Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Memegang Prinsip


__ADS_3

Melihat keadaan Sabrina yang mengerikan membuat Mr. Khai sedikit ibah namun, dia tetap dengan prinsipnya mengubur masa lalunya.


Kejadian itu sangat menyakitkan bagi Khairul, hingga ia harus merubah jati dirinya dan identitas dirinya menjadi Mr. Khai. Dia tidak ingin terjebak dalam masa lalunya, ketika dia kehilangan orang yang sangat ia cintai bagaikan kiamat melanda hidupnya. Dunianya seakan runtuh, dia merasa sebagai seorang ayah yang gagal dalam mendidik anaknya. Ternyata materi itu tidak lah cukup membuat orang bahagia, walau awalnya memang kesalahannya memberi makan keluarganya dengan uang haram, uang hasil korupsi dari berbagai proyek penting.


"Om punya keluarga?" Tanya Sabrina.


"Tidak,"


"Kemana mereka?"


"Sudah meninggal,"


"Pasti Om sedih banget ya?"


Sabrina terus mencecar dengan berbagai pertanyaan, berharap ia akan menemukan jawabannya. Dia pikir Mr . Khai adalah Khairul sang papa. Namun, ia tidak menemukan jawaban di sorotan matanya.


"Mending kamu pergi saja dari sini! Saya sudah ada anak buah yang bisa menjaga saya. Dan saya berterima kasih atas pertolongan kamu," ujar Mr. Khai.


"Baik, saya akan pergi ... Tapi satu pertaan saya kenapa Anda mencampur drugs itu dengan sianida?" tanya Sabrina.


"Kamu mau tahu tentang dunia hitam saya?" Mr. Khai menatap tajam.


"Ya,"


"Oke, saya tahu orang itu sangat licik dia tidak ingin membayar barang yang ia dapat. Banyak laporan yang saya terima ketika dia mengontak saya, orang tersebut selalu meminta barang premium. Lebih tepatnya meminta barang kualitas premium harga dibawah pasaran, banyak orang yang setelah bertransaksi dengannya lenyap begitu saja," ungkap Mr. Khai.


"Kamu yakin dengan orang itu? Saya sudah mendengar banyak cerita dari orang-orang kalau calon pembeli kita ini sangat licik," ujar Sanjay.


"Ya, saya tahu! Yang pasti kita hanya harus hati-hati," balas Mr. Khai.


Setelah insiden kecelakaan itu berlangsung rombongan anak buah Sanjay segera menuju tempat yang di sepakati.


"Barangnya." Pinta pelanggan tak tahu diri itu.


"Ini adalah barang kualitas  premium lebih bagus dari kokain, heroin dan sejenisnya. Ini adalah penemuan terbaru dari perusahaan kami," ungkap  Mr. Khai.


"Bagaimana dengan harga?" Tanya orang tersebut.

__ADS_1


"Satu kantong seberat 25 gram sama dengan  The Kohinoor diamond"


Diketahui Kohinoor adalah berlian termahal kedua setelah  The Cullinan diamond.


Kohinoor atau biasa disebut dengan "Mountain of Light" merupakan berlian paling mahal ke dua di dunia. Berlian Kohinoor bahkan tak ternilai harganya karena keunikannya. Berlian ini memiliki bentuk oval dengan berat 105,6 karat. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp7,8 triliun, berlian ini dikenal sebagai Permata Mahkota Inggris. Batu khusus ini adalah inti dari mahkota Ibu Suri.


"Semua sudah saya siapkan, jadi tenag saja." Pria itu menukar dengan 1 koper berisi mahkota sang ratu. Mr. Khai bukanlah orang bodoh dia tahu persis mahkota itu asli.


Pria itu meminjan dari seseorang yang di percaya dari kerjaan tersebut dengn cara menyelundupkan lewat pintu rahasia yang jarang orang tahu. Kerajaan itu terkenal sangat ketat penjagaannya setiap ruangan dipasang CCTV dan anjing pelacak. Dia begitu licik demi mendapatkan barang tersebut hingga harus menghabisi lawannya. Tapi sayang  keahlian menembaknya sangat buruk, tembakkannya hanya mengenai legan Mr. Khai. Sedangkan Mr. Khai sudah bisa melumpuhkannya dalam sayu kali bidikan tepat ke jantungnya.


Sementara itu  pertarungan anak buah di luar juga tidak kalah sengit mereka saling membalas.


Sebenarnya orang itu yang tertipu oleh kecerdikan Mr. Khai. Dia berbohong kalau narkotika itu jenis premium, karena tidak ada yang paling bagus selain Kokain dan Heroine. Yang membuatnya beralasan premium adalah campuran dari 150 gram sianida dan yang 100 gram Kokain.


"Dari pada kamu overdosis narkoba lebih baik overdosis sianida," ucapnya.


