PRINCE DAN GADIS KECIL

PRINCE DAN GADIS KECIL
DINNER


__ADS_3

Prince dan Zara sudah berada di dalam mobilnya Prince,mereka akan pergi ke sebuah restaurant mewah untuk makan malam.


"Apa kamu sudah sangat lapar?" Prince bertanya kepada Zara sambil dirinya menyetir mobil miliknya.


"Iii...iyaaa Kak,laparrrr sekaliii,memangnya kenapa Kak?" Zara bertanya kepada Prince.


"Tidak apa-apa,sabar ya sebentar lagi kita sampai," ucap Prince kepada Zara dengan lembut.Prince kasihan melihat Zara yang begitu lapar sementara jalanan begitu macet.


"Oke,perut Zara bisa bersabar kok kalau untuk makan-makanan yang enak hehehe," zara bercanda kepada Prince.


"Hahahaha,kamu ini ya" prince tertawa mendengar candaan dari Zara.


Setelah hampir 1 jam melewati kemacetan akhirnya Prince dan Zara pun sudah sampai di sebuah restaurant mewah untuk makan malam berdua.


Prince memesan kursi meja VVIP untuk dirinya makan berdua bersama Zara di restaurant tersebut.


"Silahkan pesan makanan apapun yang kamu suka," titah Prince kepada Zara.


"Kak Prince tidak mau pesan?" Zara bertanya kepada Prince dengan perasaan gugup,karena sebenarnya Zara malu kalau harus makan sendiri.


"Aku akan makan makanan apapun yang kamu pesan," ucap Prince kepada Zara.


Zara yang mendengar ucapan Prince tersebut seakan ingin pingsan di buatnya


"Haduuuuhhh.... lama-lama gue bisa pingsan beneran kalau di giniin terus sama Kak Prince.Lagian Kak Prince ada angin dari mana sih? Kok dia berbuah 180 derajat banget dari Kak Prince yang gue kenal,sampai-sampai gue merasa bahwa gue masih mimpi," isi hati Zara berbicara.


Zara kemudian memesan menu makanan mewah seperti Lobster,salmon steak,salad,tiramisu dan golden pulence ice cream yang berisi Kaviar serta gold yang bisa di makan.


Saat Prince dan Zara menunggu makanannya datang,prince dan Zara terlihat bingung satu sama lain.


Zara merasa canggung karena biasanya Zara hanya bisa mengagumi Prince laki-laki impiannya yang selalu terlihat cuek dan dingin seperti kulkas 2 pintu itu,tapi Kini Prince malah berada di hadapannya Zara langsung.


Begitupun dengan Prince,biasanya Prince akan kesal setiap kali bertemu dengan Zara karena bagi Prince Zara hanyalah gadis bodoh yang selalu mencari perhatian dari setiap laki-laki.


"Apa aku terlihat tampan? sampai-sampai kamu begitu gugup," prince dengan percaya diri memuji dirinya di hadapan Zara.


Zara yang mendengar Prince memuji dirinya sendiri seakan tidak percaya bahwa Prince bisa sepercaya diri ini.


"Cukup tampan,bahkan sangat tampan upppssss..." Zara menutup mulutnya karena keceplosan.


"Hahahaha..." Prince tertawa senang mendengar Zara berkata jujur di hadapannya.


Zara yang mendengar Prince tertawa senang hanya bisa tersenyum malu melihatnya.


"Apa pacar kamu tidak keberatan kalau kita makan malam berdua?" Prince bertanya kepada Zara.


Setahu Prince Zara sudah memiliki kekasih yaitu Dewa.


"Tidak ada... Maksud Zara,saat ini Zara tidak memiliki pacar," jawab Zara kepada Prince dengan jujur.

__ADS_1


"Benarkah? Tapi waktu itu aku melihat seorang gadis hadir di sebuah pesta ulang tahun teman laki-lakinya,laki-laki itu menyatakan cinta dan sang gadis pun menerimanya."


Prince menyindir Zara yang pernah di tembak oleh Dewa di hari ulang tahunnya Dewa.


Zara kaget ketika Prince mengetahui bahwa dirinya di tembak oleh Dewa di hari ulang tahunnya Dewa.


"Jadi Kak Prince tahu semuanya?" Zara bertanya kepada Prince dengan wajah kagetnya.


