
"Tok... Tok .. Tok..."
Prince mengetuk pintu apartemen Zara untuk memastikan apakah Zuminten itu Zara atau bukan.
Zara yang baru saja masuk ke dalam apartemennya merasa kaget saat ada orang yang mengetuk pintu apartemennya.
"Siapa yang mengetuk pintu ya? baru saja gue masuk ke apartemen tapi sudah ada tamu.Kalau Kak Prince kayanya gak mungkin deh,tadi kan Kak Prince ada di apartemennya," batin Zara berbicara.
Zara kemudian membuka pintu apartemennya untuk mengetahui siapa orang yang telah mengetuk-ngetuk pintu apartemennya Zara.
"Ceklek...."
Zara membuka pintu apartemen.Dengan wajah kaget Zara melihat Prince sudah berdiri di depan pintu apartemennya.
"Ya ampun... Kak Prince.... mampus nih gue kalau kaya gini caranya Kak Prince bisa tahu penyamaran gue selama ini."
Dengan wajah terkejut dan perasaan yang takut Zara melihat wajah Prince berdiri di hadapannya dengan wajah lemas.
Prince yang melihat bahwa Zuminten lah yang membuka pintu apartemen Zara merasa begitu kagetnya.
Rasa penasaran Prince kini sudah terjawab setelah melihat Zuminten yang bekerja di apartemennya selama ini adalah Zara,kekasih cantiknya Prince.
"Jadi selama ini kamu bohongin aku?" ucap Prince kepada Zara dengan wajah tak percaya.
Prince tidak percaya kalau Zara bisa melakukan kebohongan ini.Sedangkan Prince paling tidak suka di bohongi.
"Sayang... aku gak bermaksud..." zara belum melanjutkan ucapannya tapi Prince sudah memotong ucapan Zara.
"Cukup... Aku tidak perlu penjelasan apapun dari kamu.Aku tidak menyangka kamu bisa melakukan perbuatan ini sama aku."
Prince menggelengkan kepalanya karena Prince merasa telah di bohongi oleh Zara.
Prince kemudian meninggakkan Zara dengan perasaan kecewanya.
"Kak Prince.... tunggu... Zara gak ada maksud untuk membohongi Kak Prince... Ma'afin Zara kak.."
Zara mengejar Prince agar Prince mau mendengarkan penjelasan dari Zara.
Dengan perasaan sedih Zara merasa sangat bersalah karena telah membohongi Prince.
"Lepaskan aku..." pinta Prince kepada Zara dengan wajah kecewanya ketika Zara memegang tangan Prince.
"Kak Prince dengarkan dulu penjelasan dari Zara,semua ini ada alasannya Kak..hiks hiks hiks," ucap Zara kepada Prince sambil menangis.
Zara menangis ketika melihat Prince mengabaikannya dan tidak mau mendengarkan penjelasannya Zara.
Air mata Zara mengalir di kedua pipinya pertanda Zara benar-benar merasa bersalah kepada Prince.
Prince yang melihat air mata Zara mengalir di sudut mata Zara merasa tidak tega melihatnya.
Prince paling tidak suka melihat Zara menangis,namun Pirnce juga tidak mau mendengarkan penjelasan dari Zara.
"Jangan pernah menangis seperti ini,aku tidak suka melihatnya.Saat ini aku hanya membutuhkan waktu untuk sendiri dulu."
__ADS_1
Prince mengusap air mata yang membasahi wajah Zara dengan lembut.Setelah itu Prince pergi meninggalkan Zara.
"Kak Prince.... jangan pergi Kak.... Zara bisa jelasin semuanya Kak...Ma'afiin Zaraaa.... Hiks... hiks... hiks...."
Zara memanggil-manggil Prince sambil menangis sedih.Namun Prince tetap pergi meninggalkan Zara.
Dalam hati Prince merasa begitu kecewa karena Zara telah melakukan sebuah kebohongan kepadanya
"Ma'afkan aku Zara... Aku hanya butuh waktu untuk sendiri.Aku harap kamu mengerti." batin Prince berbicara.
Prince kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya.
Sementara itu Zara masih menangis menyesali perbuatannya.
Zara kemudian mencoba untuk menghubungi Prince namun Prince tidak mengangkat telponnya.
"Kak Prince pasti sangat kecewa sama gue meskipun gue mencoba menjelaskannya tetap saja Kak Prince tidak akan memaafkan."
Dalam hati Zara begitu sedih dan bingung karena Prince terlihat begitu kecewa terhadap Zara.
