Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Kembalinya Sabrina


__ADS_3

   Sabrina berhasil lolos dari pulau terkutuk itu.


"Tuhan masih ada di pihak ku," ucap Sabrina.


    Dia melihat seorang nelayan perahu usang yang sedang mencari ikan. Nelayan itu sangat kasihan kepadanya melihat keadaanya yang sangat memprihatinkan.


"Tolooong!"  Teriak Sabrina..


   Nelayan itu menghampirinya.


"Ada apa? Apa yang terjadi denganmu mengapa sampai seperti ini?" tanya Nelayan itu.


    "Saya diculik dan disiksa sama seseorang," ucapnya.


    Wajahnya sudah sangat buruk dan lukanya sangat menjijikkan. Nelayan itu membawanya ke rumah sakit pemerintah, dan memberitahu jika menemukan seorang wanita tanpa busana dengan luka yang sangat parah.


   "Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Perawat.


   "Saya tidak tahu saya menemukan orang ini sudah dalam keadaan seperti ini," ucap Nelayan itu.


  Dokter langsung menangani Sabrina dan membalut lukanya yang mulai infeksi.


  "Apa anda punya saudara atau orang yang bisa di hubungi?" tanya Dokter.


   "Ya, teman saya namanya Sanjay dan Leora," ucap Sabrina.


   Dokter menghubungi Sanjay dan Leora, dan menceritakan semua.


   "Apa Anda mengenal Sabrina? Dia berada di Rumah Sakit kami dan kami membutuhkan penjamin untuk syarat oprasi, karena keadaanya sangat parah," ucap Dokter.


  "Ya, kami mengenalnya, kami akan segera datang ke rumah sakit," balas Sanjay.


     Mereka pun pergi ke rumah sakit tersebut dan melihat keadaan Sabrina.


   "Sabrina ya Tuhan! Siapa yang melakukan ini?" tanya Leora.


   "Yang melakukannya mantan istri Denny dan kekasihnya," ucap Sabrina.


   "Tapi kemarin aku ke sana mereka tidak mengakui perbuatannya," ucap Leora.


     "Ini sudah melanggar hukum dan termasuk penganiayaan," ucap Sanjay.

__ADS_1


   "Apa rencana kamu selanjutnya setelah sembuh?" tanya Leora.


    "Aku akan membalas mereka seperti apa yang mereka lakukan kepadaku!" Sabrina melihat dirinya di cermin tampak sangat mengerikkan.


   "Mereka harus membayar semua!" tegasnya.


   Sabrina dalam penanganan khusus. Wajahnya tidak bisa kembali seperti semula karena rusak dan matanya hanya satu yang bisa melihat yang satunya tertutup karena kulitnya yang meleleh. Keadaannya yang sangat menyedihkan menjadikannya seperti monster dan banyak orang yang merasa jijik jika bertemu dengannya. Salon yang ia bangun hancur seketika karena banyak pelanggan yang tak percaya dengan salon miliknya.


   "Yang punya saja mukanya hancur apalagi kita!" ujar mereka.


    Semua harta miliknya lenyap seketika hanya apartemen itulah sisa miliknya.


Sabrina makan dan kehidupannya sehari-hari dibantu oleh Leora dan Sanjay.


Mr. Khai yang melihat keadaan Sabrina sangat sedih karena anaknya mendapatkan karma yang sangat buruk, ingin rasanya dia memeluk Sabrina, namun ia tersadar itu tidaklah mungkin karena Sabrina sudah ia anggap mati dalam hidupnya.


    Denny, Ranny dan Nadira tidak mengetahui bahwa Sabrina telah kembali.


Sabrina ingin menuntut balas perbuatan Ranny dan Nadira dengan cara Sabrina sendiri. Sanjay memfasilitasi semua kebutuhan Sabrina.


  "Aku mau anak buah kamu mensabotase rem mobil Ranny!" perintah Sabrina.


  "Okey akan aku suruh mereka mensabotase remnya," ucap Sanjay.


   Anak buah Sanjay mensabotase rem mobil milik Ranny. Namun Ranny yang mengetahui tentang mobil sangat tahu keadaan mobilnya seperti apa dan sangat teliti, melihat ada yang mengalir dari mobilnya dari spion.


   "Ada yang mau main-main sama aku!" ucap Ranny.


   Dan benar saja ada mobil yang membuntutinya, tak hanya merusak rem mobil dia juga merusak tangki bensin. Di dalam mobil hitam itu ada Sabrina yang bermain korek api, lalu dengan cepat ia melempar korek itu ke jalan.


