Psikopat Cantik

Psikopat Cantik
Menyusun rencana


__ADS_3

    Sanjay dan Sabrina memulai rencana mereka.


   “Ya sudah kamu mulai saja rencana kamu mulai dengan mendekatinya,” ucap Sanjay.


   “Aku mendekatinya? Sudah gila kamu?”  Sabrina tidak habis pikir dengan apa yang di katakan oleh Sanjay.


    “Itu adalah jalan satu-satunya, untuk membalas dendam,” Sanjay mengarahkan Sabrina untuk menghancurkan Denny dari dalam.


   “Kamu tahu sendiri kan kalau Denny tidak percaya dengan yang namanya pernikahan, dan bagaimana mungkin aku mendekatinya?” tanya Sabrina.


   “Kalian kan sama-sama tidak percaya dengan yang namanya pernikahan kan?” Sanjay mencoba memastikannya.


    “Iya memang, tapi masa iya aku mendekatinya hanya sebagai pemuas napsunya?” Sabrina melayangkan protesnya.


    “Kenapa? Kamu takut hamil?” tanya Sanjay.


  “Iya!”


   “Gampang kamu pakai aja pil pencegah kehamilan,” ucap Sanjay.


   Sabrina sedikit ragu takut akan terjebak dalam  permainan itu. Sabrina takut akan terjebak kedalam permainannya sendiri, dia takut jatuh cinta dan menjadi budak cinta karena terus dekat dengan Denny yang notabene adalah seorang penjahat kelamin.


Sabrina sendiri pernah berada diantara temannya seorang youtuber ternama waktu itu Denny sedang di wawancarai olehnya mulai dari usahanya sampai kehidupan  pribadinya.


   “Kamu kapan pertama kali melakukan hubungan intim dan di usia berapa?” Pertanyaan yang sangat menjijikkan menurut Sabrina yang terlontar dari seorang Perempuan, walau pun itu seorang Perempuan dewasa sekali pun.


   Menurut Sabrina hubungan intim itu adalah sebuah hal pribadi yang hanya pasangan itu saja yang tahu.


“Waktu itu, saya lagi bandel-bandelnya dan sekitar SMA.”  Denny  tertawa geli mengingat hal tersebut.


  “Pernah melakukan di mana saja?” Tanya Perempuan itu.


  “Pernah melakukannya di kereta api,” ungkap  Denny.


  “Haa … Gila! Seriusan?” Tanya Perempuan itu tidak percaya.


   “Serius! Pernah di kereta dengan cara duduk pangkuan, itu sensasinya beda banget,” tutur Denny.


   “Hahahahha.” Mereka tertawa lebar.

__ADS_1


   “Puas nggak?” Tanya Perempuan itu.


   “Ketika saya melakukan hubungan intim dengan seseorang saya usahan kan orang tersebut puas dulu baru saya akan memuaskan diri saya,”  ungkap Denny.


   “Paling suka dengan gaya apa sih kalau melakukannya?” tanya Perempuan itu.


  “Dulu waktu masih muda paling suka Doggy atau posisi diatas, sekarang boro-boro dengan gaya tersebut, encok iya!” Kelakarnya.


    Sungguh mereka terkadang memang menjijikkan, itu yang membuat Sabrina terkadang ilfil. Semua rencana itu tersetting dalam  catatan Sanjay dan Sabrina hanya menjalankannya saja. Sabrina menemui Denny dan menanyakan tentang pertanggungjawabannya, namun Denny hanya tertawa menertawakan Sabrina yang terlihat bodoh di matanya.


   “Kamu  sudah menodai saya, dan saya minta pertanggungjawaban kamu!” seru Sabrina.


   Denny yang mendengar ucapan Sabrina tertawa lepas.


“Kamu meminta pertanggungjawaban saya? Tidak salah, bukannya kamu juga menikmatinya?”


   “Tidak!” tegasnya.


   “Kamu pikir saya menikmatinya? Tentu saja tidak. Mana mungkin sorang yang di nodai berpikir bahwa dia menikmatinya?” Lanjutnya dengan penuh amarah.


    “Lantas kenapa dua kali kamu pasrah? Bukan kah itu bentuk dari keterpaksaan?” Denny  memegang dagu Sabrina.


“Percuma ngomong sama orang gila seperti kamu.” Sabrina menggambil tasnya lalu pergi meninggalkan rumah Denny.


   Sabrina berpas-pasan dengan Askara di luar pintu, Sabrina hanya cuek saja menghadapi putra kecil Denny.


“Siapa dia Pa?” tanya Askara.


   “Dia? Namanya Sabrina teman wanita Papa,” ungkap Denny.