"Tentu saja,aku bahkan melihatnya secara langsung," ujar Prince kepada Zara sambil tersenyum meledek.


"Tapi itu semua tidak seperti yang Kak Prince pikirkan.Zara menerima Dewa karena kasihan saja.Zara tidak mau membuatnya malu di hadapan teman-teman sekolah."


Zara mencoba menjelaskan semuanya kepada Prince agar Prince tidak berpikir yang macam-macam tentangnya.


"Benarkah? Waaahhhh kasian sekali laki-laki itu di permainkan oleh gadis paling cantik di sekolah," prince tak henti-hentinya meledek Zara yang terlihat malu-malu di hadapannya.


"Bukan seperti itu Kak,zara hanya capek saja mendengar dia menyatakan cinta setiap hari.Zara juga tidak pernah menyebut kalau Zara ini gadis yang paling cantik kok,meskipun kenyataannya memang benar seperti itu hehehe."


Zara dengan percaya diri mengakui bahwa dirinya gadis yang paling cantik di sekolah di hadapan Prince,meskipun Zara hanya bercanda saja.


"Kamu benar,awalnya aku tidak mengakui kecantikan kamu,tapi sekarang aku mengakuinya kalau kamu gadis yang paling cantik. Hanya saja sekarang aku ragu untuk menyatakan perasaan aku sama kamu,aku takut kalau kamu menerimaku hanya karena kasihan saja terhadapku seperti apa yang kamu lakukan terhadap teman kamu itu," ujar Prince kepada Zara.


"Tentu saja tidak akan seperti itu...upssss...." Zara keceplosan dengan menjawab seperti itu sambil menutup mulutnya lagi. Hal itu membuat Prince tersenyum lucu.


"Jadi,kamu akan menerima aku dengan tulus?" tanya Prince kepada Zara sambil Prince menatap wajah Zara.


"Ceritanya Kak Prince nembak Zara nih? Tapi kenapa tidak terlihat serius ya?"


Prince yang mendengar Zara bertanya seperti itu merasa begitu gugup di buatnya.


"Huuuuhhhh... Zara Zara.. apa dia tidak tahu gimana perasanku saat ini? aku bahkan sangat gugup untuk berbicara serius,aku berbicara santai seperti ini hanya untuk menutupi kegugupanku saja."


Dalam hati Prince merasa begitu gugup.Bahkan detak jantungnya pun berdetak begitu cepat ketika menatap wajah Zara yang ada di hadapannya itu.


"Apa kamu pikir aku bercanda?" tanya Prince terhadap Zara sambil menatap wajah cantik Zara dengan serius.


"Zara percaya,tapi bukankah Zara selalu terlihat bodoh dan menyebalkan ya bagi Kak Prince?mana mungkin Kak Prince menyukai wanita seperti Zara," ujar Zara kepada Prince dengan merendah.


"Zara,kak Prince minta ma'af jika selama ini Kak Prince terlihat angkuh,tapi harus kamu tahu kalau Kak Prince tidak pernah bermain-main dalam urusan perasaan,hanya saja ada hal yang harus kamu tahu Zara bahwa Kak Prince ini orangnya sangat pencemburu dan posesif,kak Prince tidak tahu apakah kamu mau menerimanya atau tidak?" Prince bertanya kepada Zara.


Zara pun merasa kaget saat mendengar Prince meminta ma'af dan mengungkapkan semuanya terhadapnya.


"Ini beneran Kak Prince atau bukan sih? Sekarang Kak Prince tanpa rasa malu meminta ma'af sama gue,apa jangan-jangan pelet cinta gue udah menancap di hatinya Kak Prince ya? hihihi... sungguh gue merasa bahwa ini hanyalah sebuah mimpi.Tapi gue mau banget kalau misalnya di bucinin sama Kak Prince hihihi,"


Dalam hati Zara merasa kaget mendengar pernyataan dari Prince sekaligus Zara juga merasa senang.


"Apa Zara boleh bertanya?" ucap Zara kepada Pince.


"Tentu saja," jawab Prince kepada Zara.

__ADS_1


"Apa kak Prince selalu cemburu dan posesif juga terhadap nenek lampir? uppsss maksud Zara terhadap kak Renata?" tanya Zara kepada Prince.