Setelah kejadian itu dia yang sudah berumur pun pingsan karena kehabisan banyak darah. Sabrina yang mengetahui kelemahan dan ada kesempatan segera menolongnya dan memapahnya.


***


Tak lama setelah Mr. Khai mengusir Sabrina, anak buahnya datang. Akhirnya wanita itupun pergi meninggalkan berjuta tanya dalam dirinya.


"Ya, ada apa?"


"Mr. Khai memberikan kamu ini." Menyerahkan amplop coklat.


"Maaf saya tidak bisa menerimanya," ucap Sabrina.


"Pantang bagi kami menerima kembali barang yang kami berikan, kalau Anda tidak mau silahkan buang saja!" Pria itu lalu pergi meninggalkan Sabrina.


"Aaaahhh!" Sabrina merasa dirinya direndahkan.


"Fix dia bukan papa, papaku tidak mungkin seperti itu. Betapa sombongnya orang itu, dia pikir dia siapa?" makinya kesal hingga tanpa sadar banyak orang memperhatikan tingkahnya yang berteriak-teriak seperti orang gila.


"Lihat saja nanti jika ketemu lagi sama pria tua itu akan aku lemparkan uang ini ke muka dia! Dia pikir dia siapa cuuuiiih!" Meludah didekat tongsampah lalu pergi dengan langkah lebar wajah penuh emosi seperti singa yang kalah berburu.


"Kenapa Anda setega itu kepada puteri anda sendiri?" Tanya pria berambut ikal yang diketahui namanya Eduardo.

__ADS_1


Ya hanya Eduardo yang mengetahui siapa Sabrina, wanita gila yang tak segan menghabisi siapa saja yang ia benci kecuali sang papa. Pembunuh berdarah dingin, dan tidak punya hati dan perasaan.


"Saya memegang prinsip saya, untuk menjauhi dia aga dia aman dari musuh-musuh saya. Hanya kamu yang tahu siapa wanita itu sebenarnya, jadi saya percaya kamu sepenuhnya." Menepuk bahu Eduardo dengan rasa sayang.


Eduardo adalah seorang anak panti asuhan yang diambil oleh Sanjay dan dijadikan anak buahnya. Eduardo yang mempunyai nama asli Edward Steel adalah anak yang sengaja dibuang keluarganya semenjak kedua orangtuanya meninggal karena diracun oleh saudaranya sendiri, ia di titipkan oleh pembantu rumahnya demi mengamankan dan menyelamatkan nyawanya. Paman Eduardo yang serakah tidak terima karena orang tua Eduardo mendapatkan saham perusahaan 80% sedangkan dirinya hanya 20% dia takut akan dikick dari perusahaan dengan mudah. Maka dia berpikir harus memusnahkan kakaknya demi harta itu, Eduardo yang masih kecil tidak tahu apa-apa itu segera diajak kabur oleh pembantunya dan setelah ia ditinggal di panti ia ditembak mati oleh paman Eduardo.


Usia 6 tahun dia tidak begitu mengingat banyak yang ia tahu kedua orangtuanya meninggal dengan mengeluarkan busa di mulutnya.


"Daddy ... Mommy," suara lembut dan tubuh kecil itu mengoyangkan tubuh kedua orangtuanya.


Sakit memang jika ia mengingat momen terakhir pertemuannya dengan kedua orangtuanya.


Semenjak kenal dengan Mr. Khai ia menemukan sosok figur seorang ayah, begitu juga dengan Mr. Khai menemukan kedamaian dan kebahagiaan seakan-akan dia mendapatkan gelar ayah yang sesungguhnya. Mereka selalu kompak tidak seperti boss dan anak buahnya, bahkan sampai ada beberapa orang berpikir jika mereka penyuka sesama jenis.


"Mereka main terong-terongan ya?"


"Enggak, mereka main timun-timunan,"


"Salah kalian ... Mereka sang pisang,"


"Gila kalian bertiga gibahin teman sendiri sama bos,"


"Salah kalian semua! Mereka itu Mafia gedang," celetuk anak buah yang lainnya.


"Sejak kapan mereka sedekat itu?"


"Semenjak Tuan Sanjay memperkenalkan mereka 2 tahun lalu,"


"Tuan Sanjay nemu di mana?"


"Dia anak panti tempat Tuan Sanjay berada dulu," ungkap salah seorang anak buahnya.


"Kalian itu jangan berpikir negatif, yang aku tahu Eduardo itu mendambakan seorang ayah dia dari kecil ditinggal meninggal orang tuannya,"


"Oh berarti dia yatim-piatu? Kasihan ya," ungkap seorang anak buah lain yang merasa ibah mendengar kisahnya.


"Kalau Mr. Khai?"

__ADS_1


"Mr. Khai keluarganya meninggal karena kebakaran istri dan ibu mertua atau ibu kandungnya gitu lupa  ceritanya," terang seseorang yang mengenal dekat Mr. Khai, Tuan Sanjay dan Eduardo.


__ADS_2