
"Drrrrtttt..... drrrrttttt...."
Panggilan telpon dari mama Clara untuk Zara.
"Siapa yang menelpon sayang?" tanya Prince kepada Zara.
"Mama Zara yang nelpon Kak," jawab Zara kepada Prince.
"Ya sudah,kamu angkat saja.Siapa tahu ada hal yang penting," ucap Prince kepada Zara.
"Baiklah," sahut Zara kepada Prince.
Zara pun mengangkat telpon dari mama Clara untuknya tersebut.
"Hallo, mah. Ada apa mah?" tanya Zara kepada mama Clara.
"Hallo, sayang. Apa kamu sedang bersama Prince?" tanya mama Clara kepada Zara.
"Iii..iyaa mah... Sebentar lagi Zara akan pulang ke rumah kok mah," ucap Zara kepada mama Clara dengan perasaan takut.
Zara takut kalau sampai mama Clara dan papa Hyun akan memarahi Zara karena telah menemui Prince di apartemen Prince.
"Sayang.. Mama dan papa minta agar kamu pulang ke rumahmya bersama Prince,karena ada yang ingin kami sampaikan kepada Prince," titah mama Clara kepada Zara.
Zara yang mendengar bahwa kedua orang tuanya meminta agar Prince ikut datang ke rumah Zara merasa takut.
Zara takut kalau kedua orang tuanya malah akan memarahi Prince dan tidak akan menyetujui niat Prince untuk menikahi Zara.
"Mama dan mama meminta Kak Prince untuk datang ke rumah.Kira-kira ada apa ya? Apa yang akan mama dan papa katakan kepada Kak Prince?" batin Zara bertanya-tanya dengan ketakutannya.
Zara kemudian menatap wajah Prince dengan tatapan takut dan cemas.
Prince yang berada di samping Zara dapat melihat wajah Zara yang seperti ketakukan ketika tengah berbicara dengan mama Clara di telpon.
Prince pun bertanya-tanya dengan apa yang di ucapkan oleh mama Clara kepada Zara sehingga Zara terlihat begitu takut.
"Sayang,ada apa?" tanya Prince kepada Zara dengan suara pelan sambil Prince mengelus rambut indah Zara.
"Mama minta Kak Prince untuk datang ke rumah," jawab Zara kepada Prince dengan pelan,agar mama Clara tidak mendengar ucapan Zara kepada Prince.
"Hallo, zara... Apa kamu dengar suara mama?" Mama Clara bertanya kepada Zara karena Zara hanya diam saja.
"Iii...iyaaa mah, zara dengar kok. Ya sudah mah,sebentar lagi Zara dan Kak Prince akan pulang ke rumah mah," ujar Zara kepada mama Clara.
"Baiklah,mama tunggu ya.Tapi jangan lama-lama karena papa kamu bisa marah."
Mama Clara meminta agar Zara dan Prince untuk segera datang karena mama Clara dan papa Hyun akan membicarakan masalah yang serius dengan Prince
__ADS_1
"Baik mah," sahut Zara kepada Mama Clara.
Mama Clara pun mematikan teleponnya Setelah Mama Clara selesai berbicara dengan Zara.
"Sayang, ada apa mama dan papa kamu meminta Kak Prince untuk datang ke rumah?" tanya Prince kepada Zara dengan penasaran.
"Zara juga tidak tahu. Zara takut Kak.. Zara takut kalau mama dan papa Zara tidak akan menyetujui hubungan kita," ujar Zara kepada Prince dengan perasaan takut dan cemas.
"Sayang, kamu tenang ya. Kita harus berusaha untuk berpikir positif."
Prince mencoba untuk menenangkan Zara yang terlihat begitu takut karena Zara tidak mau kalau sampai kedua orang tuanya memisahkan Zara dengan Prince.
" Iya Kak. Zara akan mencoba untuk tenang. Tapi sekarang gimana dengan Kak Prince? Apa Kak Prince mau datang ke rumah Zara untuk menemui papa dan mama Zara?" tanya Zara kepada Prince.
"Tentu saja Kak Prince mau untuk menemui kedua orang tua kamu sayang. Kita harus bisa menghadapi segala rintangan yang ada sayang," ujar Prince kepada Zara.
"Tapi Kak Prince kan lagi gak enak badan? memangnya tidak apa-apa kalau Kak Prince menemui kedua orang tua Zara? Zara takut kalau Kak Prince malah makin drop."
Zara melihat Prince sedang tidak begitu sehat,untuk itu Zara merasa sangat khawatir dengan keadaan Prince.Zara takut kalau sampai Prince sakit dan terluka oleh kedua orang tua Zara.
"Sayang,kak Prince baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir. Sekarang Kak Prince akan ganti baju dulu sebentar. Masa iya sih Kak Prince pergi ke rumah calon mertua dengan berpakaian lusuh seperti ini? hehehe," ujar Prince kepada Zara sambil tertawa kecil.
Zara yang mendengar ucapan Prince pun tersenyum ketika Prince memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan calon mertua.
"Ya sudah, tapi jangan lama-lama ya. Kak Prince kan sudah tampan,jadi tidak perlu lagi memakai pakaian yang bagus."
Zara memuji Prince dengan mengatakan Prince sudah tampan.Hal itu membuat Prince terlihat begitu senang.