Zara melihat bahwa rince sepertinya biasa saja terhadap Renata,bahkan Prince terlihat tidak perduli dan juga cuek terhadap Renata.


"Mana mungkin Kak Prince memiliki sifat pencemburu,sama nenek lampir saja dia begitu cuek apa lagi kalau sampai pacaran sama gue? yang ada gue yang setiap hari selalu merasa cemburu karena Kak Prince pasti akan di dekati oleh banyak wanita," batin Zara berbicara


"Kak Prince tidak pernah cemburu terhadap Renata karena Kak Prince tidak pernah mencintainya.Sekarang kita makan saja dulu ya karena makanannya sudah sampai," ucap Prince kepada Zara setelah makanan yang Zara pesan mulai di hidangkan di atas meja makan.


"Iii..iiiya Kak," sahut Zara kepada Prince.


"Masa iya sih Kak Prince tidak pernah mencintai nenek lampir itu? Bukankah mereka sudah lama menjalin sebuah hubungan?" batin Zara bertanya-tanya.


Prince dan Zara pun menyantap hidangan yang telah di pesan oleh Zara.


"Apa makanannya Enak?" Prince bertanya kepada Zara saat melihat Zara makan begitu lahap.


"Enak banget hehe," sahut Zara kepada Prince sambil Zara mengunyah makanan yang di hidangkan di atas meja makan.


Prince tak henti-hentinya memperhatikan Zara yang sedang menyantap makanan dengan begitu lahap.


"Gadis bodoh ini sepertinya benar-benar lapar,dia bahkan tidak malu makan dengan begitu lahapnya di hadapanku,"


Dalam hati Prince merasa senang ketika melihat Zara makan dengan begitu lahapnya tanpa rasa malu.


Zara yang merasa bahwa Prince sejak tadi memperhatikannya makan dirinya pun langsung menatap ke arah Prince.


"Duuuhhhh... Kak Prince pasti ilfeel banget deh sama gue ngeliat gue makan rakus kaya gini,tapi gimana dong? gue dari tadi udah laper banget," batin Zara berbicara.


"Kak Prince kenapa ngeliatin Zara seperti itu? Pasti karena Zara makannya banyak banget ya? Ma'af ya Kak,zara benar-benar sangat lapar,nanti biar Zara saja deh yang bayar makanannya" ujar Zara kepada Prince dengan memasang wajah tak enak hati.


"Tidak tidak... aku justru senang kalau kamu makan banyak kaya gini,aku hanya suka saja memperhatikan kamu saat lagi makan.Kamu lanjutkan saja makannya ya,mau nambah lagi juga boleh kok asal ada syaratnya hehe," ujar Prince kepada Zara sambil tersenyum meledek.


"Apa? Syarat? memangnya syaratnya apa?" tanya Zara kepada Prince dengan wajah bingung.


"Syaratnya mudah,cukup kamu jadi pacar aku saja maka aku akan memesankan semua makanan yang ada di restaurant ini untuk kamu," ucap Prince kepada Zara sambil tersenyum iseng kepada Zara.


Zara yang mendengar syarat dari Prince hanya bisa tersenyum malu mendengarnya.


"Haduuuhhhh.... meleleh gue kalau di giniin terus,secara gitu orang yang gue sangka cuek dan dingin ternyata sekarang ada di hadapan gue langsung.Mana iseng banget lagi orangnya,gak nyangka banget Kak Prince bisa seiseng gini sama gue."


Zara merasakan hatinya berbunga-bunga ketika mendengar ucapan Prince terhadapnya.


"Kenapa syaratnya harus sulit seperti itu?" tanya Zara kepada Prince.Zara pun membalas keisengan Prince terhadapnya.


"Apa? sulit? Jadi kamu merasa sulit menerima aku menjadi pacar kamu?" Prince berpura-pura memasang wajah kecewa di hadapan Zara.


"Hehehe... Zara hanya bercanda kok kak," zara tersenyum menyeringai kepada Prince.


"Ya sudah,lanjutkan saja makannya,kak Prince juga ikut lapar mendengar keisengan kamu," ucap Prince kepada Zara sambil tersenyum.

__ADS_1


Prince dan Zara kemudian makan makanan yang sudah di pesan dengan begitu lahap.Prince dan Zara saat ini merasa sangat bahagia.


__ADS_2