   "Mampus!" ujar Sabrina.


   Ranny yang menyadari ada api  belakangnya dengan sigap ia membuka pintu mobil dan melompat, setelah mengetahui rem itu ngeblong. Dia bersembunyi di balik semak-semak dan mobil tersebut masuk kedalam jurang.


   "Owwwhhh!" ucap Sabrina.


   Ranny yang mengetahui itu Sabrina segera menghubungi Nadira.


   "Kamu harus hati-hati, Sabrina sudah kembali dan dia akan balas dendam sama kamu! Dia sudah hampir mencelakai ku, aku sekarang ada di dekat jurang karena menghindari api dan rem blong," ucap Ranny.


   "Apa? Kok bisa dia masih hidup? Dia itu jelmaan manusia atau transformer sih?" Nadine heran.

__ADS_1


   "Pokoknya kamu harus hati-hati dia akan membalas dendam," ucap Ranny.


   Sabrina yang menyangka Ranny sudah tewas dia terlihat sangat bahagia.


  "Gantian kembarannya Nadine," ucapnya.


   Sabrina mengintai Nadira dengan menyuruh Anak Buah Sanjay. Nadira tahu bahwa dirinya diintai dan dibuntuti dia sudah menyusun rencana dengan baik.


   "Nadira kok dilawan," ucap Nadira.


   Dia pergi menggunakan ducati miliknya dengan atribut lengkap. Mereka benar-benar kecolongan, dan melaporkan hal tersebut kepada Denny.


   "Sabrina menyuruh orang buat mencelakai Ranny dan sekarang Ranny aku sembunyikan di suatu tempat, sedangkan dia mengintai rumah kita," ucap Nadira.


   Benar saja setelah keadaan sepi anak buah Sabrina membakar rumah Denny.


Sebelum kejadian itu terjadi Denny sudah memfasilitasi rumahnya dengan alarm kebakaran dan dengan otomatis pipa-pipa itu mengeluarkan air, sehingga tidak terlalu mengakibatkan keadaan yang sangat fatal.


    "Tuan rumah kebakaran," ucap pembantunya.


   "Apa? Kok bisa?" tanya Denny.


   "Ada orang melempar botol yang ujungnya ada apinya sebanyak lima botol," ungkap Pembantunya.


    CCTV yang ia letakkan di luar menunjukkan aktivitas tersebut dan dengan jelas terlihat pelakunya, Denny melaporkan kepada Polisi dan mereka langsung memproses kejadian tersebut. Dalam waktu lima jam mereka berhasil di tangkap namun mereka tidak ada yang menyebutkan nama Sabrina. Denny dan Nadira sangat jengkel dengan perbuatan Sabrina mereka mencari cara untuk menjebaknya, tapi bingung mencari keberadaan Sabrina sekarang. Sabrina yang merasa marah karena rencananya gagal sangat kecewa dengan anak buah Sanjay.


    "Tolol sekali mereka," ucap Sabrina kesal.


   "Tenang saja aku masih punya kesempatan buat menghancurkan Denny,dan Nadira. Aku akan menghancurkan Restorannya dan pasti nama baiknya akan hancur dan ditutup oleh polisi,"


    Sabrina merencanakan niat busuknya dengan cara menyuruh orang untuk berdagang narkoba di restauran Denny. Dan Sabrina melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan menutup restauran milik Denny sebagi penyelidikan.


   "Ini nggak adil, kami tidak pernah menjual narkoba," ucap Denny.


   "Tapi kami menemukan ada bukti transaksi di restauran anda!" Polisi menegaskan bahwa ia telah menemukan barang bukti.


    "Ini fitnah! Restauran se-elit punya saya menjual narkoba? Mikir dong kalau mau fitnah! Restauran ini sudah puluhan tahun ada, apa anda tidak percaya dengan saya? Baru kali ini ada sidak di tempat saya dan menemukan barang haram itu." Denny mengebrak meja dengan penuh amarah.


   "Kami menerima laporan dan bukti-bukti yang ada dan mohon maaf kalau restauran anda harus ditutup untu beberapa saat guna penyelidikan jika terbukti tidak ada pelanggaran maka bisa dibuka kembali," Polisi memberitahu panjang lebar tentang prosedur penyelidikan.


   "Oke saya tunggu, kalau itu terbukti bukan orang kami, saya minta Anda dan kantor Polisi ini harus adil untuk mengungkap pelaku, karena apa? Karena mereka sudah mencemarkan nama baik saya dan restauran saya." Tegasnya.

__ADS_1


Bersambung ...


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2