"Huh dasar ... Kalau di puji saja suka langsung percaya diri.Bukankah nama Prince itu artinya pangeran? berarti Kak Prince sudah menjadi pangerannya Zara hehehe," ucap Zara kepada Prince sambil tertawa.
Prince yang mendengar ucapan Zara merasa hatinya seakan berbunga-bunga. Perasaannya begitu sangat bahagia.
"Iya sayang,aku sudah menjadi pangeran di hati kamu..." ucap Prince kepada Zara dengan gombal.
"Uuuuccchhh so sweet... hehehe... Ya sudah sana ganti baju. Nanti mama dan papa Zara kelamaan lagi nunggu kita." titah Zara kepada Princess.
"Siiiaap Tuan putri...hehehe. "
Prince menyebut Zara sebagai Tuan Putru.Hal itu tentu saja membuat Zara merasa senang.
Prince kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian karena dirinya akan pergi ke rumahnya kedua orang tua Zara.
Sementara Zara menunggu Prince di sofa ruang Televisi yang berada di apartemen Prince.
Tak lama Prince pun keluar dari dalam kamarnya dengan memakai kemeja berwarna putih serta celana berwarna putih dengan begitu tampannya.
Zara yang melihat penampilan Prince merasa begitu kagum dan terpesona.
__ADS_1
"OMG.... pacar aku ganteng banget sih... Udah kayak Pangeran tau gak? Duuh Zara kamu benar-benar beruntung banget sih bisa memiliki pacar setampan Kak Prince. " batin Zara berbicara ketika dirinya melihat ketampanan Prince yang begitu sempurna.
Prince yang keluar dari dalam kamarnya dapat melihat wajah Zara yang terlihat begitu kagum ketika memandang dirinya. Prince pun tersenyum bangga ketika Zara terpesona dengan ketampanannya.
" Sepertinya ada yang sedang terpesona dengan ketampananku?" ucap Prince kepada Zara dengan meledek Zara yang terlihat begitu kagum ketika sedang memandang wajah Prince yang begitu tampan.
"Sayangku... Kamu benar-benar sangat tampan sekali sayang... Kamu beneran pacar aku kan sayang?" tanya Zara kepada Prince dengan perasaan yang masih tidak percaya kalau Prince adalah kekasihnya.
Zara kemudian berdiri dari sofa,lalu Zara menghampiri Prince dengan Tatapan terlihat mengagumi dan terpesona.
Zara berdiri di hadapan Prince sambil memandang wajah Prince yang sangat tampan tersebut.
"Tentu saja aku ini pacar kamu sayang. Memangnya pacar siapa lagi?" ujar Prince kepada Zara sambil Prince mencubit hidung mancung Zara.
"Sepertinya Zara begitu kagum melihat ketampananku.Ntah kenapa aku merasa sangat senang melihat tatapan Zara yang seperti ini. Zara terlihat sangat menyukaiku dan mencintaiku." Isi hati Prince berbicara dengan rasa bangganya.
"Kak Prince kenapa tampan banget sih? Zara kan takut kalau di luar sana banyak yang ingin menjadi pacarnya Kak Prince. Pokoknya cukup Zara saja yang boleh menikmati pemandangan indah seperti ini setiap hari."
Zara begitu memuji ketampanan Prince yang begitu sempurna. Zara juga tidak ingin kalau ada wanita lain yang memandangi wajah Prince selain dirinya.
"Sayang,sekarang lihat kedua mata Kak Prince baik-baik... Apa ada kebohongan di dalamnya?" tanya Prince kepada Zara.
Prince menyentuh kedua pipi Zara agar Zara bisa melihat kejujuran hati Prince melalui kedua mata Prince.
"Zara percaya kok sayang sama Kak Prince," ujar Zara kepada Prince.
"Sayang... Laki-laki yang saat ini berada di hadapan kamu adalah laki-laki yang benar-benar sangat mencintai kamu sepenuhnya sayang... Cuuuuppppp"
Prince mencium bibir Zara dengan lembut dan dengan durasi yang cukup lama sebagai bentuk kasih sayangnya kepada Zara.
"Rasanya aku ingin sekali menikahi Zara saat ini juga.Aku benar-benar sangat mencintai Zara." batin Prince berbicara ketika dirinya selezai mencium bibir merah Zara dengan lembut.
Zara tersipu malu ketika Prince mencium bibir merahnya dengan lembut dan lama.
Zara dapat merasakan cinta dan kasih sayang Prince kepadanya yang begitu besar.
"Zara juga sangat mencintai Kak Prince Cuuupppp... " Zara membalas ciuman Prince dengan perasaan cinta.
Prince pun merasa senang ketika Zara mencium bibirnya dengan lembut.
"Apa kita akan melanjutkan ini di dalam? atau kita mau pergi saja ke rumah orang tua kamu?"
Prince meledek Zara ketika Zara terlihat begitu menikmati ciuman tersebut.
"Iiikkkhhh Kak Prince.... Zara kan malu... Ya sudah ayuk kita ke rumah orang tua Zara sekarang," ajak Zara kepada Prince dengan wajah malu.
"Hahaha... Sepertinya kamu begitu menikmatinya sayang... "
__ADS_1
Prince tertawa melihat wajah Zara yang terlihat malu-malu ketika Zara selesai mencium Prince.
Prince dan Zara pun bergegas untuk pergi ke rumah kedua orang tua Zara