Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Karier Sabrina


__ADS_3

    Sabrina kini menjadi model papan atas dalam waktu lima bulan karirnya melesat dan sangat sukses. Selain wajah cantiknya dia juga mempunyai pribadi yang ramah juga cerdas itulah point positif yang ia miliki. Banyak sekali undangan berdatangan untuk menghadiri pesta. Entah itu ulang tahun perusahaan atau pembukaan brand baru. Kini dia sudah menjadi brand amabasador produk kecantikan milik perusahaan 'Beauty Blink' mulai dari rambut hingga ujung kaki.


   "Senang sekali menjadi Brand Ambasador di perusahaan Anda dan menambah pundi-pundi uang saya dan saya makin diakui di negara ini," ucap Sabrina.


   "Beauty Blink juga bangga mendapatkan Model sekelas anda, sudah cantik, baik dan pintar, pendapatan kami pun meningkat di bulan ini sampai delapan puluh lima persen," ujar Manager.


   "Oh ya, mengenai launching produk terbaru itu  sudah benarkan jadwalnya? Soalnya  pagi sampai sore ada pemotretan produk ini juga," ucap Sabrina.


   "Ya sudah pasti, di ballroom  hotel Luxeryz," balas Manager.


   "Oke saya akan datang pukul tujuh malam tepat waktu," ucap Sabrina.


    Setelah pertemuan dengan Manager Beauty Blink. Sabrina berpamitan untuk pergi karena dia ingin menyiapkan kondisinya untuk besok. Di jalan dia bertabrakan dengan seseorang itu membuat moodnya sangat tidak baik-baik saja.


   "Lain kali jalan pake mata!" ucap Sabrina kesal.


   "Anda pikir saya jalan  pake apa?" balas Pria tersebut.


   "Kalau Anda jalan pake mata pasti tidak akan seperti ini, baju saya kotor terkena kopi Anda!" Sabrina sambil melotot memaki Pria itu.


   "Kenapa Anda memelototi saya? Bukan salah saya sepenuhnya," balas Pria itu.


   "Anda nyolot ya! Sudah salah ngotot lagi," ucapnya kesal.


   Pria itu langsung mengandeng tangannya dan membawanya ke butik mahal di mall tersebut


    "Silahkan pilih baju mana yang kamu suka dan masalah selesai!" tegas Pria itu.

__ADS_1


   "Enak saja Anda bilang seperti itu, ini tidak semudah itu, tidak semua bisa diukur dengan uang," Sabrina makin kesal karena dianggap matre oleh Pria tersebut.


    "Perempuan seperti Anda biasakan seperti itu? biasa meminta uang atau barang mewah kepada Pria yang baru ia temui?"


    "Saya masi punya tenaga buat kerja, saya nggak butuh uang dari Anda, saya bisa beli dengan uang saya sendiri tanpa belas kasihan Anda," Sabrin mendorong Pria tersebut.


    "Hei ... Hei Anda jangan belagu!" teriak Pria itu.


   Sabrina berjalan dengan cepat dan menoleh sebentar lalu menunjukkan jari tengahnya.


   "Gila, dasar perempuan gila masa saya di ****, awas saja jika ketemu lagi," ucap Pria itu.


    Tanpa disadarinya, dia berjalan menyusuri mall tersebut dan dia melihat wajah Sabrina terpampang nyata  fotonya dengan make up blink-blink.


    "Inikan Perempuan stress tadi? Kenapa mukanya ada di sini?"


    Dia mengamati wajah Sabrina yang begitu banyak di toko tersebut dan dia baru tahu dia adalah model.


   "Iya ada yang bisa saya bantu?" tanya Karyawan Toko tersebut.


    "Dia siapa?" tanyanya.


   "Dia Sabrina Brandambas kami," jelasnya.


   "Oh, model!" senyuman sinisnya menghiasi bibirnya.


    "Ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Karyawan Toko.

__ADS_1


   "Nggak ... nggak usah saya nggak mau berurusan sama dia, orang nggak waras," ucapnya lalu pergi meninggalka tanya pada  karyawan tersebut.


   Sabrina pun melupakan kejadian tersebut dan fokus pada pekerjaannya. Pemotretan itu pun sudah selesai saatnya dia memakai gaun yang perusahaan tersebut siapkan, warna gold menjadi tema malam itu. Red karpet sudah membentang sampai pintu hotel dan Sabrina turun dari mobil berwarna merah, banyak wartawan mengerimuninya dan memotretnya. Acara tersebut pun di mulai dengan sangat meriah dan Sabrina di minta memberi sambutan.


