PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
PENYAMARAN


__ADS_3

Prince melihat Zara alias Zuminten menaiki sebuah taksi.Prince pun mengikuti taksi yang di tumpangi oleh Zara alias Zuminten tersebut.


"Dia bilang kalau dia selalu naik angkutan umum? tapi sekarang dia naik taksi? Apa mungkin karena dia baru menerima uang gaji?" batin Prince bertanya-tanya.


Prince pun sudah hampir 20 menit mengikuti Taksi yang di tumpangi oleh Zara alias zuminten.


Tak lama Taksi itupun berhenti di sebuah rumah sederhana dimana Prince pernah mengantarkan Zara alias Zuminten ke rumah tersebut .


"Rupanya dia benar-benar tinggal di rumah sederhana itu.," batin Prince saat melihat taksi yang di tumpangi Zuminten berhenti di depan rumah mang Ujang dan bi Asih.


Prince memantau Zara alias Zuminten dari jarak yang tidak begitu jauh.


Zara alias Zuminten kemudian ke luar dari dalam Taksi dan berhenti di halaman depan rumahnya mang Ujang dan bi Asih.


Di halaman rumah mang Ujang dan bi Asih sudah ada bi Asih.Zara melihat bi Asih sedang menyapu halaman rumahnya.


"Bi Asih..." Zara memanggil bi Asih yang sedang menyapu halaman rumah.


"Nona Zara... Nona Zara kapan pulang dari Bandungnya?" tanya bi Asih kepada Zara.


Bi Asih pun menaruh sapu lidinya,lalu menghampiri Zara yang datang ke rumahnya.


"Sudah dari kemarin bi.. ini Zara bawakan oleh-oleh untuk bi Asih dan mang Ujang," zara memberikan kardus besar berisi oleh-oleh untuk bi Asih dan mang Ujang.


"Nona Zara kenapa mesti repot-repot begini bawa banyak oleh-oleh untuk bibi dan mang Ujang?" ucap bi Asih kepada Zara dengan perasaan tak enak hati karena bi Asih takut merepotkan Zara.


"Tidak repot sama sekali kok bi,oh ya mang Ujang kemana bi? kok tidak kelihatan?" tanya Zara kepada bi Asih.


Zara melihat-lihat sekeliling rumah bi Asih dan mang Ujang,namun Zara tidak melihat keberadaan mang Ujang dan mobilnya Zara berada di rumah mang Ujang dan bi Asih.


Semenjak Zara liburan ke Bandung,zara meminta mang Ujang dan bi Asih untuk libur bekerja,sehingga bi Asih dan mang ujang tidak tahu kalau Zara sudah sampai di jakarta.


"Memangnya nona Zara belum tahu?" bi Asih bertanya kepada Zara.


"Belum tahu? belum tahu apa bi?" Zara penasaran dengan pertanyaan dari bi Asih.


"Orang tuanya nona Zara kan hari ini pulang ke Indonesia,makanya mang Ujang di minta untuk menjemput orang tuanya Nona Zara ke bandara," ucap bi Asih kepada Zara.


Zara terkejut mendengar bahwa orang tuanya akan pulang ke Indonesia.Bagaimana tidak? Orang tua Zara bahkan tidak memberitahu Zara kalau mereka akan pulang ke Indonesia.


"Apa bi? jadi mama dan papa Zara hari ini akan pulang ke Indonesia? Tapi Mereka kok gak ngasih tahu Zara ya?"


Dengan wajah kaget Zara bertanya kepada bi Asih.Zara benar-benar tidak tahu kalau kedua orang tuanya akan pulang ke Indonesia.

__ADS_1


"Bi Asih juga tidak tahu Non kalau soal itu.Tadinya kan orang tua Nona Zara meminta di jemput oleh supir yang ada di rumah orang tua nona Zara,hanya saja supirnya sedang sakit. Jadi,orang tua nona Zara meminta mang Ujang untuk menjemput mereka di bandara," ucap bi Asih kepada Zara.


Baru kali ini orang tua Zara pulang ke Indonesia tanpa memberitahu Zara terlebih dahulu.Hal itu membuat Zara bertanya-tanya.


"Mama dan papa tiba-tiba saja pulang ke Indonesia.Ada apa ya mereka pulang tiba-tiba seperti ini?" batin Zara merasa bingung.