   “OH,” Askara lalu pergi meninggalkan  Papanya.


   Lagi-lagi Sabrina bertemu dengan Denny  di Mall dan Denny menyeret Sabrina dan mengajaknya ke Rumah Denny.


  “Mau ngapain kamu?” tanya Sabrina.


  “Sudah ikut saja!” ketus Denny.


   Setibanya dirumah itu Denny menghempaskan Sabrina diatas sofa.

__ADS_1


“Kenapa sih kamu tiba-tiba menyeret aku dan mengajakku kemari, mau kamu apa?” Tanya Sabrina.


   “Kamu bilang katanya kamu meminta pertanggung jawaban aku? Kamu sendiri yang bilang tidak percaya dengan yang namanya pernikahan,” ucap Denny.


   “Tentu saja! Kamu harus bertanggung jawab dan memberi saya kompensasi atas perbuatan kamu,” balas Sabrina.


   “Kamu minta berapa? Akan aku berikan dengan satu syarat kamu harus selalu ada ketika aku menginginkannya,” ucap Denny.


   Denny memberikan uang kepada Sabrina yang sangat banyak dan  sabrina menerimanya, demi rencana balas dendamnya kepada Denny.  Sabrina berpikir buat apa dia jaim pada dasarnya dia sudah tidak ada harganya lagi. Sabrina diberi janji oleh Denny akan menyelesaikan Salon ke cantikkannya dengan semua pengeluaran dan pembiayaan Denny yang menanggung semua sampai selesai.


   Semua kebutuhan Sabrina telah tercover oleh Denny, dan Sabrina kini menjadi Sugar Baby Denny. Setiap apa yang ia ucapkan Denny selalu memberinya tanpa terkecuali.


   “Aku mau kamu selalu ada di dekatku,” ucap Denny.


    Secara tidak langsung Sabrina dan denny melakukan kumpul kebo dan mereka kini tinggal serumah. Perbuatan Denny diketahui mantan istrinya dan dia sangat marah sekali dan mencaci maki denny.


   “Kamu gila? Kamu membawa dampak buruk buat anak kita, kamu kumpul kebo sama perempuan itu!” Ranny begitu kesal dengan wajah memerah dan mata yang melotot dia memaki Denny.


  “Apa urusannya sama kamu, kamu hanya mantan istri saya,” ucap Denny.


   “Walaupun aku mantan istri kamu tapi aku adalah ibu dari anak kamu Askara!”


   “Kamu sendiri tidak ngaca kamu sendiri doyan kawin cerai, kamu pikir anak kita bisa terima itu?”  Bentak Denny.


   “Tapi setidaknya aku menikah sah tidak seperti kamu kumpul kebo dengan wanita yang nggak jelas!” Ranny lagi-lagi meluapkan amarahnya.


   “Mending kamu urusi hidup kamu dan jangan pernah sekali pun mencampuri kehidupan saya,”


   Mereka perang mulut dan saling teriak satu sama lain, ranny yang tidak terima dengan tuduhan Denny yang mengatakan dia suka kawin cerai meluapkan amarahnya.Sedangkan Denny juga sama dia dituduh membawa  pengaruh buruk pada Askara.Keegoisan mereka dimanfaatkan oleh Sabrina untuk menghancurkan mereka pelan tapi pasti lewat Askara.


Entah apa rencana Sabrina kedepannya, dia hanya tertawa melihat pertengkaran antara mantan suami Istri tersebut.


   “Dasar pasangan gila, bisa-bisanya mereka saling menyalahkan satu sama lain.” Sabrina menertawakan kedua orang tersebut.


   Askara yang terpaksa di asuh oleh Denny karena Ranny tidak mempunyai penghasilan tetap, sedangkan Denny  memiliki  semua apa yang di butuhkan Askara.Mungkin ini terlalu egois buat Ranny  tapi itu semua demi kebaikan Askara yang masih membutuhkan Papanya, dan Denny sangat pandai dalam mengasuh anak semata wayangnya tersebut. Dan Askara merasa nyaman dekat dengan sang papa, karena menurut Askara mereka sama-sama laki-laki dan sepaham dalam menjalankan aktivitas dan hobi yang sama. Itulah alasan mengapa Ranny berani melepaskan Askara pada Denny.


    Menurut Ranny Denny mampu menjaga Putranya entah apa yang membuat Denny berubah semenjak kenal Sabrina.  Ranny merasa bahwa Sabrina adalah ular berbisa yang siap kapan saja menghabisi keluarganya.Ranny yang saat ini tidak bisa berbuat sesuatu memilih pasrah walau hatinya meronta.


Bersambung ...

__ADS_1


💙💙💙💙


__ADS_2