   "Saya sangat bangga menjadi Brand Ambasador Beauty Blink, ini adalah karier terpuncak saya. Dan saya tidak menyangka saya dipercaya dan bisa mendapatkan ilmu serta pengalaman terbaik selama bergabung di sini," ucap Sabrina.


   "Semoga kita dapat berkerja sama terus ya Miss Sabrina," ucap Owner


Beauty Blink bernama Billy Stich.


   "Ya, semoga saja ya, saya sangat berterima kasih kepada Tuan Billy sudah mempercayakan produk ini kepada saya," ungkap Sabrina.


    "Kami juga bangga mempunyai Brand Ambasado seperti anda sudah cantik baik lagi,dan sangat sempurna," ucap Billy.


  Setelah acara itu selesai Sabrina pun langsung kembali ke Apartemen miliknya yang baru dia beli sebulan lalu. Mr. Khai yang terus mengawasi Sabrina setiap hari melihat sedikit perubahannya mungkin karena tekanan pekerjaan sifatnya aga sedikit berubah, tapi ia bangga apa yang dimiliki Sabrina selama ini. Sabrina yang berubah secara finansial membuatnya ikut bahagia dan bangga sebagai orang tua ternyata apa yang dikatakan Sanjay itu benar dengan cara membebaskan Sabrina dan memberi kebebasan membuat dia menjadi manusia baru, walau harus kehilangan semua yang ia miliki.


   "Bebaskan dia, biar dia bisa memulai hidup baru dan melupakan masa lalunya, seburuk-buruknya dia di masa lalu dia juga berhak memulai hidup baru, tangan dan kaki mungkin bisa dipatahkan dan ada penggantinya yaitu kaki dan tangan palsu. Tapi jika hati dan semangat hidup seseorang yang patahkan tidak akan mendapat gantinya, seberapa banyak harta yang kamu miliki takkan mampu membelinya atau mengantinya, karena hati tidak bisa dibuat secara palsu.


Hati adalah bagian dari jiwa, jika salah satunya dipatahkan akan sulit untuk menjadikannya utuh walau telah kau beri seisi dunia ini sebagai pengantinya takkan mampu menjadikannya utuh lagi," tutur Sanjay.


    "Bekas Istri memang ada namun bekas anak tidak akan pernah ada, di dunia ini selalu adanya yang namanya bekas, entah itu barang atau manusia kecuali manusia yang terlahir dari bagian dirimu. Ingat juga tidak akan ada bekas Tuhan walau sejuta kali kamu mengubah agama dan kepercayaanmu, karena apa? Karena Tuhan yang menciptakanmu, lihatlah Iblis walaupun Tuhan mengusirnya dari surga tetap saja tidak ada istilah Mantan Pencipta atau Mantan Makhluk." Sanjay selalu memberikan kata-kata yang terkesan sedikit menohok tapi jika dipikir memang benar adanya.


    Sanjay memang lebih muda dari Mr.Kai tapi dia begitu banyak petuah dan membuat Mr. Khai banyak menimba ilmu dengan Sanjay, Sanjay memang buruk tapi dia tidak busuk dalam kata-katanya ketika sedang bersama Mr.Khai dia selalu mengeluarkan kata-kata tanpa ia setting sebelumnya.  


    "Aku memang buruk, pergaulanku, pekerjaanku memang sangat buruk, tapi itu semua tidak bisa mengkontaminasi hatiku dan pikiranku untuk ikut buruk pula, seburuk-buruknya  aku tapi aku tidak busuk," ujar Sanjay.


    Sabrina berhutang hidup dengan Sanjay tanpa ia ketahui, di balik kebebasan dan kesuksesannya ada kata-kata Sanjay.  Sabrina memang tidak mengenal Sanjay begitu sebaliknya, mereka tidak pernah saling bertemu dan tahu satu sama lain.

__ADS_1


Sanjay hanya mengingat tentang masa lalunya yang selalu pahit dan perih jika dirasakan, ditinggalkan di Panti Asuhan tanpa tahu namanya hanya sepucuk aurat yang ibunya tinggalkan di dalam kardus mie instan. Masalalu yang pahit mengajarkannya untuk bangkit dan menjadi orang yang saat ini. Dilahir dari hubungan gelap maka wajar jika dunia hitam yang ia pilih untuk membalaskan dendamnya dimasa lalu.


💙💙💙💙


__ADS_2