"Ya sudah bi kalau begitu Zara pamit pulang dulu ya bi ke apartemen,zara harus ganti pakaian Zara dulu sebelum mama dan papa datang," ujar Zara kepada bi Asih.


Zara masih memakai pakaian yang tadi ia pakai waktu menyamar sebagai Zuminten,begitupun tompel dan kacamatanya masih menempel di wajahnya Zara.


"Baik Non,terimakasih banyak ya Nona Zara sudah membawakan bibi oleh-oleh,nona Zara hati-hati di jalan ya," ucap bi Asih kepada Zara.


"Sama-sama bi Asih,sampai jumpa di apartemen bi," zara melambaikan tangannya kepada bi Asih.


Zara kemudian menghentikan sebuah taksi lagi untuk pulang ke apartemennya.


Prince yang sejak tadi masih memantau Zuminten dari jarak yang tidak begitu jauh dari rumah mang Ujang dan bi Asih dapat melihat ketika Zara dan bi Asih berbincang-bincang,hanya saja Prince tidak mendengar apa yang Zara dan bi Asih bicarakan,begitupun dengan Zara alias Zuminten yang tidak tahu kalau Prince membuntutinya.


Prince pun melihat Zara menaiki sebuah taksi kembali,hal itu membuat Prince bertanya-tanya.


"Kenapa Zuminten naik taksi lagi? bukankah dia sudah sampai di rumahnya? Kira-kira mau kemana dia pergi? aku harus mengikutinya agar aku tahu siapa Zuminten sebenarnya"


Prince kemudian mengikuti kemana Zara alias Zuminten pergi menggunakan taksi.





"*Bukankah ini apartemennya Zara? Mau apa Zuminten pergi ke apartemennya Zara? Aku harus ikuti dia agar aku tahu apa yang akan Zuminten lakukan di apartemen ini*."



Prince dalam hatinya merasa aneh melihat Zuminten pergi ke apartemen mewah.Namun Prince masih saja mengikuti Zuminten.



Prince masuk ke dalam gedung apartemen mengikuti Zuminten,lalu Prince melihat Zuminten menaiki sebuah lift menuju lantai 10.



Prince tidak langsung ikut masuk dalam lift yang sama dengan Zuminten karena Prince tidak mau kalau sampai Zuminten melihat dirinya.

__ADS_1



"*Dia pergi ke lantai 10,lantai dimana apartemennya Zara berada di sana juga*." batin Prince berbicara.



Setelah Zuminten masuk ke dalam lift menuju lantai 10,prince menyusul menaiki lift juga.



Prince kemudian ke luar dari dalam lift,lalu Prince di kagetkan oleh Zuminten yang tiba-tiba saja masuk ke apartemen yang tidak asing di mata Prince.



Apartemen yang di masuki oleh Zuminten tersebut adalah apartemennya Zara,kekasihnya Prince.



"*Zuminten masuk ke dalam apartemennya Zara tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu? bahkan dia sudah tahu kode kunci pintunya apartemen Zara.Jangan-jangan selama ini Zuminten itu adalah Zara.Zara sudah membohongi aku dengan menyamar sebagai Zuminten.Tapi untuk apa Zara melakukan itu? Aku tidak percaya kalau Zara akan membohongiku seperti ini*.."



Dalam hati Prince merasa tidak percaya ketika melihat Zuminten masuk ke dalam apartemen Zara.



Prince masih ingin meyakinkan hatinya kalau Zara itu benar-benar Zuminten atau bukan? meskipun Prince tidak suka melihat dirinya di bohongi oleh Zara.



Prince tidak tahu saja kalau Zara melakukan penyamaran tersebut karena Zara ingin bisa melihat Prince setiap hari.Namun tetap saja hal itu tidak bisa di benarkan oleh Prince.



Prince kemudian melangkahkan kakinya menuju apartemen Zara.Prince ingin memastikan apakah benar kalau Zara itu adalah Zuminten?



"*Aku harus tahu kebenarannya,aku harus memastikan apakah Zara itu benar-benar menyamar sebagai Zuminten atau tidak*?"



"Tok... Tok... Tok..."

__ADS_1



Prince mengetuk pintu apartemennya Zara untuk memastikan kebenarannya.


__ADS_2