
"Sorry dari tadi kita keasyikan mengenang Nadine, kita belum kenalan," ucap Angela.
"Nama aku Rio Dewantoro!"ucap Rio mengulurkan tangannya.
"Aku Angela!" balas Angela.
"Aku engak pernah liat kamu! Kamu temannya yang mana ya? atau teman baru?" tanya Rio.
"Ya, kita baru kenal pas acara Puteri kecantikan waktu itu, kebetulan aku runner up sekaligus PLT-nya!" jelas Angela.
"PLT? Maksudnya? Yang mengantikan posisinya sementara, namun sayang sampai tugas itu selesai Nadine tetap tak sadarkan diri," ungkap Angela.
"Andai kita tidak ribut waktu itu, andai aku tidak meninggalkannya, pasti semua tidak akan seperti ini, dia berbaring di sini untuk selamanya," sesal Rio.
"Sudahlah ikhlaskan saja, ini sudah takdirnya, yang penting Nadine sudah tenang di alamnya!" ucap Angela.
Mereka berpisah di pemakaman Nadine, dan menuju tempat masing-masing namu Angela pergi menemui keluarga Nadine. Angela datang untuk menanyakan tentang kelanjutan kasusnya apa masih mau di proses atau di tutup,
"Bagaimana dengan Kasus Nadine? Walaupun Nadine sudah meninggal tapi Nadine berhak mendapatkan keadilan!" ucap Angela.
"Ya, kita harus mulai penyelidikan, setelah tujuh hari Nadine kita mulai penyelidikan," ucap Marchelo.
"Bukan mulai tapi langsung menyeret pelaku, bukti sudah ada, jadi ceritanya selama ini aku sudah menyelidiki,dan sudah cukup bukti," ungkap Angela.
"Kamu pasti ingat waktu aku jadi perawat nenek Sabrina, aku berhasil mendapatkan rekaman suara,dan aku menyuruh orang mengambil foto aku sama neneknya Sabrina." Angela menjelaskan tentang cara ia mendapatkan bukti-bukti itu.
"Yang waktu itu?" tanya Marchelo.
"Ya! Namun sehari setelahnya nenek itu dinyatakan hilang, dan beberapa hari kemudian mayatnya aku temuin di gudang bawah tanah," ungkap Angela.
"Dan siapa yang menghabisinya?" tanya Marchelo.
"Sabrina, dan Sabrina juga yang menghabisi Mamanya beberapa hari yang lalu, itu aku dapatkan dari keterangan mantan seorang pembantunya, semua sudah aku recording dan aku coppy beberapa jaga-jaga kalau dia mencuri, aku taruh di laptop dan beberapa kaset dan aku sembunyikan di tempat yang aman,yang seorang Sabrina atau seekor rayap pun tidak bisa membobolnya," ungkap Angela.
"Bukti sudah ada keterangan saksi hidup pun sudah ada, jadi kita tinggal eksekusi, dan tangkap dia secepatnya."
Beberapa hari kemudian Angel dan Marchelo,menemui team penyidik, menanyai tentang kasus yang terjadi di keluarga Sabrina. Namun belum juga menemuka titik terangnya.
"Kita belum menemukan titik terang kasus ini, pembunuhnya sangat rapi," ucap Penyidik.
"Yang membunuh bisa jadi orang dekat? Dan jika orang dekat akan lebih mudah untuk menyeretnya kan?" ucap Angela.
"Kok anda yakin yang membunuh orang dekat?" tanya Penyidik.
"Sekarang kalau tanpa jejak yang jelas kita harus cari di mana? Tidak ada tanda-tanda kehilangan barang, jejaknya cuma sedikit bahkan terlalu minim petunjuk," ungkap Angela.
"Terus bagaimana kita mencari tahu sedangkan tidak ada saksi, bukti pun hanya bekas terbakar di teras rumah," ucap penyidik.
__ADS_1
"Tersangka sudah jelas jadi untuk apa di usut?" ucap Angela.
"Siapa? Salah satu anggota keluarga? bukannya mereka hanya tinggal bertiga? Bersama pembantunya sedangkan pembantunya pergi entah kemana! Sedangkan Pak Khairul pergi keluar kota," ucap Penyidik.
"Ada satu keluarga yaitu anak sekaligus cucunya, dia datang ke rumah itu setiap akhir pekan, kalau pembantunya sendiri ada dan aman bersama saya!" ungkap Angela.
"Baiklah kalau begitu, segera kita ringkus, tapi pastikan saksi aman," ucap penyidik.
"Tapi saya sendiri tidak bisa menjamin keamanannya, secara saya tidak selalu 24 jam bersamanya," ucap Angela.
"Baik saya akan suruh Anggota untuk mengawasi dan memantau kediaman Anda!" ujar Penyidik.