Prince baru saja sampai di apartemennya,lalu Prince mengambil minuman yang ada di dalam lemari es untuk di minum olehnya.
Namun ketika Prince hendak mengambil air mineral di dalam lemari es,prince melihat salad buah yang di buat oleh Zara di dalam lemari esnya.
"*Aku sayang kamu Zara,aku tahu kamu sedih melihat aku seperti tadi.Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku tidak suka dengan kebohongan sekecil apapun.Aku harap kamu mengerti sayang*."
Dalam hati Prince sangat merindukan Zara,namun hatinya masih belum menerima kebohongan Zara.
Prince kemudian memakan semua makanan yang telah Zara siapkan tadi untuknya sampai habis,meskipun kentang gorengnya sudah tidak hangat lagi namun Prince tetap memakannya.
"*Apa alasan Zara menyamar sebagai Zuminten? Aku masih tidak habis pikir dengan apa yang Zara lakukan*," batin Prince tak henti-hentinya memikirkan Zara.
PUKUL 7 MALAM
Mama Clara dan Papa Hyun sudah berada di apartemen Zara.Mereka sangat merindukan Zara sehingga mereka memilih untuk bertemu Zara terlebih dahulu di apartemen Zara dari pada pulang ke rumah mewah mereka.
"Zara kemana ya?" tanya mama Clara kepada mang Ujang.
__ADS_1
Mama Clara dan papa Hyun tidak melihat Clara di apartemennya.
"Mungkin nona Zara sedang berada di dalam kamarnya bu," ucap mang Ujang kepada mama Clara.
"Baiklah,akan saya periksa dulu ke kamarnya,"
Mama Clara pun membuka pintu kamar Zara untuk memastikan keberadaan Zara.
"Ceklek..."
Mama Zara melihat Zara sedang tidur di atas tempat tidurnya.
"Tumben sekali jam segini Zara sudah tidur?" batin mama Clara ketika melihat Zara sudah tertidur.
"Surprise...."
Mama Zara memberi kejutan kepada Zara yang sedang tertidur di tempat tidurnya .
Zara kemudian membuka kedua matanya dan melihat mamanya sudah berdiri di samping tempat tidur,sedangkan papanya berdiri di pintu kamarnya sambil tersenyum kepada Zara.
"Mamaaaa...."
Zara bangun dari tidurnya dan langsung memeluk mama Clara karena Zara begitu merindukan mama dan papanya.
"Sayang,mama rindu sekali sama kamu," mama Clara memeluk Zara dengan perasaan haru,karena dirinya sudah beberapa bulan tidak bertemu dengan Zara.
"Zara juga sangat rindu sekali sama mama..." Zara memeluk erat mama Clara dengan pelukan sayang.
Saat ini Zara merasa sedang membutuhkan pelukan orang tuanya.
"Kok hanya mama saja yang di peluk?" Papa Hyun merasa cemburu melihat Zara hanya memeluk mamanya saja.
Kemudian Zara pun melepaskan pelukan mama Clara dan berlari ke arah papanya.
"Papaaaa.... Zara sangat rindu sama papa," dengan manja Zara memeluk papanya.
"Papa juga sangat merindukan putri papa yang cantik ini."
Papa Hyun memeluk Zara dengan perasan haru dan bahagia.Kemudian Zara melepaskan pelukannya dengan papanya.
Mama Clara melihat kedua mata Zara nampak sembab seperti habis menangis.Mama Clara pun menanyakan hal itu kepada Zara.
"Sayang,mata kamu kok sembab gitu? Kamu habis nangis ya?" tanya mama Clara kepada Zara.
"Tii... tidak kok mah.Zara kan baru bangun tidur mah makanya mata Zara kaya habis nangis," jawab Zara kepada mama Clara dengan beralasan.
Padahal Zara memang habis menangis karena memikirkan Prince yang sedang marah kepada Zara.
"Oh,begitu.Syukurlah kalau kamu baik-baik saja," ucap mama Clara kepada Zara.
"Mama dan papa kok gak bilang-bilang sih kalau mau pulang ke jakarta? Biasanya juga kalian ngabarin Zara," ujar Zara kepada mama Clara dan papa Hyun.
"Kami ingin memberi kamu kejutan sayang.Lusa kan kamu ada info kelulusan sekolah,setelah itu kamu nanti kan ikut mama dan papa ke Korea." ucap mama Clara kepada Zara.
__ADS_1
Zara baru ingat kalau dirinya sebentar lagi akan kuliah di Korea,hal itu tentu akan mengganggu hubungannya dengan Prince karena Clara dan Prince paling tidak bisa berjauhan.