepada Zara ketika Zara mengatakan bahwa dirinya bersedia untuk menikah dengan Prince.


"Papa kamu benar Zara.Menikah itu gak gampang.Kamu harus siap menjalani peran kamu sebagai istri.Belum lagi kamu harus kuliah.Sedangkan kamu saja masih terlalu muda untuk menjalani pernikahan sayang.Mama dan papa tidak mau kalau sampai kamu tidak bahagia atau bahkan merasa lelah menjalani sebuah pernikahan dengan Prince."

__ADS_1


Mama Clara tahu bahwa menikah itu tidak mudah.Mama Clara takut kalau sampai Zara tidak bahagia menikah dengan Prince.


Mama Clara masih belum yakin kalau Prince bisa membuat Zara bahagia.


Prince yang mendengar ucapan kedua orang tua Zara merasa kaget.Prince tidak menyangka kalau kedua orang tua Zara sampai berpikir sejauh itu jika Zara sampai menikah dengan Prince.


Zara yang mendengar ucapan kedua orang tuanya tersebut merasa malu kepada Prince.


"Kenapa papa dan mama berbicara seperti itu sama Kak Prince? Aku tahu papa dan mama sangat menyayangi aku dan tidak ingin melihat aku menderita.Tapi apa mama dan papa tahu kalau Kak Prince akan melakukan apa saja untuk aku? aku sendiri yakin kalau Kak Prince bisa membuat aku bahagia." batin Zara berbicara ketika mendengar ucapan kedua orang tuanya kepada Prince.


"Om..Tante... Saya mengerti dengan kekhawatiran Om dan tante.Tapi saya bukan laki-laki yang seperti itu Om,tante. Saya pasti akan membuat Zara bahagia dan tidak akan menyakiti Zara seperti yang Om dan tante bayangkan," ujar Prince kepada mama Clara dan papa Hyun.


"Ternyata kedua orang tua Zara takut kalau sampai Zara tidak hidup bahagia denganku.Padahal aku sudah menyiapkan tempat tinggal yang nyaman untuk Zara hidup denganku.Hanya saja mereka tidak mengetahui itu."


Dalam hati Prince ingin sekali mengatakan kalau dirinya sudah menyiapkan tempat tinggal yang nyaman untuk Zara.


"Om tahu kamu sangat mapan,kamu bisa memberikan apa saja kepada Zara.Tapi Om dan tante tidak yakin kalau kamu bisa selalu menjaga Zara dan melindungi Zara. Sekarang begini saja nak Prince,tolong beri kami waktu untuk berpikir apakah kami akan menerima lamaran nak Prince atau tidak."


Papa Hyun meminta waktu kepada Prince untuk berpikir.Karena niat Prince untuk menikahi Zara ini sangat terburu-buru.


"Baik,om..tante... Ma'af kalau Prince sudah membuat om dan tante kaget dengan niat Prince ini.Kalau begitu Prince pamit pulang dulu Om,tante."


Prince merasa dirinya harus segera pulang karena kedua orang tua Zara butuh waktu berpikir.


"Baik nak Prince.Kami juga minta ma'af kalau ada ucapan kami yang tidak berkenan," ucap mama Clara kepada Prince.


"Tidak apa-apa tante.Prince mengerti dengan keinginan om dan tante," ujar Prince kepada mama Clara dan papa Hyun.


Prince kemudian menatap wajah Zara yang terlihat murung.


"Kak Prince hati-hati ya pulangnya,sampai apartemen kabarin Zara," ucap Zara kepada Prince.


Zara takut kalau Prince kenapa-kenapa di jalan,karena Prince pasti kecewa dengan ucapan kedua orang tua Zara.

__ADS_1


"Iya sayang,aku pulang dulu ya.Nanti kita ketemu lagi."


Prince kemudian ke luar dari dalam rumah kedua orang tua Zara menuju mobil mewahnya yang terparkir di halaman rumah kedua orang tua Zara.


__ADS_2