Penyidik lalu meminta Anggota untuk mengawasi rumah Angela selama ia tidak ada dan malam hari ketika Angela tertidur mereka 24 jam penuh standby di sana. Mereka bergantian berjaga untuk mengamati setiap gerak gerik yang di lakukan pembantunya tersebut.
"Apa harus 24 jam mengawasi rumah saya?" tanya Angela.
"Ya! Berjaga-jaga untuk sesuatu atau keadaan yang tak diinginkan, bisa saja itu akan mengancam kalian," ucap Penyidik.
Mereka merencanakan penangkapan Sabrina namun mereka tidak mau gegabah dalam bertindak mereka mencari waktu yang tepat. Selesai laporan Angela berpamitan untuk pulang, dan beristirahat karena agak tidak enak badan. Angela menyempatkan diri untuk pergi ke Apotek terdekat, karena ia merasa sangat pusing.
"Mampir dulu deh buat beli obat, pusing banget!" ucapnya.
Setelah keluar dari mobil kepalanya terasa makin berat dan tiba-tiba pandangannya gelap. Angela pingsan untung ada orang yang menolongnya dan membawanya ke dalam Apotek. Bau minyak kayu putih yang menyengat membuat Angela terbangun, tubuhnya yang terbaring di kursi panjang Apotek menunjukkan reaksi.
Angela tersadar, pandangannya sedikit kabur lalu ia memastikan dia ada di mana.
"Saya ada di mana?" tanya Angela lirih.
Angela menoleh melihat siapa yang menyahutinya.
"Rio! kok kamu ada di sini?" tanya Angela.
"Aku tadi sebenarnya habis dari mini market sebelah terus aku lihat kamu, kamu seperti hilang keseimbangan terus pingsan, dan aku bawa ke sini," jelas Rio.
"Terima kasih ya!"ujar Angela.
" Iya sama-sama, kamu kayaknya banyak pikiran ya? Sampai gini amat?" ucap Rio.
"Iya, aku mau kasus Nadine cepat kelar supaya keluarga bisa tenang, walaupun mereka sudah ikhlas tapi tetap saja keadilan harus di tegakkan!" ucap Angela.
"Tapi kamu harus juga dong jaga kesehatan, jangan mikirin pekerjaan terus!" Rio sedikit khawatir dengan keadaan Angela.
"Wah ... kalian sweet ya! Pasti baru jadian jadi malu-malu," sahut seorang pembeli.
"Ah, engak kok kita cuma teman!"tegas Rio.
"Kalau jadian cocok deh bener serasi lagi wajahnya juga mirip!"tegas pembeli.
__ADS_1
"Ibu ada-ada aja!" balas Angela sambil tersenyum.
Setelah kondisi Angela sedikit membaik dia pun berpamitan pada Rio.
"Aku pamit dulu ya! ada yang mau dikerjain," ucap Angela..
"Kamu sudah engak apa-apa?" tanya Rio.
"Udah engak apa-apa!" balas Angela.
Angela pun pergi meninggalkan Rio,
Rio yang tidak tega melihat keadaan Angela mengikutinya dari belakang, untuk memastikan Angela tidak apa-apa dan selamat sampai tujuan.
"Oh ini rumahnya di sini!" gumam Rio.
Angela segera masuk ke dalam rumahnya.
Rio pun tancap gas meninggalkan rumah itu, tapi sayang ada beberapa orang menghadangnya.
"Permisi bisa anda tunjukkan STNK,SIM dan KTP!" pinta orang tersebut.
"Untuk apa ya?" tanya Rio.
"Kami tadi membuntuti anda, dan anda melanggar lalu lintas," ucapnya.
"Ah, masa? Saya tadi pelan-pelan kok," ucap Rio.
"Tapi anda melanggar lampu merah!" ucap Orang tersebut yang mengaku polisi.
"Kalau anda Polisi mana tanda kartu Anggota anda?" tanya Rio.
Orang tersebut menunjukkan kartu Keanggotaannya.
" Sudah percayakan, jadi saya minta kartu identitas anda," ucap Anggota polisi tersebut.
Rio pun menyerahkan semua yang di minta.
"Apa hubungan anda dengan Angela?" tanya Anggota yang lain.
"Kita baru kenal, ada apa?" tanya Rio.
"Angela dalam lindungan kami karena dia adalah saksi kunci jadi mohon maaf jika pertanyaan atau ucapan kami tidak berkenan pada diri anda, kami hanya menjalankan tugas demi mengungkap sebuah kasus," ucap Anggota polisi tersebut.
"Ya, saya mengerti, tapi saya harap kalian tidak terlalu memforsir angela, karena dia tadi sempat pingsan, mungkin dia capek atau kelelahan."ujar Rio.
"Ya, pasti kami perhatikan itu, kami selalu memantau Angela dari jauh!" tegasnya.
__ADS_1
Lalu mereka pun berpamitan dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
💙💙💙💙